Toner & Facial Spray/Face Mist

Jumat, 31 Juli 2015
Aku lagi seneng-senengnya pake toner dan face mist xD Dulu diskip, karena aku pikir kulitku ga butuh-butuh amat dengan dua produk itu. Setelah dicoba emang berasa sih bedanya.


Toner

Toner digunakan sebelum pelembab. Fungsi utamanya untuk menyeimbangkan pH kulit setelah membersihkan wajah. Formula toner bervariasi tergantung kondisi kulit, misal...
  • toner untuk kulit sensitif umumnya berfungsi untuk menghaluskan dan menenangkan kulit,
  • toner untuk kulit yang rentan berjerawat mengandung ingredient untuk mengontrol sebum dan/atau melawan bakteri penyebab jerawat, 
  • toner untuk perawatan anti aging menawarkan kandungan antioksidan untuk melindungi kulit dari kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas, 
  • daaan sebagainya.
Toner (yang digunakan dengan cotton pad/kapas) dirancang untuk meringkas ampas pembersih dari step sebelumnya, termasuk kaporit (klorin), garam, dan zat lain dari air keran yang mengganggu keseimbangan pH dan berpotensi membuat kulit jadi dehidrasi.

Kalo ingin baca-baca lebih lanjut tentang toner, bisa cek di post...

#NTMS (1) : Toner, Mineral Oil, dan Stress

Jenis toner menurut kadar alkohol di dalamnya [1]

Penyegar. Tipe toner yang paling ringan di kulit. Mengandung air, pelembab, dan sedikit alkohol (0-10%). Pelembab dalam toner menjaga kelembaban alami di permukaan kulit agar tidak menguap.

Sesuai untuk tipe kulit normal, kering, dehidrasi, dan sensitif. Tapi, masih mungkin memberikan sensasi terbakar (burning sensation) di kulit sensitif.

Skin Tonic. Lebih berat dibanding penyegar, karena mengandung air, pelembab, dan alkohol dalam kuantitas kecil (10-20%). Ditujukan untuk kulit normal, kombinasi, dan berminyak.

Astringent. Tipe toner yang paling tinggi kadar alkoholnya. Mengandung alkohol (20-60%), antiseptik, air dan pelembab. Ditujukan untuk kulit berminyak dan diajurkan untuk menggunakan pelembab berbasis air dan/atau noncomedogenic setelah menggunakan astringent.

Eniwei saking kerasnya dibanding tipe toner lain, dianjurkan pula untuk menghindari astringet saat mengobati kulit (mis. dengan tretinoin, karena efek keringnya).

Caraku menggunakan toner

Sebelumnya kan aku ngga pake toner yah, jadi habis bersihin muka dilanjut dengan pelembab. Cara mengeringkan wajah yang dulu aku telatenin pernah aku bahas di post "Mengeringkan" kulit wajah.

Sekarang, aku mengikuti caranya Eunice (Wish Trend), yaitu saat kulit masih rada basah, langsung aku lap dengan menggunakan cotton pad/kapas yang telah dibasahi toner :D hasilnya kulit jadi lebih moist dan lembabnya tahan lebih lama.

---

Facial Spray/Face Mist

Penting untuk diperhatikan...

Jangan membiarkan facial spray mengering dengan sendirinya, karena jika demikian kelembaban alami kulit juga ikut ketarik menguap bersama mistnya.

Cara pemakaian yang dianjurkan adalah setelah disemprotkan, biarkan selama beberapa detik, kemudian tepuk-tepuk dan ratakan di permukaan kulit.

Baca juga : Evian Facial Spray

Facial spray yang mengandung agen pelembab (hyaluronic acid, ekstrak tumbuh-tumbuhan, minyak esensial, dll) mampu menyegarkan dan menenangkan stres pada kulit yang dipicu oleh suhu panas.

Agen pelembab yang terkandung dalam facial spray tersebut dapat mempertahankan level hidrasi dan mengunci kelembaban kulit (ngga serta-merta menguap karena ada agen pelembabnya).

Saat musim dingin, udara kering, atau yang setiap malam tidur pake AC juga bisa menggunakan facial spray (seperti thermal water, dst) sebelum serum atau pelembab.

Berbeda dengan penggunaan obat (yang digunakan saat kulit bener-bener kering), umumnya lebih baik jika produk skin care  digunakan di kulit yang lembab atau rada basah dikit (moist/slightly wet).

Review produk lainnya...

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Hijab & Reminder

Rabu, 29 Juli 2015
Assalamu'alaykum warahmatullah wabarokatuh.

Dih apan sih orang yang ilmunya cetek, bukan akhwat ngaji, tapi ngomongin hijab & reminder?

Itu yang muter-muter di kepalaku saat memutuskan untuk bikin postingan ini. Jadi, sebelumnya mohon maaf kalo ada kesotoyan dan penyampaian yang kurang berkenan huhu.


Alhamdulillah sekarang banyak yang berlomba-lomba memperbaiki hijabnya jadi lebih syari. Ajakan berhijab pun makin masif di social media.

