Salah Satu Kebodohan Masa Kecil


Jadi ya... suatu hari teman saya sharing webtoon via Line. Ada satu chapter yang menurut saya dodol banget hahaha. Ceritanya tentang anak SD yang mengira sakit maag itu keren. Di akhir chapter, authornya ngasih narasi ini...


...dan waktu kecil juga saya sempat berpikiran seperti itu. Malah senang kalo sakit karena bisa bolos sekolah. Astaghfirullah. Pas sudah besar(?), baru sadar kalau sehat itu mahal. Lagi pegel aja pikiran udah kemana-mana.

Kayak kejadian baru-baru ini... Saya ngga nyaman lama-lama mantengin laptop. Apalagi kalau brightness laptop-nya maksimal. Mata saya kayak ngga kuat, terasa tegang gitu.

Daripada kepikiran, akhirnya kemarin saya ke dokter mata. Ternyata minusnya naik setengah dan alhamdulillah cuma kelelahan. Jadi diresepin obat tetes sama vitamin. Fyuh...

Dulu menurut saya, pake kacamata itu keren -__- Sekarang saya berharap mata saya ngga minus.

Semoga kita semua sehat selalu yaa, aamiin aamiin aamiin.
Thanks for reading and have a nice day :D

SKIN AQUA Perfect Matte BB Cream

Menemukan bb cream untuk kulit berminyak dan kombinasi itu susah. Bagi saya pribadi sih hehe. Karena itu sebenarnya saya lebih suka pake sunblock saja. Cumaan, akhirnya saya penasaran, gimana keampuhan BB Cream dalam melindungi kulit dari tabir surya. Cukup ngga sih kalau kita cuma pake BB Cream saja? Tanpa dilayer dengan sunblock...


Sebenarnya pilihan saya ada dua, Hada Labo Shirojyun CC Cream atau Skin Aqua Perfect Matte BB Cream. Pengen coba HL karena saya pake skin care seri Shirojyun-nya. Keduanya sama-sama produk Rohto. Tapi akhirnya saya coba Skin Aqua BB Cream karena merk ini terkenal dengan sunblocknya. Terlebih dari rekomendasi teman juga katanya Skin Aqua BB Cream lebih bagus daripada Hada Labo CC Cream. Eniwei, alasan saya memilih varian Perfect Matte itu karena dahi dan hidung saya cepet banget berminyak.

Deskripsi produk

Tampilan wajah sempurna dalam satu langkah.

No make up look yang bertahan hingga 8 jam (berdasarkan pernyataan 9 dari 10 wanita dalam suatu uji internal).
SPF 27 dan PA ++, perlindungan dari UVA dan UVB.
Menyerap minyak di wajah.
Menjaga tampilan wajah bebas kilap.
Menjaga kehalusan kulit.
Mencerahkan warna kulit.
Menjaga kelembutan kulit.
Menyamarkan garis-garis kulit.
Meratakan warna kulit.
Menyamarkan noda hitam.

Cara pemakaian
Tuangkan pada telapak tangan secukupnya. Kemudian usapkan secara merata di wajah yang telah dibersihkan.


Produk ini dikemas dalam tube flip top. Aslinya kecil ya, hanya 20gr.  Harganya sekitar Rp 50.000an. Dijual di supermarket dan drugstore.


Teksturnya pekat. Sulit untuk diratakan jika kita hanya menggunakan jari-jari tangan. Kalau mau hasil yang lebih smooth dan rata, baiknya pake beauty blender. Oh iya, BB Cream ini hanya tersedia dalam satu shade saja. TAPI entah kenapa bisa masuk ke banyak warna kulit haha. Teman saya kulitnya putih ala Tionghoa dan saya sendiri kuning langsat masuk-masuk aja lho xD


---

Review

Skin Aqua Perfect Matte BB Cream hasilnya natural dan ringan di kulit. Itu kesan yang pertama saya rasakan ya, karena biasanya kulit saya tidak nyaman pake BB Cream yang matte. Coveragenya light to medium. Lumayan mencerahkan, menyamarkan pori-pori yang lebar, dan meratakan warna kulit, tapi tidak mampu menyamarkan spot jerawat plus noda bekasnya.


Sayangnyaa, produk ini memperjelas dry patch di kulit. Jadi kita mesti punya kulit yang smooth dan well moisturized, supaya hasilnya ngga cakey.

Kalau dipake untuk aktivitas indoor ber-ac, produk ini bisa tahan lama berjam-jam. Tapi kalo ada kegiatan di luar ruangan, trus kulit kita gampang minyakan lebih baik diskip aja deh hahaha.

Sebenarnya, oil control Skin Aqua Perfect Matte BB Cream standar, tapi ngga tau kenapa di kulitku cepet banget lunturnya... Apalagi kalo ditap dengan kertas minyak atau tisu, bb creamnya malah nyeplak gitu.


BB Cream saja cukup?

Kalau aktivitas kita di sekitar jam 10 pagi sampai 3 sore lebih banyak indoor, BB Cream bertabir surya saja sudah cukup. Sebaliknya, kalau di jam segitu kita terpapar sinar matahari yang intens, baiknya dilayer dulu dengan sunblock. Kulit saya jadi lebih kucel dan mudah menggelap jika hanya menggunakan BB Cream saja :( mana pas keringetan jadi keliatan belang gitu pula hadeuuh.

Secara keseluruhan produk ini bagus. Sesuai untuk penggunaan sehari-hari. Harganya juga reasonable dan relatif terjangkau. Yang paling penting ngga bikin komedoan dan jerawat di kulit saya hehe.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Maskeran Pake Kefir : Worth The Hype?

