Skin Care Talk // Personal Thought // Blogging Experience

Sharing Ganti Domain : Kenapa Pilih Qwords?

Rabu, 30 September 2015
Hellaw, penasaran ngga aku beli domain di mana? *ngga tuh, kzl...

Setelah browsing dan compare sana-sini, aku memutuskan untuk membeli domain haihanitis.com di Qwords.

Ngomong-ngomong, kenapa sih ganti domain?

Setelah dipikir matang-matang, kalau ingin mengembangkan blog, menurutku (menurutku lho ya~) ngga cukup dengan subdomain blogspot.

Top level domain terlihat lebih profesional buat kamu yang serius mengenai personal branding, membuat portofolio dalam media blog, mengasah keterampilan di bidang copywriting, monetisasi, dan lainnya.

Walau subdomain blogspot bisa punya traffic yang tinggi, TAPI di laman pencarian, kesannya top level domain lebih kredibel, kan?

Apa aja yang bisa diganti domainnya?


Blogspot, wordpress, tumblr, weebly, dan sebagainya.
Contoh: apasikamu.blogspot.com menjadi apasikamu.com.

Berikut pertimbanganku sebelum memutuskan untuk membeli domain haihanitis.com di Qwords...
  • Banyak lembaga dan perusahaan besar yang menggunakan jasa Qwords, seperti Pindad, Pertamina, RRI, Horison Hotels Group, RSCM, ASEAN, dll.
  • Banyak promonya *yailah tetep yaa hahahaha...
  • Akses pembayaran yang mudah.
  • Reputasi Qwords meyakinkan. Qwords didirikan pada tahun 2005 dan terus berkembang hingga sekarang. 
  • Panduan manual yang lengkap dan detail. Memudahkan awam seperti aku untuk mengikuti alur step by step penggantian domain.
  • Layanan pelanggan stand by 24 jam melalui telepon, live chat, dan ticketing system. Responnya cepat tanggap dan membantu banget!

Jadi yah, saat proses penggantian domain, mas-mas technical supportnya bantu cek ulang apa ada yang luput aku isi atau ngga. Aku udah kayak orang linglung dan bawel nanya ini-itu, tapi dijawab dengan sabar :))

---

Berlangganan Domain dan/atau Hosting

What to do?

1). Bikin akun di Qwords.

2). Cek ketersediaan domain...


3). Kalau nama domainnya tersedia, klik Lanjutkan ke Keranjang Belanja


4). Kamu juga bisa pilih mau beli domain aja atau domain plus hosting...



5). Sudah selesai pilih-pilihnya? Tinggal check out belanjaan, dapet invoice, transfer, dan konfirmasi pembayaran. Alhamdulillah, prosesnya mudah. Seperti belanja online biasaa :D


6). Tunggu email dari Qwords mengenai konfirmasi pembayaran yang sudah diterima.

7). Ikuti instruksi sesuai panduan dari link yang dikirimkan Qwords melalui email.

8). Proses ganti domain cepet kok ^^ dalam 1x24 jam kamu sudah punya domain sendiri.

---

Google Apps for Work

Eniwei, Qwords ngga hanya menawarkan domain dan hosting, produknya banyak :D

Kamu juga bisa membeli dan berlangganan Google Apps for Work.

Apa tuh?

Ini aku kutip dari website Qwords hehe...
Google Apps for Work terdiri dari beberapa aplikasi yang berbasis Web untuk mendukung kegiatan perkantoran, antara lain Gmail, Hangout, Google Calendar, Drive, Docs, Sheets, Slides, Groups, News, Play, Sites, dan Vault. 
Dapatkan paket Layanan Email profesional, penyimpanan online, rapat video, dan alat bisnis lainnya berbasis cloud yang dapat diakses dari mana saja, kapan saja dan menggunakan device apa saja sehingga dapat mempermudah pekerjaan Anda.
Buat pebisnis atau pegawai kantoran tentu penting banget untuk memiliki akun email khusus (@namakamu.com). Contoh: contact@apasikamu.com.

---

Tertarik
untuk beli domain dan/atau Google Apps for Work?