Beberapa kali aku temui postingan yang penyampaiannya nyelekit. Jadi keflashback dan ketampar sendiri T.T aku dulu sering menyebar (repost/repath) postingan serupa.

Aku suka ngepost ajakan berhijab (pas lagi semangat-semangatnya memperbaiki hijab) dan reminder-reminder lainnya... Aku pikir emang wajib kan ngingetin?

Tapi, aku kurang peka, ngga sadar bahwa niat yang baik dan kewajiban mengingatkan, semestinya disertai dengan penyampaian yang baik pula.

---

Beberapa hari yang lalu, ada postingan seperti ini...
Orang yang bercadar tapi masih pasang selfie. Tak mau dilihat, tapi sebenarnya ingin dilihat.
Ya emang bener sih kalo dipikir-pikir. Tapi ilustrasinya yang rada nyinyir, dikasih tulisan begini...

"Doakan ana istiqomah", "Wahai pemilik tulang rusukku bla bla bla..."


Hmmmm...

FYI, aku ngga bercadar, khimar belum selebar mukenah, aku juga udah jarang selfie (ntar aku bahas di postingan lain, karena ada yg nanyain hahaha), tapi ngga enak aja baca tulisan itu.

Baca juga : Kenapa Saya Ngga Selfie?

Kadang aku dapet reminder seperti "Kamu masih dengerin lagu?!", "Kamu kok gini?", "Kamu kok gitu?" dengan nada yang mengintimidasi. 

Oh well, saat itu aku ngerasa, sesakit ini rupanya jika diingatkan dengan sindiran dan celetukan. Penuturan yang lembut dan hati-hati aja udah bisa lho bikin kita ngebatin dan introspeksi.

Jadi, kalo tujuannya untuk mengingatkan, buat apa mempermalukan atau melempar kritikan yang nyelekit? 

Jangan sampai reminder atau postingan dakwah yang kita sebar (repost/repath) malah bikin down. salah-salah membuat orang lain berputus asa atas rahmat dan ampunan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

"Diingetin kok malah putus asa?"
You gotta understand that everybody ain't got the same heart and mind as you.
Ini quote (dari instagram hehe) yang aku pegang, setelah menyadari bahwa yang menurut kita biasa aja, bisa jadi menyakitkan hati orang lain.

Kita ngga bisa menutup mata, emang ada orang-orang yang mekanisme pertahanan egonya adalah menghindar. Meski dia mencari-cari siraman rohani, tapi jika dipojokkan dan dikritik habis-habisan, dia malah menjauh.

Don't get me wrong. Maksud dari postingan ini adalah... luruskan niat untuk menyampaikan kebaikan, bukan untuk mencederai perasaan orang yang diingatkan.
Bukankah kita mengingatkan karena sayang?
---

Akhir kata...
When we see people struggling with something (a sin, confusion, misguidance) we often just judge, criticize or ostracize them. But that’s not helping them! When you see someone drowning, it doesn’t help to just stand and criticize their ‘swimming skills’. Help pull them out! (Yasmin Mogahed)
Semoga Allah senantiasa memberi petunjukNya untukmu dan untukku, aamiin.

Wallahu a'lam.
Thanks for reading ♥ Love you all.

Perawatan Kulit Wanita Korea Selatan : Apa sih Rahasia Cantiknya?

Minggu, 12 Juli 2015
Beberapa tahun terakhir, Korea Selatan menjadi sorotan karena kemajuan dan inovasinya di dunia kosmetik. Apalagi Korean Wave yang melanda di Indonesia makin membuat topik “Rahasia Kecantikan Wanita Korea Selatan” (baca: aktris, penyanyi, selebritas :D) menjadi hal yang menarik untuk dibahas.


Sebagai penggemar drama dan variety show Korea (lol), aku selalu kagum dengan kelembaban serta halusnya tekstur kulit cewe-cewe di sana (dewy and fresh look).

Maksudku, walaupun dipoles make up, tapi kan keliatan ya yang beneran halus dan ngga. Apalagi di drama banyak adegan close up, sampe pori-pori pemerannya terpampang nyata ^^;

Banyak sumber informasi dari situs lokal yang membahas rahasia kecantikan wanita Korea Selatan, tapi ngga ada yang benar-benar memuaskan.

Kurang lebih bahasannya seperti ini, rahasia kecantikan artis X adalah rajin membersihkan wajah sebelum tidur, artis Y menggunakan pelembab berbasis gel, artis Z rutin maskeran menggunakan lidah buaya dan madu.

Seriously? Kalo sekedar bersihin-melembabkan-maskeran, kita-kita juga ngelakuin itu, tapi kenapa hasilnya bisa beda? Nah lho... :|

Karena penasaran, sejak 3 tahunan lalu (gara-gara break out hehe) aku sering browsing tentang perawatan kulit wanita Korea Selatan (dan wanita Asia Timur pada umumnya).

