Hikmah Idul Adha : Menyembelih Kelekatan Kita

Many years ago, our father Ibrahim AS made a choice. He loved his son. But He loved God more. The commandment came to sacrifice his son. But it wasn’t his son that was slaughtered. It was his attachment. It was his attachment to anything that could compete with his love for God.

And the beauty of such a sacrifice is this: Once you let go of your attachment, what you love is given back to you–now in a purer, better form. 

So let us ask ourselves in these beautiful days of sacrifice, which attachments do we need to slaughter?


Bertahun-tahun yang lalu, Ibrahim AS membuat sebuah pilihan. Beliau mencintai putranya (Ismail AS). Namun, cintanya kepada Tuhan lebih besar. Turunlah perintah untuk menyembelih putranya. Tetapi, (pada hakikatnya) bukan Ismail AS yang disembelih, melainkan kelekatannya. Kelekatan terhadap hal-hal yang dapat menandingi cintanya kepada Tuhan.

Keindahan dari pengorbanan seperti ini adalah... ketika kau melepaskan kelekatanmu, hal yang kau cintai akan dikembalikan kepadamu dalam bentuk yang lebih murni dan lebih baik. 

Jadi, tanyakanlah kepada diri kita di hari pengorbanan ini, kelekatan terhadap apakah yang harus kita sembelih?


Selamat Hari Raya Idul Adha 1436 H

Blogging since 2011 // Twenty-something, but not quite grown up // Over-thinker // Acne-proner // Minguk admirer // Addicted to mineral water // Contact : haihanitisblog@gmail.com

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Bisa juga kirim email ke haihanitisblog@gmail.com atau direct message instagram @haihanitis. EmoticonEmoticon