Skin Care Talk // Personal Thought // Blogging Experience

Garnier BB All-in-1 Perfecting Cream

Senin, 30 September 2013


What's cool?

Witness the miracle of visible skin instantly (klaim produk)...
Membuat wajah cerah bersinar
Menyamarkan bekas jerawat dan noda hitam
Melembabkan dan menutrisi kulit
Mengurangi kilap bagai memakai bedak
Meratakan warna kulit

In my opinion...

Kemasannya mini ya hehe. Waktu aku beli dapet harga promo Rp 16.000an. Sekarang Rp 19.000an. Gampang diperoleh. Dijual di supermarket hingga minimarket kayak Indomaret. 

BB Cream ini walaupun murah, tapi lumayan lhooo. Meski demikian, tetep ngga fair kalo dibandingkan dengan bb cream ratusan ribu *yamenurutyey.

Beberapa hal yang aku perhatiin dari Garnier BB All-in-1 Perfecting Cream adalah...

Wangi lemon khas Garniernya tajem banget, menurutku lho ya. Mungkin bagi sebagian orang yang ngga suka dengan wangi-wangian dalam kosmetik bakal ngerasa keganggu.

BB cream ini memperjelas dry patch. Hasilnya tampak flaky di kulit yang kering (FYI, kulitku kombinasi). Selain itu, produk ini juga meninggalkan stain jika dioles dengan menggunakan jari dan memperjelas kerut halus di kulit. 

Jadi, walaupun diklaim dapat melembabkan kulit, sebaiknya tetap gunakan pelembab yang bener-bener bagus sebelum menggunakan bb cream ini.


Crop-an foto pipi.
Pemakaian dengan kuas.
BB cream saja, tanpa pelembab dan primer.

Biasanya, setelah menggunakan kuas, aku rapiin lagi pake spons atau kapas supaya ngga ndemblok *apayah bahasa Indonesianya :| pokoknya kayak foto di atas.

BB cream ini hanya tersedia dalam 1 shade saja. Walau krimnya keliatan oranye banget, tapi akhirnya bisa nyatu dengan warna kulitku (blended). Warna kulitpun jadi lumayan merata dan muka jadi ngga keliatan kusam. 

Coveragenya sheer, kurang mampu menyamarkan jerawat dan noda-noda di kulit. Tapi bisa kok diakalin dengan concealer :D


Aku bandingin Garnier BB Cream dan Maybelline BB Stick karena dua-duanya keliatan ndemblok kalo dipake di area kulitku yang kering hehehe. Ngga begitu keliatan di foto, tapi hasil akhir Maybelline BB Stick lebih halus dan cerah. Garnier BB Cream di kulitku ngga ada efek cerah bersinar, tapi bikin muka keliatan lebih fresh :D ibarat no make up-make up gitu.

Oil control sekitar 2 jam, bisalah diatasi dengan kertas minyak atau oil control film. Daya tahan bisa sekitar 8 jam, karena waktu aku bersihin, pigmennya masih bener-bener nempel di kulit :D

BB Cream ini sesuai buat pemakaian sehari-hari, tapi kurang oke buat tipe kulit kering, kombinasi, dan berpori-pori geday kayak aku (mesti diakalin biar ngga pecah). 

Buat yang kulitnya sensitif juga mungkin bakal kerasa rada pedih karena kandungan alkohol dalam produk ini (urutan kedua di ingredient). Garnier BB All-in-1 perfecting cream ini sepertinya lebih cocok buat kulit yang ngga gitu bermasalah, mulus dan ngga kering.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

"Mengeringkan" Kulit Wajah

Minggu, 29 September 2013
Sebenernya edisi "mengeringkan" kulit wajah ini menyatu dengan step membersihkan wajah. Tapi karena kepanjangan, yaudah dipisah aja biar yang baca juga enak.

Rencananya sih pengen posting edisi ini secepetnya...  Sayangnya aku sibuk... Sibuk maen pokopang (becanda huhu).


