HANITIS

Vienna Blackhead Remover 3 Steps Nose Pack

Minggu, 19 November 2017

Halooo insan-insan yang berkomedo :D

Beduweeyy, salah satu kebiasaan random saya adalah elus-elus hidung sendiri pas lagi bengong, lol. Hidung berkomedo rasanya kayak berpasir brindil-brindil (apa sih).

Karena itulah saya lemah dengan produk yang berembel-embel blackhead remover. Bawaannya pengen langsung dipake hahaha (bayar dulu sisst!).

Rata-rata, produk 3 step nose pack keluaran Korea Selatan. Makanya saya excited banget pas lihat Vienna Blackhead Remover.

Produk ini saya beli di Guardian. Satu setnya isi 3 plaster. Harganya sekitar Rp 24.000. Kalau beli di luar mal bisa dapat Rp 15-16.000an lho.

Baca juga : 5 Langkah Sederhana Mencegah Komedo


Step 1 Green Tea Water Mask

Membantu mendetoksifikasi kulitmu dan membersihkan pori-pori yang kotor dengan ekstrak daun green tea. Glycolic acid membantu mempercepat proses eksfoliasi kulit.

Langkah pertama ini mempersiapkan kulitmu untuk tahap pengangkatan komedo selanjutnya.


Cara pemakaian

Gunakan Green Tea Water Mask pada permukaan hidung. Diamkan selama 5-10 menit. Angkat masker perlahan. Biarkan area hidung dalam keadaan basah.


Step 1 berupa sheet mask yang mencover area hidung saja.

Bukanya hati-hati ya karena dalam kemasan step 1 ada airnya gaes.

Kalau saya, biasanya basahi hidung dulu dengan air masker. Baru kemudian ditempelkan sheet masknya. Sayang kan kalau airnya dibuang huhu.


---


Step 2 Charcoal & Bamboo Mask

Diformulasikan dengan black charcoal powder untuk membersihkan dan mendetoksifikasi kulit, serta mengangkat kotoran dengan butiran serbuknya yang halus.

Bamboo extract dan mandarin orange peel oil untuk membantu merevitalisasi dan merawat kulit.

Membantu mengangkat komedo.


Cara pemakaian

Keluarkan strip dari kemasan. Gunakan dengan menempelkan strip pada area hidung yang basah. Diamkan 10-15 menit atau biarkan kering dan kaku pada saat dipegang.

Angkat perlahan dimulai dari bagian ujung, ditarik ke arah tengah.

Lihatlah strip, komedomu akan terlihat di strip!

(Iya, iya...)


Baca juga : Indo Logo : Lulur Hitam Tradisional yang Bisa Di-Peel Off


Step 3 Herbal Pore Tightening Mask

Masker ini diperkaya dengan perpaduan menyejukkan dari cotton, aloe vera, dan chamomile untuk menenangkan kulit. Kandungan ekstrak herbalnya mampu merawat pori-pori.

Pori-pori tampak lebih kecil, senantiasa terhidrasi, halus, dan lembut.

Kulit terasa segar!


Cara pemakaian

Gunakan masker perlahan pada area hidung. Diamkan selama 10 menit. Bilas bersih. Keringkan.

Untuk hasil maksimal, gunakan 1-2 kali seminggu agar pori-pori hidung senantiasa bersih.


---

Review

Vienna Blackhead Remover 3 Steps Nose Pack saya gunakan selama sebulan (pemakaian seminggu sekali).

Berbeda dengan nose pack tradisional(?) seperti Biore, produk ini terdiri dari 3 langkah yaitu menyiapkan, mengangkat komedo, dan menenangkan kulit.

Step 1 rasanya perih di hidung, karena sehari-hari saya menggunakan produk yang mengandung BHA. Asumsi saya, konsentrat di step 1 lumayan. Sekali pake, komedo di hidung jadi melunak.

Eniwei plaster semacam step 2 ngga boleh sering-sering dipake, karena membuat pori-pori semakin lebar.

Yang paling saya suka itu step 3, yaitu berupa jelly mask (hydrogel yang basah?). Efek calmingnya oke banget, meski gampang melorot dari hidung haha.

Bayangin dong. Saat kulit masih merah-merah setelah menggunakan step 1, saya mesti menempelkan plaster step 2 di hidung. Takutnya kulit jadi iritasi.

Tapi alhamdulillah, step 3 bener-bener bisa meredakan perih dan redness.

Hasil akhirnya, kulit hidung jadi smooth banget... walau tidak semua komedo terangkat. Yaaah mungkin hanya sekitar 70%.


Final thought

Sekitar minggu lalu, saya facial. Sayangnya dua-tiga hari kemudian hidung balik kasar lagi. Mungkin mbak-mbaknya ngga tega nyakitin saya haha.