Beberapa kali saya dapat komplain dari pengunjung, kalau kulitnya jadi bruntusan dan tidak sembuh-sembuh sejak menggunakan masker kefir. Bingung juga yah nanggepinnya gimana haha, secara saya jualan kefir ngga, ngereview kefir juga belum pernah.

Jujur, sebelumnya saya tidak tertarik dengan masker kefir yang notabene jadi internet hype. Tapi ngga nolak juga sih pas dikasih Masker Lumajang Keveer sama teman saya pas ketemuan :3 Kalau barang dari dia saya percaya, karena kulitnya juga acne prone.


Noted!
Ini masker kefir pertama saya, jadi saya tidak bisa membandingkan dengan masker kefir dari seller lain. Saya juga tidak tahu cara membuat kefir. Yang saya share hanya pengalaman menggunakannya saja.

Saya diberi masker kefir original; masker kefir yang dicampur dengan green tea, charcoal, coffee-cocoa, strawberry, beras jepang; dan toner kefir. Masker kefir menggunakan curd kefir, sedangkan toner kefir menggunakan whey (cairan bening yang mengendap di bawah saat fermentasi).

---

Deskripsi Produk

Setelah browsing kesana kemari, menurut saya Lumajang Keveer yang klaimnya termasuk wajar, ngga muluk-muluk. Di antaranya adalah mencerahkan, anti aging (jika rutin maintain), menghaluskan, mengangkat sel kulit mati (karena sifatnya asam). Kan ada tuh klaim masker kefir yang ngga realistis, ngga sesuai dengan fungsinya sebagai sebuah masker.

Cara pemakaian

Aplikasikan masker seperti masker pada umumnya. Setelah kering, bilas dengan air hangat agar lemak susu tidak menempel. Jika masih terasa lengket boleh cuci muka dengan facial wash yang lembut.

Jangan digosok atau digaruk terlalu keras dan berlebihan ketika membilas. Bisa mengakibatkan kemerahan, iritasi, dan luka. Ketika memakai masker akan terasa sedikit gatal. Pemakaian terbaik ketika malam hari, sebelum memakai perawatan malam anda (misal krim malam, jika pakai).

Anjuran pakai masker dari Lumajang Keveer
Minggu pertama ... 2x sehari
Minggu kedua ... 1-2x sehari
Minggu ketiga ... 1x sehari

Minggu selanjutnya kita bisa mengatur frekuensi pakai sembari mengamati progresnya. Jika kulit sudah mencapai hasil yang diinginkan, gunakan masker seperlunya saja. Namun pemakaian rutin 2-3 kali seminggu dapat menjaga kondisi kulit.


Toner ini biasanya saya pake sebelum maskeran. Beberapa kali juga saya gunakan setelah maskeran sebagai pengganti pelembab. Karena tonernya terbuat dari hasil fermentasi, jadi saat didiamkan seperti ada serbuk yang mengendap.


---

Review

Masker Lumajang Keveer sudah saya gunakan selama kurang lebih 1,5 bulan. Selama itu bener-bener eksperimen banget deh.

#FYI
Tipe kulit saya : kombinasi.
Kondisi : acne prone dan dehidrasi.

---

Reaksi Negatif?

Saya tidak mengalami gatal, kemerahan, alergi, atau iritasi. Padahal pernah selama sekian hari saya maskeran sebelum memakai tretinoin (yang notabene obat keras). Alhamdulillah kulit saya ngga kenapa-kenapa, tapi amannya jangan ditiru hehe.

Saya memang sempat mengalami jerawat (dikit), tapi karena pms dan stres, sama sekali bukan karena masker kefirnya. Masker Lumajang Keveer juga tidak memperparah kondisi kulit saya saat itu. Yang saya ngga cocok paling masker kefir coffee-cocoa, karena granulnya terlalu kasar untuk kulit saya yang sedang rentan.

---

Frekuensi Pakai

Sebelumnya saya menggunakan masker kefir 1x sehari, beberapa waktu setelahnya jadi 2x sehari, lalu jadi 2-3 hari sekali, dan kemudian saya tidak menggunakan kefir sama sekali (untuk cek perbedaannya). Ada pula saat-saat dimana saya juga skip produk skin care yang saya gunakan untuk melihat progres dan hasil masker ini.

Kefir setiap hari 2x sehari
Asli kulit saya jadi glowing dan kenyal. Sama sekali tidak terasa kering meski setelahnya tidak menggunakan pelembab. Tapi kulit jadi rentan overpeeled (jika kita menggunakan produk skin care lain yang mengandung AHA, BHA, atau retinol) dan mudah menggelap jika terpapar terik matahari yang intens.

Kefir setiap hari 1x sehari
Hasilnya kurang lebih sama dengan pemakaian 2x sehari. Tapi kulit tidak serentan jika digunakan 2x sehari.

Kefir 2 hari sekali
Ini yang ideal di kulit saya.

Tips!
Jika ragu, baiknya dicoba dulu di lengan atas bagian dalam. Amati ada reaksi yang tidak wajar kah. Bila kulit mengalami kemerahan, ruam, gatal yang tidak kunjung mereda, mungkin memang tidak cocok.

Bagi pemilik kulit sensitif dan acne prone, jangan langsung gunakan 2x sehari, tapi masukkan dalam rutinitas skin care secara pelan-pelan (misal 2-3 hari sekali, imho). Kalau sudah yakin cocok, baru kemudian ditambah frekuensi pakainya.