Sudah lumayan lama, aku ngga mengeringkan wajah dengan menggunakan handuk. Sebagai gantinya, aku menggunakan spon atau kedua telapak tangan yang bersih.

Handuk memang cepat mengeringkan kulit wajah dan kalo ngga hati-hati kelembaban kulit juga bisa langsung keserap handuk. Kulit wajah yang sering "kegesek" permukaan handuk yang kasar juga ngga bagus lho.

Yang paling aman, handuknya ditempelkan atau ditepuk pelan/lembut aja. Bisa juga pake cotton pad atau facial tissue ala-ala mbak beautician, tapi emang agak boros hehehe...

---

Spon

Spon wajah yang aku gunakan seperti ini...


Beda lho sama spon buat cuci piring. Foto di atas adalah spon dalam kondisi kering.

Harganya ngga nyampe Rp 10.000an. Kalo yang ukuran lebih kecil harganya sekitar Rp 7.000an (biasanya dijual sebungkus 3 pcs). FYI, ini juga bisa buat bersiin muka.

Cara menggunakannya dengan menekan-nekan lembut spon di permukaan kulit wajah hingga basahnya air terserap di spon. Aku tau cara ini dari beauty guru dan mbak-mbak beautician ;)

---

Telapak Tangan

Cara ini aku dapet dari tayangan rutinitas perawatan kulit seleb Korea. Mengeringkan wajah dengan telapak tangan seperti ini...

1. Pertama, pastikan telapak tanganmu bersih, kemudian seka tetesan air yang berlebih dengan jari-jari atau kedua telapak tangan. Dengan cara ini, kulit wajah tetap basah, tapi ngga ada air yang menetes.

2. Langkah selanjutnya kurang lebih seperti pemakaian Hada Labo Lotion. Akhiri dengan menyisakan sedikit basah di kulit. Kecuali jika setelah cuci muka kamu ingin menggunakan scrub, facial mask, dll yang aturannya harus dipakai dalam kondisi kulit kering.

Kalau tetesan air di wajah ngga diseka terlebih dulu, nanti pas mengeringkan wajah dengan kedua telapak tangan bakal kerasa becek banget, kecipak-kecipuk gitu.

Beberapa keuntungan yang aku rasain dengan cara ini:
  • Kulit kerasa lebih rileks, moist, dan fresh.
  • Aku jadi lebih akrab dan ga asing sama kulit wajahku sendiri.
  • Aku jadi lebih tau kondisi kulit wajahku dan perkembangannya (kerasa kalo mulai ada yang ngga beres, kayak brindil-brindil di bawah permukaan kulit, spot yang mulai gradakan, dll).

Kekurangannya... :)) lama (sekitar 1 menit)

---

Ngomong-ngomong kenapa pake tanda kutip --> "mengeringkan"?

Biasanya aku ngga bener-bener mengeringkan kulitku.

Aku sisain sedikit basah atau lembab (terutama sebelum menggunakan krim pelembab di malam hari, sebelum tidur), kecuali kalo setelah cuci muka mau maskeran atau peeling yang produknya mesti dipake dalam kondisi kulit kering.

Saat menggunakan pelembab, lebih bagus kalo kulit masih sedikit basah (moist/lembab). Dengan begitu krim/lotion pelembab yang dipake akan membentuk layer dan kulit lebih mudah menangkap dan mempertahankan kelembabannya. Lain cerita kalo pake produk tabir surya ^^;

---

Update 2016!

Kira-kira sejak 2015, aku mengeringkan wajah dengan menggunakan toner. Jadi, setelah menyeka air di wajah, langsung dilap dengan kapas yang dibasahi toner.

Kulitku jadi lebih lembab dan ngga mudah dehidrasi. Mungkin ngga semua orang cocok dengan cara ini, karena tergantung jenis toner yang digunakan, juga tipe dan kondisi kulit masing-masing orang.

---

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Double Cleansing (Membersihkan Wajah Dengan Oil & Foam)

Minggu, 15 September 2013
Sekitar awal bulan Juli 2013, saya  mengalami break out karena alergi (bruntusan, jerawat, ada luka gegara ngegaruk juga). Tapi, ternyata sekitar dua bulanan udah keliatan membaik.