Tips-tips perawatan kulit khas Asia Timur yang aku peroleh pada akhirnya mempengaruhi sudut pandangku mengenai "kecantikan" (baca: kesehatan kulit) dan hal-hal yang menyebabkan kulit bermasalah.

Berikut rangkuman dari berbagai sumber, pengamatan, dan pengalamanku mengenai perawatan kulit wanita Korea Selatan, termasuk hal-hal yang membedakan antara kita dan mereka (meski sama-sama “merawat” wajah).

Noted!
Sebenernya banyak juga cewe-cewe di Korea Selatan yang kulitnya ngga mulus dan awam tentang kosmetik. Jadi, meskipun aku memakai istilah wanita/cewe Korea Selatan, bukan berarti aku ngasih stereotype bahwa semuanya memiliki kulit flawless seperti porselen ^^; postingan ini hanya gambaran dari rutinitas dan regimen perawatan ideal khas Korea Selatan.

---

Genetik

Seperti yang sudah pernah aku bahas di post Catatan Pribadi tentang Perawatan Wajah, faktor genetik memegang peran penting atas kondisi kulit seseorang.

Memahami kondisi kulit bawaan, membantu kita untuk tetap realistis dan tidak ketinggian memasang ekspektasi terhadap rangkaian perawatan wajah yang ditelateni. Misal, warna kulit asli sawo matang, tapi pasang target untuk punya kulit putih ^^;

Iklim dan Cuaca [1][2][3][4]

Orang-orang yang tinggal di dataran tinggi dan bersuhu sejuk, cenderung memiliki kulit dengan pori-pori kecil. Sebaliknya, orang-orang yang tinggal di daerah dengan cuaca panas cenderung memiliki pori-pori yang lebar (pori lebar karena kelenjar minyak lebih aktif memproduksi sebum untuk melindungi kulit) dengan warna kulit yang lebih gelap.

Di salah satu episode Get It Beauty, seorang pakar kecantikan menyampaikan bahwa untuk memiliki kondisi kulit yang tetep oke, suhu kulit wajah sebaiknya berada di bawah 30° Celcius (tapi dingininnya jangan pake AC, malah bikin kulit kering). FYI, suhu panas dapat merusak collagen di kulit.

Cara yang dianjurkan adalah dengan membekap wajah dengan menggunakan handuk yang sebelumnya disimpan di kulkas atau handuk yang disiram air es. Bisa juga dengan menggunakan DIY Mask dari buah semangka yang mampu mendinginkan dan menghidrasi kulit. Kalo di Indonesia, kita familiar dengan yang namanya bedak dingin :D





Kebiasaan Sehari-hari

Selain faktor genetik, kulit yang mulus dan kinclong tidak terjadi dengan sendirinya. Di samping rangkaian perawatan yang tepat, kebiasaan dan gaya hidup juga menentukan kondisi kulit kita.

Poin ini meliputi jadwal makan, pemenuhan kebutuhan air putih per hari, pola tidur, hingga kebiasaan-kebiasaan kecil seperti minum air hangat setelah bangun tidur, stretching, dan lainnya.

Cewe-cewe Korea Selatan umumnya sangat aware dengan beauty habit, misal menggunakan face mist (anytime, anywhere... karena udara yang kering), steamed towel, membersihkan wajah dengan air hangat, menghindari makan malam sebelum tidur (terutama yang mengandung msg, supaya mukanya ngga bengkak alias muka bantal), dan sebagainya.

Ngomong-ngomong, tren terkini di Korea Selatan yang kurang terekspos adalah 1 day 1 sheet mask.

Sekilas info...
Beberapa kali aku dapet cerita, udah pake produk yang sama dalam jangka waktu yang lama, tiba-tiba kulit jadi bermasalah (jerawat, bruntusan, kasar, dst). Kemudian yang jadi kambing hitam adalah produk skin carenya.... wah udah ngga cocok nih, malah bikin break out (baca: dikira bahaya)

Sebenernya ini juga pernah aku alami hehe. Produknya udah jelas-jelas aman, tapi kondisi dan kebutuhan kulitnya yang berubah.

Kondisi kulit bermasalah bisa jadi merupakan akibat dari kebiasaan dan pola hidup yang salah, yang lambat laun "memuncak" sehingga berdampak pada kesehatan kulit.

Selain kebiasaan merokok, minum soda, alkohol, perhatikan juga faktor-faktor lain yang mungkin berpengaruh, misal hormon (siklus menstruasi, kehamilan, menopause), level stres, usia, obat-obatan, paparan sinar uv, polusi, dst.

Perhatian pada Problem Kulit Wajah yang Spesifik

Pertama kali nonton program dan talk show mengenai kecantikan di Korea Selatan, aku rada syok saat mereka menaruh perhatian yang detail banget terhadap kulit wajah, seperti ukuran pori, titik-titik komedo di hidung (yang sepintas lalu tidak terlihat), sebum yang nyeplak di oil control film (yang menurutku wajar), busik putih tepi bibir (akibat bibir kering lho, bukan iler), sun spot yang hanya terlihat di kamera uv, level kelembaban kulit (ada alat khusus untuk mengukur kelembaban ckckck), dan lainnya.