Beda dengan Vienna yang hasilnya bisa bertahan lebih lama. Selama semingguan hidung saya licin gitu. Jadi emang idealnya digunakan seminggu sekali (atau dua minggu sekali).

Vienna Blackhead Remover 3 Steps Nose Pack memang seperti yang dikatakan orang-orang... cheap but great product.

Meski demikian, saya tidak menyarankan produk ini untuk kulit yang sensitif.

Selain itu, kalau kamu menggunakan produk yang mengandung AHA, BHA, atau retinol, baiknya diskip dulu 1-2 hari (sebelum menggunakan produk ini), untuk menghindari iritasi dan reaksi negatif lainnya.

Oh iya, seingat saya, pore packnya lebih pendek/kecil dibanding Biore atau Skinmiso (cmiiw). Soalnya dia ngga nutup area yang biasanya dicover saat saya menggunakan pore pack. Cuma ngecover kurang lebih setengah dari panjang hidung.

Baca juga : Skinmiso Pore beauty Nose Pack : 4 Weeks Program

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Bahagia yang Bersyarat

Kamis, 09 November 2017
Pernah dengar kutipan ini ngga? Atau yang sejenisnya...
You can be happy when you're nothing. You can be unhappy when you have everything. (Unknown)
Kenyataannya banyak orang yang (sebenarnya) hidup berlimpah nikmat, tapi batinnya tidak tenang. Di sisi lain, ada orang yang sederhana, tapi menjalani hidup dengan tentram.

Dalam situasi yang sama pun, setiap orang bisa memiliki derajat kebahagiaan yang berbeda.

Contoh...

Ada dua orang (si A dan B) yang kaya raya.

Si A bisa berbahagia dengan apa yang dia miliki.

Sedangkan si B justru merasa kecewa. Menurut si B, dia baru benar-benar bahagia saat memiliki properti yang jauh lebih banyak dari yang dia miliki sekarang.

Baca juga post sebelumnya : Bahagia itu Sederhana


Kok bisa?

Tebakan yang pertama kali terlintas di benak kita adalah mungkin dia kurang bersyukur.

Hmmm...

Guys, manusia adalah makhluk yang kompleks. Ada banyak hal yang melatarbelakangi sikap seseorang. Kenapa dia kurang bersyukur pun masih bisa dirinci.

Salah satu alasan yang kita bahas kali ini bagus untuk jadi pembelajaran dan (yes!) self check.

Psikolog Elinor Greenberg menjelaskan bahwa ada sebagian orang yang tidak bisa membedakan antara merasa bahagia dan merasa berharga.

Sebagian orang berpikir bahwa uang, tampilan fisik, status sosial, dan popularitaslah yang membuat mereka bisa dicintai, berharga, dan penting.

Namun, saat semua atribut tersebut dilepas, mereka tidak tahu apa yang istimewa dari diri mereka.

Persepsi mereka tentang kebahagiaan sangat sempit, karena tergantung pada penilaian orang dan faktor-faktor eksternal lainnya (yang notabene sifatnya sementara).

Baca juga : Bersahaja itu mengagumkan

---

"Wajar kali sist..."

Menurutku ngga ada salahnya kalau hepi karena penilaian orang.

Ngga wajar sayangkuuh...

Ketika perasaan berharga disalahartikan sebagai kebahagiaan, (sadar ngga sadar) kita jadi terobsesi untuk mencari sesuatu yang lebih, lebih, dan lebih untuk mengukuhkan pengakuan dari orang lain.

"Oh, orang-orang lebih welcome sama yang cantik, ganteng, punya pasangan (dengan kriteria tertentu), punya hape baru, kaya, terkenal, dst. Berarti aku baru berharga (dan baru bisa bahagia) jika demikian..."

Trust me. Ada yang salah jika kita baru bisa bahagia ketika diakui, dikagumi, dan diistimewakan.

Problemnya juga bisa merembet kemana-mana. Misal jadi gampang bosan, minderan, benci tanpa alasan yang jelas, dengki akut sama orang lain, krisis eksistensi, bahkan depresi.

Baca juga : Bahagia Tanpa Sadar

---

Self check!

Bagi saya pribadi, cara untuk membedakan kebahagiaan dengan ego booster itu simpel aja...
Kebahagiaan sejati tidak bertambah saat diketahui orang lain dan tidak berkurang jika disembunyikan.
Eniwei... Di post Bahagia itu Sederhana, saya menyinggung statement "kebahagiaan harus diperjuangkan".

Yang perlu kita pahami, memang ngga ada salahnya merasa bahagia setelah mengalami masa-masa sulit yang panjang dan berjuang meraih prestasi tertentu.

