Body Dismorphic Disorder

Am I perfect now?

Body Dismorphic Disorder/BDD (gangguan dismorfik tubuh) adalah suatu gangguan dimana seseorang sangat terpaku pada kerusakan fisik (dalam konteks penampilan) yang dibayangkan atau dibesar-besarkan.

Orang-orang dengan BDD dapat menghabiskan waktu berjam-jam untuk becermin, mengambil tindakan yang ekstrem untuk memperbaiki penampilan, bahkan menjalani operasi plastik yang tidak dibutuhkan. Ada pula yang membuang cermin agar tidak teringat dengan "kecacatan" penampilan mereka.


Orang yang mengalami BDD meyakini bahwa orang lain memandang mereka jelek. Mereka menganggap penampilan yang tidak menarik dapat membuat orang lain berpikir negatif tentang karakter dan harga diri mereka sebagai manusia. Sebagian besar orang dengan BDD merahasiakan gejala gangguan yang mereka alami. 

Mereka sering menunjukkan pola berdandan atau menata rambut secara kompulsif untuk mengoreksi kerusakan yang mereka persepsikan. Berikut contoh kasus yang mungkin dapat memberikan pandangan yang lebih jelas mengenai BDD.

"Di SMU, saya merasa wajah saya seperti piringan. Terlalu rata. Saya tidak mau difoto. Saya tidak dapat menahan diri untuk berpikir apa yang orang lain pikirkan mengenai saya. Mereka tidak akan mengatakannya pada Anda, tapi Anda tahu. Bahkan bila mereka berkata tidak ada yang salah, itu tidak berarti apa pun. Mereka hanya berbohong untuk bersikap sopan. Saya diberi tahu bahwa untuk meraih sukses, maka kamu harus cantik. Bagaimana saya bisa bahagia bila saya tampak seperti ini?"

"Saat rambut saya tidak bagus, saya merasa tidak sehat. Bisakah Anda lihat? Sangat tidak seimbang. Bagian ini seharusnya lebih pendek dan bagian ini hanya terurai di sana. Orang mengira saya gila, tapi saya tidak tahan terlihat seperti ini. Ini membuat saya terlihat seperti berubah bentuk menjadi jelek. Tidak apa-apa bila orang tidak mengerti apa yang saya bicarakan. Saya melihatnya, itu yang penting. Saya ingin berhenti menarik dan memeriksanya, tapi saya tidak bisa menahannya."

A selalu mencari potongan rambut yang sempurna. Saat mengalami bad-hair-day, hampir tiap detik dia memeriksa diri di depan cermin dan memperbaiki rambutnya. Kadang-kadang dia akan memotong sendiri rambutnya untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ada. Dia rela menghabiskan berapapun uangnya untuk mendapatkan potongan rambut yang sempurna. "Orang tidak akan mengerti mengapa saya membayar $ 375 untuk sebuah potongan rambut, apalagi dengan gaji seperti saya, namun mereka tidak menyadari betapa pentingnya hal ini bagi saya. Saya akan membayar berapapun yang saya bisa."

Penanganannya?

Penanganan BDD biasanya menggunakan teknik kognitif-behavioral. Dilakukan pemaparan kerusakan fisik yang dipersepsikan atau dibayangkan, bukan dengan menutupinya dengan make-up atau pakaian. Pencegahan respon berfokus pada pemutusan ritual kompulsif seperti terus-menerus memeriksa diri di depan cermin dan atau berdandan berlebihan.

Terapis akan menantang keyakinan yang terdistorsi mengenai penampilan fisik klien dengan cara menyemangati mereka untuk mengevaluasi keyakinan tersebut dengan bukti yang jelas dan nyata (tidak sekedar apa yang dibayangkan atau dipersepsikan klien).

Sumber: 
Nevid, Jeffrey S., dkk. 2005. Psikologi Abnormal. Edisi lima. Jilid1. Jakarta: Penerbit Erlangga.

***

Kesimpulan

Yang perlu dipahami adalah orang dengan BDD bisa bercermin selama berjam-jam untuk memeriksa kekurangan fisik yang dia bayangkan/persepsikan. Umumnya mereka tidak mau keluar rumah sebelum "sempurna" (make up, model rambut, dll) sebagai bentuk dari keyakinan atau pikiran yang terdistorsi. 

Bukan berarti semua yang dandan atau memperhatikan penampilan mengalami BDD. Yang jadi ciri khas adalah penampilan fisik mereka sebenarnya tidak bermasalah, hanya saja orang dengan BDD mempersepsikan secara berlebihan "kekurangan fisik" yang dia alami.

Baca juga : Tren Operasi Plastik di Korea Selatan

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Blogging since 2011 // Twenty-something, but not quite grown up // Over-thinker // Acne-proner // Minguk admirer // Addicted to mineral water // Contact : haihanitisblog@gmail.com

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
30 November 2016 05.08 delete

Baru tau Kalo ada yang gitu mbak. Tapi Kalo rata rata sih temanku begitu, keluar Kalo penampilan sudah yakin Ok banget. Wanna looks perfect,wasnt it Ok?

Reply
avatar
30 November 2016 05.51 delete

Hmm kalo BDD ini sifatnya udah patologis. Ngga hanya sekedar pengen good looking, tapi sudah mengganggu keberfungsian dia sehari-hari ^^; wallahu a'lam.

Reply
avatar

Bisa juga kirim email ke haihanitisblog@gmail.com atau direct message instagram @haihanitis. EmoticonEmoticon