Hal-hal tersebut menyebabkan tingginya standar kecantikan kulit wajah di Korea Selatan. Berbeda dengan standar kecantikan di negara kita yang lebih “sederhana” --> kulit putih = cantik.

Perhatian pada masalah kulit yang spesifik tersebut membuat produk perawatan kulit asal Korea Selatan lebih variatif. Ini aku amati di en.koreadepart dan Wish Trend. Jarang banget ada all-in-one product (satu produk untuk berbagai masalah).

Kita dapat menjumpai berbagai serum dengan fitur-fitur unik (ngga melulu tentang brightening/whitening), misal serum untuk menyamarkan pori berbeda dengan serum untuk membantu mengontrol produksi sebum.

Ada juga serum dengan fitur calming (bagi yang rentan mengalami redness atau kulit reaktif), firming, smoothing, moisturizing, hydrating, dan sebagainya.

Pic source en.koreadepart.com
Pic source en.koreadepart.com

Pengetahuan mengenai Skin Care

Di Korea Selatan, topik kecantikan dan kosmetik dibahas dalam program khusus di stasiun televisi nasional. Ngga heran, karena masyarakatnya punya ketertarikan yang besar mengenai make up dan perawatan kulit.

Pembawa acaranya pun ngga cuma jadi pajangan yang ngomong basa-basi nimpalin narasumber, tapi juga punya pengetahuan yang mumpuni mengenai ingredient produk, skin care tradisional, tren kecantikan, problem kulit, dan lainnya.

Yang sering aku tonton adalah Get It Beauty, Beauty Bible, dan Wish Trend (yang sukses bikin aku “keracunan” untuk beli produk rekomendasi mereka huhuhuhu T.T Glacial Clay Mask).

Berkat pengetahuan di bidang kecantikan yang maju dan canggih, seller/spg menawarkan produk dengan penjelasan yang "berisi" dan mendalam, sampe ngelotok bahas produknya (ngga sekedar ini untuk kulit kering, ini untuk yang berminyak).

Konsumennya pun cukup objektif untuk menilai kondisi dan masalah kulit mereka sehingga lebih mudah untuk mendapat produk yang sesuai kebutuhan.

Rangkaian Produk Perawatan Wajah

Di Indonesia, kita terbiasa dengan day cream, night cream, dan pembersih. Sedangkan di Korea Selatan, step-step produk skin care bisa panjaaang banget mengikuti kebutuhan kulitnya.

Ada oil cleansing - foaming - toner – pre essence – booster – ampoule/serum/essence - night cream – eye cream – neck cream – sleeping pack - dan seterusnya.

Meski ngga semua cewe di sana menjalani regimen seribet itu, tapi skin care berlayer-layer adalah sesuatu yang lumrah.



Treatment di Klinik Kecantikan

Percaya kalo semua artis Korea hanya mengandalkan skin care supaya tampil kinclong?
Tentu saja ngga hahahaha. Sudah jadi rahasia umum kalo klinik kecantikan menjamur di Korea Selatan.

Ngga heran dong kalo artis-artisnya juga melakukan kunjungan rutin ke dermatologist. Minimal untuk facial :D

Sebenernya treatment seperti laser, botox, face lift, mikrodermabrasi, chemical peeling, akupuntur, dan lainnya juga ada di Indonesia. Tapi, sebagian besar orang Indonesia hanya mengunjungi dokter di saat kulitnya bener-bener bermasalah (ngomong sama kaca).

Ngga semua orang merasa butuh untuk mendapatkan treatment seperti itu, belum lagi biayanya mahal.

Tabir Surya

Seperti halnya cewe Indonesia pada umumnya yang khawatir berlama-lama di bawah terik matahari, cewe-cewe Korea Selatan pun menaruh perhatian yang besar terhadap dampak sinar uv pada kulit.

Fitur uv protection nyaris tak luput dari produk-produk asal Korea Selatan, karena di dalam rumah pun mereka tetap menggunakan produk yang mengandung tabir surya (biasanya SPF dan PA rendah) untuk mengatasi sinar matahari yang masuk melalui jendela.

Bocah-bocah di sana juga udah diajarin tentang dampak negatif sinar matahari dengan pemakaian sunblock, sun cap, payung, dll ^^


Ngga ketinggalan, si Daehan Minguk Manse jugaa...


Makanan Tradisional [5][6][7]

Walaupun kulit yang bermasalah dilatarbelakangi berbagai faktor kemungkinan, nutrisi dari makanan membantu meminimalisir dan mencegah problem kulit. Masakan tradisional khas Korea Selatan masuk dalam jejeran makanan tersehat di dunia.

