Skin Care Talk // Personal Thought // Blogging Experience

Elicina Snail Cream

Minggu, 16 Februari 2014
Belakangan ini makin banyak produsen yang ngeluarin kosmetik dengan embel-embel SNAIL alias siput. Sebenernya lendir siput sebagai pengobatan udah terkenal sejak jamannya Hippocrates lho guise. Jadi, dia ngeresepin siput yang diancurkan, trus dicampur dengan susu asam buat mengatasi kulit yang meradang. Tapi kalo sekarang yang dipake sekresi lendir siputnya, bukan siput yang diancurin.

Siput akan mensekresi lendir untuk melindungi dirinya saat dia merasa terancam, terganggu, dan gelisah. Btw ini juga yang konon jadi isu di kalangan aktivis cruelty free product, takutnya siputnya disiksa, sengaja dibikin stres biar mensekresi banyak lendir itu tadi. Tapi produsen Elicina katanya punya paten proses milking sekresi siput [link]. Jadi, ngga ada siput yang disiksa selama proses. Cuma ngga tau sih proses persiputan di pabrik lain kayak apa dan kelanjutan isu itu gimana. FYI aja :|

Kenapa sekarang produk lendir siput itu beken banget?
Lendir siput mengandung hyaluronic acid, proteoglycan, glycoprotein enzyme, anti mikroba, copper peptide, dan lain-lain. Kedengerannya emang familiar, karena emang umumnya kandungan itu ada dalam produk kosmetik dan punya segudang manfaat buat kulit. Di antaranya membantu proses pemulihan kulit, meregenerasi sel-sel kulit, membantu mencegah infeksi, dan lain-lain.

Jurnal riset evidence-based tentang efektivitas lendir siput untuk mengatasi masalah kulit udah sering dipublikasi. Salah satu risetnya menemukan lendir siput menstimulasi produksi elastin dan kolagen, meningkatkan produksi fibronectin protein dan proliferation atau fibroblast. Tapi yang diteliti itu lendir siputnya, sedangkan penelitian secara spesifik tentang lendir siput dalam kosmetik belum begitu banyak. Mungkin itu juga yang bikin sebagian dermatologis menyangsikan snail cream dan kawan-kawan.

Snail Cream buat kulit sensitif
Ini baru aku tau setelah kelar urusan pake snail cream~ Soalnya kemaren-kemaren emang lagi jarang browsing --" Snail cream itu ternyata ngga begitu recommended buat kulit yang sensitif. Jadi yang kulitnya sensitif ati-ati aja kalo pake snail cream :D cek reaksi alergi dulu, diolesin dikit aja di kulit.

Lendir siput halal ngga sih?
Kalo siput buat dimakan itu haram. Tapi lendirnya diperbolehkan untuk pengobatan.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah memutuskan bahwa bekicot haram untuk dikonsumsi. Tapi, bekicot diperbolehkan digunakan untuk produk non pangan. Seperti obat dan kosmetik.

"Pemanfaatan bekicot untuk kepentingan non-pangan, seperti untuk obat dan kosmetika luar, hukumnya mubah, sepanjang bermanfaat dan tidak membahayakan," kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam saat berbincang, Rabu (20/3/2013).
(link: detiknews)

Lebih lanjut, Asrorun menekankan bahwa tak semua hewan yang haram dimakan maka sifatnya najis. Bekicot adalah salah satunya. “Jadi kalau untuk kepentingan obat, air lendirnya masih boleh. Tidak bersifat najis,” tegasnya.
(link: arrahmah)

Wallahu a'lam. 

***

Elicina Snail Cream katanya pionir produk snail cream. Aku pake Elicina, karena kemaren-kemaren yang aku tau merk snail cream ya cuma itu. Ternyata ada merk snail cream lain kayak Mizon, Benton, It's Skin, Missha, dst dst dst. Banyak banget. Elicina aku beli secara online di elicina.co.id. Tersedia juga di apotek Melawai dan Apotek K-24. Sebenernya aku pesen yang ukuran pocket 20 ml, tapi yang datang malah ukuran mini-mini 7 gr gini -___- yah gapapalah ya...



