Skin Care Talk // Personal Thought // Blogging Experience

Body Dismorphic Disorder

Kamis, 29 November 2012

Body Dismorphic Disorder/BDD (gangguan dismorfik tubuh) adalah suatu gangguan dimana seseorang sangat terpaku pada kerusakan fisik (dalam konteks penampilan) yang dibayangkan atau dibesar-besarkan.

Orang-orang dengan BDD dapat menghabiskan waktu berjam-jam untuk becermin, mengambil tindakan yang ekstrem untuk memperbaiki penampilan, bahkan menjalani operasi plastik yang tidak dibutuhkan.

Ada pula yang membuang cermin agar tidak teringat dengan "kecacatan" penampilan mereka.


Orang yang mengalami BDD meyakini bahwa orang lain memandang mereka jelek. Mereka menganggap penampilan yang tidak menarik dapat membuat orang lain berpikir negatif tentang karakter dan harga diri mereka sebagai manusia.

Sebagian besar orang dengan BDD merahasiakan gejala gangguan yang mereka alami. 

Mereka sering menunjukkan pola berdandan atau menata rambut secara kompulsif untuk mengoreksi kerusakan yang mereka persepsikan.

Berikut contoh kasus yang mungkin dapat memberikan pandangan yang lebih jelas mengenai BDD.

A merasa wajahnya terlalu rata. Dia selalu membayangkan apa yang orang lain pikirkan tentang dirinya. A sulit merasa bahagia, karena baginya untuk mencapai kesuksesan diperlukan kecantikan.

Saat rambut A tampak tidak bagus, dia merasa sangat jelek. Hampir setiap saat dia memeriksa diri di depan cermin untuk memperbaiki rambutnya.

Kadang dia memotong sendiri rambutnya karena tidak tahan melihat helaian yang menurutnya tidak seimbang. Dia memandang bagian tersebut sebagai suatu "kesalahan".

Dengan gaji yang standar, orang-orang tidak mengerti mengapa dia menghabiskan ratusan dollar hanya untuk memotong rambut.

Penanganannya?

Penanganan BDD biasanya menggunakan teknik kognitif-behavioral. Dilakukan pemaparan kerusakan fisik yang dipersepsikan atau dibayangkan, bukan dengan menutupinya dengan make-up atau pakaian.

Pencegahan respon berfokus pada pemutusan ritual kompulsif seperti terus-menerus memeriksa diri di depan cermin dan atau berdandan berlebihan.

Terapis akan menantang keyakinan yang terdistorsi mengenai penampilan fisik klien dengan cara menyemangati mereka untuk mengevaluasi keyakinan tersebut dengan bukti yang jelas dan nyata (tidak sekedar apa yang dibayangkan atau dipersepsikan klien).

Sumber: Nevid, Jeffrey S., dkk. 2005. Psikologi Abnormal. Edisi lima. Jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga.

---

Kesimpulan

Yang perlu dipahami adalah orang dengan BDD bisa bercermin selama berjam-jam untuk memeriksa kekurangan fisik yang dia bayangkan/persepsikan.

Umumnya mereka tidak mau keluar rumah sebelum "sempurna" (make up, model rambut, dll) sebagai bentuk dari keyakinan atau pikiran yang terdistorsi. 

Bukan berarti semua yang dandan atau memperhatikan penampilan mengalami BDD. Yang jadi ciri khas adalah penampilan fisik mereka sebenarnya tidak bermasalah, hanya saja orang dengan BDD mempersepsikan secara berlebihan "kekurangan fisik" yang dia alami.

Baca juga : Tren Operasi Plastik di Korea Selatan

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

No Mercury? Belum Tentu Aman

Kamis, 22 November 2012
Sekarang banyak penjual di online shop (internet maupun via bbm) yang menawarkan krim pencerah yang dapat memutihkan, menyembuhkan jerawat, dark circle di bawah mata, dan menghilangkan noda.

Yang membuat krim tersebut jadi menggiurkan untuk dicoba adalah dicantumkannya lembar uji lab dengan hasil bebas merkuri dan hidrokuinon (bebas Hg dan Hq).

Wow aman dong?

Belum tentu. Yang berbahaya untuk pemakaian jangka panjang ngga cuma merkuri dan hidrokuinon.


Beberapa bulan lalu, aku tertarik dengan Beauty Magic Cream. Itu lho krim yang biasa jadi oleh-oleh haji dari Mekkah. Penjualnya menyebutkan bahwa Beauty Magic Cream (BMC) ini aman, ringan, tanpa efek samping jika digunakan untuk jangka panjang, ngga bikin ngelupas atau merah-merah, bikin kulit jadi kinclong, halus, dan kenyal.

Keren yah? Apalagi sellernya sering memajang testimoni dan foto-foto pelanggan dengan muka yang kinclong banget. Banyak review di blog juga yang menyatakan mereka puas memakai BMC ini.

Karena tertarik dengan BMC, aku mengikuti perkembangannya di forum Female Daily (FD) sebagai silent reader.

Di halaman-halaman pertama reviewnya bagus. Banyak yang memuji-muji produk ini. Kemudian, para member pun patungan untuk uji merkuri BMC. Hasilnya memang bebas merkuri seperti yang dibilang sellernya.

Berhenti sampai di situkah? Tidak saudara-saudara. Para member patungan lagi untuk melakukan uji steroid dan timbal di produk BMC.

Hasilnya? Mengecewakan. Ternyata BMC positif mengandung steroid ;( [klik untuk baca halaman info hasil uji lab BMC positif steroid]

Sependek pengetahuanku, steroid topikal itu fungsinya obat dan dimana-mana yang namanya obat itu ngga baik untuk penggunaan jangka panjang. Penggunaannya pun jelas harus dalam pengawasan dokter.

Ada yang bilang maksimal penggunaan steroid topikal ini ngga boleh lebih dari 2 minggu. Tapi ya mungkin itu juga tergantung dosisnya kali ya, apalagi steroid sendiri terdiri dari beberapa tingkatan.

Baca juga : Tentang Krim Dokter

Steroid topikal berfungsi sebagai anti inflamasi dengan efek negatif memutihkan atau "mencerahkan" kulit. Sayang banget kalau ada seller yang menggembar-gemborkan skin carenya dapat mencerahkan kulit, padahal itu efek negatif karena kulitnya ditemplokin steroid.

Efek samping dapat terjadi jika digunakan dalam jangka waktu panjang ataupun secara berlebihan, di antaranya diabetes melitus, osteoporosis, dermatitis kontak alergi, dan steroid atrofi (cmiiw).

Selain itu ada beberapa tingkatan efek samping dari penggunaan steroid (dalam hal ini kortikosteroid topikal), di antaranya efek epidermal (penipisan epidermal), efek dermal (penurunan sintesis kolagen dan pengurangan pada substansi dasar), efek vaskular, dan lain-lain.

Lebih lengkapnya bisa browsing tentang steroid topikal [link 1] [link 2].

Baca juga : Perawatan dan Skin Care Berbahaya

Member FD thread BMC banyak yang kecewa dengan hasil lab tersebut. Soalnya banyak dari mereka yang sudah lama pake dan merasa kondisi kulit mereka membaik berkat BMC.