Yang saya perhatikan, sejak awal 2013 ada beberapa rutinitas perawatan kulit yang sebenernya sepele, tapi sejak ditelatenin kulit saya jadi lebih baik. Kalopun bermasalah, cepet juga pulihnya.

Kulit saya memang ngga sempurna dan belum kinclong hehehe, tapi banyak banget info dan pengalaman yang pengen saya sharing.

---

Double Cleansing
(Oil dan Foam)


Kenapa bahas tentang membersihkan wajah?

Membersihkan wajah adalah hal yang dasar banget. TAPI tidak semua orang aware bagaimana cara membersihkan wajah yang benar. Apalagi kulit wajah berbeda dengan kulit badan.


What's cool?

Double cleansing (oil dan facial foam) adalah cara membersihkan kulit yang paling gentle dan bersahabat buat kulit. 

Double cleansing tidak hanya untuk orang yang kulitnya rentan. Karena memang sebaiknya pemilik tipe kulit apapun (oily, normal, dry, sensitive) memperhatikan cara membersihkan kulit supaya kulitnya ngga bermasalah.

---

Membersihkan Tangan


Sebelum segala ritual membersihkan wajah dimulai, ada baiknya berdoa atau baca basmallah dulu, biar afdhol :)) setelah itu cuci tangan pake sabun atau pake hand sanitizer. 

Kalo wajah kita dibersihkan dengan tangan yang kotor, sama aja boong dong hehe.


---

Oil Cleansing

Jaman sekolah dulu, kita diajarkan prinsip kimia dasar, yaitu "minyak melarutkan minyak (oil dissolves oil)". Oil cleansing ampuh mengangkat debu, kotoran, atau ampas make up tanpa menyumbat pori di kulit.

Buat yang kulitnya berminyak, bisa juga menggunakan lotion (milk cleanser) atau krim pembersih (tapi krim pembersih jarang dijual di Indonesia, biasanya produk luar gitu).

Minyak yang saya gunakan adalah Minyak Biji Anggur (iya, biasanya emang buat salad dressing gitu-gitu hahaha). Sudah pernah saya review juga di [link] ini. Sebenernya merk minyak biji anggur ngga cuma Borges, cuman yang paling gampang didapet ya merk ini.

Di hypermart kota saya sudah susah dapetinnya. Adanya merk lain yang ukuran seliter botol gedebokan. Akhirnya saya beli di Gelael, harganya sekitar 60 ribu tapi worth the price banget, karena yang ukuran 500 ml bisa dipake berbulan-bulan.


Kenapa ngga pake minyak zaitun aja (extra virgin olive oil/EVOO)?

Ngga tau kenapa ya, minyak zaitun terasa berat di kulit wajah saya dan pedih untuk area mata. 

EVOO saya gunakan untuk perawatan rambut, bukan untuk kulit. Tapi kalo kamu lebih cocok pake EVOO, ya ngga apa-apa, monggo hehehe.

Cleansing oil yang memang skin care (bukan minyak pangan seperti yang saya gunakan) juga macem-macem merknya. Coba cek aja ke supermarket, drug store, atau online shop.

Ngomong-ngomong, kapas yang saya gunakan adalah kapas sejuta umat merk Selection. Kapas ini 100% cotton, halus, lembut, dan yang penting harganya murah bebas pemutih dan bahan berbahaya.


Cara membersihkan wajah dengan minyak itu macem-macem. Saya jabarkan satu-satu yah... 

Cara Satu

Minyak dituang di telapak tangan.


Oles dan ratakan di wajah (menggunakan telapak tangan, bukan kapas) dengan lembut, ngga digosok-gosok kasar.

Tunggu sekitar 20-30 detik, kemudian usap dan bersihkan dengan kapas.

Cara Dua

Minyak dituang di telapak tangan. Oles dan ratakan di wajah dengan lembut, sambil dimassage dengan gerak sirkular atau memutar. Kemudian basuh kulit dengan air.