Klaim produk, cara penggunaan, kontak, dan nomor registrasinya aku foto dari leaflet yang include di paketan :D Info lebih lengkap tentang Elicina Snail Cream bisa baca-baca di situs elicina.co.id





Produsen Elicina : Laboratorio Farmaceutico Cosmetico Ltda (Lacofar y Cia Ltda) - Santiago, Chile

#FYI
NA : Produk Asia (termasuk produk lokal)
NB : Produk Australia
NC : Produk Eropa
ND : Produk Afrika
NE : Produk Amerika

***

Ingredient Elicina Snail Cream [link]
80% snail secretion filtrate extract; 20% excipients (paraffinium liquidum, propilene glycol, stearic acid, cetyl alcohol, sodium lauril sulfate, diazolidinyl urea, methylparaben, propylparaben, triethanolamine).

80% lendir siputnya itu mengandung allantoin (memperbaiki jaringan kulit, dan sebagai antioksidan. Kemampuan siput untuk memperbaiki dirinya sendiri itu berasal dari allantoin tersebut); protein dan vitamin yang kaya karena emang lendirnya diperoleh dari siput yang suka makan sayur-sayuran kayak selada dan wortel; collagen dan elastin; glycolic acid membantu eksfoliasi sel kulit mati.

20% excipients, salah satunya adalah mineral oil yang kata orang elicinanya interaksi zat satu sama lainnya ga bikin produk ini jadi bersifat comedogenic. Ngga tau bener ato ngganya, tapi kemarenan pake emang ngga bikin komedo di hidung jadi membludak sih.

Sebenernya emang ada snail cream dari brand tertentu yg haram karena menggunakan campuran apanya babi gitu yah, lupa. Kalo yg Elicina ini ngga (di forum fd pernah ada yg nanya langsung ke pihak elicinanya, lupa page berapa). Coba baca-baca aja di sini. Elicina Snail Cream sudah terdaftar di BPOM, tapi masalah halal atau ngganya aku ngga tau.

In my opinion... (perhatian, ini subjektif yah)
Elicina snail cream bisa meredakan redness atau spot kemerahan di kulitku, jerawat di hair line langsung kempes (padahal ditinggal tidur siang doang), bruntusan juga jadi mengalami purging (mateng dan kering), dan area kulit yang ngga bermasalah tetep fine-fine aja (malah jadi lebih kenyal).

Dari catetanku pengalaman purgingnya seperti ini...

Hari pertama
Redness (kulit kemerahan) berkurang

Hari kedua
Ada bruntusan yang kempes, ada yang purging. Mulai purging kulit kerasa gatel, tapi ngga sampe kering mengelupas waktu pake vitacid dulu.

Hari Ketiga Siang
Jerawat purging mulai meradang.
Bruntusan yang keras mulai melunak.

Hari Ketiga Malam
Ada tiga jerawat meradang di dahi.
Rahang dan pipi kanan kiri mulai purging ampun-ampunan.
Tapiii jerawat di hairline (tepi perbatasan rambut dan dahi) yang siangnya masih rada merah nyut-nyutan ilang. Sampe aku cari-cari dengan takjub gitu~

Minggu Ketiga
Masih purging.
Yang di dahi udah kering.
Muka masih kusam *yayalah, namanya juga purging T.T

Minggu Ketiga, Hari Rabu
Yang pipi kanan udah kelar purgingnya.
Tinggal bekasnya.
Yang pipi kiri masih muncul dua-tiga jerawat, tapi yang lainnya udah mulai mengering.

Masa penyembuhan jerawat mengahabiskan kurang dari 7 gr Elicina Snail Cream. Lebih lanjut tentang pengalaman purging yang aku alami bisa dibaca di Sharing Pengalaman Purging.