Tapi poin yang dimaksud adalah...

(1) Kebahagiaan itu bukan target, melainkan kondisi mental.

(2) Mengejar "kebahagiaan" (dalam tanda kutip, alias ego booster) adalah isu internal yang tidak semerta-merta selesai karena faktor eksternal.

(3) Jangan menyandarkan kebahagiaanmu pada standar yang dibuat orang lain dan jangan mengukur kebahagiaan orang lain dengan standarmu. Happiness is a personal thing.

(4) Pada dasarnya, kita tidak perlu membuktikan diri ke siapa-siapa.

InsyaAllah bersambung :))

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thank for reading and have a nice day.

Bahagia itu Sederhana

Kamis, 02 November 2017
Dulu, saat saya berkata, "bahagia itu sederhana", langsung disanggah oleh seseorang... 

"Tidak, bahagia itu harus diperjuangkan."

Agak syok sih dengarnya.

Seakan-akan kebahagiaan itu bersyarat.

Awalnya saya tidak setuju, karena saya enjoy menjalani hidup yang biasa-biasa aja haha. Tapi lama-kelamaan (sadar ngga sadar) jadi kebawa deh...

...dan daftar "syarat untuk bahagia" makin hari makin panjang. 

Hidup dengan mind set seperti itu membuat saya jadi pencemas (sering was-was), sulit bersyukur, dan gampang down... yang akhirnya berujung pada stres berat, lol.

Baca juga : Bahagia tanpa Sadar


Kebanyakan orang baru bisa bahagia setelah mencapai atau memiliki sesuatu.

Konsep "bahagia itu sederhana" pun menjadi aneh dan asing. Kesannya seperti kata-kata yang manis di bibir saja. 

Karena itulah sebagian orang meragukan "kebahagiaan" yang dirasakan orang lain, hanya karena hidup orang tersebut tidak memenuhi standar untuk bahagia menurut mereka.

Belibet kah?

Kisah berikut bisa jadi gambaran...

Shovan Chowdury bercerita kalau dia pernah "diinterogasi" oleh seseorang di dunia maya [1]. Saya cantumkan terjemahan bebasnya saja ya...

Are you happy?

"Apakah kamu pernah bepergian ke luar negeri?"

Saya jawab, "Belum pernah sama sekali."

"Apakah kamu punya pacar?"

Saya jawab, "Tidak."

"Apakah kamu punya rumah, tabungan yang banyak, pekerjaan bergaji tinggi, dan mobil pribadi?"

Saya tersenyum dan menjawab, "Tidak."

"Apakah kamu punya properti keluarga?"

Saya menjawab, "Tidak, tidak sepetak tanah pun."

"Apakah kamu dapat membuat orang lain terkesan dalam sekian menit?"

Saya berpikir sejenak dan menjawab, "Tidak, saya tidak bisa."

"Apa kamu fasih berbahasa Inggris?"

Saya menghela napas dalam-dalam dan berkata, "Tidak, tapi saya berusaha mengasah keterampilan bahasa Inggris saya."

"Apa kamu berbadan tinggi?"

Saya tertawa kecil, "Tinggi saya hanya 5'2 (sekitar 158 cm)."

"Apa kamu tampan?"

Saya jawab, "Tidak sama sekali, bahkan rambut saya mulai menipis."

"IQ-mu tinggi?"

Saya jawab, "Tidak. Saya melupakan kejadian-kejadian kecil begitu cepat dan saya juga kesulitan untuk mengingat arah kanan-kiri jalan."

"Apa kamu bisa mengikat tali sepatu?"

Saya malu dan menjawab, "Tidak, tapi saya berlatih dengan menonton video di Youtube."

Dia pun berkata, "Shovan, maaf ya. Kedengarannya aneh. Mungkin kamu bukan orang yang bahagia."

Saya balas, "Tidak. Saya benar-benar bahagia. Saya menerima diri saya. Saya menikmati setiap momen dalam hidup... dengan keterbatasan yang ada.

Kebahagiaan tidak tergantung berapa banyak negara yang kita kunjungi, tampilan fisik, properti, mobil, pekerjaan bergengsi, ataupun kekasih.

Kebahagiaan tergantung dirimu sendiri.

Saya menjalani hidup yang sederhana, bekerja dengan giat, mencintai orangtua saya, menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga dan teman-teman, menjelajah negeri saya, membantu orang lain, berlari, mengejar passion, dan mengerjakan hal yang saya sukai."

Baca juga : Gratitude Journal

---

Kadang kita sibuk mengejar "kebahagiaan", tanpa menyadari bahwa kebahagiaan adalah kondisi mental... Bukan sesuatu yang ada di luar diri kita.