Bagi yang beraktivitas di luar ruangan, baiknya pakai sunblock di siang hari, saat sinar matahari lagi terik-teriknya.

---

Jenis Masker

Sebagian orang ada yang menyangsikan, kalau maskernya dicampur matcha atau charcoal, kefir jadi tidak bekerja dengan maksimal. Tapi di kulit saya bagus-bagus saja. Saya pernah coba masker green tea di sisi kanan wajah dan charcoal di sisi kiri wajah, hasilnya kurang lebih sama.


Favorit saya adalah masker kefir original dan kefir yang dicampur strawberry, karena lebih terasa kenyalnya. Selain efek itu (di kulit saya) tidak ada perbedaan yang mencolok untuk masing-masing jenis masker.


---

Overall, Hasilnya?

Di minggu pertama saya rasa biasa saja. Paling cuma lembab dan kenyal. Sekitar minggu kedua, saya baru ngeh pas ngaca siang-siang, kok kulit jadi keliatan glowing dewy? Glowingnya tuh beda, seolah-olah kayak pake primer yang bikin kulit jadi dewy gitulah. Tidak seperti saat kita maskeran dengan oatmeal, madu, dll.

Eniwei, di kulit saya efek glowing cuma sementara. Jadi bukan yang beberapa kali pakai trus jadi glowing selamanya. Samalah kayak kita maskeran pake bengkoang, emang bikin cerah, tapi mesti rutin dimaintain (misal 3x seminggu) agar hasilnya lebih memuaskan.

Kulit saya tidak jadi putih cerah (tidak menaikkan skin tone), tapi setelah maskeran wajah terlihat lebih segar dan supel. Begitu saya tidak menggunakan masker kefir selama seminggu, kulit jadi gampang kusam lagi. Berarti memang masker kefirnya yang ngefek.

Terus, bersihinnya juga mesti telaten. Masker ini mudah meninggalkan lemak di kulit (udah bukan berminyak lagi gaes, tapi lemak). Komedo di hidung saya juga jadi membludak karena bersihinnya ngga bener. Jadi, kalau sempat saya menggunakan silicone pad untuk memecah lapisan lemaknya, supaya benar-benar luruh saat dibasuh air. Selain itu ngga ada masalah...


---

Detox dan Purging?

Sebatas pemahaman saya, detox dan purging adalah dua istilah yang maknanya berbeda. Mengenai klaim masker kefir bisa mendetox, saya ngga paham ya, jadi ngga bisa komentar lebih jauh. Tapi untuk menyimpulkan "purging karena masker kefir" itu tidak bisa sembarangan. Takutnya jika ada reaksi negatif dikira purging, ehh... ternyata break out karena ngga cocok dengan maskernya.

Yang perlu digarisbawahi, kalau kulit kita tidak bermasalah, ya jangan takut purging. Purging kan hanya terjadi di kulit yang memang sedang mengalami problem pori tersumbat. Kalau kulit kita mulus-mulus saja, tapi tau-tau jadi reaktif, dan tidak ada tanda akan membaik, kemungkinan besar memang tidak cocok.

Lebih lanjut bisa baca di postingan ini...
(1) Reaksi Kulit terhadap Produk Skin Care = Purging?
(2) Apakah Sabun Menyebabkan Purging?
(3) 15 Gosip Seputar Jerawat

Ditinjau dari sudut pandang tersebut, bisa jadi kulit yang mendadak bruntusan itu bukan purging, melainkan (1) reaksi penolakan karena tidak cocok dengan kulit kita, (2) cara pemakaian/membersihkannya kurang tepat, sehingga menyumbat pori, (3) overdoing, atau berlebihan menggunakan masker (frekuensi pakai yang kita pilih tidak sesuai kebutuhan kulit).

---

Worth the hype?

It is really worth to try. TAPI kita juga ngga bisa menutup mata, kalau tidak semua orang cocok menggunakan masker kefir.

Kata kakak Nanol, masker kefir itu seperti booster produk skin care yang kita gunakan. Saya sepakat dengan dia, karena hasilnya memang lebih maksimal jika dijadikan bagian rutinitas skin care kita, bersama dengan produk skin care lain.

Tertarik dengan Lumajang Keveer?
Kontak → Mba Ita - 081235232902 (whatsapp)
Pengiriman dari Lumajang menggunakan box styrofoam dan ice gel buatan sendiri. Kefir tahan di suhu ruangan selama 5-7 hari, jadi pengiriman tidak mengakibatkan kefir rusak. Ekspedisi J&T.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Karena Hidup Itu Pilihan

Dalam kurun waktu setahun ternyata banyak banget yang terjadi. Err.. jangankan setahun deh ya, dalam seminggu atau bahkan hitungan detik saja hidup kita bisa berubah. Yah beginilah... Life is good, meski rasanya nano-nano.

Dih, apaan sih random banget omongannya. 
Hehe... Tapi yang sedang mengalami fase-fase ini pasti paham. Saya menyusun postingan ini bukan karena saya sudah sempurna atau ahlinya, tapi ini juga pembelajaran pribadi buat saya...


