Tipe dan Kondisi Kulit (+++ Tips & Info Lainnya)

Mengetahui tipe dan kondisi kulit akan memudahkan kita untuk menemukan tekstur dan formula produk yang pas dengan kebutuhan kulit. Terlebih lagi, menggunakan produk yang sesuai dengan kebutuhan akan menunjukkan hasil yang lebih memuaskan.


Artikel Tipe dan Kondisi Kulit ini berupa ringkasan atau cheat sheet, oleh karena itu aku upayakan agar penyampaiannya singkat, padat, dan (moga-moga) jelas :D

Noted!
Tipe kulit ibarat baseline kulit kita, sedangkan kondisi kulit adalah problem yang menjadi perhatian.

***

TIPE KULIT

Tipe kulit bisa berubah [1]. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tipe kulit antara lain genetik, siklus hormon, obat-obatan, rutinitas perawatan wajah, stres, masalah kulit, paparan sinar matahari, polusi, cuaca/iklim, diet, asap rokok.

Rutinitas perawatan wajah (termasuk produk-produk yang kita gunakan) juga berperan sebagai faktor yang mempengaruhi tipe dan kondisi kulit. Rutinitas yang tidak tepat dapat memperburuk masalah kulit yang berusaha kita atasi.

Contoh...
Terlalu sering scrubbing merusak skin barrier, sehingga kulit jadi lebih kering dan sensitif.
Produk anti acne dengan kadar alkohol tinggi memaksa kulit menjadi kering, sebenarnya justru memicu kelenjar minyak untuk memproduksi minyak berlebih.

Tips Mengetahui Tipe Kulit [2][3]

Langkah 1
Cuci wajah.
Bersihkan make up, minyak, dan kotoran yang ada di wajah, kemudian basuh dengan air.

Langkah 2
Tunggu sekitar 1-2 jam.
Jangan gunakan produk apapun dan biarkan kulit berada dalam kondisi alami/sebenarnya.

Langkah 3
Setelah 1-2 jam, amati kulit.

---

Cocokkan dengan ciri-ciri tipe kulit berikut...

Normal
Tidak ada tanda kulit kering mengelupas.
Kulit terasa halus jika diraba.
Tidak berminyak/mengkilap.
Kulit tampak sangat sehat.

Tipe kulit normal adalah tipe kulit yang memiliki keseimbangan minyak dan air yang sangat baik. Perubahan lingkungan (suhu, cuaca, dll) tidak begitu berpengaruh pada kulit.

Berminyak
Kulit tampak mengkilap dan licin jika disentuh.
Kulit mati lebih tebal.

Tipe kulit berminyak memproduksi minyak berlebih sehingga pori lebih mudah tersumbat. Hal ini menyebabkan kulit rentan mengalami jerawat dan komedo.

Kering
Kulit terasa kering, kaku-ketarik.
Ada kalanya terdapat bagian yang mengelupas.
Kulit terlihat kusam dan tidak segar.

Pada dasarnya, tipe kulit kering memiliki kadar minyak yang rendah.

Kombinasi
Kulit berminyak di T-zone (dahi, hidung, dagu), sedangkan area lain cenderung normal atau kering.

Tipe kulit kombinasi adalah yang paling sulit dirawat, karena dalam satu wajah terdapat 2 tipe kulit (berminyak dan kering/normal). Oleh karena itu aturan dasar dalam merawat kulit berminyak dan kering sebaiknya diterapkan.

Noted!
Derajat dan detail masing-masing tipe kulit bisa berbeda.
Contoh: Tipe kulit kering tapi secara spesifik kulitnya sangat kering atau tipe kulit berminyak tapi tidak terlalu berminyak.

Agar lebih mudah mengetahui tipe kulit dan perawatannya, bisa langsung cek ke situs ini...
Skin Care Assessment (Personal Skin Evaluator) by webMD

***

Memilih Produk yang Sesuai dengan Tipe Kulit

Pembersih
Berikut adalah tekstur pembersih ideal untuk masing-masing tipe kulit. Tabel ini aku susun berdasarkan anjuran beauty expert dan produk pembersih yang memiliki reputasi baik untuk masing-masing tipe kulit.