Kunjungi QWORDS
...dan cek di sana lagi ada promo apa hehehe.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Beres-beres Blog : Ganti Domain, Webmasters Tools, Adsense

Rabu, 23 September 2015
Akhirnya blog Hai Hanitis beres-beres. Mulai dari ganti domain, perbaikan kategori post, sampai kecerobohan yang dodol banget deh. Semoga bisa jadi pembelajaran buat blogger lain huhuhu.

---

Ganti Domain

Ada positifnya juga kejadian kemaren (baca post: Perhatian, Beauty Blogger) ^^; aku jadi kepikiran dan akhirnya ganti subdomain blogspot ke TLD (Top Level Domain).

Banyak hal yang membingungkan selama pindah alamat. Maklum, awam haha. Yang paling bikin speechless adalah traffic harian turun drastis (sekitar 70%).

Ini penjelasan dari mba Indri Lidiawati (Juragan Cipir)
Mengubah domain blogspot menjadi dotcom (custom domain) tidak akan berdampak pada trafik serta peringkat blog, kecuali hanya untuk sementara saja atau sekitar sebulan sejak pengalihan domain dilakukan. 
Sebenarnya trafik blog tidak akan hilang karena trafik yg berasal dari mesin pencari akan dialihkan dari domain blogspot ke domain baru TLD dengan menggunakan pengalihan 503. 
Biasanya 3 hari sampai seminggu setelah pengalihan domain, maka trafik blog akan mulai terasa mengalami penurunan secara perlahan. Namun sebulan kemudian, trafik blog akan kembali normal. Bahkan trafik akan naik dan lebih bagus dari sebelumnya karena blog kita saat ini telah menggunakan domain TLD yang tentunya lebih seo friendly.

Saran buat blogger yang ingin serius...

Mending dari awal pake Top Level Domain (seperti .com, .net, .info, dst), supaya ngga kagok kayak aku.

Yang perlu dilakukan setelah ganti domain (ini saran dari blogger-blogger mastah ^^;)

1) verifikasi kepemilikan domain,
2) menambahkan alamat url baru ke Google Webmasters Tools,
3) submit peta situs/sitemap,
4) daftar ke search engine,
5) ganti hosted account ke non-hosted account Adsense, dan
6). otorisasi domain baru di Adsense.

Ribet yah... Tapi ngga perlu khawatir, banyak banget situs yang menyediakan tutorial teknis blogging.


Google Webmasters Tools

Verifikasi kepemilikan domain

Setelah ganti domain, pastikan untuk memverifikasi kepemilikan domain tersebut.
kunjungi https://www.google.com/webmasters/verification/home

Waktu aku cek, domain baruku udah terverifikasi sendiri dengan metode rekam CNAME DNS.

Tambahkan properti domain baru

Kalau domain baru telah berhasil diverifikasi...
Kunjungi https://www.google.com/webmasters/tools/


Daftarkan peta situs/sitemap

Masuk ke URL yang sudah didaftarkan...
Kemudian, tambahkan sitemap xml di Google...

Apakah submit sitemap itu penting?

Penting banget! Apalagi dengan banyaknya konten beauty blog yang dicopy-paste. Dengan mengirimkan sitemap, artikel original kita cepat terindex oleh Google. Dengan kata lain, misal ada dua artikel yang sama, algoritma Google akan lebih mudah membedakan mana yang asli, mana yang copas.

Kalau ngga pake sitemap?

Jika blog yang copy paste artikel lebih duluan mendaftarkan peta situsnya, salah-salah malah kita yang dianggap abal-abal oleh Google.



Isi kode dengan mengetik sitemap.xml




***

Google Search Engine

Kunjungi https://www.google.com/webmasters/tools/submit-url

Ntar ada statement ini...
Google menambahkan situs baru ke indeks kami, dan memperbarui yang sudah ada, setiap kali kami merayapi web tersebut. Jika Anda memiliki URL baru, beri tahu kami mengenai hal itu di sini. Kami tidak menambahkan semua URL yang dikirimkan ke indeks kami, dan kami tidak dapat memprediksi atau menjamin kapan atau apakah URL yang dikirimkan akan muncul dalam indeks kami.


Kalau mau daftar ke search engine lain (supaya cepat terindex), coba googling aja caranya *lah...