Hidup itu pilihan

...dan ada saat-saat dimana kita mempertanyakan atau mereview ulang keputusan yang kita ambil. Salah satu teman saya kemarin bilang, "Allah bisa ngga kasih clue atau contekan dikit aja, di masa depan aku bakal jadi apa. Yang sekarang aku lakuin bener gak." Pengen peluk, tapi jauh :'D

Sebagai muslim kita perlu mengevaluasi hidup berdasarkan Al Quran dan sunnah, bukan dari standar yang dibuat orang lain. Keputusan yang kita ambil memang tidak bisa menyenangkan semua orang. I learned this the hard way. Semua pilihan punya konsekuensi, bahkan yang menurut kita paling baik sekalipun tetap ada pahit-pahitnya juga. Setelah memilih, yasudah, bismillah dan jalani saja...

---

Bisa ngga sih menghilangkan pandangan negatif dari orang...?

Sayangnya tidak bisa. Apapun yang kita lakukan pasti akan memicu komentar dari orang lain. Kalau kata Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, "Kita semua korban ghibah, fitnah, dan caci maki orang." (ngetik sambil benerin mukenah). Pake mobil mewah dibilang ngga zuhud, jadi orang yang sederhana pun dibilang sok zuhud. Ngga bakal tentram kalau selalu mikirin apa-kata-orang, karena pada dasarnya memang tidak ada yang "selamat" dari lisan manusia (note to myself too).

Ada kalanya kita tidak perlu membuktikan dan menjelaskan diri ke siapa-siapa. Bukankah kita juga pernah mengalami? Suuzon pada orang lain, namun prasangka buruk tersebut akhirnya terpatahkan oleh waktu.

Social pressure itu pasti ada. Namun yang perlu diingat, hal yang salah sampai kapanpun tidak akan menjadi benar hanya karena banyak orang yang menganggap itu wajar.

---

Ini pesan dari temen bijak kita tadi pagi...

Dulu aku cuma memilih apa yang aku senangi, apa yang enak buat aku. Alhamdulillah, aku dikasih kesempatan untuk paham, kalau memilih sesuatu atau mengambil keputusan itu dasarnya bukan senang atau yang enak buat kita. Kecenderungan hati itu bisa menipu dan menjerumuskan. Musuh kita itu bukan siapa-siapa, tapi nafsu kita sendiri. 

Alhamdulillah, sekarang aku belajar konsisten untuk memilih sesuatu atau mengambil keputusan atas dasar yang benar menurut agama. Kalau sebelumnya pernah salah memilih ya pasti ada risikonya. Jika melibatkan dan merugikan orang lain mesti minta maaf, setelah itu perbaiki diri.

Ingat tidak? Jalan ke neraka itu banyak dan semuanya menyenangkan. Jalan ke surga juga banyak, tapi tidak menyenangkan (bagi orang yang tidak beriman). Bisa saja jalan yang sedang kita tempuh ini jalan yang susah, tapi itu benar. 

---

Sabar. Semua ujian ada masa kadaluwarsanya. Pengalaman semacam ini bisa membuat kita jadi less judgemental (insya Allah), karena sadar kalau masing-masing orang dihadapkan dengan situasi dan pilihan yang berbeda-beda. 

"Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. Agar kamu tidak bersedih hati atas apa yang luput dari kamu dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri." (QS. Al Hadid, ayat 22-23)

When you don't understand what's happening in your life, just close your eyes, take a deep breath, and say, "Yaa Allah, I know this is Your plan, just help me through it." (source: unknown)

I hope this makes you feel better.
Thanks for reading and have a nice day :D

15 Gosip Seputar Jerawat

Jerawat adalah salah satu kondisi kulit yang paling umum dan bisa dialami siapa saja. Yang perlu dipahami, ada beberapa informasi yang jika diterapkan justru memperparah kondisi jerawat. Berikut beberapa bias informasi yang beredar.



#1 Hanya remaja yang berjerawat [1][2]

Jerawat tidak hanya dialami oleh orang-orang yang sedang puber. Orang dewasa (sekitar 20-50 tahun) juga bisa berjerawat. Sebagian besar dialami wanita karena berhubungan dengan perubahan hormon (pms, mens, kehamilan, dst).

Beberapa hal yang melatarbelakangi jerawat pada orang dewasa adalah...
(1) Genetik (turunan dari keluarga) atau hipersensitivitas
(2) Konsumsi makanan atau minuman tinggi gula
(3) Hormon dari dairy products, kehamilan, melahirkan (biasanya butuh 1-3 bulan untuk kulit jadi stabil kembali), dan siklus mentruasi
(4) Perubahan kelembaban dan cuaca
(5) Produk kosmetika (make up/skin care) yang tidak sesuai
(6) Penggunaan obat atau suplemen yang membuat kondisi kulit bermasalah
(7) Stres, dst.

Baca juga : Toner, Mineral Oil, dan Stress

#2 Jerawat bisa hilang dengan sendirinya

Kalau jerawat 1-2 biji mungkin iya. Tapi untuk jerawat yang menyebar dan menahun baiknya segera ditangani. Semakin lambat penanganannya, semakin sulit menghilangkan bekasnya. Penanganan yang lebih awal mencegah kemungkinan jerawat meninggalkan bopeng.

Ini penting untuk diperhatikan, terutama untuk jerawat cystic yang ditandai dengan bumps merah, lebih lebar dari jerawat biasa, dan terasa sakit. Jerawat cystic lebih dalam dari jerawat biasa, karena itu lebih berisiko untuk meninggalkan bopeng. Pengobatannya juga lebih lama.

Jerawat bisa jadi masalah yang serius jika tidak hanya terjadi di wajah, tapi juga muncul dan menyebar di hampir semua bagian tubuh yang memiliki kelenjar minyak dan folikel rambut, seperti leher, punggung, dada, dan pundak.