*Syarat dan ketentuan berlaku.
Tekstur pembersih berupa air (watery) contohnya adalah micellar water.

Normal
Meskipun kulit normal dapat menggunakan berbagai tekstur pembersih, namun sangat dianjurkan untuk menggunakan tekstur yang ringan (seperti tekstur busa yang lembut dan tekstur air) yang mampu membersihkan kotoran dan mengangkat sel kulit mati tanpa mengiritasi.

Berminyak
Dianjurkan untuk menggunakan cleansing tools seperti pore brush yang dapat membantu membersihkan pori dengan baik. FYI, toner, pelembab, dan serum lebih mudah terserap di kulit yang bersih sehingga hasilnya akan lebih maksimal.

Tekstur pembersih berupa susu/lotion dan minyak dapat digunakan di tipe kulit berminyak sebagai bagian dari double cleansing.

Kering
Hindari produk yang membuat kulit jadi terasa kering ketarik, seperti toner yang mengandung alkohol dan/atau kadar alkoholnya tinggi, serta produk yang mengandung ingredient penyerap minyak.

Kombinasi
Tekstur pembersih yang paling baik untuk tipe kulit kombinasi adalah pembersih berbasis air (water-based). Di samping itu, dapat juga menggunakan tekstur yang sesuai dengan kebutuhan level kering dan berminyaknya kulit wajah.

Noted!
Apapun tipe kulitnya, sangat dianjurkan untuk melakukan double cleansing di malam hari, terutama setelah menggunakan make up. Utamakan pembersih yang pH balanced.

----------

Pelembab
Tabel aku susun berdasarkan anjuran dari beauty expert dan produk pelembab dengan reputasi yang baik untuk masing-masing tipe kulit.


*Syarat dan ketentuan berlaku.

Normal
Pelembab bertekstur balm dapat digunakan untuk tipe kulit normal saat udara kering.
FYI, cara menggunakan balm bukan dioleskan langsung ke kulit, tapi dilumerkan dulu (dengan mengusap di jari-jari) baru kemudian diratakan di wajah.

Kering
Gunakan pelembab yang menyeimbangkan kadar minyak dan air di kulit.
Tekstur lotion dapat digunakan di kulit yang tidak terlalu kering.
Tekstur balm untuk kulit yang sangat kering.

Berminyak
Gunakan pelembab yang kurang kandungan minyaknya. FYI, terlalu banyak produk (skin care berlayer-layer) justru ngga baik jika diterapkan di tipe kulit berminyak. Salah-salah kulit malah makin greasy/berminyak.

Tekstur gel dan liquid (water based, encer) sangat dianjurkan untuk tipe kulit yang sangat berminyak.

Tekstur lotion (dengan kadar air yang tinggi) dan tekstur minyak (dry oil yang cepat meresap) dapat digunakan di kulit yang tidak terlalu berminyak (slightly oily). Adapun minyak yang dapat dijadikan pelembab harian adalah argan oil dan jojoba oil (selain itu, aku belum dapat sumber yang meyakinkan hehe. Kalo ada yang lain, bakal aku update).

Noted!
Tektur lotion dan minyak bagi kulit berminyak baiknya hanya digunakan di malam hari.

Kombinasi
Tipe kulit kombinasi dapat menggunakan tekstur lotion, krim, dan minyak yang disesuaikan dengan level atau derajat kering dan berminyaknya kulit yang bersangkutan.

----------

Masker
Berikut jenis masker yang dianjurkan untuk masing-masing tipe kulit. Ngga saklek sih, tapi idealnya seperti ini...

Normal
Sheet mask dengan efek melembabkan dan menenangkan (moisturizing/hydrating and calming).

Berminyak
Masker dengan fitur deep pore cleanse atau pore purifying.

Kering
Lebih baik menggunakan masker wash off (yang dibilas), daripada masker peel off.

Kombinasi
Kalau perbedaan level berminyak dan kering di wajah cukup ekstrim, dianjurkan untuk menggunakan clay/pore purifying mask di T-zone dan hydrating/moisturizing mask di U-zone.

