Toner, Mineral Oil, & Stress

Halo :D
Jumpa lagi~

Ehm. Jadii... mulai sekarang kalo posting tentang beauty talk kudu ada #NTMS-nya alias note to myself hahaha. Hanya karena aku posting-posting tentang "beauty" di personal blogku, bukan berarti aku beauty expert lho :|


Toner
Sebelumnya, aku selalu skip toning (menggunakan toner, penyegar, balancer, dll) dalam rangkaian perawatan kulitku. Aku pikir cuci muka - pelembab sudah cukup. Tetapi setelah aku coba toning, sebelum menggunakan pelembab, emang kerasa bedanya :|
  • Lembabnya kulit lebih tahan lama.
  • Produk skin care seperti serum dan pelembab jadi lebih mudah diratakan.
  • Entah perasaanku aja atau gimana... :| wajah jadi ngga cepat berminyak.
Penggunaan toner pada dasarnya adalah untuk mengembalikan dan menyeimbangkan pH setelah cuci muka.
pH normal wajah : sekitar 4.0 - 6.0 (masing-masing orang berbeda).
pH kulit setelah cuci muka : sekitar 6.5 - 8.0

Updated ya!
Baca juga : Perlu Toner atau Tidak?

Kenapa mesti memperhatikan pH kulit?
Hal ini berkaitan dengan skin barrier. Skin barrier atau acid mantle adalah lapisan asam tipis yang terbuat secara alami dari campuran keringat dan sebum (minyak kulit) yang melindungi kulit dari bakteri, menjaga kelembaban, dan mencegah dehidrasi pada kulit.

Buat yang kulitnya berminyak... baiknya pake produk-produk oil controlling, yang dapat mengontrol produksi minyak (karena sebum juga dibutuhkan kulit kita) ^^

Mineral oil tidak menyumbat pori [1][2][3][4]
Dari dulu aku sering diwanti-wanti untuk menghindari mineral oil. Anjuran tersebut berubah jadi "keyakinan", karena beberapa produk yang mengandung mineral oil memicu jerawat dan komedo di kulitku (dan sebagian orang yang kulitnya acne prone). Namun, setelah baca beberapa artikel dan jurnal, "keyakinan" itu luntur :)) dijelaskan bahwa mineral oil (cosmetic grade) tidak menyumbat pori.

Mineral oil (cosmetic grade) sampai sekarang masih sering digunakan, karena selain aman, juga merupakan agen pelembab yang baik. Beberapa keunggulan lain dari mineral oil adalah tidak reaktif, tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna, dan murah. Mineral oil dapat ditemukan di kosmetik seperti pelembab, make up, serum, dan lainnya. Yang paling familiar adalah baby oil.

Katanya mineral oil ngga aman buat kulit?
Terdapat beberapa tingkatan dari ingredient dalam produk-produk yang beredar di pasaran, yaitu cosmetic grade, pharmaceutical grade, food grade, industrial grade, dst. Masing-masing grade tersebut menunjukkan tingkat kemurnian, serta kesesuaian ingredient untuk digunakan menurut jenis dan fungsinya (mis. zat pewarna tekstil jelas ngga aman jika digunakan sebagai pewarna makanan).

Mineral oil yang cosmetic grade adalah yang paling aman, tidak menyumbat pori, dan tidak mengiritasi, karena sudah dimurnikan sehingga bebas kontaminan. Sedangkan mineral oil tingkat rendah (lower grade) dapat menyumbat pori, oleh karena itu tidak sesuai jika digunakan di kulit (terutama kulit wajah).

Cara kerja mineral oil adalah mengurangi kontak udara dengan kulit, serta mengurangi dampak udara tersebut pada kulit ---begitulah seharusnya antioksidan yang baik. Mineral oil tidak menyumbat pori, karena tetap berada di atas permukaan kulit (melindungi kulit dari kekeringan).

Trus kalo ngga nyumbat pori, kenapa mineral oil memicu jerawat di sebagian orang?
Selain gimana produk tersebut diformulasikan (bisa jadi ada ingredient lain yang comedogenic dalam produk tsb), balik lagi ke prinsip tiap orang memiliki kondisi kulit yang unik dan masing-masing punya kerentanan/toleransi terhadap zat tertentu, wallahu a'lam. Selain itu, sebisa mungkin, gunakan produk dari perusahaan yang memiliki reputasi bagus, kalau tidak, dikhawatirkan menggunakan lower grade mineral oil.

