SKIN & LAB Dr Pore Tightening Glacial Clay Facial Mask

Senin, 29 Desember 2014
SKIN & LAB memang tidak sefamiliar merk kosmetik Korea Selatan lain yang duluan beredar di Indonesia.

Saya tertarik dengan Dr Pore Tightening Glacial Clay Facial Mask karena keseringan nonton channel youtube-nya Wish Trend (salah satu online store yang menjual beauty products).

Skin & Lab Dr Pore Tightening Glacial Clay Facial Mask dapat digunakan untuk merawat kulit yang sensitif, mudah berminyak di T-zone, berpori-pori lebar, pori yang tersumbat, dan tampilan kulit wajah yang keliatannya tidak bersih (banyak blemish --> unclear look). Owemji, saya banget :))
Pic Source
Pic Source




In my opinion...

Dr Pore Glacial Clay Mask menawarkan fitur-fitur seperti sebum control dan deep pore cleansing (pore purifying). Produk ini beberapa kali dibahas di channel Wish Trend.

Deskripsi dan klaim produknya seolah menjawab problem kulit saya yang ngga jauh-jauh dari komedo dan jerawat.


Efek nyess glacial clay mask ini rada nyelekit (sensasinya seperti ditempelin es batu). Tapi sebentar aja kok (sekitar 5 menitan). Setelah berkali-kali pake akhirnya terbiasa.

Sekarang malah berasa kurang greget aja kalo maskernya ngga nyelekit (lah?).

Kalau dibandingkan dengan clay mask yang pernah saya review di blog ini, Glacial Clay Facial Mask yang paling ampuh dan powerful buat ngontrol komedo dan jerawat di kulit saya.

Setelah pemakaian, T-zone terutama hidung dan sekitarnya, jadi lebih mulus. Apalagi kalau kita membersihkannya dengan air hangat.

Sedangkan untuk sensasi halus dan lembabnya, kurang lebih seperti Acnes Tea Tree Clay Mask, standar.

Untuk pemakaian sewajah, 1-2 kali seminggu sudah cukup. Tapi aman-aman saja untuk ditotol setiap hari di spot yang berjerawat atau T-zone. Bakal jerawat saya yang dari awal kemunculannya ditotol dengan clay mask ini jadi cepat matang dan kering.

Klaim produk "mampu mengencangkan pori" tidak begitu ngefek di kulit saya.

Yang saya suka, meski kemampuan menyerap sebumnya oke banget, produk ini sama sekali tidak membuat kulit kering kerontang :D


Sekarang maskernya hampir habis. Teksturnya rada mengeras, jadi makin susah untuk diratakan. Kadang malah kayak ngegelindingin lilin mainan di muka... clay masknya jadi uler-uleran dan ngga nempel di kulit.

Supaya nempel, mesti digunakan saat kulit sedikit basah atau lembab.

Sejauh ini saya belum kepikiran untuk repurchase. Entahlah... meski lumayan puas, somehow berasa dalam love & hate relationship dengan clay mask ini.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Caraku Mengatasi Bibir Pecah-pecah dan Menggelap

Rabu, 24 Desember 2014
Sekitar bulan Agustus 2014, bibir saya kering-hitam-korengan karena efek samping obat. Alhamdulillah sekarang udah lumayan ngepink lagi.

Postingan ini singkat, tapi mudah-mudahan jelas dan bermanfaat. Berikut hal-hal yang saya lakukan untuk mengatasi bibir yang pecah-pecah dan menggelap.

Noted!
Ini bukan untuk memerahkan bibir ya, tapi untuk mengembalikan warna asli bibir.


Rutin minum air putih

Kalo kita memenuhi kebutuhan air putih yang cukup per harinya (8-10 gelas atau sekitar 2 liter per hari), bibir jadi ngga gampang kering pecah-pecah dan ngga pucat.

FYI, pas lagi berobat (foto kiri) saya sudah banyak minum air putih sampe beser, tapi tetep kering banget (jadi gampang ngelupas dan luka) ^^; Setelah lepas dari obat, baru deh bener-bener kerasa efeknya banyak-minum-air-putih buat pemulihan kulit bibir.

Jangan melembabkan bibir dengan iler liur

Just DON'T. Liur mengandung enzim pemecah makanan. Menjilat bibir awalnya terasa melembabkan, tapi hanya membuat kondisi bibir makin pecah-pecah dan kering kerontang. Baiknya dilembabin pake lip balm aja :D

Menggunakan lip balm dengan kandungan tabir surya


Bibir juga butuh perlindungan dari sinar uv, supaya ngga makin gelap atau menghitam.

Rutin eksfoliasi sel kulit mati


Saat bibir kering dan rentan, saya menggunakan kapas bertekstur yang dibasahi air. Eksfoliasi hanya dilakukan saat ngga ada luka ^^;

Menggunakan pencerah di bibir

Ini yang belum pernah saya share. Kurang lebih setahun belakangan ini, selain diapply di kulit wajah, saya juga memoleskan whitening/brightening essence atau krim pencerah di bibir, terutama di tepinya (biasa, dapet tips dari beauty show korea gitu).