Noted!
Perhatikan frekuensi dan fitur masker.
Terlalu sering maskeran dapat menyebabkan kulit kering.
Tipe kulit kering dan normal dapat menggunakan masker dengan fitur pore purifying, cukup 1-2 kali dalam seminggu.

***

KONDISI KULIT

Noted!
Yang aku cantumkan di artikel ini adalah kondisi kulit yang paling sering ditemui.

Acne prone
Bukan berarti setiap saat berjerawat, TAPI kulit sangat mudah mengalami jerawat. Bisa diakibatkan hormon, stres, perubahan lingkungan, dan lainnya.

Baca juga : 15 Gosip Seputar Jerawat

Eczema (eksim) [4]
Kondisi kulit yang mengalami radang dan iritasi. Gejalanya adalah gatal. Mengenai area yang biasanya sangat kering, tebal, dan bersisik.

Rocasea (baca: roh-zay-shuh) [5][6]
Masalah yang umum terjadi di atas umur 30 tahun atau pada orang yang berkulit putih dan mudah bersemu. Ditandai dengan kemerahan yang sulit diredakan di hidung, pipi, dagu, dan dahi.

Aging (penuaan) [7]
Dialami siapa saja, tapi tanda-tanda paling jelas mulai tampak sejak umur 25 tahun. Perubahan yang terjadi adalah kulit semakin kasar, kendor, menipis, ringkih, dan mudah memar.

Sensitive [8]
Kulit sensitif tidak termasuk tipe kulit, melainkan kondisi kulit.
Menurut Yokota et al, kulit sensitif dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu:
  1. Kelompok dengan fungsi skin barrier yang menurun. Fungsi skin barrier yang menurun akan menyebabkan TEWL (trans epidermal water loss) meningkat, sehingga penguapan mudah terjadi di kulit.
  2. Kelompok yang mengalami proses radang (inflamasi). Fungsi skin barrier normal, tapi kulit menjadi sensitif karena mengalami radang.
  3. Kelompok neurosensitif. Fungsi skin barrier normal. Namun kulit menjadi sensitif dikarenakan adanya stimulasi/rangsang pada akhir syaraf yang hipersensitif sehingga timbul sensasi tidak nyaman, gatal, nyeri, dst.

Dehydrated (dehidrasi) [9]
Berikut perbedaan antara kulit kering dan kulit yang mengalami dehidrasi menurut Caroline Hirons.

Kulit kering
Umumnya merupakan tipe kulit, tapi bisa juga menjadi kondisi kulit temporer.

Disebabkan kurangnya kadar minyak di kulit.
Pori-pori kecil.
Kulit terasa kaku.
Mudah mengelupas.
Walau kadar minyak rendah, tapi komedo, jerawat, dan milia masih bisa muncul.
Kulit kusam.
Kulit tampak kendor.
Tidak mudah menyerap produk.
Mudah iritasi.
Diperburuk oleh penggunaan produk yang tidak tepat.

Kulit dehidrasi
Kondisi kulit yang bisa dialami semua tipe kulit (yap, termasuk tipe kulit kering ^^;)

Disebabkan kurangnya kadar air di kulit.
Bisa dialami orang-orang yang berpori-pori kecil maupun lebar.
Kulit terasa kaku dan kering --meskipun terlihat berminyak dan mengalami jerawat.
Menyerap pelembab dengan cepat.
Tidak asing dengan komedo dan jerawat.
Make up cepat memudar dan terlihat patchy (ndemblok), akibat kulit yang menyerap kandungan air dalam foundation/bb/cc dan sejenisnya.
Kulit tampak kelabu (ashen).
Diperburuk oleh gaya hidup dan lingkungan.

Penyebab kulit dehidrasi, yaitu...
  1. Lingkungan. Angin, udara dingin, udara kering, AC, paparan sinar matahari, dan pemanas ruangan.
  2. Pola makan. Alkohol, kafein, jarang minum air putih, jarang makan-makanan yang berair (goreng-gorengan, dll).
  3. Gaya hidup. Stres, rutinitas skin care yang tidak tepat, penggunaan produk yang tidak sesuai, obat-obatan (termasuk KB), merokok.
  4. Genetik. Siklus menstruasi dan kehamilan.