Belakangan aku tau kalo snail cream sebenernya ngga gitu recommended buat kulit sensitif. Tapi emang di samping pake Elicina, aku minum suplemen kulit juga sih. Mungkin (mungkin lhoo... nebak-nebak doang) karena itu juga kali ya, ngga ada efek samping yang heboh dan proses ngatasin bruntusannya jadi lumayan cepat.

Selain itu, agak kaget juga pas tau Elicina ada mineral oilnya. Biasanya kalo ketemu mineral oil, langsung muncul jerawat atau komedo, tapi kemaren aman-aman aja. Baiknya sih emang dibatasi pakenya cuma sekian jam, abis itu dibersihkan biar ngga nyumbat pori ^^

Oh iya, waktu jerawat mulai kering, aku mulai pake skin care pencerah untuk memudarkan noda. Jadi noda bekas jerawatku memudar bukan karena Elicina, tapi karena produk lain.

***

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Sharing Pengalaman Purging

Postingan ini adalah lanjutan dari Purging, Reactive Skin, & Break Out. Awalnya nyatu gitu, tapi karena kepanjangan yaudah dipisah aja. 


***

Pengalaman Purging 
Desember 2013 - Januari 2014

Aku bikin postingan tentang purging, karena hampir tiap hari dapet komen dan email yang nanya-nanya maupun sharing tentang jerawat dan purging. Aku pikir... yaa selama bermanfaat buat orang lain, kenapa ngga dijadiin postingan sekalian. Aku usahain pembahasannya lebih rapi(?) dibanding postinganku jaman dulu yang judulnya Aku & Jerawat dan Vitacid ini hehe...

Sebenernya postingan ini udah aku siapin dari kapan tau, cuma maju mundur buat ngupload pic mukaku. Crop-cropan sih, tapiii... errrr kan buat sebagian orang muka jerawatan itu kesannya jorok. Jadi, maaf ya kalo ada yang keganggu dengan foto-foto di postingan ini :3

Purging yang aku alami (2014) ngga separah di tahun 2012. Progresnya cepat, 3 mingguan lebih sudah kering (dibantu suplemen kulit juga). Sampai sekarang muka terutama T-zone masih kusam, dan pas pms... jerawatan lagi (dua-tiga doang sih, wajar) :p namanya juga masih rentan. 

Kali ini buat mengatasi jerawatan alergi, aku pake snail cream. Agak bingung awalnya mau dipakein apa, karena bruntusannya kayak jerawat nyut-nyutan, tapi kulitku kering banget. Niat pake snail cream buat ngempesin, ternyata bikin purging #zongpakebanget :|

Snail cream emang bisa nyembuhin jerawat. Ada orang-orang yang jerawatnya kering kempes gitu aja (harapan awalnya sih kayak gini), dan ada juga yang purging dulu (aku salah satunya). Tapi kalo diperhatikan, bruntusan yang aku alami emang mesti dipurgingin. 

Biar ngga kepanjangan, cerita tentang snail creamnya aku pisah aja hehe.

FYI, aku olesin semuka, tapi yang purging cuma bagian muka yang bermasalah doang (rahang dan pipi kiri, rahang kanan, dahi). Bagian lainnya ngga masalah. Setelah purging, sebagian besar bruntusannya kempes. Ya iyasih, isinya jadi mateng gitu...


Alhamdulillah sudah membaik, tinggal memudarkan bekas-bekasnya ^^; Bekas jerawat kemerahan sudah berubah jadi kecokelatan. Ada yang memudar dengan cepat, ada yang ngeletek, ada juga yang roman-romannya bakal lama ilangnya hehehe. 

Oiya, btw foto di postingan POND'S Concealer Pen itu juga cropan foto kulitku di bulan Februari, pas lagi jerawatan pms. Noda-noda cokelat yang memudar bisa dilihat juga di foto itu ^^


***

Semoga bisa ngasih gambaran buat orang-orang yang takut purging dengan alasan purging = jerawatan semuka, trus makan waktu lamaaa banget :3 no-no-no~ belum tentu, tergantung kondisi kulit masing-masing dan gimana perawatan sampingannya hehe.

