Obsesi Kulit Putih Sebagian Orang Asia

Produk pemutih/pencerah merupakan salah satu bisnis yang menjanjikan di Asia. Bahkan beberapa tahun belakangan, industri kosmetika juga mentargetkan kaum pria dengan mempromosikan standar yang sama, bahwa kulit putih membuat kita lebih rupawan.

Beragam produk pemutih beredar di masyarakat, di antaranya krim, masker, suplemen pemutih, hingga treatment di klinik kecantikan. Pokoknya, kalau mau laku, pake embel-embel whitening aja :D


Di Cina, kulit putih dikatakan mampu menutupi seratus kejelekan. Sedangkan di Jepang, jauh sebelum masuknya pengaruh Eropa dan Amerika, ada istilah "kulit putih menutup tujuh cela". Yang berarti, wanita berkulit putih akan terlihat cantik, meski wajahnya tidak menarik.

Setidaknya ada empat alasan kenapa kulit putih digandrungi sebagian orang Asia, yaitu...

Kelas Sosial yang Tinggi

Jaman dulu, kulit putih mencerminkan kelas dan status sosial yang tinggi (ningrat). Sebenarnya tidak hanya di Asia ya. Orang-orang Eropa (yang notabene Kaukasian) juga menyukai kulit putih pucat.

Di sana ada istilah angelic aura atau angel of the house, karena wanita dengan kelas sosial tinggi umumnya terjaga di dalam rumah kastil. Kurang lebih sama lah pandangannya... orang kaya atau bangsawan kulitnya terawat karena ngga panas-panasan ^^;

Ngomong-ngomong, usaha mereka untuk tampil putih juga luar biasa. Ada yang dicat (red: film era Ratu Elizabeth atau Marie Antoinette), bedakan pake kapur, hingga menggunakan logam berat (lead, mercury, dst). Tapi orang Barat jaman sekarang agaknya lebih suka dengan tanned skin yang glowing.

Kecantikan Klasik Asia

Kunci kecantikan klasik Asia adalah peningkatan kontras warna wajah (clear contrast). Orang Asia umumnya memiliki rambut hitam, kulit kuning, dengan struktur tulang wajah yang kurang tegas. Itulah kenapa berbagai resep homemade skin care dari nenek moyang berkisar di pencerah kulit, penghitam rambut, dan gincu.

Berbeda dengan kita, meskipun berambut cokelat atau pirang, orang Kaukasian punya "kontras" yang lain, yaitu kontur tulang wajah yang tegas dan tajam.

Perempuan Harus(?) Lebih Putih dari Laki-laki

Umumnya di Asia, laki-laki menyukai perempuan berkulit putih dan bening (kayak botol aqua?). Selain itu, cewe yang putih (katanya) tampak lebih feminin. Stigma ini yang membuat kebanyakan perempuan berpikir kalau ngga putih, berarti ngga cantik.

Konsep "Cantik" Bentukan Media

Media jelas punya pengaruh yang luar biasa besar dalam membentuk persepsi "cantik ideal". Banyak iklan yang menunjukkan bahwa seolah-olah kulit putih adalah solusi dari segala problem yang ada.

---

Imho...
"Putih" Indonesia berbeda.

Warna kulit saya light medium dengan undertone yang ngga jelas warm atau olive (cek pergelangan tangan ada pembuluh darah hijau dan biru). Kulit saya tidak seputih cewe-cewe Asia Timur, tapi buat orang Indonesia kebanyakan masih masuk kategori "putih" :/

Kadang di email juga suka ngga nyambung dengan reader hehe, saya kira putih yang dimaksud itu ala Kaukasian, tapi yang mereka maksud itu ya.. hmm... cerah (not literally "white"). Dari situ saya menyadari kalau kata "kulit putih" mulai mengalami pergeseran makna. Ngga sedangkal seperti apa yang saya pahami sebelumnya.

Baca juga : Kulit Putih = Cantik?

"Kulit putih" di Indonesia tidak selalu berarti putih porselen. Tapi bisa juga berarti kulit yang cerah, sehat, atau bersih. Lain halnya di negara-negara Asia Timur, kulit putih idealnya ya seperti Fan Bingbing.

Perlu ngga sih pake produk Pemutih?

Produk pemutih biasa (whitening, lightening, brightening) hanya bisa mencerakan sementok-mentoknya seperti warna lengan atas bagian dalam kulit kita (area yang tidak terekspos sinar matahari/warna alami kulit). Jadi, jangan mudah percaya testimoni yang menunjukkan perubahan warna kulit yang drastis secara instan.

Saya sendiri memerlukan produk "pemutih" untuk maintain kulit, supaya warnanya rata dan tidak mudah kusam. Belum lagi kalo ada blemishes ^^; ya mau ngga mau pake pemutih (bayclin? rinso? lol) untuk memudarkan nodanya. TAPI, saya menghindari produk dengan agen pencerah saat kulit sedang bermasalah.

Intinya, menurut saya fine-fine saja memakai produk pemutih. Yang jadi masalah adalah jika obsesi "memutihkan" kulit tidak diimbangi dengan pengetahuan mengenai produk dan treatment yang aman.