Dari baca sana-sini, keluhan yang muncul, antara lain jadi tumbuh kumis atau rambut halus di wajah, spider vein, purpura, terancam moon face (muka jadi melebar gitu), dan lain-lain [link].

Aku salut banget dengan para member FD yang udah bela-belain patungan untuk menguji kandungan BMC. Kalian menyelamatkan banyak orang, termasuk aku yang nyaris beli BMC full size.

Gara-gara hasil BMC positif mengandung steroid, aku jadi curiga dengan merk krim lain yang dijual via bbm. Sama kayak BMC, dia ngeklaim skin carenya ngga mengandung merkuri dan logam berat lainnya. Sellernya pasang foto customer yang mukanya kinclong-kinclong berkat krim yang dia jual sebagai display picture bbm.

Iseng-iseng aku perhatiin foto before-afternya dan wew... entah perasaanku doang apa gimana yah, di foto afternya, kumis mbaknya jadi lebih visible alias keliatan banget. Beda dengan foto before-nya.

Apa krim itu mengandung steroid juga? Yah ngga tau ya. Berharap aja aku salah lihat dan setelah uji lab ternyata krim tersebut bebas steroid dan aman digunakan untuk jangka panjang.

Anyway, semuanya balik lagi ke pilihan masing-masing. Mau pake krim yang jelas-jelas aman dan teregistrasi/terdaftar di BPOM atau pake krim yang risikonya tinggi dan ngga jelas kandungan aktifnya apaan.

Bahaya lho kalo gambling menggunakan krim ngga jelas untuk mempercantik wajah. Ya sayang aja kalo mengorbankan kesehatan untuk sekedar "cantik" jangka pendek.

Baca juga : Penting! Seputar Notifikasi Kosmetika BPOM

Jadi, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, sebenernya terserah kamu kalo masih keukeuh menggunakan skin care yang kandungan aktifnya ternyata berbahaya seperti merkuri atau yang tidak boleh digunakan dalam jangka panjang dan harus dalam pengawasan dokter seperti hidrokinon, steroid, dan lain-lain.

Ingat, penyesalan datangnya di akhir. Meski ngga bergelut di bidang farmasi atau kedokteran, sebagai cewe, penting banget lho mengetahui dan mempelajari kandungan aktif dalam skin care kita.

Baca juga : Kulit Putih = Cantik?

---

UPDATED!

Kayaknya bahasan BMC ini bakal makin rame.
BMC yang dijual di Kinara Shop bebas steroid.
[link hasil uji BMC Kinara Shop di lab UGM dan UMP di FD]
[link bmc kinara shop]

Apa mungkin "BMC" yang dites oleh member FD ini berbeda dengan BMC milik Kinara Shop?
Jeng jeng jeng jeng~ entahlah :))

Untuk teman-teman pengguna krim yang ngga tercantum ingredients-nya, menurutku kita ngga bisa semerta-merta menyalahkan seller. Karena keputusan yang diambil untuk membeli dan menggunakan produk tersebut dilakukan secara sadar oleh kita sendiri.

Dengan begitu semestinya konsumen pun siap menanggung risiko menggunakan krim yang ngga jelas kandungan aktifnya. Semisal promosi yang dilakukan seller sangat menggiurkan, keputusan tetap di tangan kita selaku konsumen.

Baca juga : Tips Belanja Produk Skin Care : Catat, Cari, dan Hati-hati!
---

UPDATED! 21/11/2015


BMC yang ada di artikel ini adalah krim dari apotek Arab, berbeda dengan produk BMC Sky asal Indonesia ya teman-teman. Terakhir cek, Beauty Sky Magic Cream/BMC Sky baru terdaftar di database BPOM pada 8-11-2015. Bisa lihat di link ini.

Baca juga : Produk Skin Care ini Aman Ngga Ya?

Wallahu a'lam.
Correct me if I wrong.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Trend Hijabers

Selasa, 20 November 2012
Saudari-saudariku yang cantik mempesona, sebelumnya aku tekankan, di sini aku cuma pengen menyampaikan pendapatku saja. Ngga ada maksud ngejudge atau memojokkan pihak tertentu.

Aku ngga sempurna, ilmu agama juga masih kurang. Postingan ini juga bentuk evaluasi diriku, bukan karena aku ngerasa benar. Jadi, mohon maaf apabila ada kata yang menyinggung. Mohon maaf atas kesalahan yang tidak sadar aku lakukan T,T


Beberapa tahun lalu, awal aku memutuskan untuk berjilbab, busana muslimah itu masih kurang variasinya. Ngga modis gitu lho buat anak muda. Beda dengan trend hijabers jaman sekarang. Kurang lebih dua tahun belakangan ini busana muslimah berkembang pesat.

Dulu kain jilbab boring banget, kebanyakan gelap. Kesannya kuno, ngga modis, kusam, suram, tua, dan lain-lain. Sekarang kain untuk dijadikan jilbab banyak banget yang lucu-lucu. Apalagi sejak komunitas hijabers dibentuk, cewe-cewe jadi punya panduan dalam berbusana yang modis, namun tetap syar'i katanya.

---

Dulu ni ya, keputusan untuk menggunakan jilbab itu terasa berat buat sebagian orang. Ketakutan-ketakutan seperti orangtua melarang, aku-ngga-jago-ngaji, aku-tomboy, ntar dibilang sok suci, ntar jodohnya seret...

Susah dapat kerja, susah dapat teman, ntar dibilang teroris, ngga punya duit buat beli baju panjang, daaan sebagainya lumayan menggoyahkan niat seseorang untuk berjilbab.

Sekarang sih alhamdulillah cewe-cewe pada banyak yang berjilbab karena sekarang jilbab sudah ngga dipandang aneh lagi.

"Ah kalo aku mau jilbabin hati dulu biar ngga kayak kamu, jilbaban tapi attitude-nya ngga bisa dijaga."

Ngomong-ngomong, dalam agama Islam, semuanya pasti tahu berjilbab itu hukumnya wajib bagi wanita. Kalau dianalogikan, apa bisa kita pake dalih "mau benerin hati dulu, baru sholat." Kan ngga bisa, soalnya sholat itu wajib.

Ya sama, jilbab itu juga wajib lho you guys. Jadi, saudari-saudariku yang cantik, berjilbab itu hukumnya wajib dan ngga ada hubungannya dengan kondisi hati seseorang.


"Pengen sih pake jilbab, tapi sholat aja masih bolong-bolong, ngaji aja jarang, masih pacaran, dst dst dst. Ntar apa kata orang."

Mau sampai kapan kayak begitu? Sedangkan ajal itu datangnya tiba-tiba. By the way, aku juga ngga sempurna kok jilbabnya, sholat kadang ngga tepat waktu, ngaji juga kayak orang nge-rap. Tapi kalau kita ngga melangkah, kita bakal di situ-situ aja.

Baca juga : Semua karena Cinta

Ehm. Lanjut ke bahasan selanjutnya.

Kemarin, gatau kenapa, aku iseng googling tentang komunitas hijaber. Mereka menunjukkan bahwa jilbab itu ngga kuno. Kita masih tetap bisa modis dan cantik dengan menggunakan jilbab.

Kreasi-kreasi jilbab dan busana dilakukan agar muslimah tetap merasa nyaman berjilbab, namun tetap syar'i(?).