Sekali lagi, setelah purging pun ngga berarti bebas jerawat, biasanya sih kulit masih sensitif dan rentan jerawatan (apalagi pas pms huhu, jackpot banget). Ngga apa-apa, yang penting masa-masa purgingnya udah berakhir, bruntusannya pun udah kempes hehehe. Jadi, yang lagi pada purging, tetep semangat dan sabar yaa...

Baca juga : Elicina Snail Cream

UPDATED!
Kelanjutan post ini, bisa cek Kondisi Kulitku di April 2014 

***

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Purging, Reactive Skin, & Break Out

Purging menjadi hal yang meresahkan(?) buat orang-orang yang ingin menyembuhkan kulit dari jerawat. Mungkin karena yang terbayang adalah jerawat makin menjadi dan mateng semuka selama berminggu-minggu :D Padahal purging itu kasuistik banget. Ngga semua orang pasti mengalami purging.

Selain purging, ada juga yang namanya reactive skin dan break out. Ini yang kadang kebalik-balik :D Mungkin bisa dibikin sinetron Purging yang Tertukar.

Di sini aku bahas dari sisi pengalaman dan sependek pengetahuanku ya. Jadi, kalau mau tanya-tanya mesti treatment apa, dst dst dst ngga aku jawab, karena emang bukan bidangku.
Aku sharing info ini bukan berarti aku lebih tau.
Ini pembelajaran juga buat aku.


***

Apa sih purging itu?

Skin purge atau purging adalah "pembersihan" kulit. Pemaparan purging dan acne complex digunakan pertama kali oleh Murad (cmiiw). Purging terjadi untuk "membersihkan" kotoran, jerawat, dan sebum berlebih yang menyumbat pori. Purging adalah proses, oleh karena itu diharapkan jangan berhenti menggunakan produk saat purging masih berlangsung.

Purging terjadi saat pemakaian AHA (glycolic acid, dst), BHA (salicylic acid), tretinoin, dan acne topical solution lainnya. Sebagian besar acne topical solution yang ampuh berupa obat. Dengan kata lain, idealnya kulit yang purging heboh semestinya berada di bawah pengawasan dokter. Supaya produknya benar-benar digunakan sesuai petunjuk pemakaian dan saran dokter.

***

Perbedaan dilihat dari
penyebab dan perubahan kondisi kulit


Reactive Skin (reaksi, respon kulit)
  • Penyebab : treatment, produk baru, atau produk yang kandungannya terlalu rich atau berat untuk kulit.
  • Kemungkinan bakal berangsur-angsur normal kembali seiring dengan kemampuan kulit untuk mentolerir produk tersebut atau setelah kita langsung berhenti pakai.

Misalnya pake skin-care-baru, jadi muncul whitehead, jerawat satu-dua. Setelah itu hilang dan kulit jadi damai sentosa lagi. Kulit kayak kaget, tapi bisa adaptasi gitu. Lambat laun kulit bakal mentolerir produk baru itu.

Kalo ngga tahan atau khawatir dengan reaksi kulit, skin carenya bisa langsung distop atau dkurangi frekuensi pemakaiannya (hanya dipakai 2-3 hari sekali).

Purging (kondisi, proses)
  • Penyebab : AHA, BHA, tretinoin, dan acne topical solution lainnya.
  • Umumnya terjadi dalam 2-6 minggu.
  • Sabar aja.

Purging ditandai dengan munculnya whitehead
atau jerawat meradang di pori-pori yang memang sebelumnya sudah tersumbat.