Kita masih bisa menikmati hidup dengan apa yang sudah kita miliki, karena kebahagiaan ada pada kebersyukuran dan merasa cukup.
Be happy. Not because everything is good, but because you can see the good in everything. (Unknown)
Baca juga : Bahagia yang Bersyarat

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Parfum Arab Wangi Murah Meriah

Selasa, 10 Oktober 2017
Salah satu parfum Arab murah yang banyak beredar di Indonesia adalah Al Rehab. Kisaran harganya sekitar Rp 20.000 (6 ml) di toko oleh-oleh Haji. Bukan oleh-oleh lagi deng kalau banyak dijual di sini.

Walau cuma 6 ml tapi bisa untuk 2 bulanan lho :D


Saya "tahu" tentang Al Rehab dari Aulia beberapa bulan lalu (barakallaahu fiiki). Waktu itu saya antusias sekali, karena baru pertama kali dengar merk Al Rehab.

Setelah browsing-browsing, parfum Al Rehab tuh modelnya macam-macam. Selain dikemas dalam botol oles, dia juga ada di botol spray...

Saya kaget pas tahu ternyata selama ini saya pake Al Rehab!! Huahaha.

Mungkin dari tahun 2012, karena yang Al Rehab botol spray pernah saya post duluu banget sekitar tahun 2013 (sudah dihapus). Bener-bener ngga ngeh lho. Kirain merk-nya Champion, kayak merk nugget (itu sih "Champ" sist).

Lol, kedodolan yang haqiqi :))


Eniwei, wangi parfum-parfum Arab tuh enak banget. Bukan aroma yang ada sensasi alkoholnya... atau yang bikin eneg saking wanginya.

Relaxing dan soothing aja gitu.

Wangi-wangi khusus muslimah dari Al Rehab (roll on tutup silver) ada white musk, sabaya, sandra, green tea, lovely, dst.

Yang sabaya lebih baik digunakan di rumah saja. Dia ada hint wangi fruity nyekit-nyekit(?), ngga lembut (susah ya jelasin parfum.. haha soriii).

Karena ini parfum murah, jelas wanginya ngga tahan lama kalau dioles di kulit. Kena air dan keringat saja wanginya sudah langsung pudar. Tapi kalau dioles di kain atau sajadah gitu lumayanlah bisa tahan dua harian.


Selain Al Rehab, ada juga merk lain yang lebih murah (tutup warna gold). Wanginya ngga kalah enak, tapi kemasannya tidak sebagus Al Rehab. Bola roll on-nya suka lepas...

Saya suka parfum Attar Musk Al Madaen (label hijau tua, wanginya seperti vanilla dan musk cmiiw) dan Attar Sandal Rose (label cokelat). Sandal Rose wanginya feminin dan manis (wangi kayu cendana dan mawar).

Kalau yang lebih lembut, ada white musk dari Al Rehab, tapi saking lembutnya dia cuma tahan sekitar 2-3 jam saja.

Parfum lain?

Ini juga ada parfum cewe Tea Rose yang wanginya lucu(?). Sering dibeli ibu-ibu. Ada note spicy dan warm floral seperti rose, sandalwood, rosewood, bergamot, jasmine, dst. Ini hasil browsing ya, bukan karena hidung saya bisa kelompokkan aromanya.


Oh iya, saya pernah cium wangi parfum Arab (maskulin) yang aromanya kuat dan memorable banget, bikin bengong. Dia sudah lewat sekitar 5 meter, tapi wanginya tetap tinggal lho maasyaaAllah.

Kayak gitu parfum mahal yaa pastinyaa. Dia ada note musk, kayu, rada spicy... zzzz bingung! Soalnya saya ngga gitu ngerti parfum :(

Sampai sekarang saya masih penasaran cari-cari itu wangi apa. Pengen cari alternatif versi murahnya. Nyesel juga ngga cegat dia buat nanya itu parfum apa (lah ngapain hahaha).

Yaah intinya parfum Arab wanginya unik-unik dan eksotis. Bdw, tetangga saya sampai ada yang nanya lho Al Rehab beli dimana :)) Padahal ini parfum murah meriaah. Hmm, ada yang pernah coba atau sedang memakainya juga? :D

Baca juga : Krim Serbaguna : Creme21, Glysolid, dan Nivea Creme.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Bersahaja itu Mengagumkan

Jumat, 06 Oktober 2017
Postingan ini tertahan lumayan lama di draft karena rada sensitif. Tapi insyaAllah akan berlanjut supaya nampak benang merahnya... Ke depannya juga ada postingan tentang kebahagiaan, kenapa kita mesti aware dengan hal-hal yang kita tonjolkan, apa maksud prasangka kita, dst.