Berkat akun @gadisberjilbabb dan @pedulijilbab, aku jadi lebih tahu jilbab yang beneran syar'i seperti apa. Tahu, tapi belum paham dan sadar :)) Sebelumnya yang aku tahu ya kalo jilbab itu nutupin rambut dan dada, pakaian ngga boleh ketat. Udah segitu doang.

Hanya saja, gatau kenapa baru hari sabtu kemarin aku bener-bener niat browsing tentang komunitas hijaber itu sendiri, foto-foto mereka, serta pendapat dan kajian orang-orang mengenai jilbab modis tersebut.

Sebelumnya, menurutku sah-sah aja pake jilbab tapi tetap modis. Kan Allah menyukai keindahan. Pake dress dan jeans juga menurutku udah menutup aurat.

Tapi, kemaren abis browsing sana sini mengenai pembahasan jilbab syar'i versus jilbab modis, hati kecil ngga bisa bohong. Kayaknya ada yang salah dari caraku berjilbab.

...ketemulah tumblr gadisberjilbab yang nyentil, nendang, dan gampar aku untuk ke arah yang lebih baik tentunya, insya Allah.



Yah mungkin semua orang sudah tahu, tapi belum paham dan belum diamalkan. Termasuk akuuu hehehehe. Pada hakikatnya, jilbab itu menutup, bukan membungkus.

Apa aja yang harus tertutup?

Semuanya, kecuali wajah dan telapak tangan (ngetik sambil kegampar). Kenapa kegampar? Karena jilbabku masih membungkus rambut dan leher. Celana jeansku masih membungkus kaki.

"Lho? Kok rambut dan leher juga? Kan kalo pake jilbab otomatis lehernya juga tertutup."

Hihi jadi aku baru sadar pas bulan Ramadhan tahun ini. Ada kultwit tentang ciput ninja. Jadi gini, fungsi kain penutup alias khimar itu adalah menutup kepala, rambut, leher, dan dada.

Kalo pake ciput ninja, leher kita masih ngebentuk kan? Yang berarti terbungkus, bukan tertutup. Begitu pula dengan rambut yang dicepol, maka akan ngebentuk seperti punuk unta.

Teruuus, selain ngebungkus kaki, celana jeans juga menyerupai pakaian laki-laki dan sudah jelas muslimah dilarang menggunakan pakaian yang menyerupai laki-laki.

"Sebenernya kenapa Allah nyuruh kita berhijab sih? Kok malah ngekang gitu?"


Yang perlu kita pahami dan sadari, hijab itu diwajibkan bagi muslimah untuk keamanan dan keselamatan di dunia dan akhirat.

Yah, intinya Allah menurunkan perintah berhijab juga karena Dia sayang sama kita. Pembahasan tentang tujuan dan kebaikan hijab banyak dibahas di situs gadis berjilbab.

Cek aja ke sana, pembahasannya mudah dipahami dan tidak menggurui.
---

Jilbab syar'i yang sesuai Al-Quran dan Hadist bukan merupakan perhiasan, tidak tipis dan menerawang, tidak ketat, tidak mencolok, dan bukan untuk ajang pamer.

Aku sendiri jilbaban sepertinya masih mencolok lho, karena suka pake jilbab atau baju dengan warna-warna yang mungkin kelewat cerah.

Sampai akhirnya aku menyimpulkan, kalau jilbabku belum syar'i masih jilbab-jilbaban -__-

"Yah gitu deh kalo pikirannya old fashion. Sekarang kita harus mengikuti perkembangan zaman. Jadi, jilbab pun mesti kita sesuaikan dengan fashion, tren, dan yang paling penting gimana caranya biar kita tetap terlihat cantik dan nyaman dalam berjilbab."

Kemaren aku masih ada pikiran seperti itu . Tapi, yang namanya fashion dan trend itu selalu berubah, sedangkan perintah berhijab ngga akan berubah sampe akhir jaman.

Pas aku baca-baca di banyak kajian, aku jadi mikir, justru hijab syar'i itulah yang memerdekakan kita dalam kekangan fashion dan trend.

Aku lupa baca dimana... Hijab itu fungsinya untuk melindungi wanita, supaya kita terlihat tak menarik dalam pandangan lelaki yang bukan mahram.

Nah, dengan kita yang pake jilbab modis tentu akan menarik perhatian orang-orang terutama cowo. Artinya, meski berjilbab, tetapi menyalahi fungsi jilbab itu sendiri.

Allah emang menyukai keindahan, tetapi kita jangan lupa bahwa Allah ngga menyukai segala sesuatu yang berlebihan. 

Waktu aku mampir ke blog kajian-kajian jilbab modis (terutama yang ditulis oleh cowo-cowo), mereka mengakui emang senang ngeliat cewe berjilbab, bening, dan modis.

Sayangnya (menurut mereka -terutama yang punya saudara atau teman perempuan), keindahan itu didalangi oleh hal-hal yang berlebihan seperti cewe-cewe berjilbab itu terlalu memikirkan mode dan dikit-dikit pengen beli jilbab dan baju (ngga ada habisnya), sampai akhirnya jadi korban dari mode "hijabers".

Kalau ngga kayak hijabers atau at least jilbab atau bajunya dimodel-model gitu ya ngga bagus malah jadi ngga pede keluar rumah.

Dengan adanya komunitas hijabers juga kesannya jadi mengkotak-kotakkan pemakai jilbab. Yang modis dibilang ciye-hijabers, sedangkan yang ngga modis dibilang jilbab rohis yang kesannya kuper dan ngga gaul.

Aku sambil baca, sambil bengong, sambil termenung, sambil mikir (ternyata masih bisa mikir --")... Bener juga ya. Mungkin aku dan teman-teman yang sudah berhijab perlu meluruskan niat.

Kita berhijab untuk menyenangkan Allah atau menyenangkan mata manusia. Kita berhijab kan untuk memenuhi kewajiban kita sebagai wanita baligh beragama Islam (ngetik sambil kegampar part 2).

Sekalian aku mau share gambar yang aku dapat dari gadis berjilbab yang mungkin bisa membantu teman-teman memahami seperti apa jilbab syar'i dan sikap muslimah yang semestinya.


Penampilan adalah cara kita menghargai orang lain dan pastinya diri sendiri. Andai kalimat tersebut benar-benar disadari dan dipahami oleh kaum perempuan, akan banyak yang langsung berbondong-bondong, menyegerakan untuk berpakaian santun dan tertutup.

Karena perempuan itu sangat berharga. 

Quote favoritku: Layaknya mutiara yang terjaga dalam kerang, seperti itulah Islam menjaga dan memuliakan wanita dengan kewajiban berhijab.

Mohon maaf jika ada penyampaian yang kurang berkenan T.T Maaf banget huhuhu.

Sekali lagi aku posting ini bukan karena aku ngejudge atau merasa diri paling benar, cuma untuk bahan renungan bagi yang sudah berhijab maupun yang belum untuk meluruskan niat berhijab yang kadang agak melenceng dari tujuan dan fungsi hijab.

Baca juga : Hijab dan Reminder

Wallahu a'lam.
Ayoo sama-sama belajar membenahi diri dan hijab kita.
Thanks for reading and have a nice day.