Hal tersebut didukung oleh penelitian mengenai kadar antioksidan dari makanan tradisional Korea Selatan yang digolongkan dalam 11 kategori, yaitu cereal, kentang, polong-polongan (mis. kacang tanah, kacang kacang merah, kacang kedelai), kimchi, jamur, rumput laut, minyak, dan kandungan antioksidant tertinggi ada pada jus buah, sayur, buah, dan kacang-kacangan (mis. walnut, kenari, almond).

Banyak banget manfaat antioksidan untuk kesehatan tubuh :D Nah, kalo untuk kulit, antioksidan diperlukan untuk menangkal radikal bebas dan dampak buruk sinar uv dengan menghalangi produksi enzim yang menyebabkan kerusakan pada collagen.

---

Akhir Kata...

Kalo ada yang pengen punya kulit kinclong ala selebritas Korea Selatan, jangan hanya terpaku dengan "yang hasilnya cepet gimana?" atau "bagusnya pake produk apa?", karena untuk mendapatkan kulit yang sehat itu ngga instan dan ngga semata-mata tentang pemakaian produk merk tertentu ^^v

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Photo's credit belongs to KBS Return of Superman ep 74 & 77

Himalaya Purifying Mask : Mud & Neem

Minggu, 05 Juli 2015
Himalaya Neem Mask dan Mud Mask sama-sama berfungsi untuk mengatasi produksi minyak berlebih dan membersihkan pori, tapi pada dasarnya dua produk ini ditujukan untuk kondisi kulit yang berbeda.

Berikut review dari pengalamanku :D


Himalaya Purifying Mud Mask

Kulit kombinasi cenderung berminyak. Mengencangkan dan meremajakan. 

Masker kaya mineral yang menyerap minyak berlebih, membersihkan pori-pori, dan mengangkat kotoran. Mengencangkan kulit, membantu mengembalikan elastisitas alami, memperbaiki tekstur kulit dan membantu mengurangi tampilan kerutan.

Fuller's Earth (Multani Mitti) membersihkan dan mendinginkan kulit. Mineral clay meningkatkan sirkulasi dan menjadikan kulit Anda lembut bercahaya.


Himalaya Purifying Neem Mask

Mencegah jerawat, membersihkan, menjaga kulit agar sehat.

Masker wajah yang membantu mengatur sekresi minyak berlebih, membersihkan pori-pori yang tersumbat dan mencegah jerawat datang kembali.

Nimba terkenal dengan sifatnya sebagai pembersih dan antibakteri, membantu mengontrol dan mencegah jerawat. Dikombinasikan dengan kunyit yang membantu menghilangkan bakteri penyebab jerawat.

Fuller's Earth (Multani Mitti) menyejukkan kulit, memperbaiki tekstur kulit, dan menjadikan kulit Anda cerah dan menjaga kulit sehat.


Noted!

Hindari pemakaian produk saat kulit mengalami luka, bengep-bengep atau radang yang luas.

Tekstur

Agak encer, mudah diratakan, kira-kira seperti liquid foundation ^^; jadi kudu hati-hati saat mengeluarkan masker dari tube.


Cara Pemakaian

Oleskan secara merata pada wajah dan leher yang telah dibersihkan, hindari area sekitar mata. Biarkan mengering selama 10-15 menit. Bersihkan dengan spons basah dan bilas dengan air. Gunakan sekali atau dua kali seminggu. Jangan oleskan pada kulit yang luka atau mengalami radang.


---

Sekilas tentang Kaolin & Bentonite

Kaolin dan bentonite biasanya tercantum dalam komposisi produk perawatan pori, termasuk di Himalaya Neem Mask dan Mud Mask.

Kaolin merupakan salah satu ingredient populer yang aman. Teksturnya liat, sehingga dapat menjadi base yang baik dalam produk skin care. Kaolin mampu masuk ke dalam pori, memungkinkan zat lain dalam suatu produk dapat bekerja sesuai fungsinya.

Kaolin mengandung mineral aktif seperti potassium, magnesium, silica, zat besi, zinc, dan lainnya (yang bagus buat kulit berminyak). Kurang sesuai jika digunakan untuk tipe kulit kering, tapi cukup bersahabat untuk tipe kulit kombinasi dan sensitif.

Kaolin juga baik untuk kulit yang rentan break out, karena membantu mengurangi minyak/sebum, kotoran, racun yang berpotensi menyumbat pori.

Cara kerja kaolin adalah dengan menyerap kelebihan dan kelembaban di kulit sehingga kulit tampak lebih halus dan sehat (tanpa kilap). Kaolin juga meningkatkan sirkulasi darah di bawah permukaan kulit, menstimulasi pemulihan kulit, meredakan iritasi, dan mencegah kulit bermasalah.




Bentonite merupakan debu vulkanis yang dikenal mampu menyeimbangkan kadar minyak di kulit. Struktur bentonite berbentuk serpihan dengan celah/spasi kecil di antaranya. Celah itulah yang siap menyerap cairan.