InsyaAllah, semoga dimudahkan, aamiin.

Noted. Semua orang berpotensi salah, termasuk saya. Ini juga reminder dan pembelajaran buat saya pribadi.


Jaman sekarang, memamerkan apa-apa yang kita miliki menjadi suatu kelaziman. Respon yang datang membuat sebagian orang jadi ketagihan untuk menonjolkan diri lagi, lagi, dan lagi.

Ya, pujian dari orang lain kadang bisa memabukkan. Sampai-sampai kita tidak sadar kalau sedang pamer.

Seperti yang kita tahu, pamer tidak ada faedahnya. It's a lose-lose game, karena...

#1 Belum tentu dia atau mereka terkesan.

Berbangga-bangga tentang "siapa saya" justru membuat kita terlihat (maaf) konyol.

Contoh...

Kadang, sebagian orang pintar bukan paranormal ya maksudnya juga bisa kepleset.

Dia pikir pemakaian istilah yang kelewat ilmiah, bikin orang-orang berdecak kagum. Padahal orang-orang malah risih pas ngobrol dengan dia.

Baca juga : Pamer di Social Media

---

#2 Setinggi-tingginya gunung, masih lebih tinggi langit.

Kalau kita perhatikan, orang-orang yang lebih kaya, lebih cakep, lebih pintar, dst biasanya malah pada humble. Diem-diem aja, karena bagi mereka itu hal yang biasa.

Ada pengalaman menarik yang dishare di salah satu situs Q&A... Tentang seorang pria yang menyembunyikan kekayaannya.

Dia suka nongkrong di cafe pinggir jalan dan mengamati orang-orang.

Tidak ada yang menyangka kalau dia kaya raya, karena penampilannya biasa saja. Mobilnya ngga mewah, baju pun seadanya.

Barang mahal yang dia gunakan cuma jam tangan dan ponsel. Itu juga mungkin ngga ada yang perhatiin...

Dia ngerasa lucu lihat orang yang baru bawa mobil sport(?) aja sombongnya kek apa.

Hmmm... Kebayang ngga sih kalau kita pamer di hadapan orang yang sebenarnya lebih daripada kita? Subhanallah, itu ibarat mempermalukan diri sendiri tanpa sadar :(
You may be better than someone, but there will always be someone better than you. (via @acceptingqadr)
---

#3 Mengundang 'ain (evil eye).

Okelah, ada yang kagum. Tapi poin ketiga ini lebih bahaya...

Salah satu tanda kena 'ain, biasanya ada hal-hal buruk tidak menyenangkan yang terjadi setelah kita sharing sesuatu.

Guys, walau bibirnya manis memuji, tapi hati orang siapa yang tahu. Karena itulah kita dianjurkan meminta perlindungan dari hasadnya orang yang hasad (ref. QS Al Falaq, ayat 5).

Jadi, kalau lagi hepi banget, usahakan kontrol dan jangan sampai overexpose kehidupan pribadi kita.

Baca juga : Jangan Pamer, 'Ain itu Nyata

---

Ingat, segala puji HANYA milik ALLAH.

Bahasan tentang pujian juga bisa ditinjau dari sisi yang lain.

Jika memuji dan menerima pujian, tujukan pujian itu ke Allah Subhanahu wa Ta'ala. Contoh, alhamdulillah, maasyaaAllah, dst.

Ini juga jadi reminder buat kita dan lawan bicara kita... kalau segala hal terjadi atas izin-Nya Allah, bukan karena kehebatan orang tertentu.

Selain itu, kita mesti hati-hati saat memuji. Mungkin dia lebih butuh didoakan keberkahan, ketimbang dipuji berlebihan.

Atau lebih baik kita memuliakan dan membela nama baiknya tanpa sepengetahuan dia.

Bukan berarti kita ngga boleh mengapresiasi orang lain secara langsung, tapi ungkapkan dengan sewajarnya di situasi yang tepat.

Soalnya, tidak semua orang bisa menghadapi pujian dengan sehat. Ada yang malah kecanduan, trus jadi merasa berhak untuk dipuji, dan tersinggung kalau tidak diistimewakan.

Iya, iya... itu bukan kamu kok.

Lagipula kamu juga ngga mau kan jadi orang yang seperti itu? :')

---

Akhir kata

Tanyakan pada diri sendiri jika muncul hasrat untuk pamer...

(1) Siapa... yang nanya?
(2) Biar dikata apa?
(3) Terus kenapa?

Pertanyaan-pertanyaan simpel seperti itu bisa jadi rem... atau minimal kita bisa menilai dan meluruskan niat kita... Apakah beneran mau sharing atau hanya sekedar show off.