Aku dan Jerawat (2012)

Sabtu, 17 November 2012

Sebagian perempuan tidak hati-hati dalam memilih perawatan kulit wajah. Aku dulu salah satunya :)) Pengen muka kinclong, tapi ceroboh dalam memilih krim yang ditemplokin ke kulit. Udah gitu berharap akan hasil yang instan.

Jaman SMA kulitku normal, cenderung kering, dan jarang banget jerawatan meski tidak telaten merawat muka. Semua berubah sejak kuliah di Semarang. Kondisi kulitku jadi berminyak dan rentan berjerawat.

Nah, berikut produk-produk yang pernah aku pake dari awal kuliah sampe sekarang. Semacam trial and error :))

---

Tje Fuk

Dilabel sebagai krim emak-emak :)) tapi mukaku waktu itu jadi bersih, ngga komedoan, dan ngga kusam pake ini. Btw, produk ini ngga ngandung merkuri dan hidrokuinon, meskipun warna krimnya putih-kuning.



---

Ponds Flawless White

Karena tje fuk walau kecil harganya mahal dan awal kuliah banyak biaya, akhirnya aku ganti pake Flawless White yang lebih terjangkau. Di kulitku bagus, jadi bersemu pink gitu.

Setelah hampir setahun pake, kulitku tau-tau jadi gampang jerawatan. Mungkin karena lagi banyak kegiatan, stress, ngga telaten rawat muka, dan lain-lain. Jerawatnya masih bisa ditolerir. Munculnya satu-satu, sembuhnya juga cepat.

Baca juga : Ponds Acne Complete Solution : Pimple Cover & Care Concealer Pen

---

XXX Skin Care

Aku latah karena lihat banyak temen yang mukanya kinclong pake skin care ini. Progresnya cepat, ngga sampai 2 minggu kulit langsung bersih.

Tapi, makin lama ngga begitu ngefek. Kulitku makin kusam, apalagi setelah KKN. Sempat berhenti sekitar 3 bulan, terus ada niat untuk melanjutkan lagi.

Eh, abis facial di sana, muka langsung bengep-bengep jerawatan. Seumur hidup baru pertama kalinya mengalami jerawatan yang datangnya keroyokan di hair line, dahi, pipi, dan dagu ;( Fix, sudah ngga cocok.

Baca juga : Tentang "Krim Dokter" (Pengakuan Dosa, lol)

---

Biokos Pure Balance

(hydro gel moisturizer & nourishing gel night treatment)

Hydro gel moisturizer yang pagi hari ngga cocok di aku. Lengket-lengket gimana gitu ya, kulitku jadi kusam. Tapi Nourishing gel night treatment-nya recommended.

Pas krim ini dioles di kulit wajah, ada sensasi dingin di kulit. Bangun pagi, muka rasanya kenyal kayak ager-ager. Sayangnya, muka masih kayak kilang minyak dan jerawat juga ngga sembuh-sembuh :'(

---

Biokos White n Clear

(silky white moisturizer, night radiance cream, granular cleansing foam, & radiant whitening essence)

Mungkin di sinilah letak kecerobohanku yang paling parah hahahahah...

Udah tau kulit kusam karena jerawat, fokusnya bukan menghilangkan jerawat, tapi mencerahkan muka. Soalnya kulitku bener-bener kusam banget, minyakan kayak teplon, jerawatan, dan bekas-bekas jerawatnya dimana-mana.

Baca juga : Apakah kamu berlebihan merawat kulit wajah?

Oh iya, silky white moisturizernya luar biasa ^^; cepat meresap dan ngga bikin mukaku jadi makin berminyak. Cleansing foamnya biasa aja menurutku.

Radiant whitening essence dan night radiant cream juga lumayan. Repot sih essencenya mesti campur-campur bubuk yang di kapsul dan krim yang di botol.

Bangun pagi muka agak cerah, ngga minyakan, dan halus kayak pake bedak tabur bayi. Tapi ya gitu, walau lumayan cerahan, tapi mukaku tetep jerawatan parah. Yayalah, jerawatnya butuh disembuhin malah pake produk whitening :))

---

Vitacid 0,025% dan 0,05%

Berbekal semangat menyembuhkan jerawat semuka, aku memberanikan diri melewati masa-masa purging bersama vitacid hihihi.

Yang namanya purging itu bener-bener menguras hati. Mau kemana-mana males karena jerawat mateng semua. Sampai mukaku dikatain korengan, karena bekas jerawat dimana-mana.

Tapiiiiii... Akhirnya muka jerawatanku sembuh dooong pake vitacid ini. Jerawat munculnya udah ngga semuka, tapi satu-satu doang sekarang. Paling pas pms.

Baca juga : Review Vitacid 0,025% dan 0,05%


---

Melanox Premium

(Cream dan Serum)

Setelah muka udah reda jerawatannya, aku cari produk untuk menghilangkan noda bekas jerawat dan mencerahkan kulit yang kusam. Hmmm... Perasaanku aja apa produk ini emang ada shimmernya?

Melanox Premium ini bagus lho buat menghilangkan noda jerawat ^^ Sayangnya, kulit mukaku jadi berminyak banget pake Melanox Premium.

Serum dan krimnya juga bikin celekit-celekit sekitar 5 menitan setelah diolesin ke kulit (mungkin karena saat itu kulitku masih sensitif). Akhirnya aku putuskan untuk berhenti.

Baca juga : Review Melanox Premium formula baru

---

Tje Fuk (lagi)

Aku coba pake Tje Fuk lagi hehe. Tje Fuk membantu mencerahkan kulit mukaku, meski day creamnya bikin komedoan.

Tiap pake night cream, ada rasa celekit-celekit di kulit sekitar bibir dan pipi. Padahal dulu ngga lho :'(( ngga tau kenapa, sejak break out, mukaku jadi rentan banget.

Baca juga : Review Tje Fuk Whitening Day & Night Cream


---

The Skin Food Tomato Whitening Series

Setelah browsing kesana kemari, aku coba TSF Tomato Cream, Serum, dan Sunblocknya. Walau ada embel-embel whitening, tapi aku ngga dapet efek whitening itu. Secara, kulitku aslinya juga ngga "putih" hehehehe.

Skin care ini ringan banget dan hasilnya bertahap (ngga instan). Ngga bikin celekit-celekit di kulitku. Noda bekas jerawat pelan-pelan memudar. Kulit jadi kenyal dan ngga bikin break out.


Noted!

Biasanya aku mengistirahatkan kulit wajah (puasa skin care) sekitar seminggu sampai sebulan sebelum mengganti ke skin care yang baru. Selama itu, ya paling cuma pake sunblock dan masker, atau pake krimnya diselang-seling sehari pake sehari ngga, baru abis itu bener-bener stop.

Baca juga : Kulit Rentan Bermasalah? Yuk, Puasa Produk Kosmetika.

---

Terus maksudnya apan sih ngurutin produk yang udah kamu pake? Bzzz...

Yaa sebagai gambaran trial and error yang aku lewatin. Dari jaman aku yang bodo amat sama yang namanya perawatan, korban iklan, salah milih skin care, pake skin care yang ngga sesuai dengan kebutuhan kulit, sampai akhirnya sekarang jadi hati-hati banget dalam memilih produk apa yang aku pake.

Setelah mengalami break out parah selama kurang lebih setengah tahun, aku menyadari pentingnya pengetahuan mengenai perawatan kulit dan produk-produk kecantikan yang kita gunakan.