Updated! (September 2016)

Kadang kita penasaran ya, sudah pake produk skin care dari dokter kulit atau serum hasilnya cuma cerah, tidak seglowing krim abal-abal. Sebatas pengetahuanku, krim abal-abal (yang mengandung logam berat seperti merkuri) menggerus lapisan atas kulit. Kelihatannya jadi putih, tapi justru itu efek negatifnya.

Ada orang yang tubuhnya responsif banget dengan krim abal-abal (langsung muncul reaksi penolakan). Ada juga yang tidak, makanya pada ngerasa biasa saja, dan keukeuh bertahan. Dampak buruknya baru muncul belakangan, seperti kulit jadi menggelap (menghitam, ada juga yang abu-abu), jerawat pasir, bruntusan ngga sembuh-sembuh, dst.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day :D

Blogging since 2011 // Twenty-something, but not quite grown up // Over-thinker // Acne-proner // Minguk admirer // Addicted to mineral water // Contact : haihanitisblog@gmail.com

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

10 komentar

Write komentar
14 Agustus 2016 19.11 delete

Hai kak Hani..bener banget tau kak. Di indonesia emg kayaknya stigma 'putih itu cantik ya' udh mendarah daging banget deh-_- Padahal kata ku mah gausah putih aja yang penting bersih udh sedep dipandeng mata:D ya tapi orang emang beda beda sih ya kak:v

Reply
avatar
14 Agustus 2016 21.15 delete

kalau sehari2 aku gak pakai whitening mbak tapi kalau kyk lotion gitu prefer whitening biar warna kulitnya rata gak belang

Reply
avatar
15 Agustus 2016 05.22 delete

Hai juga :D Ya begitulah... Selain itu, mesti pede juga hehe. Soalnya yg udah putih bersih pun banyak yg insecure karena ngerasa kurang putih.

Reply
avatar
15 Agustus 2016 05.24 delete

Haha aku malah kebalikannya Nin :D buat muka pake yg ada agen pencerahnya, buat badan yg penting bisa ngelembabin.

Reply
avatar
15 Agustus 2016 13.49 delete

Aku kadang yang bingung kayak orang yang pakai krim abal-abal itu ada yang keliatan putih glowing sebening kristal, iklannya gitu XD tapi kalo aku pakai krim-krim/serum dari dokter kulit atau drugstore perasaan cuma cerah aja. apa memang kulit bisa seglowing mereka yang pakai abal-abal itu ya?

Reply
avatar
15 Agustus 2016 18.34 delete

Aku juga dulu pas pake krim dokter ngga sampe "sebening" itu, padahal kalo dipikir-pikir krim dokter efek rejuvenatingnya udah tokcer banget dibanding skin care biasa.

Sebatas pengetahuanku, krim abal-abal (yg ngandung logam berat macam merkuri) menggerus lapisan atas kulit. Keliatannya bikin putih, tapi justru itu efek negatifnya.

Ada org yg tubuhnya responsif banget dengan krim abal-abal (langsung muncul reaksi penolakan). Ada juga yang ngga, makanya pada ngerasa biasa saja, dan keukeuh bertahan. Dampak buruknya baru muncul belakangan, seperti kulit jadi menggelap (menghitam, ada juga yg abu-abu), jerawat pasir, bruntusan ngga sembuh-sembuh, dst.

Cmiiw ya, pernah baca-baca di forum ttg skin care berbahaya ^^;

Reply
avatar
1 September 2016 18.11 delete

ntis, jawaban kamu di kolom momen itu bagus banget..
kalo bisa dimasukin aja ke paragraf di atas..
kadang baca artikel, ga sampe ke bagian momen *tunjuk tangan 😀
forum skin care berbahaya itu, baca dimana yaa? makasi

Reply
avatar
1 September 2016 23.04 delete

Oke deh ^_^ makasih masukannya, nanti aku edit yah. Aku baca di Female Daily dari jaman kapan tau haha, thread Info Unbranded & Unlicensed Dangerous Skin Care :D

Reply
avatar
11 September 2016 21.45 delete

LOL aku dulu termasuk yg terdoktrin dengan kata PUTIH = CANTIK, sampe bela2in luluran tiap hari haha.. But now, make deal with it.. aku sadar kalo kulit aku tuh cenderung agak kuning.. dulu udh pk smua yg whitening, lightening, brightening selama bbrp tahun hasilny kulitku cerah aja gk putih plek gt..

kalo yg aku lihat ya, org yg pake krim abal2 itu kulitnya emang glowing tp itu lebih kek kulit yg luka trus lg on proses mau sembuh.. dulu pas jaman SMA pernah tu di cobain krim abal2 sm tmn ku, baru sekali pake kulit ku kek berasa kebakar gt panas.. efeknya ngelupasin kulit periih gt.. udah tau efeknya gt ywdh langsung stop deh..

Reply
avatar
13 September 2016 23.35 delete

Haha samaaa :D abis suka sebel aja kalau ada yang komen "kok iteman". Padahal wajar-wajar aja namanya juga jaman sekolah. Cuman emang sih waktu itu luluran tiap hari sukses bikin warna kaki yg belang jadi rata kembali. Tapi sekarang udah ngga serajin itu :D

Itu juga kali ya yang bikin krim abal-abal pake klaim baru, "putih tanpa ngelupas" dst dst. Hmmm...

Reply
avatar

Bisa juga kirim email ke haihanitisblog@gmail.com atau direct message instagram @haihanitis. EmoticonEmoticon