Kalaupun tidak ada progres membaik dengan cara yang standar, kemungkinan itu jerawat kronis dan harus ditangani di dokter. Tanda jerawat kronis adalah muncul bopeng, kulit terus mengalami radang, komedo pun seringkali membludak.

#3 Odol, lemon, dan jeruk nipis dapat menyembuhkan jerawat [3]

Memang tidak semua bahan dapur aman untuk kulit kita. Ada bahan-bahan yang pH-nya tidak sesuai untuk kulit sehingga tidak tepat jika diandalkan sebagai obat. Tentang ini sudah dibahas di postingan berikut...

Baca juga : Jangan Merawat Wajah dan Mengatasi Jerawat dengan Cara "Alami" Ini

#4 Aktivitas seksual menyebabkan jerawat

Statement ini muncul di abad ke-17 untuk mencegah muda-mudi melakukan hubungan pranikah. Sama sekali tidak berdasarkan pada bukti ilmiah.

#5 Jerawat bisa sembuh dengan berkeringat

Keringat dikeluarkan oleh kelenjar keringat, sedangkan sebum oleh kelenjar minyak. Keringat berfungsi untuk mendinginkan tubuh (mengatur temperatur tubuh). Produksi keringat yang berlebih dapat menyebabkan biang keringat di hairline, dahi, rahang, punggung, dan dada.

Keringat tidak boleh didiamkan, karena bisa menyumbat pori dan memperparah jerawat. Dengan kata lain, yang penting adalah olahraganya, bukan keringatnya. Olahraga membuat tubuh jadi sehat dan bugar, sehingga metabolisme jadi lancar, hormon juga seimbang, dst.

#6 Jerawat tidak ada hubungannya dengan makanan

Memang tidak ada hubungannya dengan sebagian makanan. Yang bukti penelitiannya cukup baru dairy products (susu dan turunannya, termasuk keju). Meski demikian, tetap dianjurkan untuk menyuplai tubuh dengan asupan gizi yang sehat dan berimbang.

Asupan gizi yang baik kontribusinya memang tidak langsung. Cuman, banyak orang yang kualitas kulitnya meningkat setelah jaga pola makan dan menghindari makanan tertentu. Oleh karena itu memperbaiki diet (asupan gizi) biasanya direkomendasikan sebagai bagian dari rangkaian pengobatan jerawat.

#7 Gapapa mencetin jerawat

Sampai sekarang pun saya masih sulit ngerem buat ngga ngutak-ngatik jerawat hehehe -_-

Memencet jerawat membuat bakteri semakin masuk ke dalam pori. Bakteri tersebut akan memicu radang (inflammatory response). Jerawat menjadi merah, bengep, dan sakit ya karena tubuh melawan bakteri tersebut.

Selain itu, memencet jerawat juga menyebabkan proses penyembuhannya jadi melambat dan meninggalkan acne scar yang dalam (bopeng) karena rusaknya jaringan kulit. Kalaupun mau ekstraksi jerawat, baiknya ke dokter atau esthetician.

Baca juga : NEXCARE Acne Cover (plaster untuk menutup spot jerawat)

#8 Berjemur dapat menyembuhkan jerawat

Sinar matahari dapat membuat radang jerawat semakin parah. Terlebih obat yang mengandung zat-zat seperti tretinoin, salicylic acid, benzoyl peroxide membuat kulit semakin peka dengan sinar matahari. Cuaca panas juga memicu produksi minyak berlebih yang membuat kulit semakin greasy. Buat yang mulai concern ke perawatan anti aging juga mesti ingat kalau sinar matahari (UVA) mempercepat proses penuaan kulit.

Jadi, sunblock (atau produk bertabir surya) itu penting, terutama bagi kulit yang sedang bermasalah. Cuman, memang ada yang jadi jerawatan karena sunblock. Untuk tipe kulit berminyak, sebaiknya cari sunblock yang teksturnya ringan (lotion atau gel) agar tidak menyumbat pori.



#9 Tidak boleh pake make up saat berjerawat

Pakai make up atau tidak itu pilihan. Sebagian dokter memang menyarankan untuk menghindari atau mengurangi penggunaan make up, karena salah pilih produk malah memperparah kondisi jerawat. Saya memilih tidak menggunakan make up saat kulit sedang diobati, karena berdasar pengalaman pribadi, jerawatnya lebih cepat sembuh.

Kalaupun harus dandan atau menutupi jerawat, baiknya cari yang bersahabat untuk kulit acne prone. Misal sekarang banyak concealer yang mengandung salicylic acid, jadi tidak hanya menyamarkan, namun juga membantu proses pemulihan spot yang berjerawat. Ada juga bb cream yang formulanya ringan untuk kulit yang berjerawat.

#10 Pake obat tebal-tebal supaya jerawatnya cepat sembuh

Obat jerawat (topical acne solution/medication) cukup digunakan tipis-tipis. Tidak perlu digunakan setebal dan sesering mungkin. Lagipula obat yang dioles tebal akan membuat kulit kering, pedih, dan kemerahan.

#11 Obat jerawat bekerja cepat

Untuk jerawat 1-2 biji mungkin bisa. Umumnya pengobatan jerawat ditargetkan selama 1-3 bulan untuk jerawat ringan dan 3-12 bulan untuk jerawat yang parah. Jadi memang tidak bisa diatasi dengan instan, karena tujuannya untuk mengobati secara tuntas.

