Don't Be Judgemental

Beberapa hari lalu ada video yang bagus untuk jadi bahan renungan di channel Free Quran Education (youtube). Artikel ini adalah rangkuman video kajian Don't Be Judgemental oleh Nouman Ali Khan yang diilustrasikan oleh Darul Arqam Studio.

Baca juga : Ramadhan 1436 H - 2015 M : Channel Youtube, Akun Instagram, & Situs Favorit


Ada seorang pemuda yang bertanya pada saya. Dia memiliki kepribadian yang sangat sensitif. Satu waktu dia mendengar seorang anak melantunkan ayat-ayat Al-Quran dengan merdu di radio. Guru anak tersebut memuji, "Subhanallah. Kamu punya jiwa yang bersih, karena itulah Allah memudahkanmu untuk melantunkan Al-Quran."

Kata-kata guru tersebut masuk ke dalam hati si Pemuda. Dia tersinggung dan berpikir, "Mungkin aku kesulitan membaca Al Quran karena aku bukan orang yang baik. Mungkin ada yang salah dengan diriku."

Tentu guru tersebut tidak bermaksud untuk menyindir orang lain, melainkan untuk memotivasi. Yang perlu dipahami...

Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa taat kepada Allah. Adapun yang membaca Al Quran dengan terbata-bata dan sulit atasnya bacaan tersebut, maka baginya dua pahala” (HR. Muslim).

Ada diskusi yang membahas, apakah itu dua kali pahala orang biasa atau dua kali pahala orang yang fasih. Saya pribadi memilih dua kali pahala orang fasih. Tidak ada alasan untuk berpikir sebaliknya. Karena Allah tidak menilai pencapaian. Allah menilai usaha.

Manusia berbeda dengan Allah. Manusia menilai pencapaian, hasil, keuntungan, seberapa banyak yang kau tahu, seberapa banyak yang kau hapal. Kuantitas dinilai penting karena dapat dilihat dan ditampilkan. Sedangkan Allah Azza wa Jalla tidak peduli dengan hasil. Dia menilai prosesnya, seberapa besar usaha yang kau upayakan.

Sebagai gambaran. Seorang milyuner bersedekah sebesar $ 1.000. Memang terlihat banyak. Tapi tahu tidak? Ada seseorang yang hanya memiliki $ 1 dan menyedekahkan setengahnya. 50 sen tersebut lebih berharga dalam pandangan Allah dibanding $ 1.000 yang disumbangkan oleh milyuner. Yang penting menurut Allah adalah kualitas, bukan kuantitas.


Jika kamu kesulitan membaca Al Quran, itu bukan berarti kamu orang yang buruk. Kenyataan bahwa kamu mencoba membaca Quran dan berusaha mengeja setiap hurufnya dengan benar, perjuangan itulah yang bernilai lebih. Karena kalau Allah berkehendak, Dia bisa saja memudahkanmu.

Sebagian orang memiliki tantangan fisik (kekurangan secara lahiriah) dan sebagian lainnya mengalami tantangan psikologis (depresi, bipolar, panic disorder, dst). Tantangan tersebut diberikan oleh Allah Azza wa Jalla pada orang-orang tertentu dan kita tidak tahu alasannya. Namun, itu tidak berarti Allah mengutuk atau membenci mereka. Mungkin keterbatasan itulah yang membuat mereka jauh lebih baik daripada kita.


Orang-orang bisa meremehkan dan memandang rendah orang lain karena pencapaiannya. Namun, kita harus menyadari bahwa standar penilaian manusia berbeda dengan standar penilaian Allah.

Kisah lainnya adalah tentang seorang murid di kelas bahasa Arab. Kamu tahu kan, kelas bahasa Arab menilai seseorang berdasarkan pencapaiannya. Meliputi skor tes, seberapa baik kamu membaca dan berbicara, serta seberapa banyak kosa kata yang kamu pahami.

Ada seorang murid yang menurutku Allah tidak menciptakannya untuk menguasai bahasa Arab. Pria itu sangat cerdas di bidangnya. Dia jenius. Apapun yang dipelajari dapat ia kuasai dengan mudah. Akan tetapi, untuk bahasa Arab, skor tesnya tidak pernah lewat dari 30. Padahal dia lebih giat belajar dibanding murid-murid lain yang pernah saya temui. Dia bisa belajar berjam-jam dan berhari-hari.

Orang lain yang gagal ujian biasanya putus asa dan tidak belajar beberapa hari. Murid ini mempelajari kesalahannya dan mengulasnya. Sebelum jadi muridku, dia adalah temanku. Setiap saya telepon dan ajak berkumpul, dia menolak dengan berkata, "Tidak, saya harus belajar."

Meskipun skornya kecil, saya menghormatinya melebihi murid lain. Saya yakin Allah membalasnya dengan pahala yang besar atas usahanya.

Allah menempatkan sebagian orang dalam kesulitan dan keterbatasan, karena hendak memberi nilai lebih atas usaha mereka. Dengan itulah Dia hendak meninggikan derajatmu.

Masing-masing orang punya keterbatasan dan kesulitan dalam hidup. Jadi, janganlah berkecil hati menghadapi asumsi (prasangka) orang lain. Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain, termasuk seberapa sedikit yang kau tahu atau sedikitnya hal yang mampu kamu kerjakan. Jangan berkecil hati atas apa yang telah Allah tetapkan bagimu.

"Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat ayat 13)

Hal yang membuat seseorang lebih baik dibanding yang lainnya adalah taqwa. Sedangkan taqwa hanya diketahui oleh Allah Azza wa Jalla. Saya berdoa agar kita tidak menghakimi diri sendiri dan orang lain. Tak hanya memikirkan diri sendiri dan senantiasa menghormati orang lain.


Akhir kata
Saya pernah membaca kutipan, sayang lupa sumbernya. Dalam Islam adalah terlarang untuk merasa lebih baik dibanding orang lain dan terlarang pula untuk merasa lebih rendah dibanding orang lain (minder). Yang pertama tentu sudah sering kita dengar, tapi yang kedua jarang atau mungkin ada yang baru tahu.

Rendah diri (dalam kaitannya dengan hal-hal duniawi) dekat dengan kufur nikmat. Ketika kita fokus terhadap hal-hal yang tidak kita miliki, maka akan sulit untuk mensyukuri apa-apa yang telah dianugerahkan kepada kita, misal badan yang sehat, orang tua yang lengkap, ada rumah untuk bernaung, bisa makan 3x sehari, udara yang bersih, dan rejeki lain yang sadar tak sadar kita nikmati.

#notetomyself
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Blogging since 2011 // Twenty-something, but not quite grown up // Over-thinker // Acne-proner // Minguk admirer // Addicted to mineral water // Contact : haihanitisblog@gmail.com

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
9 Mei 2016 14.53 delete

Yup, rendah diri itu tidak baik..yang baik adalah rendah hati. Jadi terharu baca postingan ini

Reply
avatar
9 Mei 2016 18.11 delete

Sepakat Bunda ^_^ Terima kasih kunjungannya.

Reply
avatar

Bisa juga kirim email ke haihanitisblog@gmail.com atau direct message instagram @haihanitis. EmoticonEmoticon