---

Google Adsense

Setelah ganti domain, iklan tidak tampil (kosong). Akun kita mesti diupgrade dari hosted ke non-hosted. URL domain baru harus diotorisasi... Kemudian situs yang kita daftarkan direview ulang oleh Google, udah sesuai persyaratan apa belum.  Karena itu aku tampilin total pageview lagi *tau deh ngaruh apa ngga. 

Akun hosted ke non-hosted




Setelah itu, tunggu pemberitahuan hasil review tahap pertama dari Google (1-2 hari). Kalau diterima, tampilan dashboard Adsense kita seperti ini...


Blogku lama di review tahap kedua (berhari-hari haha). Kesalahanku adalah dalam masa review tahap kedua, aku sempat copot dan pasang unit iklan.

Waktu itu aku penasaran karena iklannya ngga muncul-muncul, padahal udah dapet email approval... eh, ternyata reviewnya ada dua tahap hehe.

Jadii... Selama review tahap kedua, jangan utak-atik unit iklan dan template dulu. Cepat atau lambatnya review tergantung antrian. FYI, sampai artikel ini terbit, iklannya hanya muncul di sesi pratinjau, sedangkan di laman blog kosong (masih direview Google) ^^; pasrah wae.

Updated!

Iklan akhirnya muncul setelah kosong hampir 3 minggu ^^ Berikut timelinenya, moga-moga bisa jadi gambaran bagi yang sedang menunggu persetujuan dari Google.

12 September 2015 
Upgrade hosted account ke non-hosted account,
mengajukan otorisasi dan klaim situs.

14 September 2015
Dapat email notifikasi persetujuan dari Google,
tulisan hosted account di dashboard sudah tidak ada,
iklan masih kosong, hanya muncul di pratinjau.

2 Oktober 2015
Iklan muncul.

---

Pemaparan yang lebih jelas bisa googling~ Aku bukan pakar weblog. Tujuan postingan ini adalah memberi gambaran tentang apa saja yang dilakukan ketika ganti domain :D apalagi berkaca dari kejadian bulan lalu, sepertinya masih banyak beauty blogger yang belum ngeh tentang teknis blogging.

Ngomong-ngomong, aku dapat info dan tutorial yang membantu dari Pelangi Blog [1][2], Kompi Ajaib [1][2], Kizeh, dan situs-situs seputar teknis blogging lainnya. Penyampaiannya mudah dipahami dan diterapkan. Kalo butuh penjelasan lebih lanjut, sok ke sana ^^

---

Kejadian Random...
Salah hapus file profile picture
huwaaaa

Awalnya aku iseng buka picasa web albums. Emang ada foto profil berupa selfie yang mau aku hapus. Saking semangatnya, fotonya aku hapus semuaa T.T Ceroboh banget. Tampilan profilku jadi kayak rambu-rambu lalu lintas gini deh.

Awas, yang punya blog galak!
Isinya : foto yang sama dengan ukuran yang beda-beda.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat :D
Keep blogging and Have a nice day

Minyak Zaitun (Olive Oil) : Herborist, Ovale, & Wardah

Kamis, 17 September 2015
Bingung pilih Minyak Zaitun?

Saya harap review ini dapat mempermudah kamu untuk memilih minyak zaitun cosmetic grade yang sesuai kebutuhan dan selera :D

Saat ini, saya menggunakan minyak zaitun cosmetic grade. Awal pake karena susah mencari coldpressed grapeseed oil di supermarket.

Dalam rangka mencari alternatif minyak untuk memijat dan membersihkan wajah, saya coba beberapa produk lokal seperti Herborist, Ovale, dan Wardah.


---

Deskripsi Produk

Herborist Minyak Zaitun

Minyak zaitun kaya akan vitamin E dan antioksidan. Melembabkan kulit kering dan sangat kering, merawat elastisitas kulit, membuat kulit lebih lembut dan bercahaya. 

Mengandung biji mojokeling untuk menyegarkan kulit. Dengan wangi aromaterapi bunga mawar dan melati yang merelaksasi.


Cara pakai

Oleskan merata pada kulit, terutama pada bagian yang kering, seperti tumit, lutut, dan siku. Baik digunakan untuk pijat dan sebelum memakai lulur.


Ingredients

Mineral oil, Terminalia bellerica fruit (mojokeling), perfume, Olive (Olea europaea) Oil, BHT.