***

Ngomong-ngomong...
Apakah kulit wanita dan pria berbeda? [10][11]

Selain memilki lebih banyak rambut di wajah, terdapat perbedaan struktur pada kulit wajah pria dan wanita. Tekstur kulit pria lebih kasar. Stimulasi androgen (testosterone) juga menyebabkan kulit lebih tebal sekitar 25% dibanding kulit wanita.

Setelah puber -berkat sekresi androgen, produksi sebum pria lebih banyak dibanding wanita. Hal ini pula yang melatarbelakangi kenapa jerawat lebih lama sembuh di kulit pria.

Kulit pria juga memiliki kepadatan collagen yang lebih tinggi dibanding wanita. Kepadatan collagen berkaitan langsung dengan tanda-tanda penuaan. Karena itulah wanita bisa terlihat lebih tua dibanding pria dengan umur yang sama.

Lalu, apakah pria benar-benar membutuhkan produk skin care yang berbeda dengan wanita? Lebih lanjut silakan baca Tips Belanja Produk Skin Care.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Blogging since 2011 // Twenty-something, but not quite grown up // Over-thinker // Acne-proner // Minguk admirer // Addicted to mineral water // Contact : haihanitisblog@gmail.com

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

18 komentar

Write komentar
21 Oktober 2015 15.50 delete

berminyak,acne prone taek bngt ne muka !!!
susah bngt nanganinya da aja jrawat pling gk 1.
di tunggu ne next artikelnya,q cwo tp gk cocok pake produk cwok.

Reply
avatar
22 Oktober 2015 12.41 delete

Hahaha sabar gan :D kalo berminyak pake kertas minyak/oil control film. Itu lumayan bantu muka supaya ngga mengkilap tanpa membuat/memaksa kulit jd kering (cuma nyerap kelebihan minyak aja). Trus, org yg kulitnya acne prone biasanya selalu sedia clay mask/obat buat ditotol/dioles supaya jerawatnya cepet kering dan ngga nyebar.

Reply
avatar
22 Oktober 2015 19.14 delete

Wahhh lengkap sekali. Kereeen :D

Reply
avatar
22 Oktober 2015 19.24 delete

Semoga bermanfaat sis Lia :D

Reply
avatar
23 Oktober 2015 09.02 delete

Trims infonya :D
Emang sih, tricky banget buat cari skincare yang cocok buat kulit acne prone & kombinasi. Jidat & hidung minyakan banget, etapi pipi malah kering :( salah2 produk langsung breakout sana-sini :(

Reply
avatar
23 Oktober 2015 10.48 delete

Haaa sukak deh.. ditunggu loh postingan minyak sebagai skin care nya... dari kemarin aku tunggu huhu.. semangat hani buat postingannya :D

Reply
avatar
23 Oktober 2015 17.07 delete

Sama-samaa :D Haha, iya bangeeet =D ribet kalo nemu produk yang bikin kulit pipi terasa supel kayak mochi, tapi malah bikin jidat dan hidung semakin mengkilap. Belum lagi kudu disabar-sabarin nanganin problem acne pronenya *pukpuk...

Reply
avatar
23 Oktober 2015 17.11 delete

Waa terima kasih sudah menunggu :D tapi maaf kayaknya ngga dalam waktu dekat, karena aku mo ngabisin stok minyak yg ada dulu (daripada mubazir --"), baru kemudian icip-icip minyak-minyak yg lain biar bisa dicompare.

Iya, sama-samaa yaa ^_^ kamu juga semangaat!

