Trend Hijabers

Selasa, 20 November 2012
Saudari-saudari yang mempesona, di sini saya hanya ingin menyampaikan pandangan saja. Tidak ada maksud menghakimi atau memojokkan pihak tertentu.

Saya tidak sempurna, ilmu agama pun masih minim. Postingan ini juga bentuk evaluasi diri saya. Jadi, mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan.


Beberapa tahun lalu, busana muslimah masih kurang bervariasi. Kebanyakan warnanya gelap, sehingga terkesan kuno, suram, dan tua.

Beda dengan trend hijabers jaman sekarang.

Sekarang kain untuk dijadikan khimar lucu-lucu. Apalagi sejak komunitas hijabers dibentuk, muslimah jadi punya panduan dalam berbusana yang modis, namun tetap syar'i katanya.

"Ah kalo aku mau jilbabin hati dulu biar ngga kayak kamu, jilbaban tapi attitude-nya ngga bisa dijaga."

Ngomong-ngomong, dalam agama Islam, berhijab hukumnya wajib bagi wanita.

Kalau dianalogikan, apa bisa kita pake dalih "mau benerin hati dulu, baru sholat." Kan ngga bisa, karena sholat itu wajib.

Jadi, saudari-saudari yang cantik, berhijab itu tidak ada hubungannya dengan kondisi hati seseorang.


"Pengen sih berhijab, tapi sholat bolong-bolong, ngaji juga jarang, masih pacaran, dst. Ntar apa kata orang."
Mau sampai kapan seperti itu? Sedangkan ajal datangnya tiba-tiba.
By the way, saya juga belum sempurna kok hijabnya, sholat kadang ngga tepat waktu, ngaji juga kayak orang nge-rap. Tapi kalau kita tidak melangkah, kita bakal di situ-situ saja.

Baca juga : Semua karena Cinta

Kemarin, entah kenapa, saya browsing tentang trend hijabers. Mereka menunjukkan bahwa muslimah masih bisa modis dan cantik dengan berhijab.

Karena pengetahuan yang terbatas, saya pun beranggapan bahwa sah-sah saja kalau kita berhijab, namun tetap modis. Kan Allah menyukai keindahan. Toh, pake dress dan jeans juga sudah menutup aurat, kan?

Nah, setelah browsing lebih lanjut mengenai pembahasan hijab syar'i versus hijab modis, hati kecil tidak bisa bohong. Kayaknya ada yang salah dari cara saya berhijab.

Alhamdulillah. Berkat akun @gadisberjilbabb dan @pedulijilbab, saya jadi paham tentang hijab yang sesuai syariat.


Pada hakikatnya, hijab itu menutup, bukan membungkus.

Apa aja yang harus tertutup?

Semuanya, kecuali wajah dan telapak tangan (ngetik sambil kegampar). Kenapa kegampar? Karena khimar saya masih membungkus rambut dan leher. Celana jeans saya masih membungkus kaki.

"Lho? Kok rambut dan leher juga? Kan kalo berhijab otomatis lehernya juga tertutup."

Saya baru sadar pas bulan Ramadhan tahun ini. Ada kultwit tentang ciput ninja.
Fungsi kain penutup alias khimar itu adalah menutup kepala, rambut, leher, dan dada.
Kalau memakai ciput ninja, leher kita masih terlihat lekuknya kan? Yang berarti terbungkus, bukan tertutup. Begitu pula dengan rambut yang dicepol, maka akan tampak seperti punuk unta.

Kemudian, selain membungkus kaki, celana jeans juga menyerupai pakaian laki-laki dan sudah jelas muslimah dilarang menggunakan pakaian yang menyerupai laki-laki.

"Kenapa sih Allah nyuruh kita berhijab? Kok malah ngekang gitu?"


Salah satu hikmahnya, hijab diwajibkan bagi muslimah untuk keamanan dan keselamatan di dunia dan akhirat.

Yah, intinya Allah menurunkan perintah berhijab juga karena Dia sayang sama kita. Pembahasan tentang tujuan dan kebaikan hijab banyak dibahas di situs gadis berjilbab.

Cek aja ke sana, pembahasannya mudah dipahami dan tidak menggurui.
---

Hijab Syar'i, Haruskah?

Hijab syar'i yang sesuai Al-Quran dan Sunnah bukan merupakan perhiasan, tidak tipis dan menerawang, tidak ketat, tidak mencolok, dan bukan untuk ajang pamer.

Dari situ, bisa saya simpulkan... Hijab saya belum syar'i, masih jilbab-jilbaban, lol.

"Yah gitu deh kalo pikirannya kolot. Sekarang kita harus mengikuti perkembangan zaman. Jadi, jilbab pun mesti disesuaikan dengan tren, dan yang paling penting kita harus terlihat cantik dan nyaman berhijab."

Kemarin saya masih berpikiran seperti itu. Tapi, yang namanya fashion dan trend akan selalu berubah, sedangkan perintah berhijab tidak akan berubah hingga akhir jaman.

Setalah baca-baca beberapa kajian, menurut saya justru hijab syar'i itulah yang memerdekakan kita dalam kekangan fashion dan trend.

Saya lupa baca dimana... Hijab berfungsi untuk melindungi wanita, supaya kita tidak terlihat menarik dalam pandangan lelaki yang bukan mahram.

Nah, saat kita berhijab modis, tentu akan menarik perhatian orang terutama laki-laki. Dengan kata lain, meski berhiijab, tapi kita menyalahi fungsi hijab itu sendiri.

Sadar tidak?

Kita jadi lupa dengan niat dan tujuan awal berhijab.