Hanya saja, bentonite juga menyerap minyak alami yang dibutuhkan kulit. Dampaknya, jaringan kulit mengalami dehidrasi, terasa gatal, dan kulit tampak pecah-pecah ngelupas.

Hal ini dapat diatasi dengan menggunakan pelembab dan jangan keseringan maskeran. FYI, masker bentonite yang beken adalah Aztec Healing Clay Mask.

---

In my opinion...

Hasil akhir kurang lebih sama, tampak lebih cerah (sementara), lebih halus, dan kencang. Sayangnya, kulitku terasa lebih kering setelah maskeran dengan Mud Mask.

Efek ke komedo emang ngga langsung, tapi dengan pemakaian rutin, kulit wajah jadi ngga gitu minyakan, sehingga risiko membludaknya komedo dapat diminimalisir (meski ngga hilang sepenuhnya).

Sekitar Desember 2014-Maret 2015, kondisi kulitku lagi bagus-bagusnya, jadi aku pikir Mud Mask oke nih buat yang acne prone.

Pendapatku berubah saat mengalami jerawat pms, kemudian dengan polosnya malah maskeran dan notolin jerawat pake Mud Mask.

Jerawat cuma satu ini dan (seingatku) ngga merah meradang. Ehh, selesai diratakan, jerawatnya langsung terasa pedih. Abis itu kempes sih, tapi ninggalin bekas kecokelatan gelap yang lama banget pudarnya T.T

Sebaliknya, Neem Mask sangat bersahabat di kulitku yang rentan berjerawat (ngga pedih di kulit, ngga memicu masalah). Masker ini sering aku gunakan untuk mengatasi jerawat pms (ditotol di spot jerawat 1-3 biji, supaya cepat kering).

---

Kesimpulan

Harganya sama. Ukuran 50 ml sekitar Rp 15.000 dan ukuran 100 ml sekitar Rp 23.000.
Aku beli di toko pusat kosmetik. Dulu aku juga pernah liat di Guardian, tapi temenku bilang ngga ada. Akhirnya ketemu produk-produk Himalaya di Watson. Kalo mau beli online, coba cek di Tokopedia.

Himalaya Mud Mask

Ditujukan untuk kulit kombinasi dan berminyak TAPI ngga rentan bermasalah (ngga sensitif, ngga rentan redness, ngga berjerawat).
Pemakaian di kulit kombinasi cukup 1x dalam seminggu (sewajah atau hanya di T-zone) dan kulit berminyak 2x dalam seminggu.

Himalaya Neem Mask

Kulit kombinasi dan berminyak.
Bersahabat untuk kulit yang rentan berjerawat (acne prone).
Relatif aman untuk digunakan 2x seminggu sewajah atau untuk ditotol di spot jerawat (mis. karena pms).

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Purging atau Ngga Cocok? (Review Mediklin TR)

Jumat, 03 Juli 2015
Sekitar 1-2 bulan terakhir, makin banyak yang share (di kotak komentar dan email) kulitnya memburuk setelah ganti skin care.

Istilah "purging" belakangan ini sering digunakan untuk menggambarkan kondisi dimana seseorang memakai produk skin care baru, kemudian kulitnya jadi berjerawat. 

Kesannya purging = jerawat keluar semua, tanpa ada perkembangan yang berarti. 

Padahal ngga seperti itu.

Sebenernya saya ngga berencana untuk bahas purging lagi. Tapi karena pertanyaan yang (kurang lebih) sama muncul berulang-ulang, jadi yaudahlah dibikin postingan aja sekalian.
Post ini membahas purging dalam proses pengobatan jerawat menggunakan tretinoin.
---

Ini Purging atau Ngga Cocok?

Agar mudah dipahami, purging terjadi untuk mengobati break out.

Purging merupakan proses penyembuhan area kulit yang bermasalah.

Jadi, kalo kulit kita ngga kenapa-kenapa, trus pas ganti produk skin care malah jerawatan parah, itu bukan purging, tapi break out karena ngga cocok.

Kondisi lainnya...

Setelah lepas dari krim (skin care) dokter, kemudian menggunakan produk skin care biasa/over the counter, tiba-tiba kulit jadi jerawatan. Kemungkinan besar itu bukan purging, tapi efek rebound.

Sekilas tentang krim dokter udah pernah aku posting di link ini tentang krim dokter.

Baca juga : Tentang "Krim Dokter" (Pengakuan Dosa, lol)

Oh iya, jika sering gonta-ganti skin care, tapi kondisi kulit malah memburuk (selain jerawat meradang, ada juga jerawat pasir) itu indikasi lapisan kulit yang udah rusak, cmiiw.

Please, hati-hati juga dengan skin care abal-abal/gajebo/berbahaya.

Sellernya memakai istilah purging sebagai alasan saat ada yang komplain kulitnya mengalami iritasi, gatal-gatal, jerawatan parah, dan reaksi tidak wajar lainnya akibat skin care tersebut.

Penting! Lebih lanjut baca juga : Reaksi Kulit terhadap Produk Skin Care = Purging?