Ovale Olive Oil

Terbuat dari minyak buah zaitun, Ovale Olive Oil dapat digunakan untuk merawat seluruh bagian tubuh, dari ujung rambut hingga ujung kaki. 

Membantu melindungi kelembaban rambut dan kulit kepala.
Membantu mengurangi kekeringan pada kulit wajah dan leher, serta menjaga kelembaban dan kehalusannya.
Melembabkan kulit tubuh, termasuk tangan yang kering dan kaki yang kasar, dan menjaganya agar tetap halus.

Rasakan khasiat Ovale Olive Oil setelah mandi, keramas, atau sebelum tidur.


Cara pakai

Usapkan pada rambut dan kulit kepala, wajah, tangan dan kuku, kaki, dan bagian tubuh lainnya. Dapat digunakan untuk memijat.

Ingredients

Olea Europea (Olive Oil), Fragrance, BHT, Tocopherol.


Wardah Olive Oil for Massage

Mengandung minyak zaitun yang membantu melembabkan pada saat massage dan melembutkan kulit.


Cara pemakaian

Tuangkan Wardah Olive Oil for Massage ke telapak tangan, balurkan ke seluruh tubuh yang akan dimassage. Lakukan massage secara teratur setiap dua minggu sekali agar peredaran darah lancar.

Massage menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, sekaligus menghaluskan dan melembabkan kulit.

Ingredients

Mineral Oil (Paraffinum Liquidum), Olive (Olea Europea) Oil, Fragrance, BHT.


Mana yang Bagus?

Secara keseluruhan, saya tidak bisa memilih mana yang paling bagus. Masing-masing produk ada kelebihan dan kekurangannya.

Paling mudah diperoleh

(1) Wardah Olive Oil. Dijual di supermarket, drugstore, dan toko pusat kosmetik.

(2) Ovale Olive Oil. Dijual di supermarket dan minimarket (Alfamart).

(3) Herborist Minyak Zaitun. Saya beli di counter Herborist Paragon waktu jalan-jalan ke Semarang. Selain itu juga dijual di Hero dan Alfamart.

Kalaupun kamu kesulitan untuk menemukan minyak zaitun Herborist-Ovale-Wardah, produk-produk tersebut juga banyak dijual secara online.

Harga *tergantung beli dimana.

Herborist Minyak Zaitun
75 ml = sekitar Rp 16-19.000an
150 ml = sekitar Rp 28.000an

Ovale Olive Oil for Body
100 ml = sekitar Rp 24-25.000an
Wardah Olive Oil for Massage
150 ml = sekitar Rp 34-43.000an

FYI, Wardah Olive Oil for Massage (150 ml) dan Wardah Pure Olive Oil (50 ml) beda lho ingredients-nya. Wardah Pure Olive Oil mengandung minyak zaitun cosmetic grade tanpa tambahan mineral oil.

Kemasan

(1) Wardah Olive Oil. Botolnya didesain cantik, feminin, dan unik. Terbuat dari plastik tebal yang kedap cahaya, ideal untuk menyimpan minyak. Botolnya juga ngga gampang licin minyakan.

(2) Ovale Olive Oil. Kesannya praktis. Tutup botol alumuniumnya lucuuu. Walaupun botolnya minyakan, tapi sampe sekarang petunjuk pemakaian yang tertempel di kemasan ngga ngelopek.

(3) Herborist Minyak Zaitun. Petunjuk pemakaian gampang ngelopek (bisa dilihat di foto produk), kayak botolnya Mustika Ratu Minyak Zaitun.


Eniwei, walau keliatannya lubang botol Wardah keliatan paling lebar, tapi ngga bikin minyaknya gampang meleber saat dituang kok (masih bisa dikontrol).

Tekstur

Ovale warnanya bening kehijauan. Sedangkan Herborist dan Wardah bening seperti air. 

Karena produk-produk ini adalah minyak zaitun cosmetic grade, ketiganya lebih ringan dibanding Extra Virgin Olive Oil (EVOO).

Kalau untuk memijat, saya lebih suka memakai Ovale dan Wardah. Herborist paling cepat "meresap" dibanding dua produk lainnya.