Ampas minyaknya baru diangkat nanti dengan facial wash saat cuci muka. Tipe minyak yang dipake juga bukan yang pekat (light texture).

Cara ini recommended untuk tipe kulit kering. Sering dipraktikkan di acara seleb Korea gitu.

Cara Tiga


Minyak dituang di kapas secukupnya. Dengan menggunakan kapas, minyaknya dioles dan diratakan di wajah. Pelan-pelan aja. 

Diusap ya, bukan digosok.

Cara Empat


Tuang minyak di telapak tangan. Oleskan dan ratakan minyak di wajah dengan lembut. Tunggu sekitar 20-30 detik. Kemudian kulit diusap dan dibersihkan dengan menggunakan kapas.


Setelah kulit udah bersih, kan muka masih kerasa oily tuh. Gunakan tissue untuk menyerap ampas minyak yang masih tertinggal di kulit. 

Caranya dengan menekan lembut permukaan kulit wajah dengan tisu, bukan diusap kasar. Hasilnya, kulit terasa lembut dan lembab.


Oiya, ngomong-ngomong ada lho yang ngga cocok pake kapas biasa, karena masih "terlalu kasar" buat kulitnya. Jadi, balik ke rule awal merawat kulit. Kenali kondisi dan kebutuhan kulit.

Selain kapas, kita juga bisa pake cleansing tool lain (cleansing/silicon pad, facial brush, dst) saat membersihkan wajah dengan minyak.

Lanjut ke langkah selanjutnya... membersihkan dengan menggunakan sabun wajah.

---

Facial Foam

Ini sabun wajah yang sudah saya gunakan selama 9 bulan lebih. Saya ngga bilang sabun ini yang paling oke, karena sebenernya sabun yang bagus itu banyak. 

Yang penting sabun mukanya aman, sesuai kebutuhan kulit, dan ngga bikin kulit bereaksi aneh hehe.


Sebagian (sebagian lho ya, ngga semua) pemilik kulit wajah yang berminyak, mencari sabun wajah yang membuat kulit jadi kesat. Ada juga yang sampe bilang "aku suka dengan sabun muka yang matte finish".

Kesat itu ngga selalu berarti bersih.
Kesat pada wajah = kulit mengalami kekeringan.

Guys, ini muka, bukan piring.

Kalau kulit kita berminyak, trus malah dibikin kering kesat, makin terangsanglah kelenjar minyak untuk memproduksi minyak berlebih. 

Dengan kata lain, kita perlu menjaga keseimbangan antara minyak dan air di kulit.

---

Sebelum digunakan, sabun wajah dibuihkan terlebih dulu. Cara ini dikenal dengan nama foaming (sering banget dibahas di situs kecantikan Jepang atau Korea).

Sebaiknya, sabun wajah dibuihkan dengan menggunakan spons atau net khusus, baru deh setelah itu foamnya diratakan di kulit wajah. 

Meratakannya bisa dengan menggunakan telapak atau punggung tangan, cleansing brush, atau facial pad.

Facial foam digunakan untuk mengurangi risiko gesekan-gesekan kasar akibat kontak skin-to-skin (telapak tangan dan kulit wajah) yang mungkin terjadi saat cuci muka. 

Foaming sering direkomendasikan untuk tipe kulit sensitif, karena foam dapat membersihkan tanpa menstimulasi kulit (risiko kulit stres, iritasi, dan bereaksi rendah). 

Intinya, saat menggunakan facial foam, yang bekerja mengangkat debu, kotoran, dan minyak berlebih adalah foamnya, bukan kulit telapak tangan kita. 

Jadi, sebisa mungkin saat cuci muka ngga perlu gosok-gosok muka dengan kasar, pelan-pelan saja.

Baca juga : Apakah Sabun Menyebabkan Purging?


Foaming Net khusus sabun wajah jarang banget dijual di Indonesia. 