Kalau memang niatnya mau sharing, output-nya akan bersih dari... "Ini lho, AKU. Kekayaan-KU. kecakepan-KU, keistimewaan-KU. kegaulan-KU, dst." Allahul musta'an.
Kita tidak akan terhina jika kita bukan siapa-siapa. Akan tetapi, kita akan ditertawakan jika berlakon seolah kita "siapa". Percayalah, akan selalu ada yang tulus menerima kita apa adanya. Bersahaja itu mengagumkan. (via @echisofwan)
Wallahu a'lam.
Mohon maaf jika ada penyampaian yang tidak berkenan T.T
Lots of love and have a nice day (hug hug hug).

Cara Asyik Mengunakan Hand Cream

Jumat, 29 September 2017

Haloo!

Ini quick post aja ya. Rencananya mau digabung di post Krim Serbaguna, tapi lebih baik dipisah supaya ngga melebar.

Baca juga : Krim Serbaguna : Creme21, Glysolid, dan Nivea Creme

Cara ini recommended untuk orang-orang yang kulit badannya kering dan kasar. Dengan penggunaan rutin, insyaAllah kulit kamu akan jadi lebih lembab dan halus.

Triknya sederhana saja.... Untuk mendapat hasil yang lebih oke, campurkan hand cream dengan beberapa tetes Extra Virgin Olive Oil dan/atau Virgin Coconut Oil.

Kita juga bisa mencampur EVOO dan VCO di body butter, lulur, atau scrub.

Saya tahu tips ini dari kak Lulu (Lovely Lue's) di tahun 2013 [1]. Lama juga ya...

Ih... bau minyak dong sist!

Ngga kok. Awalnya saya juga ragu, apalagi baunya EVOO kan lumayan ngga enak huhu. Tapi ternyata baunya kalah dengan wangi hand cream yang kita pakai :D

Apa ngga minyakan banget tuh?

FYI, tesktur akhirnya tergantung tesktur asli produk dan berapa tetes minyak yang kita gunakan.

TAPI dari beberapa hand cream yang saya coba mix, tekstur akhirnya jadi paasss banget. Terasa ringan, namun lembabnya lebih tahan lama.

Baca juga : Minyak Kelapa (Virgin Coconut Oil)

---

Di post ini, yang saya jadikan contoh adalah Nivea Creme.

Teksturnya Nivea Creme pekat banget dan rada susah diratakan. Mesti dipijat pelan hingga akhirnya krim bisa terserap di kulit.


Minyaknya tidak langsung saya campur di dalam jar produk. VCO-nya saya simpan terpisah di botol pipet.

Jadi, saya ambil dulu krimnya, baru kemudian dimix di telapak tangan.


Begitu dicampur dengan VCO, krimnya jadi lumer seperti body lotion (yayalah).


Hasilnya?

Alhamdulillah, punggung tangan saya lebih halus dari kulit wajah hahaha. Entah harus senang atau sedih :))

Eniwei, biasanya saya gunakan mixture ini hanya di malam hari. Kalau untuk body scrub belum coba sih, insyaAllah kapan-kapan hehe.

Wallahu a'lam.
Selamat mencoba!
Thanks for reading and have a nice day.

Krim Serbaguna : Creme21, Glysolid, dan Nivea Creme

Sabtu, 23 September 2017
Lebay ngga sih kalau dibilang krim serbaguna? Errr...

Walau kelihatannya kurang meyakinkan, tapi produk-produk ini biasa digunakan untuk perawatan wajah dan badan lho :D

Ketiga produk yang akan kita bahas bukan barang baru. Dua di antaranya sering jadi oleh-oleh Haji dan Umroh. Karena itulah meski merk (ketiga produk ini) berasal dari Jerman, tapi justru dikenal sebagai krim Arab hehe.


#FYI

Kulit wajah saya (9/2017) kombinasi (dengan area kering yang dominan), rentan berjerawat, dan mudah dehidrasi.

Kulit badan kering.

Ngomong-ngomong, itu saya masukin Original Source di foto hanya untuk meramaikan(?) saja. Dia ngga serbaguna hehe. Reviewnya sudah ada sendiri...

Baca juga : Original Source Body Butter

---

Creme21

Creme21 All Day Cream
Intensive Care and Protection
with Pro-vitamin B5

Mencegah dehidrasi dan mengembalikan kelembaban alami kulit.

*Panthenol (Pro-vitamin B5 juga ada di Nivea Creme) bantu mempercepat proses penyembuhan luka.

Creme21 Moisturizing Cream
Soft Care and Hydro-Balance
with Vitamin E

Melembabkan kulit secara intensif dan melembutkan kulit.