Baca juga : Tipe dan Kondisi Kulit (+++ Tips & Info Lainnya)

Dulu, aku termasuk orang yang latah dan gampang banget tergoda. Ada teman yang kulit mukanya mulus pake produk X, aku coba pake juga.

Padahal, kebutuhan dan kondisi kulit masing-masing orang itu berbeda. Apa yang cocok di orang lain, belum tentu cocok di kulit sendiri. 

Beruntunglah sekarang informasi gampang banget diperoleh. Sebelum membeli produk skin care tertentu, aku mempelajari kandungan aktif produk tersebut dan review produk dari orang-orang dengan karakteristik kulit yang sama dengan aku di internet (beauty blog).

Sebisa mungkin, aku mulai membiasakan mereview produk. Soalnya review produk skin care itu bermanfaat banget. Seenggaknya membuat orang lain jadi lebih aware tentang produk yang akan mereka beli, terutama bagi pemilik kulit sensitif, sangat kering, dan acne prone.

Pemilik kulit yang bermasalah lumayan susah lho dapetin produk yang cocok. Trial and errornya ngga seadem ayem sebagian besar orang. Salah satunya ya kayak aku ini.

Ada juga orang-orang yang kulitnya sensitif dengan produk-produk skin care atau kosmetik yang menggunakan parfum, alkohol, paraben, dan lain-lain. Ngga heran kalau banyak beauty blogger yang concern banget mengenai ingredient di tiap review produknya.

Baca juga : Tips Belanja Produk Skin Care : Catat, Cari, & Hati-hati!



Apa produk-produk yang bikin kulitmu kusam itu berarti ngga bagus / not recommended?

Seperti yang sudah aku jelaskan tadi, kebutuhan dan kondisi kulit tiap orang itu berbeda. Yang bagus di aku, belum tentu bagus di kamu.
Yang bikin kulitku kusam dan jerawatan, belum tentu berefek sama ke kamu. Yang ngga cocok di aku, belum tentu ngga cocok di kamu.
Lagian, kulitku kusam dan bermasalah kan karena saat itu masih doyan coba-coba dan belum bisa memilih skin care yang tepat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kulit. 

Oh iya, cara mengatasi dan merawat kulit yang break out yang tepat pun masing-masing orang pasti berbeda. Jadi, aku ngga bisa bilang kalau caraku yang paling benar.

Kalau patokan bagi mereka-yang-komentar kulit cantik itu adalah kulit yang putih, bagi aku patokan kulit cantik itu adalah kulit yang sehat. Kulit putih belum tentu cantik (apalagi putih karena tergerus merkuri hiiiy), tapi kulit yang sehat pasti cantik.

Walau kelihatannya rempong dan ribet, tapi aku menikmati rutinitas merawat dan menyembuhkan kulitku (terutama wajah). Mungkin hasil jangka pendeknya ngga begitu kelihatan, tapi aku yakin untuk jangka panjang kulitku jadi lebih sehat ^^. Dinikmatin aja prosesnya.

Maaf, disturbing picture (^^;) tapi ini yang paling mendingan.
Ni foto perubahan kulitku pas udah mau sembuh (menggunakan vitacid)
A atas: Jerawat sudah kering. Tapi, bakal jerawat baru siap muncul ke permukaan kulit dahi.
A bawah: Tinggal bekas jerawatnya saja. Sudah ngga muncul bibit jerawat baru.
B atas: Kulit hidungku lebih gelap. Di cuping hidung bagian kanan dan kiri perih banget. Gatau deh itu luka atau apa.
B bawah: Akhirnya "kulit luka" itu jadi kering banget, ngelupas, ngga perih lagi, dan warna hidung akhirnya rata

Pesan yang ingin aku sampaikan (ehm) antara lain:
  • Kenali tipe kulit dan hal-hal yang memicu alergi pada kulit agar bisa memilih skin care yang aman dan tepat.
  • Pernah dengar you are what you eat? Kondisi kulit dapat mencerminkan apa yang kita makan.
  • Jangan mudah tergoda dengan skin care atau make up yang digunakan orang lain dan belum tentu cocok di kulitmu. Cari yang sesuai untuk kondisi kulitmu.
  • Gunakan produk yang aman.
  • Harga memang ngga bohong. Tapi, balik lagi ke cocok-cocokan. Mau harganya sejutaan, tapi kalo ngga cocok di kulit kita... ya ngga perlu ngotot untuk nerusin pake hanya karena gengsi.
  • Kalau sudah cocok dengan produk skin care tertentu dan keamanan produk tersebut terjamin, sebaiknya ditelatenin, daripada gonta-ganti malah jadi break out.
  • Kenali kandungan aktif yang terdapat dalam produk skin care yang kamu gunakan.
  • Kurangi penggunaan kosmetik, biarkan kulit "beristirahat" saat sedang bermasalah.
  • Banyak minum air putih.
  • Sebisa mungkin pola tidur dan makan dijaga.
  • Olah raga.
  • Manfaatkan waktu tidur yang berkualitas antara pukul 9 malam sampai jam 7 pagi.
  • Stress dapat memicu munculnya jerawat lho. Rawat dirimu dan jalani hari dengan hati yang riang gembira hahaha.

---

Pokoknya tetap semangat buat teman-teman yang sedang survive menghadapi kulit yang bermasalah.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Konsultasikan problem kulit yang parah di dokter.

Silakan baca juga artikel...

15 Gosip Seputar Jerawat

Reaksi Kulit terhadap Produk Skin Care = Purging?

Purging atau Ngga Cocok? (Review Mediklin TR)



Oatmeal Face Cleanser

Jumat, 09 November 2012
Oatmeal dikenal sebagai makanan rendah kolesterol yang baik buat kesehatan jantung dan diet untuk mencapai berat badan ideal. Oatmeal yang diolah dari gandum berserat tinggi ini juga recommended untuk perawatan kulit lhoo.
  • Oatmeal dapat mengatasi radang merah, iritasi, kulit kering dan gatal karena alergi atau digigit serangga. 
  • Oatmeal mengandung anti oksidan yang dapat menangkal radiasi bebas. 
  • Oatmeal juga dapat menyerap dan mengangkat kotoran di kulit. 
  • Oatmeal mampu mengeksfoliasi sel kulit mati sehingga kulit tampak lebih cerah.

---

Jadi, waktu kulitku bengep-bengep karena jerawat, susah banget dapetin pembersih muka yang ngga bikin kondisi kulit malah makin parah. Setelah browsing, ketemulah tutorial DIY oatmeal cleanser. Langsung aku praktekin dan hasilnya wow...

Ngga nyangka oatmeal bisa untuk bersihin muka yang sedang jerawatan dan redain bengep merahnya. Biasanya kalo aku pake sabun cuci muka biasa (facial wash atau facial foam yang katanya bagus untuk kulit berminyak dan acne prone), jerawatnya malah jadi perih.

Nah, pake oatmeal ini ngga perih sama sekali, malah bisa ngurangin radangnya.
---

Bagaimana cara cuci muka pake oatmeal?

1). Cuci tangan dulu sampe bersih.

2). Ambil oatmeal kira-kira segenggam.


3). Basahi dengan air, dan biarkan sampai oatmealnya lembek.