Ada kalanya treatment jerawat gagal karena sebagian besar orang berpikir jerawat bisa sembuh dengan cepat. Banyak yang menyerah karena merasa tidak ada progres di minggu-minggu awal. Padahal, semakin serius jerawatnya, semakin butuh ketekunan untuk berobat, karena penyembuhannya lebih lama.

FYI, beberapa jenis pengobatan memang perlu dikenalkan dengan pelan tapi pasti, agar kulit bisa beradaptasi dengan formulanya.  Jerawat (terutama yang parah) juga butuh waktu untuk merespon obat. Jadi, sabar...

Lebih baik komunikasikan langsung ke dokternya jika ada keluhan. Jangan mendadak berhenti selama proses. Kalaupun ke dokter lain, pengobatannya bakal diulang dari awal lagi.

#12 Isotretinoin tidak boleh digunakan untuk mengobati jerawat

Isotretinoin termasuk obat keras yang menunjukkan hasil jangka panjang. Cara kerjanya dengan menekan kerja kelenjar minyak, maka dari itu efek sampingnya juga lebih heboh. Kulit jadi luar biasa kering, bibir pecah-pecah, dll. Sayangnya, memang tidak cocok buat semua orang. Karena itu penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter.


#13 Kalau jerawat sudah sembuh ngga perlu khawatir

Justru karena kita punya riwayat jerawat (kondisi kulit acne prone) harusnya lebih hati-hati, karena komedo biasa pun bisa berubah jadi jerawat kalau terinfeksi.

Kita mesti tetap waspada saat hormon lagi naik turun (pms, mens, hamil), stres, perubahan cuaca dan lingkungan, dst. Supaya nanti pas break out (lagi) kita ngga kelabakan dan kulit bisa cepat pulih. Jadi, kita perlu mempertimbangkan perawatan pori meski kulit sedang tidak bermasalah.

Baca juga : Kertas Minyak (Acnes, Clean & Clear, Ovale, & Oxy)

#14 Jerawat itu karena orangnya jorok

Pemahaman tersebut akhirnya memupuk keyakinan bahwa mencuci wajah dengan sabun dan scrubbing dapat mengatasi jerawat. Padahal mencuci wajah terlalu sering dengan cara yang agresif justru mengganggu skin barrier, memperparah jerawat, dan mengganggu proses pemulihan kulit.

Jerawat juga tidak bisa dihilangkan dengan scrub. Scrubbing saat kulit berjerawat dapat menyebabkan iritasi, karena granulnya menggores kulit yang sedang rentan.

Bakteri P. acnes memang sudah ada di kulit dan bisa tumbuh subur jika skin barrier kita terganggu. Membersihkan wajah dengan sabun 2x sehari sudah cukup untuk mengurangi bakteri, mengurangi minyak berlebih, dan mengangkat sel kulit mati.

Tips! (dirangkum dari pengalaman acne proner)

(1) Pilih pembersih yang gentle dan pH balanced, supaya kulit tidak kering kesat setelah dibersihkan. Kulit yang dipaksa kering memicu produksi minyak berlebih sebagai kompensasinya.

(2) Saat berjerawat, hindari scrub, washcloth, dan sikat wajah yang kasar. Lebih baik membersihkan pelan-pelan dengan menggunakan kedua telapak tangan dan kapas.

(3) Salah satu penyebab jerawat memang produksi sebum yang berlebih. TAPI menangani problem minyak berlebih bukan berarti kita memaksa kulit menjadi kering dengan ingredient yang harsh.

#15 Jerawat karena produk baru = purging! [4]

Jika kita mengalami jerawat tepat setelah menggunakan produk kosmetika baru (skin care dan makeup), kemudian selama 1-1,5 bulan tidak ada tanda kulit membaik... maka itu berarti kita salah memilih produk. Konsultasikan ke dokter jika jerawatnya parah.

Jerawat yang "normal" tidak terjadi dalam waktu singkat (butuh waktu sekitar 10-14 hari), karena mesti melewati proses pembentukan yang cukup kompleks, yaitu...

(1) Sel kulit mati menyumbat pori
(2) Produksi sebum berlebih dan tidak mengalir dengan lancar, karena ada sebum yang terperangkap di dalam pori.
(3) Bakteri P. Acnes tumbuh subur di pori.
(4) Terjadi inflamasi sebagai reaksi tubuh melawan bakteri.

Ngomong-ngomong, jerawat purging berkat tretinoin juga biasanya butuh 14-16 hari (sekitar 2 minggu) untuk keluar mateng semua, baru kemudian kulit pelan-pelan membaik.

Jadi bisa disimpulkan, kalau jerawat muncul tepat setelah menggunakan produk tertentu, besar kemungkinan itu alergi atau ada reaksi penolakan dari tubuh. Baiknya segera hentikan pemakaiannya.

Baca juga : Reaksi Kulit terhadap Produk Skin Care = Purging?

Akhir kata...

Kulit kita membutuhkan sebum. Beberapa fungsi sebum adalah membentuk layer tipis untuk melindungi kulit dari sinar UV, menjaga kelembaban kulit agar tidak mudah menguap, menjaga skin barrier agar bakteri tidak mudah masuk.

Sebum berlebih dan sel kulit mati yang menyumbat pori disebut sebagai komedo (whitehead dan jadi blackhead saat teroksidasi), kemudian menjadi jerawat jika terinfeksi oleh bakteri P. acnes. Bakteri ini memang sudah ada di kulit kita. Hanya saja, dia bisa makin subur jika skin barrier kita terganggu.

Sebagian besar jerawat umumnya tidak berkaitan dengan masalah yang serius. Namun penanganannya berbeda untuk masing-masing orang, karena disesuaikan dengan penyebabnya.