Syaratnya, pastikan produk yang digunakan aman dari zat-zat berbahaya, ngga mengandung zat-zat yang bikin kulit kering, dan jangan digunakan saat bibir masih rentan (tunggu sampe lukanya bener-bener kering, baru fokus mencerahkan). Oia, essence/krim pencerahnya juga jangan dijilat ya, pait :|

Hasilnya...


Ngomong-ngomong, saya ngga pake madu selama memulihkan dan mengembalikan warna bibir. Madu membuat bibir terasa kering dan gampang mengkerut keriput T,T Jangan tanyakan mengapa, karena ku tak tau.



Updated! 2016

#1 Sekarang saya balik menggunakan Hada Labo Shirojyun (jadi pencerahnya tidak secara khusus dioles di bibir, karena otomatis penggunaannya rata sewajah). Eniwei, produk tersebut membuat bibir saya ngga gampang pecah-pecah (ngga tau di orang lain gimana hehe).

#2 Keseringan pake lipstik (terutama yang matte) membuat tepi bibir saya mudah menggelap :( Jadi, perhatikan lipstik yang kita gunakan dan bersihkan bibir dari ampas lipstik yang tertinggal dengan seksama #notetomyselftoo.

#3 Saya juga tidak menggunakan lip balm yang mengandung tabir surya ^^; karena pas ngolesin sunblock sekalian di area bibir juga.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thank for reading and have a nice day.

Tje Fuk Whitening Day & Night Cream

Kamis, 04 Desember 2014
Jaman gonta-ganti skin care, saya paling sering balik ke Tje Fuk. Meski sudah tidak menggunakan rangkaian produk Tje Fuk lagi, ada beberapa hal yang ingin saya bahas.

Dari email dan komen yang masuk, banyak yang tertarik dengan Tje Fuk tapi khawatir mengenai keamanan jangka panjangnya. Padahal seingat saya yang pertama kali menggencarkan awareness tentang produk skin care berbahaya di iklan TV kan Tje Fuk.

Baca juga : Aku dan Jerawat


Tje Fuk kan Gajebo = Skin Care Ngga Jelas Bo, Abal-abal!

Lah... Tje Fuk sudah lama terdaftar di BPOM (jaman masih POM CA, sebelum jaman notifikasi NA kayak sekarang). Tapi masalah halal atau ngganya saya tidak tahu.


Tje Fuk lumayan mahal (harga di atas Rp 200.000an dengan isi yang sedikit). Tapi ada lho yang malu ngaku pake Tje Fuk. Belinya sembunyi-sembunyi gitu, tunggu Indomaret sepi :))

Tje Fuk Hasilnya Instan? Cepet putihnya?

Progres skin care di masing-masing orang emang beda. Tapi yang perlu diingat, untuk memperoleh hasil yang memuaskan jelas butuh waktu.

Dari pengalaman saya, perubahan yang signifikan biasanya terlihat setelah 2 bulan pemakaian. Ada juga yang sebulan sudah keliatan perubahannya.

Tapi yang dalam hitungan hari (instan) kayaknya belum pernah denger ya... Kalo mau cepet putih dipilox aja kulitnya hehe.


Komposisi Tje Fuk Whitening Night Cream

Ada rumor meresahkan yang beredar bahwa Tje Fuk mengandung merkuri dan zat-zat berbahaya lainnya. Padahal ingredientnya sudah jelas tertera di kemasan produk. 


Arbutin merupakan agen pencerah populer dalam skin care yang beredar saat ini, tapi ada satu kandungan yang masih jarang banget digunakan produk lokal, yaitu Ceramide-3. Zat tersebut jadi langganan di list ingredient produk-produk brand besar macam Elizabeth Arden.

Ceramide adalah komponen natural dalam kulit manusia dan memiliki peran penting untuk membentuk barrier yang mampu mengurangi infeksi dan membantu melembabkan kulit.

Kekurangan ceramide dapat menyebabkan kulit kering, dermatitis, kulit kasar, dan kerutan. Ceramide bisa diperoleh dari gandum, kedelai, beras, dairy products, telur, dan bayam.

Tje Fuk Day Cream sama aja kayak Kelly Pearl Cream?

Karena penasaran dengan gosip tersebut, saya beli Kelly Pearl Cream.

Perbandingan harganya jauh banget. Kelly Pearl Cream adalah krim jadul yang sering disu'udzonin sebagai krim bermerkuri. Padahal ingredientnya biasa aja dan produsennya pun terdaftar di database BPOM sejak lama.





Komposisinya beda. Tje Fuk memasukkan Arbutin di list ingredient Day Creamnya.

Tapi, secara garis besar, Tje Fuk Day Cream dan Kelly Pearl Cream sama-sama bisa dijadikan alas bedak, teksturnya susah diratakan, bisa melembabkan, mengandung tabir surya, dan berpotensi nyumbat pori.

Selain titanium dioxide, Kelly menggunakan benzophenone-3 (yang ngefek ke hormon), jadi baiknya tidak digunakan oleh anak di bawah 2 tahun dan ibu hamil.

Dua-duanya mengandung zat-zat yang mildly comedogenic. Karena itu, pemilik kulit berminyak dan acne prone mesti telaten membersihkannya.

