Hijab & Reminder

Assalamu'alaykum warahmatullah wabarokatuh

Dih apan sih orang yang ilmunya cetek, bukan akhwat ngaji, tapi ngomongin hijab & reminder?
Itu yang muter-muter di kepalaku saat memutuskan untuk bikin postingan ini T.T Jadi, sebelumnya mohon maaf kalo ada kesotoyan dan penyampaian yang kurang berkenan huhu.


***

Alhamdulillah sekarang banyak yang berlomba-lomba memperbaiki hijabnya jadi lebih syari. Ajakan berhijab pun makin masif di social media. Beberapa kali aku temui postingan yang penyampaiannya nyelekit. Jadi keflashback dan ketampar sendiri T.T aku dulu sering menyebar (repost/repath) postingan serupa.

Aku suka ngepost ajakan berhijab (pas lagi semangat-semangatnya memperbaiki hijab) dan reminder-reminder lainnya... Aku pikir emang wajib kan ngingetin? Tapi, aku kurang peka, ngga sadar bahwa niat yang baik dan kewajiban mengingatkan, semestinya disertai dengan penyampaian yang baik pula.

Beberapa hari yang lalu, ada postingan seperti ini...
Orang yang bercadar tapi masih pasang selfie. Tak mau dilihat, tapi sebenarnya ingin dilihat. 
Trus ceritanya, di ilustrasi tersebut ada yang komen...
"Doakan ana istiqomah", "Wahai pemilik tulang rusukku bla bla bla..."

-____-

FYI, aku ngga bercadar, khimar belum selebar mukenah, aku juga udah jarang selfie (ntar aku bahas di postingan lain, karena ada yg nanyain :| hahaha), tapi rasanya sakit banget baca tulisan itu.

***

Nyut nyut nyut... T.T
Kadang aku dapet reminder seperti "Kamu masih dengerin lagu?!", "Kamu kok gini?", "Kamu kok gitu?" dengan nada yang mengintimidasi. Oh well, saat itu aku ngerasa, sesakit ini rupanya jika diingatkan dengan sindiran dan celetukan. Menyadarkanku~  penuturan yang lembut dan hati-hati aja udah bisa lho bikin kita ngebatin dan introspeksi. Jadi, kalo tujuannya untuk mengingatkan, buat apa mempermalukan atau melempar kritikan yang nyelekit?

Jangan sampe reminder atau postingan dakwah yang kita sebar (repost/repath) malah bikin down. salah-salah membuat orang lain berputus asa atas rahmat dan ampunan Allah.

"Diingetin kok malah putus asa?"
You gotta understand that everybody ain't got the same heart and mind as you. Ini quote (dari instagram hehe) yang aku pegang, setelah menyadari bahwa yang menurut kita biasa aja, bisa jadi menyakitkan hati orang lain. Kita ngga bisa menutup mata, emang ada orang-orang yang mekanisme pertahanan egonya adalah menghindar. Meski dia mencari-cari siraman rohani, tapi jika dipojokkan dan dikritik habis-habisan, dia malah menjauh.

Don't get me wrong ^^; Maksud dari postingan ini adalah... luruskan niat untuk menyampaikan kebaikan, bukan untuk mencederai perasaan orang yang diingatkan.

***

Akhir kata...

When we see people struggling with something (a sin, confusion, misguidance) we often just judge, criticize or ostracize them. But that’s not helping them! When you see someone drowning, it doesn’t help to just stand and criticize their ‘swimming skills’. Help pull them out!
-Yasmin Mogahed


Semoga Allah senantiasa memberi petunjukNya untukmu dan untukku :D aamiin.
Thanks for reading ♥ Love you all

Blogging since 2011 // Twenty-something, but not quite grown up // Over-thinker // Acne-proner // Minguk admirer // Addicted to mineral water // Contact : haihanitisblog@gmail.com

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
29 Juli 2015 20.06 delete

nice post Hanitis :)
Suka sama kalimat di paragraf terakhir

Reply
avatar
29 Juli 2015 20.36 delete

Alhamdulillah ^_^ hihihi iya aku sukaa quote2nya Yasmin Mogahed. Bisa coba download podcastnya Yasmin Mogahed. Bukunya yang Reclaim Your Heart juga udah beredar di Indonesia ^_^

Reply
avatar

Bisa juga kirim email ke haihanitisblog@gmail.com atau direct message instagram @haihanitis. EmoticonEmoticon