Buat orang-orang yang kulitnya acne prone...

Dilihat dari proses umum terjadinya jerawat, memang sulit untuk mengontrol masalah hormonal dan seberapa banyak sebum yang diproduksi kelenjar minyak kita. Yang bisa kita lakukan untuk mencegah break out adalah memilih tekstur produk yang tidak menyumbat pori, bijak dengan memilih produk skin care yang sesuai kebutuhan, rutin eksfoliasi sel kulit mati (1-2x dalam seminggu, saat kulit tidak bermasalah), menggunakan pembersih yang gentle, dan tidak berlebihan merawat kulit yang rentan.

Baca juga : Apakah Kamu Berlebihan Merawat Kulit Wajah?

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading ad have a nice day.

Pengen Blogging, Tapi...

Ini hmm... lebih ke sharing seputar blogging yang beberapa kali masuk di email. Jadi sekalian diposting saja. Sebenernya rada sungkan bahas ginian, karena saya bukan blogger mastah. Banyak yang lebih jago dan rajin dari saya. Pure sharing-sharing aja yaa, ngga maksud menggurui :D

Sampai sekarang saya juga masih sering baca-baca tips blogging. Jujur, walau sudah banyak perubahan dibanding dulu, tapi blog Hai Hanitis masih jauh dari apa yang saya inginkan, terutama dari frekuensi posting haha.



Pengen blogging, tapi gada kamera DSLR, laptop udah jebot, dan lainnya...

Saya juga pernah merasakan hal yang sama. Saya berasumsi kalo ganti laptop, beli kamera mirrorless mungkin bakal lebih semangat ngeblog. Padahal dulu, saya ngga mikir kayak gitu. Awal blogging saya bela-belain pinjem kamera temen kos buat foto produk. Setelah nabung-nabung baru bisa beli kamera digital.

Intinya, blogging ya blogging aja. Kalo kita lebih mudah cari excuses, mungkin kita memang lagi ngga pengen atau ngga suka ngeblog. Pikiran semacam itu saya rem dengan pertimbangan bahwa fasilitas yang ada sekarang masih bisa dimanfaatkan dan dimaksimalkan. Sayanya aja yang kebanyakan alasan...

Belum tahu niche yang sesuai

Kalaupun kategori blog isinya sangat beragam (gado-gado), ya ngga apa-apa :D diarahkan saja jadi lifestyle blog. Banyak lho blog gado-gado yang eksis. Idenya malah ngga abis-abis, karena ngga terbatas di satu niche.

Saya pengen beauty blogging, tapi saya ngga...... :(

Sebagai gambaran, saya cuma blogger biasa tingkat kabupaten, jauh dari sosok ideal beauty blogger jaman sekarang. Saya ngga jago dandan, ngga putih kinclong kayak artis (kulit saya khas orang Indonesia), dan ngga gitu update dengan produk kosmetik kekinian. Produk yang saya beli dan pake ya yang itu-itu aja. Tapi itu ngga menghalangi saya buat posting tentang skin care hehehehe.

Eniwei, saya ngga mau bilang ini beauty blog walau postingannya banyakan tentang beauty (lah gimana sih...). Jadi tiap kali ada yang bilang saya beauty blogger, dahi saya langsung mengernyit haha. Sekarang saya lebih senang kalo blog "Hai Hanitis" disebut personal blog aja seperti judulnya... karena ke depannya saya ngga hanya membahas tentang beauty saja.

Apalagi ya...

Keterampilan blogging itu bukan sesuatu yang semalam langsung terasah. Hampir semua blogger pasti ngerasain masa-masa canggung posting artikel. Cara penyampaiannya masih kaku, overly polite, masih meraba-raba gaya penulisan yang bisa jadi ciri khas, dst. But it's OKAY. Yakin deh makin lama blogging, makin bagus hasilnya :D


Akhir Kata...

Loh, ada yang baca to? :|

Itu yang selalu terlintas dalam pikiran saya saat ada komentar dan email yang masuk. Pas liat statistik blog juga gitu, "Ini sapa aja yang nyasar kemari?" Karena saya jaraaang sekali blogwalking dan ngga promosi blog ^^;

Blog saya (obviously) banyak silent readernya. Makanya saya kaget pas tau-tau ada yang email dan dm, hanya untuk say hi, cerita kalau dia terinspirasi dari post-post yang saya susun (masya Allah, tabarakallah). Atau saat selang beberapa lama ngga posting, ada yang hubungi bilang kalau dia pembaca lama di blog Hai Hanitis dan kasih support agar saya rutin posting lagi. Terima kasih, kamu sweet banget :')


Terakhir, bagi yang ingin memulai blog... bener deh mulai aja. Memang awalnya bakal awkward karena berasa monolog ngomong sendiri. Yang paling penting sih, blogging tentang apa yang kita suka, supaya ngga terbebani. Trus, kalau yang kita kejar hanya apresiasi orang lain, ngga bakal hepi dan enjoy... karena kita ngga bisa menyenangkan semua orang.

Itu aja dari saya :D semoga bermanfaat.
Happy blogging and have a nice day.

Produk Skin Care Ini Aman Ngga Ya?

Pertanyaan ini sering banget kita jumpai. Wajar sih, karena banyak skin care abal-abal yang mendompleng nomor notifikasi BPOM palsu. Ini opini saya saja ya, karena bolak balik ditanya krim ini, krim itu aman ngga. Bosen juga hehe...