---

Review

Tje Fuk Whitening Night Cream

Kulit saya sempat mengalami premature aging (penuaan dini). Agar lebih jelas, review Tje Fuk night cream saya bandingkan dengan Biokos Botulike Wrinkle Filling Serum Deep Expression Line (hijau tua).

Tje Fuk Whitening Night Cream membuat kulit terasa kencang. Untuk menyamarkan kerut halus, Tje Fuk lebih oke dibanding Botulike hijau tua (di kulit saya lho, ngga tau di kulit orang lain gimana). Tapi, dua-duanya ngga ngefek ke pori-pori saya yang terkewer-kewer.
Botulike hijau tua membuat tekstur kulit tampak halus dan rata, sedangkan Tje Fuk Night Cream unggul di mengencangkan kulit dan meratakan warna kulit, sehingga wajah tampak lebih cerah.
Tje Fuk Night Cream membuat kulit tampak cerah natural (tidak merubah warna asli kulit). Untuk menghilangkan noda-noda bekas jerawat juga butuh waktu lumayan lama, ngga instan dalam 1-2 hari.

Tje Fuk juga tidak membuat kulit ngelupas.


Menurut saya, Tje Fuk whitening night cream tidak ditujukan untuk mengobati kulit yang berjerawat. Karena fokus formulanya lebih ke mencerahkan kulit (brightening) dan memperlambat proses penuaan (anti aging).

Tje Fuk Whitening Day Cream


Dari dulu sampai sekarang, saya tidak mengalami masalah yang berarti dengan Tje Fuk day cream. Hanya saja, kalo membersihkannya tidak benar, ampas krimnya bisa menggumpal, menyumbat pori, trus jadi komedo.

Tje Fuk Day Cream tidak memiliki daya tutup (coverage) yang bagus.

Warna kulit saya tampak tidak rata dan noda bekas jerawat kurang tersamarkan. Krimnya juga susah diratakan. Terlihat ndemblog, apalagi pori saya lebar-lebar.

Jadi, setelah dioles dengan jari, baiknya dirapikan lagi dengan spons atau tisu.


Saya menghindari penggunaan Tje Fuk Day Cream saat kulit kusam menggelap, karena bakal terlihat seperti pake foundation salah shade. Apalagi kalo kulit muka udah mulai berminyak. Ngga banget deh :)) day creamnya kelihatan luntur (literally). Jadi, mesti sedia tisu untuk mengatasi belangnya.

Kadang saya masih pake day creamnya Tje Fuk sebagai pengganti bb/cc cream. Tje Fuk Day Cream bisa memberi efek mencerahkan dan meratakan warna wajah. Seolah-olah seperti "my skin but better".

---

Akhir Kata...

Saya sudah mengalami jatuh bangunnya pake Tje Fuk. Mulai dari jaman bikin mulus dan kinclong banget, hingga sekarang sudah ngga ngefek lagi karena kulit saya jenuh gonta-ganti skin care heuheu.
Tje Fuk mesti dioles tipis-tipis, terutama krim malamnya. 
Kalo besok paginya muka saya malah berminyak dan muncul jerawat (padahal sebelumnya ngga kenapa-kenapa), tandanya saya ketebelan ngolesin krim malam atau ngga gitu bersih membersihkan day creamnya.

Sejak break out di tahun 2012, kulit saya jadi lebih sensitif dan Tje Fuk Night Cream terasa pedih di kulit.

Sensasi pedihnya ngga sampai 3 menitan sih, tapi tetep aja saya ngga tahan. Karena itulah sekarang saya ngga pake Tje Fuk Night Cream lagi.




Untuk detox-detoxan saya ngga ngerti ya. Padahal sebelum balik ke Tje Fuk lagi (sekitar tahun 2012), saya baru saja break out karena ujug-ujug berhenti menggunakan skin care klinik kecantikan. Tapi tidak mengalami (yang dibilang orang-orang) keluar jerawat racun(?) segala macem.
Alhamdulillah Tje Fuk belum pernah memperparah kondisi kulit saya.
In my opinion... Tentang break out akibat Tje Fuk, bisa aja karena (1) kebutuhan atau kondisi kulit tidak sesuai dengan formulanya (reaksi reject), (2) produknya lagi bekerja, atau (3) pemakaian produk yang tidak tepat (dioles tebal atau ampas day creamnya menyumbat pori).
FYI, memang tidak semua orang cocok dengan produk ini. 
Kalo kamu curiga tentang keamanan produk tertentu (termasuk Tje Fuk dan Kelly), baiknya langsung cross check aja ke BPOM dan produsennya, kan ada alamat dan kontaknya.

Oh iya, sebisa mungkin beli Tje Fuk di tempat yang terpercaya, karena banyak banget krim Tje Fuk palsu yang beredar. Rangkaian produknya gampang diperoleh (di drugstore seperti Century dan minimarket seperti Indomaret).

Harga sepaket krim pagi dan malam sekitar Rp 270.000an. Pastinya tanya ke mbak-mbak indomaret aja pas lagi bayar di kasir hehe :D

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.