Setelah browsing-browsing, ternyata banyak lho orang dengan tipe kulit oily dan break out/acne prone yang mengeluarkan statement bahwa mineral oil aman-aman aja di kulit mereka (tidak menyumbat pori, tidak memicu jerawat maupun break out). Problemnya paling kulit terasa lebih greasy/minyakan (ngga nyaman)... perihal jadi jerawatan atau ngga, tergantung kulit masing-masing :D

Stres berpengaruh pada kulit
Banyak yang bertanya-tanya. "emang iya stres ngaruh ke kulit?".
Stres itu ngaruh ke tubuh secara keseluruhan, oleh karena itu perhatikan coping stress kita dan pinter-pinter rileksasi dalam situasi yang stressful (ngomong depan kaca~ hahahaha). Singkatnya gini...

Hubungan antara stres, depresi, kecemasan, dengan kulit, rambut, dan kuku udah sering banget dibahas dan diangkat dalam penelitian. Saat kita dalam kondisi stressful atau tegang, tubuh melepaskan hormon stress termasuk cortisol yang meningkatkan produksi sebum (minyak di kulit) sehingga kita semakin rentan terhadap jerawat (risiko pori-pori tersumbat makin besar). Kalo orang yang jerawatan mengalami stres, maka yang akan terjadi adalah lesi jerawat semakin meradang dan makin lama sembuhnya.

Sebagai respon dari tanda-tanda stres, kulit "memborbardir" dirinya dengan inflamasi. Ngomong-ngomong, inflamasi/radang di kulit merupakan mekanisme tubuh untuk mencegah agen pengiritasi masuk. Dengan demikian, saat kita mengalami jerawat di masa-masa stressful, yang perlu dipahami kemungkinan besar kulit bermasalah karena inflamasi, bukan karena bakteri (pada dasarnya, bakteri jerawat tidak selalu mengiritasi kulit).

Jadi, saat mengalami jerawat karena stres, baiknya mengurangi pemakaian produk yang fungsinya untuk membunuh bakteri, karena dapat meningkatkan iritasi dan menambah inflamasi (biasanya produk-produk tersebut membuat kulit makin kering, malah mengganggu skin barrier).

***

#NTMS
Semoga bermanfaat
Thans for reading ♥ Have a nice day

Blogging since 2011 // Twenty-something, but not quite grown up // Over-thinker // Acne-proner // Minguk admirer // Addicted to mineral water // Contact : haihanitisblog@gmail.com

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

16 komentar

Write komentar
Anonim
1 Juni 2015 20.56 delete

Kak, tolong posting tentang komedo dong. Aku punya komedo putih di bawah mata, ngeganggu banget. Katanya kalau ngilangin harus di-peeling ya? Sedangkan aku masih 17 tahun, gak mau peeling.:(

Reply
avatar
8 Juni 2015 20.02 delete

Halo Hanitis, salam kenal aku Tasya. Udah lumayan lama jadi silent reader kamu krn suka konten dan penjelasan di blog kamu, juga masalah kulitnya sama :') jadi OK buat referensi aku.

Dulu jg srg skip toner, skrg udh rajin lagi semenjak baca salah satu kegunaannya bs buat bersihin sisa2 air keran/air cuci muka yg mungkin kurang bagus. Masih bertahan di viva green tea toner sih ini,mau Cari yg lebih oke tp belum nemu.

Setuju bgt ttg mineral oil nya! Sedihnya, kadang tulisan lain suka kurang riset dan terkesan copy paste bahwa mineral oil (pasti) gak baik buat wajah.. Pas bgt baca ini disaat bingung beli bedak yg Ada mineral oil apa enggak :p

Nah bahasan yg terakhir jg nih, dulu selalu nyangkal kalo dibilang jerawat gak sembuh2 krn pola hidup. Eh skrg udh belasan kali ganti skincare, segala dicoba, tp pola hidup emg msh berantakan, akhirnya nerima kalo stress, makanan, jam tidur ngaruh bgt :')) kamu minum iso dr dokter yah? Kepikiran mau coba itu tp msh maju mundur krn tau sih itu obat berat juga.

Reply
avatar
10 Juni 2015 15.43 delete

Assalamu'alaikum
hai mba hani apa kabar? Salam kenal yaa ^^
Emang cewe tuh penting bgt ngerawat diri yaa mba, dulu aq cuek eh pas baca blog mba jdi sadar en penasaran pen nyoba2 jg(ikutan jd ngerawat diri dh berkat mba)
Boleh nanya yaa, kalo mba hani lagi mau ngilangin bekas jerawat pake apa ya biasanya? Aq juga pke oatmeal niy skrg buat cumuk enakan tapi ko gampang muncul brindil-brindil gtu ya d jidat, apa aq g cocok? Tapi enakan muka jd lembab.

Oiya mba hani masih pake grapessed oil yaa? Make'a malam hari aja ya mba
boleh gaa minta resume nya skincare yg mba pake dari dulu sampe skrg yg cocok apa aja?
Heheee
makasiy mba sebelumnya...

Reply
avatar
25 Juni 2015 03.48 delete

Huwaa T.T maap banget baru bales. Kemarenan emang lagi ngga buka blog.