4). Basahi kulit wajah dan leher dengan air perasan / susu oatmeal.

5). Oleskan oatmeal ke permukaan kulit wajah dan leher. Kayak cuci muka biasa, bedanya, oatmeal sebagai pengganti sabun, sambil ngolesin sebaiknya dimassage juga.

6). Basuh wajah sampai bersih.

Pemakaian rutin bisa bikin kulit jadi glowing, sehat, halus, dan lembab.
Untuk lebih jelasnya bisa lihat video ini...


---

Aku suka pake Quaker oat yang bungkus merah karena lebih lembut dibanding yang biru (plain). Aku juga pernah pake oatmeal yang dikemas ulang sama Value Plus Hypermart.

Intinya, merk apa aja bisa, tapi kudu dapetin oatmeal yang kualitasnya bagus. Temanku sempat pake oatmeal merk supermarket tertentu, malah nyakitin muka karena oatnya kasar.

Bersih ngga sih? Kalo dipake buat kulit yang ngga begitu bermasalah bisa ngga?

Oatmeal bagus untuk membersihkan kotoran seperti debu dan juga bisa mengangkat sel kulit mati. Tapi, sebaiknya kita ngga ngandelin oatmeal sebagai pembersih make up atau ketika kulit wajah lagi bener-bener kotor abis beraktivitas seharian.

Tetep aja mesti ada pembersih pendamping.

Baca juga : Double Cleansing (pembersihan 2 langkah)

Buat kulit yang ngga gitu bermasalah, bersihin muka pake oatmeal sekali tiap pagi abis bangun tidur juga udah cukup kok, yang penting telaten. Kalo kerasa kurang bersih, bisa pake produk pembersih lain atau pendamping.

Aku biasanya pake oil cleansing dulu, sebelum cuci muka pake oatmeal. 

Ngomong-ngomong, meskipun oatmeal ini alami banget yah tapi bisa aja ngga cocok buat sebagian orang ^^ jadi dicoba-coba dulu yaaa... Misal kulit kamu bereaksi seperti gatel, jerawat makin banyak, dan lain-lain sebaiknya dihentikan dan cari pembersih wajah lain :D

---

Plus plus plus +++ 

Pembersih alami yang mengandung 100% Natural Oat (gandum asli).
Oatmeal ini cocok untuk kulit yang sensitif, kombinasi, berminyak, atau kering.
Anti inflammatory.
Mencerahkan dan melembabkan kulit wajah.
Mengangkat sel kulit mati.
Mengangkat debu dan kotoran yang ada di permukaan kulit.
Muka jadi ngga gampang kilap/minyakan (pengalaman pribadi, setelah pemakaian rutin kurang lebih 3 bulan).
Bisa digunakan sebagai masker wajah atau lulur buat badan juga ^^

Min min min ---

Kurang praktis.
Awal-awal pemakaian oatmealnya berantakan kemana-kemana (belum terbiasa, jadi belum jago makenya).

Baca juga : Ini Lho Pembersih yang Saya Gunakan (2017)

Wallahu a'lam.
Selamat mencoba.
Thanks for reading and have a nice day.

Innisfree Jeju Volcanic Pore Clay Mask

Senin, 05 November 2012
Innisfree Jeju Volcanic Pore Clay Mask with scoria and green complex

Innisfree Jeju Volcanic Pore Clay Mask merupakan salah satu produk larisnya brand Innisfree. Sebelumnya aku cuma pake samplenya, eh gataunya bagus, yaudah akhirnya beli full size yang 100 ml.

Dari namanya sudah jelas ya, masker clay ini terbuat dari lava yang mengeras dari letusan vulkanik di pulau Jeju, Korea Selatan. Innisfree Jeju Volcanic Pore Clay Mask dapat menyerap kotoran dan sebum yang ada di pori-pori kulit. Tidak menggunakan paraben, parfum, pewarna, benzophenon, ethanol, bahan dasar hewani, dan mineral oil.

Kecil tapi awet banget.
Bisa sampe berbulan-bulan.

Cara pemakaian
♥ Setelah cuci muka, masker dioles rata di kulit wajah (hindari area mata dan mulut).
♥ Setelah kurang lebih 10-15 menit, basuh wajah dengan air hangat supaya lebih gampang bersihinnya.
♥ Sebaiknya digunakan 1-2 minggu sekali (keterangan di kotak pembelian).

Produk ini ngga disertai spatula.
Itu spatulaku (--,)

Masker ini teksturnya padat banget.
Lumayan susah untuk diratakan.

Selain digunakan di seluruh permukaan wajah, maskernya juga bisa ditotol (apa sih bahasa Indonesianya yang bener) atau ditebelin di spot yang bermasalah (jerawat dan noda) saja. Bisa juga digunakan di area hidung untuk mengatasi blackhead alias komedo hitam (tapi ngga ngefek di aku).

Kelebihan Innisfree Jeju Volcanic Pore Clay Mask dibanding clay mask lain (menurutku):
♥ Masker ini ngga bikin kulit wajah jadi kering dan ketarik.
♥ Ada sensasi dingin pas ngolesin masker ke kulit.
♥ Bikin kulit jadi lembab dan kenyal.
♥ Bisa mengurangi radang merahnya jerawat (kecuali jerawat gede).
♥ Bisa memudarkan noda bekas jerawat (pemakaian rutin ya, ngga instan).
♥ Mencerahkan kulit yang kusam (mencerahkan ya, bukan memutihkan!).
♥ Cocok digunakan untuk semua tipe kulit (kulit berminyak, kering, bermasalah, sensitif).
♥ Clay masknya ngga mengering di dalam jarnya.

*UPDATED*
Jadi, semingguan ini aku rutin pake vitacid tiap malam lagi (hari ini tanggal 21/11/2012). Wajahku jadi jerawatan karena nyoba Face Wash baru dan bertepatan dengan pramenstruasi. Timingnya pas banget. Face wash itu bikin kulit jadi kering kesat gitu tiap abis cuci muka (ngga lembab) dan jadi jerawatan, ngga cocok sepertinya, meski banyak yang review bagus (^^;) Akhirnya aku turunkan kastanya jadi sabun mandi dan kembali ke rutinitas biasa (cuci muka pake oatmeal) hahaha.

Ehm, lanjut. Karena pake vitacid, jerawat jadi mateng dan kuliltku ngelupas di daerah dagu dan sekitar hidung. Nah, pas lagi ngelupas kan agak-agak kering gatel gimana gitu ya. Aku iseng coba olesin pake Innisfree Jeju Volcanic Pore Clay Mask, kulitku malah jadi gateeeeel banget huwaaaa. Gatelnya reda setelah aku cuci muka pake oatmeal. Bedanya, setelah apply oatmeal, muka ngga langsung aku bilas, tapi aku diamkan dulu sekitar 10-15 menit baru deh abis itu dibasuh. (^^) Rasa gatalnya jadi reda dan kulit jadi bersih dari kelupasan-kelupasan itu.

Thanks for reading ;)

Vitacid 0,025% dan 0,05%

Jumat, 02 November 2012
Vitacid 0,025% dan 0,05%
Vitacid 0,05%  |  Ngga sertain pic Vitacid 0,025% yaa, udah aku oper ke temen soalnya.
---

PERHATIAN!