Break Out (kondisi, reaksi negatif, reaksi reject/penolakan)
  • Penyebab : tidak cocok dengan treatment, formula produk skin care atau make up tertentu, hormonal, gangguan pencernaan, stres, faktor lingkungan, racun di hati, alergi, intoleransi zat, dll.
  • Pemilik kulitnya sensitif dan rentan bermasalah baiknya uji alergi sebelum menggunakan produk skin care atau make up baru. Caranya dengan mengoleskan sedikit produk tersebut di lengan atau belakang telinga (biasanya yang kayak gini tercantum di petunjuk pemakaian).
  • Apabila kondisi kulit memburuk akibat keseringan ganti skin care (jerawat meradang, jerawat pasir, dst), kemungkinan lapisan kulit luar sudah rusak.

Baca juga : Apakah kamu berlebihan merawat kulit wajah?

Break out ditandai dengan kulit yang mulus ngga bermasalah, tau-tau muncul jerawat meradang, kulit perih kering mengelupas, atau perubahan yang tidak wajar lainnya.
Gejala di masing-masing orang bisa berbeda.

Updated!
Cek post Juli 2015 untuk membedakan Purging dan Break Out (+++ Review Mediklin TR)

***

Intinya...

Walau kadang purging, reactive skin, dan break out gejalanya mirip, tapi pada dasarnya beda banget. Jadi, kita mesti peka mengamati kondisi dan perubahan kulit selama menggunakan obat atau kosmetik tertentu.

Break out itu ngga selalu karena produk yang kita pake "jelek". Bisa jadi ada ingredient yang ngga sesuai atau ngga bersahabat dengan kulit, cara pemakaian yang ngga tepat, kurang bersih bersihin sisa produknya (jadi nyumbat pori), pH produk ngga sesuai dengan pH kulit, lapisan luar kulit yang emang udah rusak, dan lain-lain.

***

Lama Purging?


Jangka waktu purging buat tiap orang itu berbeda (bisa dalam itungan hari, minggu, atau bahkan bulan), tergantung seberapa cepat kulit kita bereaksi dengan obat tersebut dan seberapa serius kondisi kulit.

Orang yang kulit mukanya sangat bermasalah jelas periode purgingnya lebih lama dibanding orang yang mengalami jerawat atau pori-pori tersumbat di beberapa area tertentu saja.

Purging ditandai dengan keluar dan matangnya jerawat, setelah itu kulit menunjukkan perubahan nyata ke arah yang lebih baik. Kalo dalam jangka waktu lama (lebih 3 bulan, aku lupa baca dimana, maap), ngga ada progres membaik, sebaiknya konsultasi kembali ke dokter untuk dapat penanganan lebih lanjut.

Selesainya masa purging ditandai dengan jerawat yang hampir tidak pernah muncul lagi 
(kalaupun muncul jumlahnya sangat sedikit dibanding masa awal purging), 
setelah menggunakan produk yang sama dalam kurun waktu tertentu.

Untuk mengetahui proses purging, cek post Purging atau Break Out?

***

Bias info yang beredar seputar Purging
(cmiiw)

"Purging itu detoksifikasi krim dokter atau skin care yang ngga cocok sebelumnya."
Purging itu proses buat ngatasin pori yang tersumbat atau jerawat, bukan detoksifikasi krim.

"Purging di kulit itu pembersihan toksin atau racun dalam tubuh"
Udah ada ginjal dan hati yang berperan dalam detoks-detoksan tubuh kita. Purging di kulit ya sebatas pembersihan kulit aja.

"Foundation, bedak, bb cream ada yang bikin purging."
Purging ngga terjadi karena perangkat dandan, tapi karena adanya active ingredient yang bantu ngatasin jerawat dan atau pori yang kesumbat (umumnya karena obat yang mengandung acne topical solution).