Eniwei, sebenernya udah lama aku pengen bikin postingan tentang komedo dan gimana cara-cara ngatasinnya (terutama di kulit yang acne prone), tapi masih kurang riset dan referensi, takut kalo ntar jatohnya sotoy huhu. Kadang udah nemuin cara yang “tepat”, tapi ternyata ngga bagus buat jangka panjangnya T.T

Komedo putih bawah mata? Coba dicek lagi itu komedo atau milia

Reply
avatar
25 Juni 2015 03.56 delete

Halo Tasya :D salam kenal juga
Mohon maaf banget telat balesnya T.T

Aku juga lagi pake Viva yang Spirulina :))) soalnya lagi ngobatin jerawat (again). Akhirnya coba pembersih sejuta umat yang katanya ringan di kulit (dan emang bener hihihi)

Hah bener banget tu stres sama pola hidup. Ni bulan lalu aku kecolongan lagi pas pms, eh tau-tau jerawatnya muncul di rahang dan hairline. Jadi kudu diobatin lagi. alhamdulillah udah mo kelar purgingnya :3

iya aku tahun lalu minum isotretinoin :D ampuh banget, tapi ya gitu, rasanya kering sebadan-badan :D

Reply
avatar
25 Juni 2015 04.09 delete

Waalaikumsalam warrahmatullah wabarokatuh
Halo Asyifa :D salam kenal juga
mohon maaf banget telat bales komennya T.T

Aku juga mulai belajar perawatan karena dulu kepentok break out ^^;

Biasanya aku ngilangin bekas jerawat pake serum dan masker, tapi kalo lagi pengen cepet, pake melanox 2%.

Iya kalo kayak gitu biasanya ngga cocok :D coba distop aja

Aku udah ngga pake grapeseed ni. awalnya pengen cari yang cold pressed, tapi susah banget dapetinnya, jadi aku stop aja dan pake minyak zaitun yg cosmetic grade. tapi sekarang buat bersihin muka aku pake viva spirulina :)) aku lagi pake mediklin soalnya.

yg cocok di aku : gizi super cream (lol), hada labo ultimate whitening essence, the skin food tomato whitening series, history of whoo seol whitening essence, erha21 truewhite activator night cream, dan melanox premium serum :D itu yang cocok di aku, progresnya relatif cepat, dan (seingatku) ngga ada reaksi reject kayak break out dan lainnya.

iya sama-sama :D sekali lagi, maaf lama balesnya huhu T.T

Reply
avatar
30 Juni 2015 05.14 delete

ehyiya gegara kamu sebut ini jadi penasaran aku. mulai bosen sama Viva green tea :p (padahal udah cocok, penyakit bgt pingin coba-coba terus) tapi baca-baca review Spirulina ini masih mengandung alkohol ya?

ahiyaaa aku juga bolak-balik di hairline dan rahang apalagi. padahal dulu2 gak pernah sama sekali bermasalah di rahang dan area jidat.

hmmmmm, harus konsul dokter dulu sih ya (males berobat, males bayarnya :p) searching banyak bangeeet ttg tretinoin juga udh dari 2 tahun lalu tapi sampe skrg gak berani2 coba krn kayak susah bgt banyak syarat hehe

Reply
avatar
30 Juni 2015 05.36 delete

nimbrung yah :))) bakal review pemakaian Mediklin gak Hani? cukup 1 tube aja deh aku cobain topikal treatment, kapok -_- eh dua deng, Mediklin sama Niacef hehe. keluaaaaaaar semua gitu jerawatnya, aku inget bgt itu sembuhnya cuma sama yogurt plain.

tapi akhir2 mau habis produknya malah mediklinnya bekerja cepet dan ok bgt sih di jerawatku, cuma kalo inget awal2 pemakaian, ampun deh T.T setelah2nya baru sadar efeknya parah gitu krn kayaknya ada kesalahan di cara pakai aku sih :"))

Reply
avatar
1 Juli 2015 09.47 delete

Aku lagi kurangi pake Viva Spirulina ni -...- karena memasuki minggu-minggu puncak dimana kulit makin sensitif, jadi ada beberapa produk yang aku batasi pemakaiannya. Kalo taun lalu sih dokternya bilang, pake sabun bayi atau cuci muka pake air aja juga gapapa. Sekarang ngelembabin kulit juga pake face mist aja yang ringan-ringan.

Tonernya ngandung ethanol (sebagai pelarut), milk cleansernya ada cetyl alcohol (sebagai pengental), tapi ngga bikin kulit yang kering makin kering.

Males ngantrinya juga hehehehe ^^; iya emang lumayan pantangannya, tapi hasilnya emang worthy.

Reply
avatar
1 Juli 2015 09.54 delete

Iya insya Allah :D lagi ngumpulin dan ngedit fotonya. Aku pake mediklin TR, ada jerawat yang kering, ada yang mateng dan keluar. Tapi karena ngga parah, jadi lumayan cepet ni proses ngobatinnya.