Harga sekitar Rp 30.000 (50 ml). Bisa dibeli di supermarket, drugstore, dan toko oleh-oleh Haji.


Sepengalaman saya, hasil dari dua varian Creme21 ngga ada bedanya. Deskripsi produk keduanya memang mirip-mirip sih... (fokus melembabkan).

Meski teksturnya berupa lotion yang ringan dan cepat meresap, namun produk ini mampu melembabkan kulit badan yang sangat kering.

Saya tidak menggunakan Creme21 di wajah, ngga tau kenapa ragu gitu rasanya haha. Jadi, produk ini hanya saya gunakan sebagai hand cream.

Etapi kalau baca-baca review lain, banyak yang wajahnya cocok lho pake Creme21 :D


---

Glysolid

Smoothes, Softens, and Protects.

Glysolid is the advanced European formula that helps to smooth, soften, and protect rough, chapped, and extra dry skin on the hands, feed, and entire body.

Klaim produk -- With Allantoin and a high Glycerine (vegetable-based) content, this proven skin care cream greatly improve the look and feel of the dry skin in just one application. Non-greasy Glysolid penetrates the skin in seconds and work for hours.

Glycerin dapat membentuk layer tipis yang menjaga kelembaban dan kadar air di kulit. Sedangkan Allantoin mampu merangsang regenerasi sel, menenangkan kulit yang mengalami iritasi, dan meredakan gatal.

Perhatian -- Hanya untuk pemakaian luar. Hindari kontak dengan mata. Jauhkan dari paparan panas dan kelembaban. Jangan digunakan jika segel kemasan sudah rusak.

Gunakan secara hati-hati untuk kulit normal dan kering. Produk ini juga aman digunakan di kulit yang sensitif.

Harga sekitar Rp 45.000 (175 ml). Bisa dibeli di toko oleh-oleh Haji.


Ketiga produk yang kita ulas kali ini mengandung Glycerin, tapi hanya Glysolid yang kadar Glycerin-nya mencapai 50%. Dengan kata lain, produk ini memang efektif untuk merawat kulit yang kering dan dehidrasi.

Tekstur Glysolid mirip Vaseline petroleum jelly, tapi lebih soft dan lebih blenyek kalau dicowel (ini apa sih bahasanya wkwk).


Anjuran pakainya dioles tipis-tipis. Krimnya tidak perlu dicolek, tapi cukup diusap permukaannya. Jadi, yang kita gunakan hanya krim yang menempel di jari.


Pertama kali mencoba Glysolid, saya takjub. Ini tuh baguss banget, maasyaaAllah. Pantesan Glysolid jadi salah satu barang wajib(?) yang dibeli ibu-ibu saat Haji dan Umroh.

Baru-baru ini kulit saya jadi lebih kering dan dehidrasi. Mungkin karena pancaroba (ngaruh ya bosque? Haha).

Iseng-iseng saya oleskan Glysolid, eh alhamdulillah kulit jadi terhidrasi, lembab, dan kenyal seketika.

Klaimnya beneran terbukti ya... Hanya dengan sekali pemakaian, kulit saya membaik dan lembabnya bertahan sampai hari berikutnya maasyaAllah :)) Padahal udah lewatin berapa kali wudhu, cuci muka, dll, tapi kulit wajah tetap terasa kenyal lho.

Saya juga menggunakan Glysolid untuk melembabkan bibir yang kering. Hasilnya cukup memuaskan. Bibir tetap lembab tanpa terlihat glossy dan berminyak.

Denger-denger, Glysolid juga ampuh untuk mengatasi kulit tumit yang pecah-pecah :D



Nivea Creme

Nivea Creme adalah krim legendaris yang digadang-gadang sebagai produk tersukses sepanjang masa. Sejak pertama kali launching di tahun 1911, kualitas krim ini terus ditingkatkan.

Deskripsi produk

Krim pelembab untuk seluruh keluarga. Nivea Creme mengandung pelembab alami Eucerit mampu melindungi dan merawat kulit.

Eucerit adalah emulsi water-in-oil pertama di dunia yang paling stabil. Ini pula yang membuat tekstur Nivea Creme rada unik. Dia tuh pekat seperti pasta gigi, tapi begitu dipijat pelan di kulit, krimnya berubah menjadi lebih basah.

Wanginya enak khas produk Nivea. Disadur dari situs resminya, aroma Nivea Creme berasal dari bargamot dan jeruk, yang dikombinasikan dengan lavender, mawar, lilac, dan bunga lily.

Cocok untuk digunakan setiap hari, dimanapun dan kapanpun.

Telah diuji secara dermatologis.