---

Berbahaya?

Kalau mau dikelompokkan, ada dua macam produk "bahaya" menurut orang-orang, yaitu (1) memang berbahaya karena komposisinya ngaco dan (2) aman, tapi formula atau teksturnya tidak sesuai kebutuhan kulit.

#1 | Jelas bahaya

Yang pertama sudah jelas ya. Sebisa mungkin dihindari. Kasusnya sudah banyak. Jangan pake dalih kalau sudah putih, baru ganti skin care yang jelas aman. Nyatanya ngga sesederhana itu.

Ada juga yang memalsukan produk skin care ternama. Jadi lebih baik beli produk di tempat yang tepercaya seperti counter resmi, supermarket, drugstore, department store, dst.

Saya tertarik, tapi ragu...
Kalau ragu, jangan dibeli dan jangan dipake. Gampang kan? :')

Tapi si (sebut-nama-seleb-yang-tajir-melintir) pake sis...
Mereka beli mobil udah kayak beli gorengan, masa iya pake skin care abal-abal. Minimal pada perawatan di dokter. Malah ada kan seleb yang ngeluarin brand produk kosmetika sendiri. Orang berkecukupan tapi bukan artis aja biasanya pake krim dokter/klinik kecantikan ternama, SK II, EMK, Lancome, dan skin care high end lainnya :D
---

#2 | Aman, tapi ngga cocok.

Yang kedua, ini sering saya sesalkan. Hanya karena ngga cocok tau-tau mengeluarkan statement "Produk X berbahaya." Padahal produknya jelas-jelas aman dan sudah lama terdaftar di BPOM (jauh sebelum era notifikasi). 

Nah yang kayak gini kan malah menimbulkan kesalahpahaman, karena tolak ukur skin care berbahaya jadi bias.

Maksud saya gini lho... Ada orang-orang yang kulitnya memang peka dan bereaksi terhadap zat-zat tertentu seperti pewangi, pengawet, alkohol, menthol dan lainnya. Tapi di kulit orang lain fine-fine saja. Mungkin memang ada risiko iritasi atau alergi, tapi bukan berarti produk tersebut berbahaya. 

Bagi saya pribadi, skin care berbahaya itu jika mengandung merkuri, steroid, hydroquinone, dll. Merkuri itu logam berat yang berbahaya untuk kulit. Sedangkan kortikosteroid dan hydroquinone aman dalam kadar tertentu (anjuran pakainya di bawah pengawasan dokter). Fungsinya sebagai obat, jadi tidak digunakan sebagai skin care harian untuk jangka panjang. 

Saya kadang suka speechless kalo ada yang komen, "Wardah aman ngga sih? Garnier berbahaya? The Body Shop bikin jerawatan?" Segambreng merk lain yang reputasinya bagus dan produsennya kredibel ikutan dicurigai.

Yang perlu kita pahami, semua produk yang terdaftar di BPOM sudah distandardisasi formulanya. Dengan kata lain, produk-produk tersebut (apalagi yang merknya sudah dikenal luas) relatif aman digunakan sebagian besar orang.
Kulit jadi bermasalah pun bisa disebabkan karena pemilihan produk yang kurang tepat. Ini juga yang dulunya sering jadi kesalahan saya. 

Contoh...

(1) Kulit berminyak dianjurkan menghindari tekstur produk berupa krim pekat atau balm, karena akan membuat kulit lebih greasy dan berisiko menyumbat pori. Kulit berminyak lebih cocok dengan tekstur gel dan liquid/watery.

(2) Kulit sensitif dan kering baiknya menghindari produk yang mengandung alkohol dan menthol.

...dan lainnya.
---

Ah skin care biasa ngga mempan sis...

Kadang yah... ekspektasi kita pada suatu produk itu terlanjur muluk-muluk. Jadi bukan berarti produknya ngga mempan. 

Memang sih jarang ada skin care biasa (low dan mid-end) yang bisa bikin kulit semulus foto-foto testimoni krim gajebo. Supaya kinclong mesti diboost lagi dengan suplemen, superfood, atau treatment bulanan di klinik kecantikan (face spa, laser, dst).

---

Akhir kata...

Kalau sugesti kita dari awal sudah positif (tau benar produknya aman), trus selama pemakaian kita enjoy, biasanya progres skin carenya juga memuaskan.

Kalau dari awal kita sudah waswas, curiga ini aman atau ngga, baiknya jangan deh. Apalagi putih instan belum tentu sehat. Jangan sampe saking pengennya putih, kita mengabaikan sisi keamanannya.

Masih banyaaaak banget produk skin care yang jelas-jelas aman. Apalagi dengan budget Rp 300.000an ke atas. Jujur, itu sayang banget.

Saya ngomong kayak gini juga karena pernah nyesal dulu suka latah gonta-ganti skin care. Pas kulit sudah bermasalah ribet ngatasinnya. Makanya postingan ini tuh diketik dari lubuk hati yang terdalam hehe.

Intinya, kalau mau beli produk skin care yang terjamin aman (terutama serum dan pelembab), lebih baik pake brand yang memang sudah punya nama.

Sebatas pengetahuan saya, krim dokter juga tidak bisa sembarangan dijual. Kita mesti ketemu sama dokternya, konsultasi, baru kemudian diresepin formula yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kulit kita.

Baca juga : Tips Belanja Produk Skin Care (Catat, Cari, dan Hati-hati)

Wallahu a'lam.
Mohon maaf jika ada penyampaian yang kurang berkenan.
Thanks for reading and have a nice day.