Aroma

Nah ini nih yang bisa jadi Pro atau Contranya :D

Buat kulit yang sensitif dengan parfum atau zat pewangi, baiknya tidak menggunakan ketiga produk ini. Tiga-tiganya mengandung fragrance/perfume.

(1) Herborist Minyak Zaitun adalah yang paling semerbak wanginya. 

Khas skin care dan spa Bali. Sesuai tagline-nya Herborist : The Essence of Balinese. 

Harumnya segar, tahan lama, dan ngga ngebosenin. Kalo dibalur malam (sebelum tidur), bangun pagi masih wangii... Mood booster!

Karena Minyak Zaitun dari Herborist wangi banget, produk ini bikin kita ngga nyaman kalo dioles di kulit wajah. Berbeda dengan Wardah dan Ovale yang wanginya relatif lembut dan ngga tahan lama.

(2) Wardah Olive Oil.

(3) Ovale Olive Oil.

Lain-lain


Bukan berarti Herborist ngga bagus... Menurut saya pribadi, untuk wajah ngga deh... Ibarat kata, kayak nyemprotin parfum di muka. Tapi kalo dipake di badan oke banget! :D

---

FYI

Apa sih bedanya minyak zaitun cosmetic grade dan Extra Virgin Olive Oil (EVOO)?

Perbedaan yang paling mendasar adalah pemrosesan minyak tersebut.

Minyak zaitun cosmetic grade dibuat khusus untuk kecantikan/kegantengan hehe. Tidak bisa digunakan untuk masak dan tidak boleh dimakan/diminum. 

Sedangkan EVOO adalah minyak zaitun murni, bebas zat tambahan, karena itulah aman untuk dikonsumsi atau dicerna langsung.

Berarti lebih bagus EVOO dong?

Ngga juga. Tergantung untuk apa...

Jika dicermati, tekstur minyak zaitun cosmetic grade lebih ringan dibanding minyak zaitun food grade (EVOO). Meskipun mengandung zat-zat tambahan (seperti mineral oil, pengawet), minyak cosmetic grade diformulasikan sesuai dan aman untuk kulit.

Tentang mineral oil, baca post ini Mineral Oil ternyata tidak menyumbat pori.



Menurut esthetician, sebenarnya EVOO tidak recommended untuk kulit wajah. Teksturnya berat dan sangat greasy.

EVOO masih bisa digunakan sebagai pembersih make up (itupun kudu cepet-cepet dilap/diringkas), pelembab kulit badan, rambut, dan kuku. Tapi untuk dijadikan pelembab wajah harian sebaiknya jangan. EVOO ngga sama dengan argan oil, jojoba oil, rosehip oil, dst.

Rencananya, saya mau susun artikel tentang minyak sebagai skin care (kapan-kapan, lol). 

Jadi, untuk sementara, bahasan tentang minyak cosmetic grade dan food grade bisa baca di >> sesi komen artikel I ♥ Grapeseed Oil << sudah pernah saya bahas sepintas di situ.

Oh iya, jangan memijat wajah saat kulit sedang berjerawat yaa.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Jangan Merawat Wajah & Mengatasi Jerawat dengan Cara "Alami" Ini

Sabtu, 12 September 2015
Beberapa hari yang lalu, aku iseng googling tentang cara alami mencerahkan wajah/mengatasi jerawat dengan cepat. Hasilnya mengejutkan! *pasang soundtrack horor.

Bahan-bahan yang ngga semestinya digunakan, justru disarankan sana-sini. Banyak yang repost pula (page pertama, link beda-beda, tapi isinya itu-itu aja).

Berikut beberapa bahan dan anjuran yang sebaiknya dihindari. Kalopun tertarik untuk mencoba, do by your own risk.

---

Bawang Putih

Banyak artikel di internet tentang bawang putih untuk mengatasi jerawat. Sayangnya, belum ada penelitian yang membuktikan bawang putih efektif sebagai spot treatment.

Bahan yang udah terbukti bagus buat jerawat ya yang kayak tea tree oil dkk.

Kalo di forum luar, ada sih yang sukses meringankan jerawat dengan menambahkan bawang putih dalam menu makanannya atau dimakan langsung.