Dapat digunakan untuk...

Perawatan wajah sehari-hari.
Krim tangan.
Merawat bibir kering dan pecah-pecah.
Mengatasi redness.
Merawat kuku.
Meminimalisir stretch mark dengan penggunaan teratur sejak awal kehamilan.
Membantu memperlambat proses penuaan.

Cara pemakaian

Ambil krim secukupnya, kemudian pijat perlahan agar mudah terserap kulit.

Harga

Nivea Creme kemasan plastik 50 ml sekitar Rp 12.000.
Nivea Creme kemasan kaleng 60 ml sekitar Rp 25.000.

Beli di supermarket dan drugstore.


Seringkali kita mendengar ada Nivea Creme US dan Germany.

Namun yang beredar bukan hanya dua versi tersebut, karena nyaris di setiap negara ada perbedaan komposisi Nivea Creme (mis. versi Eropa, Canada, Thailand, Jepang, Arab, dst).

FYI, Nivea Creme dalam artikel ini bukan produksi US dan Jerman.

Yang kemasan kaleng, produksi Thailand (formulanya mirip versi US), dan yang plastik produksi lokal (kota Malang) dengan lisensi dari Nivea Jerman.

Secara keseluruhan (yang kemasan kaleng dan plastik) hasilnya sama saja. Padahal beda harganya bisa sampai dua kali lipat.

Sampai-sampai saya mikir, "Ini yang bikin mahal kalengnya kali ya?" (sotoy).

Imho, kalau hanya untuk hand cream, mending beli Nivea Creme kemasan plastik. Harganya lebih murah dan kualitas krimnya sama dengan yang jar kaleng.


Dupe krim mahaaal~

Nivea Creme (versi Germany) sering disebut sebagai dupe-nya Creme de La Mere... yang harganya sekitar 2 jutaan (30 ml). Wow.

Kalau kamu browsing lebih lanjut, base ingredient dari Nivea Creme dan Creme de La Mer memang mirip.

Keduanya mampu menghidrasi dan melembabkan kulit.

Hanya saja, Creme de La Mer lebih komplit karena mengandung fermentasi rumput laut, ekstrak tumbuh-tumbuhan, banyak antioksidan, vitamin, dan mineral lainnya.

Plot twist!

Di tahun 2013, Claire Cisotti membandingkan Nivea Creme dan Creme de La Mer.

Setelah pemakaian selama sebulan, perubahan yang signifikan justru tampak di sisi wajah yang menggunakan Nivea Creme.

Kulit yang menggunakan Nivea Creme lebih terhidrasi, kemerahannya berkurang, dan garis halus jadi lebih samar.

Baca juga : Claire Used ₤1 Nivea Creme & ₤ 105 Creme de La Mer

Tapi tetep cocok-cocokan~

Kalau kamu tertarik, pastikan Nivea Creme sesuai dengan tipe dan kondisi kulit wajah kamu. Soalnya, setelah baca-baca komentar di youtube, ada yang wajahnya malah jadi bruntusan.

Imho, produk ini lebih cocok untuk orang yang kulitnya sangat kering, dehidrasi, dan mengalami penuaan.

---

Final thought

Creme21, Glysolid, dan Nivea Creme sama-sama bagus untuk melembabkan dan melembutkan kulit badan. Selebihnya tinggal masalah selera dan kemudahan akses beli.

Sejauh ini, yang paling mudah diperoleh adalah Nivea Creme dan Creme21. Kalau Glysolid kayaknya jarang, paling cuma di toko oleh-oleh Haji dan online mal seperti tokopedia (cmiiw).

Kemasan Creme21 dan Nivea Creme (jar plastik) lumayan kokoh. Tutup ulirnya juga pakem. Tidak seperti kemasan kaleng yang mudah penyok dan tutupnya gampang terbuka.

Bagi orang yang higienis, kemasan jar yang bulat (seperti tekad) ini kurang praktis untuk dibawa pergi-pergi. Hmmm... Kayaknya baru Creme21 yang kemasan botolnya sudah diedarkan di Indonesia.


Di antara ketiganya, hanya Glysolid yang berani saya templokin ke wajah dan alhamdulillah ngga bikin break out. Mungkin Glysolid akan tetap saya gunakan sewaktu-waktu, saat kulit mengalami kering dehidrasi.

Sedangkan Creme21 dan Nivea Creme cukup saya gunakan sebagai krim tangan (plus kaki, lutut, dan siku hehe).

Eniwei, kalau kamu tertarik menggunakan produk-produk ini untuk perawatan wajah, baiknya hati-hati... Karena serbaguna di orang lain, belum tentu serbaguna di kulit kita :D

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.