Rumpi Tentang Blog

Senin, 31 Agustus 2015
Di penghujung Agustus 2015, aku pengen bahas tentang pembelajaranku seputar blogging. Kenapa pake istilah "belajar"? Tentunya karena blogger piyik kayak aku rasa-rasanya ngga pantas untuk menyampaikan tips dibanding blogger kondang lainnya hahahah.

Berikut pengalamanku mengenai blogging :D


---

Tujuan Blogging

Alasan dan tujuan yang melatarbelakangi seseorang untuk blogging itu macem-macem. Ada yang ingin berbagi informasi, hobi, portofolio karya kreatif, monetisasi, dan sebagainya.

Yang ngga bener adalah monetisasi dengan mencuri blog orang lain. Jangan ya...
Ngomong-ngomong soal monetisasi, semua jenis blog itu menguntungkan (kalo jeli melihat peluang), tapi ada niche-niche tertentu yang bisa menarik sponsor, yaitu niche fashion, travelling, elektronik, kuliner, beauty, dan lifestyle blog (cmiiw, kalo ada yang mau menambahkan).

Maksudnya menarik sponsor?

Misal ada launching produk baru, biasanya PR atau divisi marketing perusahaan tertentu menghubungi blogger untuk menawarkan kerja sama.

Karena judulnya kerja sama, ada keuntungan yang diperoleh kedua belah pihak. Keuntungan bagi pihak perusahaan, yaitu promosi, sounding, branding, dst. Sedangkan untuk blogger, bisa dapet produk gratis, voucher belanja, paid review, dst.

Paid review itu blogger mematok biaya untuk mereview produk/jasa/event yang akan dipromosikan. Yang pasti, makin populer blognya, makin tinggi juga bayarannya.

Tapi ga semua matok harga sih, banyak juga blogger populer yang suka rela bantu. Tergantung kesepakatan masing-masing.

Blog apa aja yang berpotensi menarik sponsor?

Umumnya, blog populer yang bertraffic tinggi, punya banyak follower, dan aktif di social media. Intinya, kalo blog kita sepi, jangan berharap bisa menarik sponsor. Fokus ngembangin blog aja dulu.

Selain sponsor, bagaimana cara blogger memperoleh penghasilan?

Macem-macem. Ada yang pasang iklan, menyewakan space iklan buat online shop, menawarkan jasa desain, menjual produk (ebook, merchandise), dan lainnya.

Apapun tujuannya, baiknya dibarengi dengan usaha untuk memantaskan blog kita sesuai target. Mau bikin blog supaya terkenal ya monggo, mau dapet penghasilan dari blog ya silakan. Asal jangan merugikan orang lain.

Baca juga : Monetisasi Blog

Kamu kenapa blogging?

Aku senang berbagi passionku dalam media blog. Aku suka skin care dan dari kecil punya hobi menulis. Kalo passionku pada dua hal itu ngga ada, aku ngga bakal betah nulis panjang lebar tentang skin care :))

---

Ciri Khas Blog

Sepengamatanku, blogger populer memiliki karakter dan gaya blogging masing-masing. Keunikan itu juga yang memperkaya komunitas blogger.

Gimana sih cara agar blog kita punya ciri khas yang beda dibanding blog lain?

Ciri khas itu penting, tapi ngga usah terlalu dipikir ^^; *lah...

Waktu awal-awal telatenin blog, aku juga penasaran gimana membuat blogku keliatan beda dibanding ratusan atau bahkan ribuan beauty blog lainnya.

Gara-gara mikirin "ciri khas", aku jadi ngga menikmati kegiatan bloggingnya. Aku malah sibuk kesana-kemari membandingkan blogku dengan blog orang lain. Yang kayak gini nih, ngga bakal ada habisnya.

Padahal jika kita antusias dalam blogging, ciri khas blog kita pun akan menguat. Terlebih lagi, kadang pembaca lebih bisa merasakan karakter konten blog kita daripada kita sendiri hehe.

Karena itulah, aku berusaha ngga menyandingkan blog-blog orang lain sebagai tolak ukur untuk mengkritisi blogku sendiri. Seperti kata Theodore Roosevelt, Comparison is the thief of joy.

Trus gimana caranya evaluasi blog kita? Ngga berkembang dong ntar...

Caranya dengan fokus mengeksplor hal-hal yang kita suka dan berusaha memperbaiki area yang masih "kurang" (alur penyampaian, konsep foto, pemilihan istilah yang ngga tepat, dst). 

Yang kita bandingkan adalah konten-konten sekarang dengan beberapa bulan lalu :D 

Kalo udah tau kurangnya dimana, baru deh berbenah. Aku banyak belajar tentang tips blogging dan fotografi untuk pemula dari pinterest. 