Saya bukan dokter atau pihak yang berwenang merekomendasikan pilihan kadar (contoh : 0,025% dulu atau yang 0,05% dst dst). Jadi mohon maaf kalau saya tidak menjawab pertanyaan seperti itu yaa...

Postingan ini adalah sharing pengalaman pribadi menggunakan vitacid. Hasil dan reaksi penggunaan vitacid di kulit masing-masing orang bisa berbeda karena tergantung kondisi kulit, lingkugan, gaya hidup, dan lain-lain.

Idealnya, vitacid digunakan di bawah pengawasan dokter. Apalagi kalau jerawat kamu parah.

Memang banyak orang yang mengalami purging dan efek samping. TAPI purging itu sifatnya individual banget. Ada yang ngalamin, ada yang ngga. 

Orang yang kulitnya ngga begitu bermasalah ya purgingnya ngga heboh. Hanya saja, jika kamu mengalami reaksi-reaksi yang ngga wajar, sebaiknya segera konsul ke dokter yaaa.

---
Vitacid adalah krim obat yang dapat mengatasi jerawat seharga 20-30 ribuan rupiah yang bisa diperoleh di apotek manapun.
Murah? Emang! 

Tapi efektif banget untuk menyembuhkan jerawat, komedo, dan kroni-kroninya.

Vitacid mengandung retinoic acid yang merupakan turunan dari vitamin A. Cara kerjanya dengan menstimulasi produksi kolagen di bawah kulit sehingga mendorong regenerasi kulit lebih cepat dan akan sembuh dari jerawat plus bibit-bibitnya.

Kadar retinoic acid vitacid ada yang 0,025%, 0,05%, dan 0,1%.

FYI, vitacid 0,1% bisa digunakan untuk mengatasi stretch mark dan keloid lho (ada di keterangan produk). Tapi belum pernah nyobain untuk itu sih, jadi ngga tau efektif apa ngganya.

Vitacid ngga baik untuk pemakaian jangka panjang. Saat kulit sudah sembuh ya dihentikan secara bertahap pemakaiannya.

Tekstur Vitacid 0,05%

Review Vitacid 0,025%

Kondisi wajah saya saat itu kusam, dekil, ngga keurus, jerawatan kecil-kecil semuka, merah meradang, jerawat juga ada di hairline (batas tepi dahi dan rambut). Selain itu, jika diraba, terasa ada jerawat di bawah permukaan kulit yang belum keluar.

Kulit muka kasar, brindil-brindil gitu. Ngga nyertain fotonya ya, malu hahaha.

Waktu itu, vitacidnya saya oles tipis-tipis sewajah, karena jerawatnya nyebar. Jangan tebel-tebel olesinnya ya, salah-salah kulit jadi perih dan memerah (pengalaman hehe).

Ingat!
  • Pemakaian hanya untuk malam hari saja. 
  • Jangan digunakan/ditumpuk/dilayer bersamaan dengan salicylic acid, benzoyl peroxide, ataupun produk yang mengandung brightening/whitening agent. 
  • Kurangi make up (foundation, bb cream, two way cake, compact powder, dll). 
  • Banyak minum air putih. 
  • Pagi dan siang (jika beraktivitas yang memungkinkan terkena paparan sinar matahari) wajib pake sunblock (minimal spf 15). 
  • Bedaknya ganti bedak tabur yang aman untuk kulit berjerawat, dan banyak-banyak bersabar :)) 
---

Review pemakaian vitacid 0,025% minggu I

Damai sentosa.
Bibit-bibit jerawat kempes.
Jerawat yang meradang juga kempes.
Seneng, happy, sumringah, guling-guling.

Review pemakaian vitacid 0,025% minggu II


Mulai merasa ada yang ngga beres.
Muka tambah kusam.
Jerawat yang kemaren di bawah permukaan kulit pada nongol semua.
Komedo melimpah di daerah hidung dan dagu.
Tampak mata putih pada jerawat yang meradang (matang).
Kulit hidung dan sekitarnya kering, saking keringnya suka ngelupas.
Jerawat yang sebelumnya ngga ada, tau-tau udah nangkring dengan innocentnya. Brindil-brindil itu akhirnya nongol jadi jerawat.
Review pemakaian vitacid 0,025% minggu III

Masih sama dengan minggu ke-II
Oh God Why...
Pasrah.

Review pemakaian vitacid 0,025% minggu IV 


Saya mulai memperhatikan pola kemunculan dan kempesnya jerawat di muka. Jerawat yang muncul tiba-tiba, hilangnya juga cepat.

Kalau ada yang kempes, setelahnya akan muncul jerawat baru. Kayak shift-shiftan gitu. Tapi siklusnya cepat, skitar 3-5 harian.

Jerawat yang meradang gede bisa ada 2-3 mata putih di dalamnya. Abis itu kempes, dan ngeletek sendiri.

Oiya, kulit hidung masih kering dan kulitnya masih sering terkelupas.

---

Nah, jadi mulai minggu kedua pemakaian itu, saya mengalami yang namanya purging. 

Purging adalah proses pematangan dan "pembersihan" jerawat dan komedo yang sudah ada maupun yang masih jadi bibit jerawat di bawah kulit (kira-kira begitu pengertian awamnya haha).


Setelah ±1,5 bulan pemakaian rutin tiap malam, jerawat dan komedo sudah mulai teratur datengnya satu-satu, ngga keroyokan kayak minggu kedua dan ketiga.

Saya tetap mengoles vitacid di noda bekas jerawat, sampai dia ngelupas sendiri. Tapi lebih banyak bekas yang bandel ngga ilang-ilang sih.

Kira-kira begitu seterusnya hingga pemakaian (rutin tiap malam) selama ±2 bulan terhitung dari Maret 2012 - Mei 2012.

Pemakaian vitacid setelah ±2 bulan

Jerawat lebih terkontrol, tapi kembali subur pas pramenstruasi.
Kulit hidung sudah ngga ngelupas.
Muka sudah ngga begitu kusam, tapi ya ngga cerah juga.

Saya mulai mengurangi frekuensi pemakaian. Dari tiap malam, jadi 2 malam sekali. Dari 2 malam sekali jadi 3 malam sekali.

Begitu seterusnya sampai saya stop penggunaannya mulai Juni 2012.

Baca juga : Aku dan Jerawat

---

Review Vitacid 0,05%

Ngomong-ngomong, sejak Juli 2012 saya sudah ngga nyentuh-nyentuh vitacid lagi. 

Sekitar 3 minggu yang lalu (sekarang 2 November 2012), pipi saya digigit semut, bentol merah, terus tau-tau jadi jerawat gede meradang. Di hidung juga muncul kayak biang keringat gitu, gara-gara salah makan.

Saya coba totol-totolin pake Innisfree Jeju Volcanic Pore Clay Mask, tetep ngga mempan. Padahal biasanya bisa langsung kempes atau minimal radang merahnya jerawat mereda.
Tau-tau inget masih punya vitacid 0,05%, trus saya totolin di spot jerawat (18 Oktober 2012). Besok paginya jerawat sudah ngga semerah yang kemaren-kemaren.

---

Tips Selain Vitacid?

Ngomong-ngomong selama menyembuhkan jerawat (Maret-Mei 2012), yang saya lakukan di antaranya...