Saya pernah lihat di counter alat kecantikan Matahari Department Store, harganya sekitar Rp 12.000 (net saja, tanpa spon kecil seperti di gambar). Net mini seperti ini bisa menghasilkan foam yang melimpah lho.

Banyak sih net yang dijual buat mandi. Tapi baiknya dibedain mana net yang buat mandi, mana yang buat cuci muka.

---

Selain foaming net, kita juga bisa membuihkan sabun dengan menggunakan kuas make up. Foam yang dihasilkan juga banyak. 

Yang saya gunakan adalah blusher brush. Kalo kabuki brush susah keringnya.

Caranya...

Keluarkan sabun sekitar 2 cm di telapak tangan yang basah.

Buihkan dengan kuas.


FYI, ada juga facial foam yang dikemas dalam botol pum di supermarket atau drugstore. 

Lebih praktis, soalnya ngga perlu dibuihkan lagi (saat pump ditekan, sabunnya udah otomatis keluar berupa foam). Tinggal diratain deh di kulit.

Selain untuk membuihkan, saya juga memanfaatkan kuas untuk meratakan dan mencuci wajah dengan foam. Pastikan kuasnya bersih ya sebelum dipake :D


Kiri : Foam yang disqueeze dari brush make up. Foam yang "padat" seperti ini dapat menjangkau dan mengangkat debu dan kotoran yang menyumbat pori.

Kanan : Foam yang diratakan di kulit wajah dengan menggunakan brush make up.

---

Saat mencuci wajah dengan foam, mulailah dari area kulit yang paling berminyak (T-zone : dahi, hidung, dan dagu), kemudian dilanjutkan di area yang paling kering (biasanya pipi). 

Urutan ini untuk memastikan sebum dan kotoran dari step sebelumnya (oil cleansing) bener-bener terangkat. Kalo urutannya terbalik, kulit yang kering akan semakin kering setelah cuci muka.

Saya sudah lama mencoba double cleansing, terutama sebelum tidur malam. Mungkin efek yang paling terasa berkat rutin double cleansing adalah... komedo tidak merajalela, terkontrol banget hehe.

Selain itu, kulit terasa lebih smooth setelah dibersihkan.
Jika kulit saya sedang bermasalah (bengep-bengep jerawat, kering mengelupas, gatal, atau merah-merah), saya tidak menggunakan sabun pembersih wajah. Sebagai gantinya, aku cuci muka pake oatmeal. Bisa diliat di [link] ini.

Baca juga : Ini Lho Pembersih yang Saya Gunakan (2017)


---

Membasuh Wajah

Membersihkan foam juga sebaiknya hati-hati. Tadah air dengan kedua telapak tangan, kemudian basuh di permukaan kulit wajah.
Ingat ya temen-temen, dibasuh pelan (foam dibersihkan dengan aliran air). Bukan digosok, apalagi dikucek. 

Ini kulit muka lhoo, bukan baju hehe.


Btw, walau sama-sama kerempeng, tapi itu bukan tanganku :p

Baca juga : "Mengeringkan" Wajah


Mohon maaf jika ada penyampaian yang kurang berkenan.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Nexcare Acne Cover "Ladies" (Recommended Product For Acne Prone Skin)

Sabtu, 07 September 2013


Sterile Pack
8mm x 12 patches
12mm x 6 patches

What's cool?

1) Lapisan berbahan dasar air, berfungsi menyerap cairan isi jerawat dalam 8 jam.
2) Menutup jerawat dan mengurangi risiko infeksi akibat kontaminasi udara dan sentuhan tangan.
3) Kedap air, namun tetap memungkinkan sirkulasi udara untuk mempercepat proses penyembuhan.


Cara kerja [link]

Dengan lapisan berbahan dasar air yaitu Non-Chemical Hydrocolloid Dressing, dalam waktu delapan jam, Nexcare™ Acne Cover mampu menyerap sekresi berminyak dan nanah, mengeluarkan isi jerawat secara alami serta menjaga permukaan jerawat tetap steril dengan mengurangi risiko infeksi dari luar, seperti debu ataupun kontak tangan.