"Purging ngga bikin gatel, merah meradang, perih, nyut-nyutan."
Mungkin ngga semua orang ya, tapi itu aku alamin lho :| pas purging pake vitacid. Gatel, kulit, memerah, kering mengelupas, dan bengep-bengep jerawat itu efek samping obatnya. Udah dijelasin di kertas petunjuk pemakaiannya. Kalo ngga kuat, bisa distop dulu atau pake selang seling dua hari sekali. Kadang sebum itu bisa keluar dengan mudah, tapi ada juga yang butuh waktu buat keluar (terperangkap) sehingga menyebabkan whitehead atau jerawat yang meradang, gitu deh teorinya.

***

Kesimpulan

Produk Perawatan Wajah Umumnya Tidak Memicu Purging

Kita mesti peka dan cermat dengan kondisi kulit wajah saat memakai produk skin care baru yang ngga mengandung zat aktif untuk ngatasin jerawat, trus tau-tau kulit malah jadi jerawatan dan bruntusan. Bisa jadi itu murni break out (sebagai bentuk penolakan kulit terhadap zat tertentu).

Sebagus-bagusnya suatu produk (risiko iritasi rendah, ingredient aman, reviewnya bagus-bagus), selalu ada someone-out-there yang ngga cocok. Karena kondisi kulit masing-masing orang unik dan beda. Jadi, kalau ngga cocok, jangan dipaksakan untuk lanjut pake.

FYI 

Sekarang produk-produk skin care gajebo, berbahaya, abal-abal, kiloan pake dalih purging saat mendapat komplain break out (kulit iritasi, gatal, dan lainnya) dari konsumen. Itu sih bukan purging, tapi break out karena produknya yang ngaco. Jadi, ati-ati ya guise...

Thanks for reading and have a nice day.

POND'S Acne Complete Solution : Pimple Cover & Care Concealer Pen

Rabu, 12 Februari 2014
Mumpung abis jerawatan pms, kayaknya oke nih buat sharing review produk dempul alias concealer hehe. Concealer pen ini salah satu produk dari rangkaian POND'S Acne Complete Solution [link]. Kualitasnya lumayan bagus lho dengan harga yang relatif terjangkau. Kalau ngga salah inget, aku beli seharga Rp 16.000an (under 20ribulah pokoknya, pas lagi promo/diskon) di hypermart.



Klaim produk [link]
Jerawat dan noda jerawat tidak mungkin hilang dalam waktu semalam. Namun kamu bisa menyamarkannya seketika dengan Pimple Cover & Care Concealer Pen. Formulanya tidak hanya menyamarkan jerawat dan noda jerawat, tapi juga sekaligus merawatnya. Wajahmu pun tampak bebas noda jerawat. Sempurna! --> bukan aku lho yang bilang, tapi POND'Snya.

Cara menggunakan
Aplikasikan hanya pada jerawat atau bekas jerawatmu setelah mencuci muka. Dapat dikombinasikan dengan pemakaian make up lainnya.

Ingredients


Coverage


In my opinion...
Aku sharing berdasarkan pengalaman pribadi ngedempul kulit jerawitan memerah ya guise. Irit lho ini *teuteup, karena walau kecil, tapi keitungnya awet buat nutupin spot-spot yang ternoda atau kemerahan (ngga dipake semuka dan dipake cuma di saat-saat tertentu aja). Yang paling oke sih, ingredientnya bersahabat buat jerawatku yang sedang meradang, jadi ngga memperparah kondisi jerawat. Hasilnya juga halus, ngga gampang ndemblog. Kalo dipulas atau ditimpa 3x baru keliatan cakey. Daya tahan standar sih ya 3-5 jam, lebih dari itu rada "pecah" keliatannya.


Concealer ini hanya tersedia dalam 1 warna aja. Awalnya ragu gitu, takut terlalu gelap buat kulit aku *soksokan -__- wkwkwk, tapi bisa ngeblend kok warnanya :D

---

Oh iya, pas lagi maen-maen ke situsnya POND'S, ada skin analyzer lhooo. Keren grafisnya. Trus kita juga dapet info-info singkat-padat-jelas-bermanfaat seputar kulit wajah dan permasalahannya.



---

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.