Oiya, tidak perlu meniru plek gaya menulis orang lain, kesannya malah ngga natural. Apa adanya aja, karena makin sering blogging, makin terasah kemampuan dan gaya menulis kita.

Aku belum begitu lama blogging, tapi kalo dibanding 2-3 tahun lalu, tutur penyampaianku jadi lebih rapi. Walau tetep ya masih suka ngalor ngidul dan ketawa-ketawa sendiri --" hahahaha.

---

Miscellaneous

Blogwalking & leave comments

Setahunan terakhir aku jarang ninggalin komen ke blog lain. Alasan pertama, karena aku lebih sering blogwalking di tab yang akun googlenya beda dengan akun blog ini.

Kedua, kalo buka laptop, lebih sering balesin email dan komen --"

Writer's block

Lagi asik-asik ngetik, tau-tau stuck.

Tiap orang punya caranya masing-masing buat ngatasin writer's block. Aku kadang tetep maksa buat nulis ide paragraf lain.

Makanya pas postingan belom jadi dan ngga sengaja kepencet publish, yaudah deh berantakan banget keliatannya hahaha. Apalagi kalo ada yang langsung komen, "bingung bacanya" :)))

Kalo memaksakan nulis pun ngga mempan, biasanya --> save, close. Trus cari kegiatan lain.

Pageviews & Followers

FYI, punya follower banyak belum tentu ngaruh ke traffic blog kita. Statistik pageview naik turun pun adalah hal yang wajar banget. Kalo konten-konten blog kita menarik, traffic blog bakal naik dengan sendirinya.

Mengenai pageview, udah pernah aku bahas sepintas di post Penting : Hati-hati, Beauty Blogger dan komen di post Blogging Talk. Total pageviews tinggi di komunitas blogger ibarat pernyataan implisit mengenai pencapaian dan kredibilitas blog tersebut.

Traffic yang tinggi juga tentunya menarik sponsor, undangan event, dan tawaran kerja sama. TAPI... Di sisi lain, menampilkan total pageviews juga ibarat bakar menyan buat manggil orang-orang jahat (bobol password, autoblog/auto generated content, dst).

Dilema. Walau traffic blogku ngga sefenomenal blog-blog ternama, akhirnya aku umpetin aja total pageviews blog ini.

Bandingkan dengan konten-konten lama

Untuk mengevaluasi blog, aku bandingkan postingan baru dengan postingan lama. Dari situ bisa diliat sejauh mana skill menulisku berkembang.

Postinganku yang dulu terlalu sering pake kata Nah, well, kali ini aku mau ngepost tentang..., daaan masih banyak lagi ^^;

Aku tantang diriku untuk menulis tanpa ada kata-kata tersebut. Dengan batas yang dikondisikan, otak dipaksa kreatif untuk mencari padanan kata dan kalimat yang alurnya lebih enak untuk dibaca.

Yang paling susah buat aku adalah mengurangi penggunaan yang-hal-hanya saja-ini-itu-tersebut-dst-dll-dkk.

Bahasa vs English

Berhubung penguasaan bahasa Inggrisku pas-pasan (pasif), aku memilih blogging dengan bahasa Indonesia hahaha. Lagipula target pembacaku ya dari Indonesia.

Sebenernya ngga tega kalo ngeliat sumber lalu lintas, ada yang baca postingan dengan menggunakan fitur penerjemah. Bahasa prokem kayak gini kalo diterjemahin kan hasilnya ngaco.

---

Suka Duka

Banyaaaaaakk hahahahaha :))

Bahas dukanya duluu... Mulai dari komen-komen spam yang bikin zong, dianggep customer service (Oh God Why??), sinyal modem yang naik turun, postingan yang ngga sengaja kepublish/kedelete (aaarrrgghhhh T.T), kesulitan atur jadwal posting, kena autoblog, dan sebagainya. 

Ada saat-saat dimana aku ngerasa asing dengan blog Hai Hanitis. Kadang aku mikir ini kok kayak bukan personal blogku lagi hahahaha.

Aku pernah enggan dan ngga leluasa buat posting topik selain beauty di blogku sendiri. Aku ngga tau kalo blogger lain gimana, tapi emang itu yang sempat mengganjal di lubuk hatiku *tsah.