(1) Banyak minum air putih. Lebih memilih minum air hangat.

(2) Mengurangi makan gorengan, pilih makanan yang direbus.

(3) Ngga makan snack yang banyak msg-nya.

(4) Rajin minum green tea ngga pake gula.

(5) Senam, beres-beres kamar, rajin nyuci-setrika, naik turun tangga. Olahraga gitu :))

(6) Minum gamat (ekstrak teripang laut).

(7) Sebelum cuci muka, tangannya dicuci dulu.

(8) Mengurangi makan sambel hiks. Aku alergi kalo makan sambel dan gorengan kebanyakan, bisa muncul jerawat :'(



#FYI (berdasarkan FAQ)

(1) Kalo jerawatnya ngga nyebar sewajah, oleskan vitacid hanya di spot yang berjerawat. Misal ada jerawat satu di dagu, ya dipakenya di jerawat itu aja, bukan area dagunya yang diolesin vitacid.

(2) Gunakan sesuai kebutuhan. Kalo diolesin di spot jerawat doang, ngga bikin purging sewajah kok. Semingguan juga udah kering dan ngeletek.

(3) Purging itu sifatnya individual banget, tergantung kondisi kulit. Jadi ada yang mengalami, ada yang ngga. Tingkat keparahannya pun beda-beda. Orang yang kulitnya ngga begitu bermasalah biasanya ngga mengalami purging.

(4) Efek samping ditandai dengan kulit yang memerah dan kering mengelupas.

(5) Saat menggunakan vitacid untuk penyembuhan jerawat, gunakan sabun yang ph balanced dan less detergent. Hindari sabun yang mengandung salycilic acid karena berisiko over-peeled.

(6) Meski hanya dipakai di malam hari, vitacid bukan "krim malam" atau produk skin care seperti ponds, olay, wardah, dll. Vitacid adalah obat luar (kulit) yang pemakaiannya bukan untuk jangka panjang.

(7) Pada umumnya, hasil-hasil pengobatan sudah dapat dilihat setelah 2 atau 3 minggu, sedangkan hasil yang optimal dapat diharapkan setelah 6 minggu pengobatan.

(8) Kalau kulit sudah sembuh, vitacidnya jangan langsung distop, tapi kurangi frekuensi pemakaian secara berkala. Misal dari yang tiap hari, jadi dua hari sekali. Dari dua hari sekali jadi tiga hari sekali.

(9) Perempuan yang sedang merencanakan kehamilan dan ibu hamil alias bumil yang berjerawat sebaiknya menghindari vitacid (tretinoin). Konsultasikan sama dokter yaa buu.

---

DESKRIPSI PRODUK VITACID

Dikutip dari official site SDM-LAB

KOMPOSISI

VITACID® CREAM mengandung Asam Vitamin A (Tretinoin) 0,05% dalam zat dasar cream.

INDIKASI


VITACID® CREAM ditujukan untuk pengobatan jerawat secara topikal terutama tingkat I-III dimana terdapat banyak komedo, papel dan pustula yang berat dan varitas-varitas cystic nodular (acne conglobata).

KONTRA INDIKASI

Penggunaan VITACID® CREAM harus dihentikan bila terjadi kepekaan yang berlebihan.

PERHATIAN

Jangan dipakai pada atau dekat mata, mulut, sudut-sudut hidung dan selaput lendir. Pemakaian topikal mungkin menyebabkan erythema lokal yang berat dan pengelupasan pada tempat pemakaian. 

Apabila tingkat iritasi lokal terjadi,penderita hendaknya diarahkan untuk memakai obat ini secara lebih jarang. Untuk sementara hentikan penggunaanya atau hentikan sama sekali penggunaannya. 

Asam Vitamin A dapat menimbulkan iritasi yang berat pada kulit yang eksim dan harus digunakan dengan sangat berhati-hati pada penderita dengan keadaan seperti ini. 

Hati-hati bila digunakan bersama-sama dengan zat keratolitik seperti asam salisilat, sulfur dll. 

Kontak dengan cahaya matahari harus dihindari sedapat mungkin selama penggunaan VITACID® CREAM. Adalah berguna menutupi tempat yang diobati dengan suatu olesan yang tipis bahan penolak sinar ultra violet pada siang hari. 

Penderita dengan kulit yang terbakar oleh cahaya matahari harus disembuhkan dahulu sebelum memakai obat ini. Pengguna pada wanita hamil hanya bila diperlukan karena belum ada data-data yang memadai mengenai keamanan penggunaan pada wanita hamil.

EFEK SAMPING


Kulit dari individu-individu yang peka dapat menjadi merah yang berlebihan, membengkak, melepuh atau mengeras, apabila timbul efek ini pengobatan harus dihentikan sampai keadaan kulit putih kembali atau pengobatan harusnya disesuaikan kesuatu tingkat dimana penderita masih tahan.

Hiperpigmentasi atau hipopigmentasi yang sifatnya sementara dapat terjadi karena penggunaan asam vitamin A yang berulang-ulang. Beberapa individu dilaporkan bertambah kepekaannya terhadap cahaya matahari selama pengobatan dengan asam vitamin A. 

Semua efek samping dari asam vitamin A dapat dihilangkan dengan menghentikan pengobatan.

CARA PEMAKAIAN


VITACID® CREAM, sebaiknya dipakai sekali sehari, sebelum pergi tidur, pada kulit dimana terdapat jerawat. Oleskan pelan-pelan dan tipis sampai menutupi semua tempat yang terserang.

Sediaan ini dapat dipakai dengan menggunakan ujung jari, kain keras atau kapas. 

Apabila obat ini dipakai secara berlebihan, maka tidak akan memperoleh hasil yang lebih baik atau lebih cepat melainkan dapat terjadi kemerahan yang jelas, pengelupasan atau gangguan lainnya. 

Pada pemakaian mungkin timbul rasa perasaan panas atau timbul sedikit pedih yang bersifat sementara. Bila dianggap perlu untuk sementara menghentikan pengobatan atau mengurangi seringnya pemakaian. Pengobatan dapat dilanjutkan kembali bilamana penderita telah tahan. 

Selama minggu-minggu awal pengobatan seolah-olah terjadi peningkatan peradangan. Hal ini disebabkan oleh khasiat pengobatan yang bekerja pada komedo dan papel jerawat yang dalam, dimana sebelumnya tidak tampak. 

Pada umumnya hasil-hasil pengobatan sudah dapat dilihat setelah 2 atau 3 minggu, sedangkan hasil yang optimal dapar diharapkan setelah 6 minggu pengobatan.
Sekali jerawat memberikan respon yang memuaskan, perlu memelihara kemajuan ini dengan penggunaan yang dikurangi.
INTERAKSI OBAT

Dengan sinar ultra violet dan obat-obatan yang mengandung bahan pengelupas seperti sulfur, resorcinol, asam salisilat dan benzoil peroksida.

KEMASAN

Cream, tabung alumunium 20g
AWAS! HANYA UNTUK PEMAKAIAN LUAR.JAUHKAN DARI JANGKAUAN ANAK-ANAK.
CARA PENYIMPANAN

Di tempat sejuk

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

P.T. SURYA DERMATO MEDICAL LABORATORIES Surabaya, Indonesia
No.Reg. DKL 9028600229 A1

---
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.