Kita pun jadi berlebihan membeli pakaian dan kadang malah minder kalau terlihat "cupu".

Belum lagi kesannya muslimah jadi terkotak-kotak. Yang modis dibilang ciye-hijabers, sedangkan yang berhijab sesuai syariat dilabel kuper dan ngga gaul.


Akhir kata...

Penampilan adalah cara kita menghargai orang lain dan pastinya diri sendiri.

Andai kalimat tersebut benar-benar disadari dan dipahami oleh kaum wanita, akan banyak yang langsung berbondong-bondong, menyegerakan untuk berpakaian santun dan tertutup.

Quote favorit saya: Layaknya mutiara yang terjaga dalam kerang, seperti itulah Islam menjaga dan memuliakan wanita dengan kewajiban berhijab.

Mungkin saya dan teman-teman yang sudah berhijab perlu meluruskan niat kembali.

Kita ini berhijab untuk menyenangkan Allah atau menyenangkan ego dan mata manusia?

(ngetik sambil kegampar part 2 huwaaa).

Baca juga : Hijab dan Reminder

Wallahu a'lam.
Ayoo sama-sama belajar membenahi diri dan hijab kita :D
Thanks for reading and have a nice day.
15 komentar on "Trend Hijabers"
  1. ah mba tau peduli jilbab juga ayoo gabung jd #TimSPJ aku juga salah satu kaderdaeranya :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hooo :D itu apa sih #TimSPJ?
      Aku udah jarang twitteran, jadi udah jarang juga ngepoin timeline @pedulijilbab xD

      Hapus
  2. Assalamu'alaikum Erma,, masih inget aku kah? hehehe makasih ya postingannya bagus :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumsalam Aisyah, tapi aku Hanitis, bukan Erma hehehe :D
      Iya sama-sama :D makasih juga udah mampir xD

      Hapus
  3. Assalamu'alaikum. Saya seroang mualaf, alhamdulillah stlh ikut ngaji, pakaianku skrg ala hijab konvensional, lebih nyaman dr pd pakaian ala hijabers. Secara ga pantes juga sih pake ala hijabersn hihi, malu sama umur (mmm syar'i jg ga ya?). Semoga semua muslimah ttp istiqomah dengan kesyar'iannya. Amin

    BalasHapus
  4. Wah akhirnya saya ngerti maksudnya 'membungkus' vs 'menutup'. Baru-baru ini saya juga makin ngeh sama trend hijabers ini gara-gara sering instagram-an dan apalagi udah masuk bulan ramadhan jadi banyak diomongin juga di tv-tv. Yang saya lihat sih kebanyakan para perintis hijabers community ini punya brand fashion hijabers-nya masing-masing, jadi bagi mereka trend hijabers ini adalah sebuah 'bisnis'. Kesannya makin nge-trend, makin laku dagangannya, makin untunglah mereka..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ^o^ kalo bisnis-bisnis aku ngga gitu tau hehehehe

      yg perlu dipahami dan disadari sih muslimah berhijab itu untuk menyenangkan Tuhan, bukan untuk menyenangkan mata manusia. Kata orang-orang hijab syar'i itu menekan dan memasung kebebasan muslimah, dan hijab yg fashionable adalah alternatif biar tetep keliatan kece tapi syar'i ^^

      setelah coba belajar tentang hijab, sekarang aku malah ngeliat kebalikannya: hijab modis kayak ngakal-ngakalin perintah berhijab, padahal kewajiban berhijab secara syar'i ngga bisa ditawar-tawar. ^^; sampe sekarang pun aku juga masih memperbaiki jilbabku hihi, soalnya kalo udh mulai dibahas2 di twitter ttg hijab gaul, aku jadi malu sendiri >.<

      Hapus
  5. nice post nih :) kebetulan beberapa hari yang lalu aku juga ngepost soal hijab/jilbab syar'i cuma aku nggak nyinggung soal hijabers. Kalo bagi aku sendiri, aku juga kurang setuju dengan gaya berjilbab para anggota hijabers. Mungkin dari 10 cuma 2 yang menurutku benar-benar syar'i dan nggak membungkus tapi menutup.

    Sama seperti kamu setiap ngaca aku sering juga mikir, apa jilbabku udah bener apa belom. Soal celana aku juga lagi latian buat mempersering pake rok dan tentunya kaos kaki. Jujur sih kalo soal jilbab aku juga sering pake gaya hijaber(re: pake pasmina) karena bagi aku lebih bisa mengcover penampilan jadi tertutup lebih sempurna. Cuma gayaku itu-itu aja yang sederhana karena takutnya ntar malah rempong dan gak syar'i dan insya Alloh menutup dada. Jadi menurutku mau jilbaban kayak gimana yg penting sederhana model berjilbabnya (karena kan Alloh menyukai yg sederhana apalagi wanita agar nggak mencolok)terus menutup dada dan no punuk unta. Btw mudeng nggak ya? kayaknya ini bahasaku absurd bener hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahahahah iyaaa :') ada prosesnya hiks
      harganya 52ribuan kalo ga salah :D

      Hapus
  6. Ini postingan Kakak ngingetin sama Yuk Berhijab-nya Ust Felix Siauw & Mbak Dinda yang pas aku baca bikin jlebbb banget. :")

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa :" saling ngingetin sist, aku juga baru belajar hehe

      Hapus
  7. Posting yang bagus sekali ,
    Semoga selalu istiqomah ukh ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih :"" sama-sama ukh *hugs

      Hapus

Selain melalui kotak komentar, bisa juga kirim email ke haihanitisblog@gmail.com. Also, please kindly check "Frequently Asked Questions" (FAQ tab on menu bar) before asking. Thank you! ^^