Respon dan Pengelolaan Stres

Pada postingan sebelumnya telah dipaparkan apa sih stress itu. Nah, kali ini yang akan dibahas adalah sudut pandang terhadap hubungan stress dan penyakit, kenapa respon tiap orang pada stress itu bisa berbeda, dan pengelolaan stress.



Respon terhadap Stres
Seperti yang telah kita ketahui, dalam situasi yang sama-sama menekan, respon tiap orang bakal berbeda-beda. Ada yang biasa aja, ada yang panik, ada yang ngga tau mesti ngapain, ada yang nangis, dan lain-lain. Reaksi terhadap stress bervariasi antara orang satu dengan orang yang lain dan dari waktu ke waktu pada orang yang sama. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat merubah dampak stressor bagi individu, antara lain :
  • Variabel dalam kondisi individu: umur, tahap kehidupan, jenis kelamin, temperamen, faktor genetik, inteligensi, tingkat pendidikan, suku, kebudayaan, status ekonomi, serta kondisi fisik.
  • Karateristik kepribadian: introvert-ekstrovert, stabilitas emosi, kekebalan, ketahanan psikologis. 
  • Variabel sosial-kognitif: dukungan sosial dan jaringan sosial yang dirasakan. 
  • Strategi coping yang dilakukan 

Berdasarkan beberapa sudut pandang atau pendekatan mengenai stress dan hubungannya dengan penyakit adalah........
  1. Sudut Pandang Psikodinamik. Terdapat asumsi bahwa gangguan tersebut muncul sebagai akibat dari emosi-emosi yang direpress. Hal-hal yang direpress akan menentukan organ tubuh mana yang terkena penyakit, contohnya apabila seseorang merepress kemarahan maka berdasarkan pandangan ini kondisi tersebut dapat memunculkan essential hypertension. 
  2. Sudut Pandang Biologis. Salah satu sudut pandang biologis adalah somatic-weaknes model yang memiliki asumsi bahwa hubungan antara stress dan gangguan psikofisiologis terkait dengan lemahnya organ tubuh individu. Faktor biologis seperti genetik atau penyakit yang sebelumnya pernah diderita membuat suatu organ tertentu menjadi lebih lemah daripada organ lainnya hingga akhirnya rentan dan mudah mengalami kerusakan ketika individu tersebut dalam kondisi tertekan dan tidak fit. 
  3. Sudut Pandang Kognitif dan Perilaku. Sudut pandang kognitif menekankan pada bagaimana individu mempersepsi dan bereaksi terhadap ancaman dari luar. Seluruh persepsi individu dapat merangsang aktivitas sistem simpatetik dan pengeluaran hormon stress, munculnya emosi yang negatif seperti perasaan cemas, kecewa, dan sebagainya. Akhirnya dapat membuat sistem ini tidak berjalan dengan lancar dan pada suatu titik tertentu akhirnya memunculkan penyakit.

--------------

Pengelolaan Stres
Secara umum, stress dapat diatasi dengan melakukan transaksi dengan lingkungan di mana hubungan transaksi ini merupakan suatu proses yang dinamis. Berikut cara-cara yang dapat digunakan dalam proses pengelolaan stress:

A. Model-model coping
Coping merupakan suatu proses dimana individu mencoba untuk mengelola jarak yang ada antara tuntutan-tuntutan (baik itu tuntutan yang berasal dari individu maupun lingkungan) dengan sumber-sumber daya yang mereka gunakan dalam menghadapi situasi yang penuh stress.

Secara umum coping dibagi menjadi dua, yaitu :

1 | Coping berpusat pada emosi (emotion-focused coping)
Merupakan usaha untuk mengurangi dampak dari sumber stress, seperti menolak sumber stress atau menarik diri dari situasi (dengan mekanisme pertahanan diri). Contoh : ketika sakit, seseorang akan menangis. 

Penolakan adalah cara yang paling utama dalam melakukan coping terhadap penyakit. Bentuk-bentuk penolakan antara lain :
a. kegagalan mengenali keparahan penyakit,
b. mengurangi beban emosional yang disebabkan oleh penyakit,
c. menghubungkan secara keliru gejala penyakit dengan sebab-sebab lain,
d. mengabaikan informasi yang negatif tentang penyakit.

Bentuk lain coping yang berpusat pada emosi adalah penghindaran. Seperti halnya penolakan, penghindaran juga berdampak buruk bagi kesehatan. Bentuk lain lagi adalah penggunaan fantasi untuk pemenuhan harapan. Dalam bentuk ini, orang berfantasi bahwa penyakit itu sebenarnya tidak ada. Jenis coping ini pada dasarnya tidak mengurangi masalah, tetapi hanya membantu seseorang untuk mengatur stressnya.

2 | Coping Berpusat pada Masalah
Coping ini merupakan strategi untuk menghadapi sumber stress, seperti mencari informasi tentang penyakit dengan belajar sendiri atau konsultasi dengan ahli medis. Individu menghadapi sumber stressnya dan melakukan sesuatu yang dapat mengubah situasi tress atau mengubah cara untuk mengurangi sumber-sumber stress yang merusak. Misal, ketika sakit, ya pergi ke dokter. Coping ini akan membantu seseorang untuk mengembangkan kerangka berpikir yang optimis.


B. Harapan akan Self-Efficacy
Harapan ini berkaitan dengan harapan kita terhadap kemampuan diri dalam mengatasi tantangan yang kita hadapi, harapan terhadap kemampuan diri untuk dapat menampilkan tingkah laku terampil, dan harapan terhadap kemampuan diri untuk dapat menghasilkan perubahan hidup yang positif. Kita mungkin dapat mengelola stress dengan lebih baik, termasuk stress karena penyakit, apabila kita percaya diri dan yakin bahwa kita mampu mengatasi stress (memiliki harapan yang tinggi).

C. Ketahanan Psikologis
Ketahanan psikologi merupakan sekumpulan trait individu yang dapat membantu dalam mengelola stress yang dialami. Secara psikologis, orang yang ketahanan psikologisnya tinggi cenderung lebih efektif dalam mengatasi stress dengan menggunakan pendekatan coping yang berfokus pada masalah secara aktif. 

D. Optimisme

E. Dukungan Sosial
Memiliki kontak sosial yang luas membantu melindungi sistem kekebalan tubuh terhadap stress. Dengan adanya orang-orang di sekitar akan membantu orang tersebut menemukan alternatif cara dalam menghadapi stressor atau sekedar memberi dukungan emosional yang dibutuhkan selama masa-masa sulit.

F. Identitas Etnik Individu
Berkaitan dengan etnis dan budaya yang mempengaruhi kepribadian seseorang.

Postingan ini dari makalah psikologi abnormalku dulu.
Berikut daftar pustakanya, bagi yang membutuhkan....

Fauziah, Fitri. 2007. Psikologi Abnormal Klinis Dewasa. Jakarta: UI Press. Nevid, Jeffrey S., dkk. 2005. Psikologi Abnormal. Edisi lima. Jilid1. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Blogging since 2011 // Twenty-something, but not quite grown up // Over-thinker // Acne-proner // Minguk admirer // Addicted to mineral water // Contact : haihanitisblog@gmail.com

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Bisa juga kirim email ke haihanitisblog@gmail.com atau direct message instagram @haihanitis. EmoticonEmoticon