Sukanya? Lebih banyaaaaak, walau ngga bisa aku ucapin satu-satu tapi komen/email yang masuk made my day bangetlah. Aku menghaturkan terima kasih sebanyak-banyaknya buat orang-orang yang udah percaya sharing cerita atau pengalamannya ke aku :"""

Kalo dibikin poin-poin, hmmm... berikut manfaat blogging buat aku :3
  • Jadi lebih other oriented. Sebelum posting, aku mikir manfaat apa yang bisa aku tawarkan ke pengunjung blogku. Bagaimana supaya penuturan kontenku dapat dipahami, fotonya enak dilihat, dst.
  • Dapet kenalan dan teman baru yang sama-sama suka beauty hahahahah ^^
  • Jadi, belajar tentang IT dikit-dikit -,,,- (waspada mode : on)
  • Dapet hobi baru: foto produk dan ngedit foto, lol.
  • Tiap kali klik Publikasikan, selalu aja ada rasa puas yang ngga bisa digambarkan dengan kata-kata :')
Blogku ngga hanya ini doang, tapi aku paling sayang sama blog Hai Hanitis, hiks. Dulu kayaknya cuma aku aja yang baca blog ini.

Sampe sekarang pun suka heran ngga nyangka kalo tiap hari ada aja yang berkunjung ke blog Hai Hanitis. Apalagi kalo ada yang merasa tertolong dengan konten-konten yang aku susun. Pengalaman-pengalaman tersebut priceless :')

---

Akhir Kata...

Sekarang makin banyak yang melirik blog sebagai peluang industri kreatif. Ya bagus... Pekerjaan yang paling menyenangkan emang hobi yang dibayar.

Yang pengen aku luruskan, blog-blog populer dimulai, dirintis, dan diurus dari nol. Blogger yang penghasilannya tinggi (umumnya) ngga hanya punya 1 blog, ada yang 5, bahkan ada juga yang puluhan.

Mereka rutin update dan konten-kontennya ngga asal copas/nyolong/nyedot dari situs atau blog orang lain. Pencapaian mereka saat ini diperoleh berkat kemauan, kedisiplinan, dan kerja keras. Ngga instan! :D

Pada dasarnya, ngga ada aturan baku dalam blogging, suka-suka bloggernya. Hanya saja dalam menyusun konten dan berinteraksi dengan blogger lain tetap ada etikanya.

Sekarang kan banyak beauty blog baru yang bermunculan. Kalo boleh kasih saran, jangan beranggapan bahwa hubungan antar beauty blogger adalah persaingan.

Capek hati kalo mind set-nya begitu. Jangan sampe niat awalnya pengen nekunin blog, tapi belakangan malah spaneng sendiri karena tiap buka dashboard berasa masuk ke arena kompetisi.

Nikmatin aja... Sebagian besar beauty blogger eksis bukan untuk unjuk superioritas, tapi atas dasar hobi dan kesenangan.

Udah segitu aja dulu hahahaha...

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Viva Spirulina : Milk Cleanser & Face Tonic

Selasa, 11 Agustus 2015
Saat mengobati jerawat (menggunakan vitacid, benzolac, mediklin, dkk), pembersih yang sering dijadikan pilihan adalah sabun switzal, Viva pembersih, dan pembersih DIY seperti oatmeal.

Baru kali ini aku telaten menggunakan Viva pembersih. Kurang lebih aku jadi paham kenapa produk tersebut difavoritkan sebagian besar orang Indonesia dan eksis selama puluhan tahun.


Ada apa dengan Viva pembersih?

Sering aku temui orang-orang yang kulitnya mulus, ternyata hanya menggunakan produk perawatan lokal yang murah meriah (salah satunya Viva). Masalah kulit yang mereka alami paling kusam atau menggelap (bukan break out parah).

Setelah bolak-balik penasaran, aku pikir... hmm... why not give it a try? :D

---

Deskripsi produk & Cara Pemakaian
(tercantum di kemasan)


Viva Spirulina ditujukan untuk merawat kulit normal/kering. mengandung Ekstrak Spirulina yang berperan penting dalam proses peremajaan sel kulit.

Spirulina adalah ganggang biru laut dengan kandungan protein, mineral, asam amino terlengkap sebagai nutrisi kulit.

Lakukan dua langkah pembersihan secara teratur setiap hari untuk mendapatkan wajah bersih, lembut, terawat, dan terhindar dari tanda-tanda penuaan dini.

Milk cleanser

Membersihkan wajah serta leher dari kotoran, minyak, dan sisa make up dengan maksimal.

Cara pakai : Oleskan pada wajah dan leher sambil lakukan massage ringan, kemudian bersihkan dengan kapas/tissue. Lanjutkan pembersihan dengan Viva Face Tonic Spirulina.

Face Tonic

Mengangkat sisa-sisa susu pembersih, menyegarkan wajah, serta mengembalikan keseimbangan pH kulit.

Cara pakai : Basahi kapas dengan Viva Face Tonic Spirulina, usapkan merata pada wajah dan leher. Gunakan bersama dengan Viva Milk Cleanser Spirulina.

---

Ingredients

Milk cleanser

Aqua, mineral oil, stearic acid, triethanolamine, cetyl alcohol, perfume, methylparaben, propylparaben, propylen glycol, spirulina maxima extract, potassium benzoate, potassium sorbate, phenoxyethanol, citric acid, BHT.