---

Bismillah…


Yang aku alami...
Break out. Jerawat, ada juga bruntusan kecil-kecil menyerupai biang keringat.

Area yang bermasalah
Dahi, hairline, rahang kiri, rahang bagian kanan.

Penyebab
Stres, capek, dan pms. Kecolongan lagi, tapi alhamdulillah ngga parah.

Obat yang digunakan
Mediklin TR (Clindamycin phospahate 1,2% & Tretinoin 0,025%). 

Harga di kemasan Rp 45.754, tapi dapet harga 39 ribuan hihi.

---

Mediklin TR


Cara kerja obat

Tretinoin bekerja dengan mengeliminasi peningkatan keratinisasi dan penebalan epitel folikel dengan cara mempercepat pergantian sel.

Clindamycin phosphate bekerja dengan menghambat produksi enzim dan inflamasi atau faktor aktivasi oleh P.acnes (bakteri jerawat) pada sebum.

Indikasi 

Untuk pengobatan acne vulgaris yang disertai dengan lesi inflamasi dan komedo tertutup dan terbuka.

Kontra indikasi

Pasien yang hipersensitif terhadap clindamycin, lincomycin, etretinate, isotretinoin, atau derivat vitamin A.
Pasien yang mendapat pengobatan dengan acitretin, etretinate, oral tretinoin.
Pasien yang menderita seborrheic dermatitis, eczema, kulit terbakar sinar matahari.
Pasien hamil dan menyusui.

Peringatan dan Perhatian

Jangan gunakan obat lebih sering dari yang telah ditentukan.
Jangan gunakan obat pada kulit yang merekah karena terpapar secara berlebihan oleh angin, terbakar sinar matahari, atau pada luka terbuka.

Hanya untuk pemakaian luar, hindarkan kontak dengan mata, mulut, dan hidung.
Hentikan pemakaian bila terjadi iritasi. Konsultasikan dengan dokter bila terjadi iritasi yang lebih parah.

Jangan gunakan obat di dekat panas, api, atau ketika merokok.
Jangan menggunakan obat topikal lain pada daerah yang sama selama menggunakan Mediklin TR Gel.

Lanjutkan pengobatan hingga didapatkan hasil yang maksimal.
Gunakan pelembab untuk mengurangi iritasi dan kekeringan kulit.


Interaksi obat

(perubahan efek akibat pemakaian zat lain, bisa menurunkan, meningkatkan efek, atau membuat efek baru)

Dengan sabun atau kosmetik yang mengandung obat atau bersifat abrasive.
Cleanser atau preparat jerawat yang mengandung peeling agent seperti resorcinol, salycilic acid, sulfur.

Preparat topikal yang mengandung alkohol seperti after-shave lotion, astringent, perfumed toiletries, shaving cream atau lotion.
Kosmetik atau sabun yang mempunyai sifat mengeringkan.

Dengan produk untuk rambut seperti semir rambut atau penghilang bulu.
Obat-obat yang membuat fotosensitif seperti fluoroquinolone, phenotiazine, sulfonamide, thiazide diuretic.

Efek samping obat

Kekeringan kulit, pengelupasan kulit, rasa tegang atau terbakar pada kulit, kemerahan.

Cara pemakaian

Sebelum digunakan, cuci muka dengan sabun yang lembut/non alergenic atau dengan cleanser dan air hangat, keringkan dengan lembut. Jangan menggosok kulit dengan handuk atau spons.

Tunggu sampai 20-30 menit agar pengeringan sempurna. Penggunaan obat pada kulit yang basah dapat menyebabkan iritasi kulit.

Oleskan obat tipis-tipis pada daerah yang berjerawat 1 kali sehari pada malam hari menjelang tidur.

Konsultasikan ke dokter bila tidak tampak adanya perbaikan setelah 4 minggu.

Cucilah tangan setelah mengoleskan obat.


Cara penyimpanan

Simpan pada suhu sejuk (15-25 derajat celcius) dan kering, jangan dibekukan.

---

Review

Mediklin TR adalah obat jerawat yang lebih “keras” dibanding vitacid. Teksturnya berupa gel bening, tidak lengket, dan cepat meresap. 

Banyak pantangannya, tapi worth it karena progresnya relatif lebih cepat. Biasanya vitacid dianjurkan untuk pemakaian sewajah, tapi Mediklin TR hanya digunakan di area yang bermasalah saja.

Saya menggunakan Mediklin TR sejak 3 Juni 2015, tapi saat itu ngga saya dokumentasikan. Foto yang saya cantumkan adalah foto tanggal 25-27 Juni 2015 (sudah mo kelar purgingnya hehe).

Berdasarkan catatan saya...


3 Juni 2015 awal pemakaian.
6 Juni 2015 jerawat yang sudah muncul di permukaan menjadi kering.

13 Juni 2015 kulit mulai mengelupas (saking keringnya).
14 Juni bruntusan kecil-kecilnya mateng jadi jerawat -...-

Masuk minggu keempat pemakaian, banyak jerawat yang kering, meski ada juga jerawat yang roman-romannya bakal keluar.