Reply
avatar
25 Oktober 2015 16.46 delete

Mantap deh infonya!!! Kalau aku sih ya agak aneh gitu kulitnya. Kalau siang suka super berminyak, begitu masuk malam kering hahahaha~

Terus juga kadang siang walaupun banyak minyak keluar, tapi kulit di hidung sama pipi suka mengelupas. Jadi ya gitu deh, suka bingung XD Walaupun berminyak super, tapi aku tetep harus pakai ini itu supaya gak mengelupas gitu deh, tapi ya jadinya makin berminyak, serba salah kan XDDD

http://farrelandmerry.blogspot.co.id/

Reply
avatar
25 Oktober 2015 19.06 delete

Mba Titis.. keren banget deh postingannya, jadi makin nambah tau ttg kulit dan aware sama skincare yang harus dipake, makasih lhoo mba :) Btw mba, untuk pelembab yang liquid atau gel itu contohnya produk apa ya mba? sukses selalu mba untuk menebar info yang bermanfaat :)

Reply
avatar
26 Oktober 2015 14.04 delete

Coba diamati aja mba Merry :D sapa tau emang kulitnya berminyak tapi dehidrasi. Aku juga begitu hahaha. Tapi ni karena bolak-balik berobat pake tretinoin, akhirnya jadi kombinasi. Emang rada susah juga ngatasin kulit berminyak, karena kalo dipaksa kering, kelenjar minyaknya malah makin terangsang buat memproduksi minyak berlebih, cmiiw ^_^

Reply
avatar
26 Oktober 2015 14.19 delete

Halooo Daehan Minguk Mansee~ *cubit cubit cubit *salah fokus hahahaha.
Iya sama-samaa ^_^

Pelembab liquid itu yg teksturnya encer mirip air, contoh paling mudah adalah tekstur seperti serum atau treatment essence.

Kalo pelembab gel produksi lokal coba cek Biokos Pure Balance Nourishing Gel
(tapi pelembab siangnya lengket --" dulu pernah coba, gel malamnya yg enak di kulit)
ni linknya http://online.marthatilaarshop.com/brand/biokos/page/2/

Produk lokal lain, Biocell dari Mustika Ratu. Macem-macem varian pelembab gelnya.
Cek di kosmetikcantik.com (olshopnya mustika ratu), trus klik biocell

Aamiin aamiin aamiin :D bagimu juga...

Reply
avatar
26 Oktober 2015 16.39 delete

Uh hu nih, aku kulitnya berminyak dehidrasi. Untungnya gak sensitif, jadi kalau mau dipakein yang rada strong, asal gak sering2 gak masalah XDDD~

Reply
avatar
27 Oktober 2015 15.30 delete

Nah iyaa, kulit sensitif lebih rumit lagi. Sebagian besar kulit sensitif reaktif sama yang namanya pewangi dan pengawet. Tau sendiri di Indonesia Raya nemuin produk lokal yang ramah buat kulit sensitif itu susah :(

Reply
avatar
5 November 2015 21.19 delete

Abis stalkingin abis"an. Tapi masih bingung. Mau lepas skin care apoteker. Jd yg ringan yg di jual toko kosmetik kebanyakan. Harian yg paling penting paketannya pelembab/ tabir surya/ moisturizer ( utk kulit jerawat) + sunblock + bedak (ini yg susah di cari buat kulit berjerawat kaya aku, aku alergi bedak tabur) untuk pagi. Kalo malam serum + night cream apa yah ka rekomnya?
Sama facial washnyah.

Reply
avatar
7 November 2015 11.29 delete

hehehe.. penggemar return of superman juga ya mba? :D
Btw.. thanks banget lho buat infonya mba.. :)

Reply
avatar
7 November 2015 20.24 delete

Iyaa :D sama-sama, alhamdulillah kalo bermanfaat...

Reply
avatar
7 November 2015 20.29 delete

Semangat sis :D Aku ngga bisa rekomendasiin merk tertentu, karena serum dan night cream itu ada banyak macamnya, tergantung kebutuhan kulit. Misal ada serum khusus untuk flek, ada yg untuk mencerahkan, ada yg khusus untuk melembabkan dan menghidrasi, ada yg untuk mengontrol produksi minyak, dan lainnya ^_^

Facial wash yg bagus itu kuncinya tidak membuat kulit terasa kesat, kaku-ketarik setelah cuci muka. Biasanya menggunakan label pH balanced.

Maaf kalo ngga membantu ya ^_^

Reply
avatar

Bisa juga kirim email ke haihanitisblog@gmail.com atau direct message instagram @haihanitis. EmoticonEmoticon