Penggunaan bawang putih dengan cara mengoleskan, hasilnya beragam --> yang jerawatnya kempes ada, yang iritasi juga ada.

Aku pernah coba dan hasilnya ngga sebaik yang digembar-gemborkan orang. Spot jerawat terasa pedih, mana bau lagi bawang putihnya.

Jerawat sih kempes, tapi meninggalkan bekas gelap yang lama banget pudarnya.

Jadi, untuk kulit sensitif, mudah mengalami redness, dan acne prone baiknya jangan menggunakan bawang putih di kulit wajah.

Buah-buahan yang mengandung Citric Acid

Seperti lemon, jeruk nipis, nanas, tomat, dan buah-buahan yang perasan/jusnya terlalu asam/kecut untuk kulit wajah.


Citric acid dari perasan buah citrus segar memiliki pH sekitar 2-3. Jika diaplikasikan langsung ke kulit, dapat menyebabkan iritasi. Kulit pun jadi lebih rentan sun damage, penuaan dini, dan noda bekas jerawat makin menggelap.

Dengan kata lain, lemon dkk memang terkenal bagus untuk kulit. Tapi, lebih baik kita gunakan produk (mis. citric acid dan vitamin C) yang udah jadi.

Karenaa produk over the counter diformulasikan aman untuk kulit (dengan mengecilkan risiko iritasi).

Baca juga : Vitamin C dalam Produk Kosmetika

Kalo scrub lemon? Lemon dibelah trus dicampur gula pasir putih...

Butiran gula pasir terlalu kasar untuk kulit. Gula pasir yang digunakan sebagai scrub menyebabkan goresan-goresan keciiil pada kulit wajah, sehingga perasan lemon bisa masuk ke "luka" tersebut dan makin mengiritasi.

Eniwei, untuk mencerahkan, lemon memang bagus. Tapi untuk jerawat mending jangan deh. Dikhawatirkan lesi jerawatnya malah makin parah kalo dioles perasan segar buah lemon.

Pasta gigi

Mau ngatasin jerawat dalam semalam? Olesin pake odol aja~

Ngga tau siapa yang pertama kali mencetuskan ide cemerlang ini. Tips tersebut sering aku temui di majalah. Aku juga pernah coba sih hahahaha...

Tapi hasilnya biasa aja. Pedih dan jerawatku ga langsung kempes seperti testimoni orang-orang.

Jaman dulu, odol juga ngandung zinc (yang dikenal bagus untuk mengeringkan jerawat), sekarang udah jarang (atau malah ngga ada? cmiiw)...

Meskipun begitu, odol tetap tidak dianjurkan untuk kulit wajah.

Lagian kalo dipikir-pikir, DIY skin care kan sebagian besar diramu dari bahan makanan yang bisa dicerna langsung dan relatif aman untuk kulit.

Sedangkan odol fungsi utamanya untuk membersihkan gigi. Jadi, tentunya odol terlalu "keras" jika dioleskan di kulit wajah, apalagi jerawat ^^;

Baking soda

Baking soda terlalu basa (alkali) untuk kulit wajah, baik itu digunakan sebagai scrub, masker, atau spot treatment. Penjelasannya udah pernah aku bahas khusus di post...

Baca juga : Baking Soda di Kulit : Yay or Nay?

Overwashing 

Jerawat sering dikaitkan dengan kulit berminyak dan kulit yang tidak bersih. Karena itu solusi sering-sering cuci muka pake sabun lumayan familiar. Padahal keseringan cuci muka pake sabun pembersih itu ngga disarankan.

Cuci muka berlebihan menyebabkan kulit jadi kering, rentan iritasi, dan mengalami kemerahan. Overwashing merusak lapisan kulit terluar kulit sehingga bakteri jadi lebih gampang masuk karena skin barrier terganggu.

Membersihkan kulit yang rentan berjerawat emang ribet.

Kalo dicermati, sabun pembersih yang sesuai dengan pH kulit (pH balanced) terasa licin dan cenderung ngga disukai.

Pembersih yang baik ya emang ngga bikin kulit jadi kering kesat. Kan ini kulit wajah, bukan piring.
Intinya, overwashing --> skin barrier terganggu --> makin rentan inflamasi = makin rentan berjerawat.