Puncak-puncaknya di akhir minggu kedua dan minggu ketiga.

Pembersih yang saya gunakan adalah Viva Spirulina Milk Cleanser dan Toner (untuk kulit kering). Tapi karena kondisi kulit di minggu ketiga makin sensitif, akhirnya saya batasi penggunaan produk apapun (termasuk pembersih, sekali sehari), kadang hanya cuci muka pake air saja.

Baca juga : Viva Spirulina Milk Cleanser dan Toner

Begitu juga dengan pelembab. Sebelumnya saya pake Gizi Super Cream, tapi akhirnya ganti dengan yang ringan banget --- face mist Mineral Botanica. Fungsinya untuk melembabkan, menyeimbangkan pH kulit.

Baca juga : Mineral Botanica Fresh Face Mist

Ngomong-ngomong, ini saya sekedat sharing aja, bukan merekomendasikan produk-produk tersebut. Karena belum tentu cocok untuk orang lain.


Selain kulit yang berasa kering banget, alhamdulillah saya tidak mengalami efek samping yang parah. Jerawat kali ini lebih ringan dibanding tahun lalu. Kalo tahun lalu, sunblock dan pembersihnya pake dari dokter.

---

Noted!

Purging HANYA terjadi di kulit yang bermasalah. 

Tapi, kita tidak bisa memastikan kulit kita bakal purging atau tidak, karena ada juga jerawat yang langsung kempes, kering, dan rata.

Meskipun formula obatnya sama, tapi reaksi kulit tiap orang bisa berbeda. 

Ada yang tidak mengalami purging, ada yang purgingnya berupa jerawat kecil, ada juga yang jerawatnya seperti bentol gede yang nyut-nyutan. 

Parah atau tidaknya purging tergantung seberapa serius kondisi kulit kita. 

Semakin bermasalah, biasanya makin heboh pula purging yang kita alami, dan proses mengobatinya relatif lebih lama dibanding kasus jerawat ringan.

Umumnya, hal yang menyebabkan purging berlangsung lama adalah prosesnya, bukan keberadaan jerawatnya. 

Misal, jerawat yang di lingkar hitam udah kering, nah ntar giliran jerawat yang di lingkar putih yang mateng. Proses kemunculan jerawat shift-shiftan itu yang bikin lama (sampe berminggu-minggu).

Eniwei, yang lingkar putih, pada tanggal 3-7-2015, mateng jadi jerawat.

Dahi


Rahang kanan



Rahang kiri



Purging berkat tretinoin tidak meninggalkan bopeng atau acne scar yang dalam (paling pigmentasi/bekas cokelat), kecuali emang iseng dipencet/diutak-atik. 

Seperti yang bisa dilihat di foto, flek-flek cokelat itu bekas jerawat purging yang sudah kering. Jika diraba, bekas jerawat purgingnya rata, karena tetinoin/retinoic acid meningkatkan produksi collagen di kulit kita. Yang bikin kasar adalah kelupasan kulit yang kering.

Updated! Desember 2015

Kulit saya jerawatan lagi hehe. Tapi bukan jerawat meradang. Kali ini saya tidak mengalami purging. Bentol-bentolnya kempes rata gitu aja.

---

Selama purging, kemunculan jerawat (biasanya) hanya di situ-situ saja, sedangkan area lain biasanya malah makin halus dan kenyal. Ini berlaku untuk treatment retinoic acid/tretinoin yang dianjurkan untuk mengoles sewajah (kecuali area mata, hidung, dan bibir lho yaa).

Pengalaman tahun lalu, minggu-minggu awal pengobatan, kulit memang sempat ngelupas saking keringnya, tapi makin kesini makin membaik.

Selesainya purging ditandai dengan nyaris atau tidak adanya jerawat baru yang tumbuh selama kita menggunakan obat tersebut.




Hal yang umumnya terjadi dalam proses pengobatan jerawat adalah...


(1) kulit makin sensitif dengan terik matahari (perih, cekit-cekit kalo keluar ruangan siang-siang),

(2) kemerahan,

(3) kulit muka keliatan bengep-bengep karena jerawat yang mateng meradang,

(4) kulit kering mengelupas,

(5) berasa perih saking keringnya,

Yang sebaiknya dilakukan saat mengalami purging adalah...


(1) sabar, belajar positive thinking, yakin aja purging cepat atau lambat pasti berlalu.

(2) gunakan tabir surya dan/atau masker jika beraktivitas di luar ruangan,

(3) perhatikan pembersih wajah dan pelembab yang kita gunakan,

(4) pelan-pelan perbaiki pola hidup untuk membantu proses pemulihan *ngomong sama kaca.

(5) siap-siap memudarkan bekas jerawat setelah purging.

---

Semoga jelas yaa purging itu kayak gimana. Supaya ngga ketukar lagi dengan break out karena ngga cocok dengan skin care tertentu.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.