Face Tonic

Aqua, ethanol, sorbitol, propylene glycol, spirulina maxima extract, potassium benzoate, potassium sorbate, phenoxyethanol, citric acid, methylparaben, sodium benzoate, PEG-40 hydrogenated castor oil, tartaric acid, perfume.

Buat yang sensitif dengan pewangi/perfume jelas mesti hati-hati dengan produk ini ^^;

Tentang mineral oil pernah aku bahas singkat di Toner, Mineral Oil, dan Stress.



Ethanol [1][2][3]

Ethanol di kosmetik (make up, skin care) ngga berbahaya seperti merkuri, timbal, dkk. Ethanol sifatnya mengeringkan kulit.

Jadi, yang harus diwaspadai adalah efek keringnya (melemahkan skin barrier sehingga dapat memicu iritasi, inflamasi, dst).

Statement mengenai ethanol di kosmetik bersifat karsinogen kurang kuat, karena penelitian (tentang peningkatan risiko kanker) umumnya mengenai ethanol yang dikonsumsi dalam minuman beralkohol.

Studi tentang risiko ethanol di kulit (kerusakan sel), juga kurang bisa dijadikan sandaran. Penelitian tersebut dilakukan dengan mengaplikasikan ethanol pada sel kulit selama 24-48 jam, sedangkan ethanol pada kosmetik kan cepat menguap begitu diaplikasikan ke kulit.

Info lebih lanjut, bisa coba googling aja hehe.

#FYI

Meskipun relatif aman untuk orang dewasa, produk kosmetik yang mengandung ethanol harus dijauhkan dari bayi dan anak-anak. 

Jika menggunakan produk yang mengandung ethanol, kudu rajin menggunakan tabir surya.

---

Review

Awalnya aku bingung, ini Viva Spirulina buat kulit kering, tapi kenapa masih ada ethanolnya? Sedangkan tren produk skin care untuk kulit kering jaman sekarang udah banyak yang meninggalkan alkohol.

Setelah aku coba, ternyata efeknya ngga sekering yang aku khawatirkan. Lebih ringan malah kalo dibandingkan dengan Clean n Clear Toner yang kemasan biru (di kulitku).

Mungkin (mungkin lho yaa) ngga bikin kering banget, karena tonernya juga mengandung sorbitol yang berfungsi sebagai skin conditioning (mempertahankan kelembaban, mencegah moisture loss pada kulit) dan tartaric acid sebagai penyesuai pH. [4][5][6][7]

Saat mengobati jerawat

Awalnya ngga masalah. Tapi, begitu kulitku makin kering dan sensitif (efek samping tretinoin), aku putuskan untuk berhenti menggunakan Viva Spirulina.

Saat itu membersihkan wajah dengan Viva Spirulina membuat kulit terasa pedih dan cekit-cekit. Ujung-ujungnya balik pake oatmeal :))

Pesan moral : baca dan ingat baik-baik kertas petunjuk pemakaian obat hihi.

Saat kulit membaik

Setelah kelar pake tretinoin dan kulit udah menjinak, aku coba pake Viva Spirulina lagi. Niatnya mo ngabisin aja, daripada mubazir.

Hasilnya? Setelah membersihkan wajah dengan Viva Spirulina, kulit terasa halus, lembut, dan lembab. Ngga ada sensasi perih-kering-kaku-ketarik.

Daya membersihkan

Alhamdulillah karena udah ngga jerawatan, aku bisa pijat wajah lagi (2-3 malam sekali) menggunakan minyak. Selesai pijat, aku lap sisa minyak dengan kapas, ternyata masih ada ampas cc cream di kulit -__- padahal sorenya udah bersihin muka pake Viva Spirulina milk cleanser dan toner.


---

Kesimpulan

Harganya terjangkau, masing-masing sekitar Rp 4.000-7.000 (tergantung beli dimana hehe).
Gampang didapet :D

Ternyata ngga oke untuk kulit yang kering banget berkat obat jerawat hahaha. Padahal obat jerawatnya ngga aku pake semuka lho -,- cuma spot tertentu aja.

Hasil terbaik dapat diperoleh di kulit normal/kering yang ngga bermasalah.

Terasa ringan dan lembut di kulit.

Efek mencegah penuaan dininya belum keliatan di kulitku, biasa aja.

Lagian fungsi utamanya kan emang untuk membersihkan :D karena itu aku ngga ngarep hasil yang muluk-muluk dari produk ini.

Milk cleansernya kurang bersih meringkas make up. Kalau hanya untuk membersihkan kotoran, debu, sunblock, bisalah sehari-hari pake Viva Spirulina.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat
Thanks for reading and have a nice day.