Scrub untuk jerawat meradang

Scrub dengan tujuan untuk mengeksfoliasi sel kulit mati memang dianjurkan. Manfaat scrub jika dilakukan secara rutin (1-2x seminggu) adalah meratakan tekstur kulit, melawan tanda-tanda penuaan dini, mencegah komedo dan jerawat, serta membantu memudarkan noda.

Mencegah lho... bukan mengatasi.

Scrub saat kulit berjerawat sangat tidak dianjurkan. Overeksfoliasi dan scrubbing saat kulit sedang bermasalah membuat kulit jadi rentan inflamasi, ditandai dengan kulit yang mudah memerah, kering, dan gampang perih.

Kulit yang rentan inflamasi = rentan memicu jerawat. Nah, lho!

Penting untuk diperhatikan --> Kira-kira setelah usia 25 tahun, kulit membutuhkan waktu yang lebih lama untuk pulih dari inflamasi.

Jadi, jangan overeksfoliasi.

---

Trus gimana?


Untuk perawatan DIY banyak bahan lain yang lebih bersahabat buat kulit seperti oatmeal, madu, pisang dan kulitnya, semangka, timun, dan lainnya.

Itupun kudu dicoba dulu di lengan atas bagian dalam, apa ada reaksi alergi atau ngga.

Sedangkan untuk jerawat 1-2 biji, mending ditotol dengan clay mask (masker yang mengandung kaolin dan/atau bentonite) untuk menyerap sebum dan mengeringkan jerawat.

Clay mask ngga pedih kalo ditotol di jerawat.


Beberapa clay mask dan spot treatment yang pernah aku review...

Acnes Tea Tree Clay Mask
Himalaya Purifying Neem Mask
Innisfree Jeju Volcanic Pore Clay Mask
Skin & Lab Dr Pore Tightening Glacial Clay Facial Mask
DIY Facial Mask : Activated Carbon/Charcoal

Bisa juga dengan mengoleskan obat jerawat seperti mediklin atau benzolac.

Kalo gamau berurusan dengan obat, ada juga produk skin care over-the-counter seperti Acnes sealing gel, Clean n Clear spot treatment, dst.

Kalo jerawatnya nyebar dan banyak, mending fokus ngobatin. Takutnya kulit malah makin menjadi kalo dapet penanganan yang ngga tepat.

---

Akhir kata

Bukan berarti aku ngga suka DIY Skin Care (nyodorin oatmeal hahahaha).

Tapi untuk mendapatkan manfaat dari bahan-bahan tertentu (yang berisiko mengiritasi kulit), akan lebih bijak jika menggunakan produk over the counter yang diformulasikan secara profesional oleh orang-orang yang kompeten di bidangnya.

Baca juga : Ini Lho Pembersih yang Saya Gunakan (2017)

Jika tetap tertarik untuk meramu DIY skin care dari buah citrus dan rempah, ada beberapa hal yang mesti dipertimbangkan, yaitu:

1) Durasi penggunaan DIY skin care tersebut.

Makin lama digunakan, makin berisiko memicu iritasi. Karena itu banyak yang menyarankan ngga perlu lama-lama, cukup 10-15 menit, trus langsung bilas.

2) Konsentrasi asam-basa.

Bahan yang sifatnya sangat alkali (basa) mengganggu lapisan teratas kulit, merusak fungsi barrier yang menyebabkan kulit kering, dan menurunnya pertahanan antibakteri pada kulit wajah.

Sedikit asam baik untuk kulit (FYI, kulit kita emang pHnya rada asam, sekitar 4 - 6). Namun, pH yang sangat rendah akan membuat bahan tersebut menjadi agen peeling yang kuat.

Jika kita tidak berhati-hati, bahan tersebut akan mengiritasi kulit.

Karena itulah, orang yang paham banget meramu DIY skin care biasanya mencampur perasan buah berpH rendah dengan bahan lain (seperti tepung) untuk meredam sifat asamnya, agar lebih gentle di kulit.

Baca juga : DIY Skin Care Belum Tentu Baik untuk Kulitmu

Segitu aja dari aku.

Menurutmu DIY skin care apa yang recommended?
Cara apa yang kamu gunakan untuk mengatasi jerawat 1-2 biji?

Monggo dishare di kotak komen :D

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.