Cara pakai

Bersihkan area yang berjerawat, keringkan, tempelkan plasternya di jerawat.
Pada saat cairan jerawat terserap oleh Acne Cover, plasternya berubah jadi putih.


Biasanya aku pake malem, sebelum tidur.
Setelah plasternya ditempel di kulit, baru aku pake serum dan krim.


Yang foto pipi kanan-kirinya blur -___- tinggal ini yang lumayan "jelas", huff...

Udah malem, kamera (sama yang moto) udah ngga fokus hahahahah

In my opinion...

Aku beli di Guardian. Dijual juga di drugstore lain (Century, Watson, dst) dan supermarket. Harga varian Ladies ini sekitar Rp 28.000an, isi 18 patches.

Kulit mukaku emang lumayan sensitip. Kalo abis dari mana-mana seharian itu ngga cuma bawa pulang capek, tapi juga redness, bibit jerawat, atau bahkan jerawat mateng gitu.

Beberapa hari yang lalu, aku pake 6 plaster Nexcare ini dalam semalam. Waktu itu, aku ga berharap terlalu tinggi. Jadi yaa dalam pikiranku...

Ya apasih plaster doang, review-reviewnya juga biasa aja, bla bla bla... 
kempes syukur, kalo ngga kempes "Ya nggapapa. Cukup tau aja. Hish..."
Yang penting jerawatnya ketutup, terlindungi dari mara bahaya dst dst dst.

Udah, abis itu aku tinggal tidur aja, ngegoler bolak-balek di kasur...

daaaan paginya... yap, ternyata jerawatnya beneran kempes :'D


Hyaampun, I'm impressed x)) Plasternya aku foto-foto, hweheheheheheh... *norak.

Oh iya, bangun pagi plasternya masih anteng di kulit, ngga geser. Padahal kulit mukaku pagi itu rada berminyak basah (tipikal kulit kombinasi minyakan).

Walau paginya masih merah-merah, tapi siangnya udah ngga merah lagi :D


Tiga plaster yang "kosong" itu aku pakein di jerawat yang mendem. Walau ngga kempes, tapi pas diraba sudah lumayan "rata" dan ngga nyut-nyutan ala jerawat.

Nah, kalo plaster yang ada putih-putihnya itu emang ditempelin di jerawat yang udah keliatan isi/nanah/mata putihnya gitu.

Jadi, (imho) emang ngga gitu ngefek buat jerawat yang belom "mateng" atau jerawat batu.

Nexcare Acne Cover ini bagus banget buat emergency. Kita ngga perlu mencet-mencetin jerawat buat ngeluarin isi/nanahnya. Plaster ini cocok buat orang yang suka iseng dan sadar-ngga-sadar nyentuh/mencetin jerawat mateng (nunjuk diri sendiri).

Sifat plaster yang kedap air (tapi sirkulasi udara tetep ada) bikin jerawatnya steril, ngga kena debu atau jari-jari kotor segala macem yang bikin jerawat kita makin parah.

Buat nyembuhin jerawat yang banyak dan nyebar semuka sih kurang oke sepertinya. Boros soalnya.

Menurutku, jerawatan semuka lebih bagus ditanganin pake obat jerawat yang diresepin dokter hehe. Ini lebih kayak plaster darurat (buat beberapa biji jerawat yang mengalami redness atau bermata putih/nanah, sekali pake, paginya kempes).

Karena itulah plaster ini aku pake buat ngatasin jerawat yang muncul pas pms aja atau pas kulit muka lagi rewel.

Baca juga : Review Mediklin TR (obat jerawat)


Bisa juga, kalau ada kegiatan yang nuntut bermake up, tempelin aja plaster ini di jerawat yang meradang. Jadi ngga perlu khawatir make up-nya memperparah jerawat.

Udah pernah aku coba, tapi malah jendol gitu plasternya. Kalo diliat dari jauh sih, plasternya ngga keliatan karena ketimpa foundation/bb cream/bedak.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.