Kalo bentukan jerawatnya udah mateng, mungkin aku juga bakal pake yang gampang-gampang aja kayak ditotolin pake clay mask, ntar juga kering dengan sendirinya. Tapi ada bruntusan kecil-kecil kayak biang keringat T.T jadi kudu dikeluarin hiks.

Hah, salah pake gimana? :|

Reply
avatar
15 Juli 2015 07.27 delete

Waah lama gak berkunjung ganti layout yaah.. Kereeen (y) ooh yg TR yaa.. Etapi kamu jg memang udh pernah cobain vitacid yaa. Aku masih tahap baru berani cobain Benzolac nih akhirnya. Ini jg kepentok gegara breakout lg T.T tipe2 jerawat yg jaraaang bgt munculnya di aku, jd susah nentuin pencetusnya, tp syukurnya mulai kebaca nih polanya.

Oiya aku jg baru2 ini (sebelum breakout parah lg) cobain totol totol Neem mask di jerawatnya, OK juga ternyata ^^

Setelah baca baca pengalaman orang lain yg juga pakai, perbedaan nya adalaaah.. Aku make Mediklinnya dibawa tidur (SAAT BARU COBA PERTAMA KALI T.T) disaat mereka makenya cuma 2-3jam sebelum tidur lalu dibilas. Aku olesnya gak tipis tipis dan tiap hari langsung. Kaget sih kulitku pastinja, mana langsung dihajar makeup kawinan sepupu, makin makinlah...

Reply
avatar
15 Juli 2015 10.41 delete

^_^ iya alhamdulillah, krna template yg kemarin loadingnya lambat dan navigasinya terbatas, akhirnya ganti deh.

Kalo aku mesti ati-ati pas pms dan stres. Jadi keliatan deh kalo aku lagi stres tuh kulit muka ngga bisa boong =D positifnya jadi belajar manajemen stres sama benerin coping stres. cuma ya gitu, kalo stresnya barengan sama pms udah deh, welcome jerawat haha.

iyaa aku juga suka notolin pake neem mask :D bantu jerawat cepet kering

oh ya? 2-3 jam?? aku malah baru tau huahahahaha =D dapet ilmu baru deh, makasih yaa.
aku pake mediklin TR dibawa tidur gitu aja lho :p karena pas taun lalu dokternya cuma pesen kalo kulit kemerahan pake clinda+treti, tandanya kurang tipis ngolesinnya. udah gitu doang, ngga pesen buat pake 2-3 jam aja =D

Reply
avatar
21 Juli 2015 22.20 delete

Iyaaa akupun baru sadar ini ternyata saat kulit sensitif gabisa kena treatment sama sekali (masker,scrub) krn bs langsung kyk bruntusan di area hidung.

Hehe ikutin cara kamu totol Neem Mask (y) Iya aku baca2 pengalaman blogger lain sih.. Tp ini Benzolac udh mau 2mingguan ternyata aman jg sih udh bbrp kali aku kebabalasan tidur. Tp emg gabisa keseringan jg krn jd kayak gatel2, dan tetep yaaa yg terutama oles tipis! ^.^

Reply
avatar
21 Juli 2015 23.08 delete

aku juga pernah ngalamin tuh, kulit wajah ngelupas dan gatel saking keringnya. mo digaruk takutnya malah kenapa2. iya, pas kayak gitu aku juga kurangin frekuensi pemakaian obat jadi 2 malam sekali :D trus cuci muka dan maskeran pake oatmeal (dapet tips dari buzbeauty) ^_^

Reply
avatar
lina
11 September 2015 20.14 delete

haloooo mba tiiis...

Aku juga punya komedo tapi di hidung dan kulit mukaku ga bisa pake peeling, soalnya kalo pake peeling hbs itu mukaku malah keliatan jadi kusam karna kena scrub nya, bisa bbrapa hari buat mulihinnya lagi. Aku si akhirnya cuci muka pake oatmeal pake quacker yg biru, ntar oatmeal nya dijadiin scrub ke tempat yg berkomedo. tapi emang harus rutin sii, paling engga sehari sekali.

Reply
avatar
12 September 2015 10.13 delete

Linaaaa halooooo =D *dadah dadah di Line
Udah bisa kebuka yah hahahha

Scrub ga semua orang cocok. Yg kulitnya kering emang kudu hati-hati sama scrub, cari alternatif produk eksfolian lain.

Hihihihi aku juga kalo lg jerawatan masih siap oatmeal lin, tapi yang merah lebih lembut. Bu suryos sama lufi masih pake ndak ya? =D

Reply
avatar

Bisa juga kirim email ke haihanitisblog@gmail.com atau direct message instagram @haihanitis. EmoticonEmoticon