Cek Arti Simbol/Logo Kemasan Produk Kosmetika di Sini

Setiap produk kosmetika biasanya mencantumkan informasi tertentu berupa simbol. Namun, masih ada simbol-simbol di kemasan produk yang belum dipahami dan seringkali diabaikan. Apa aja sih artinya? :D


-------

Informasi Lebih Lanjut

Refer to Insert
Instruksi untuk membaca informasi yang tercantum di leaflet atau selebaran kertas petunjuk pemakaian. Simbol ini adalah tanda bahwa informasi yang penting seperti daftar ingredients, petunjuk pemakaian, dan tabel peringatan tidak cukup untuk diuraikan di kemasan produk (kemasan produk terlalu kecil).


-------

Volume

e-Mark (estimated symbol)
Jaminan bahwa produk diisi dengan akurat sesuai sistem pengukuran standar. Jadi, jika tertulis 60ml e berarti isi nettonya benar 60ml.


-------

Hati-hati

Flammable 
Produk mudah terbakar. Taruh produk di suhu ruangan. Jangan menggunakan produk saat merokok, dekat api, atau saat terpapar suhu panas. Biasanya tercantum di produk hair styling, deodorant spray, dan cat kuku.


-------

Label Perlindungan terhadap Sinar Matahari

Agar mudah diingat...
UVA --- Aging (sinar yang mempercepat tanda-tanda penuaan) - PA
UVB --- Burning (sinar yang membakar kulit/sunburn) - SPF

PA (Protection Grade) adalah sistem rating perlindungan dari UVA. Semakin banyak (+), semakin bagus perlindungannya. Contoh: PA+, PA++, PA+++. Selain label PA, proteksi dari UVA juga disimbolkan dengan huruf UVA di dalam lingkaran.

SPF (Sun Protection Factor) merupakan indikator jumlah perlindungan untuk melawan UVB. SPF 15 melindungi hingga 93%, SPF 30 melindungi hingga 97%, dan SPF 50 hingga 98%. Kelihatannya beda tipis ya, tapi (menurut situs skincancer.org) kalau kulit kamu sangat sensitif terhadap sinar matahari atau punya riwayat kanker kulit, maka perbedaan kecil itu akan terasa signifikan.


SPF 15 dan 17 adalah standar minimal yang direkomendasikan dokter.

Baca juga : Tipe dan Kondisi Kulit (+++ Tips & Info Lainnya)

-------

Jangka Waktu Pemakaian

MFE, MFG, M
Tanggal produk dibuat.

EXP, E
Tanggal kedaluwarsa produk sebelum kemasan dibuka (expiration date).

BB, BBE, BE
Jangka waktu pemakaian yang dianjurkan (best before).

6M, 12M, 24M (Period After Opening/PAO)
Jangka waktu pemakaian setelah kemasan dibuka pertama kali. 6M berarti produk layak digunakan selama 6 bulan sejak kemasan dibuka.


Produk asal Korea Selatan
​’사용기간180901’ berarti tanggal kedaluwarsanya adalah 1 September 2018.
‘2016.05.08.까지’ berarti "up to" 8 Mei 2016 dan dapat digunakan hingga tanggal tersebut.
‘2015.12.06.제조’ dibuat pada 6 Desember 2015.

Berikut rangkuman aturan umum masa penggunaan produk yang saya sadur dari situs Korea Depart dan Wish Trend.


Ada juga produk-produk yang PAO-nya hanya 1-2 bulan (karena tanpa pengawet buatan atau mudah teroksidasi). Jadi, meski sudah tau aturan umumnya, tetap cek keterangan di kemasan ya :D

-------

Ramah Lingkungan

Recyclable (Mobius Loop)
Merupakan simbol yang dikenal secara internasional bahwa kemasan dapat didaur ulang. Jika simbol berada di dalam lingkaran, berarti kemasan itu sendiri adalah hasil daur ulang. Jika simbol berada di dalam lingkaran dan mencantumkan persentase, berarti kemasan itu menggunakan sekian persen material daur ulang.

Simbol yang mencantumkan nomor di dalam segitiga dan huruf di bawahnya adalah indikasi resin yang digunakan dalam pembuatan plastik (untuk memudahkan memilah kemasan saat proses daur ulang).
Sumber gambar : http://incycleinc.com/category/recycling

The Green Dot
Simbol berupa panah yin-yang. Produsen berkontribusi dan bertanggung jawab atas pemulihan lingkungan tempat pengambilan bahan baku, limbah pabrik, serta daur ulang kemasan.


Eniwei, "alu" dalam lingkaran berarti kemasan terbuat dari alumunium.

-------

Produk Organik

Sependek pengetahuanku, di Indonesia belum ada badan atau lembaga yang memberi sertifikasi atau mengatur klaim organik dan alami, cmiiw. Di luar negeri, sertifikasi produk organik ada karena besarnya kebutuhan konsumen untuk menggunakan produk dengan substansi alami dan mengurangi/menghindari substansi sintetik seperti paraben, phenoxyethanol, partikel nano, PEG, silicon, GMO, pewangi/pewarna sintentik, dan seterusnya.

Kalau ketemu logo-logo organik seperti di bawah ini, coba baca-baca aja langsung ke situsnya, karena masing-masing lembaga punya standar yang berbeda. FYI, USDA Organic (United States Department of Agriculture) dikenal sebagai salah satu lembaga dengan standar klaim natural dan organic yang paling ketat.


Ngomong-ngomong, jangan heran kalau di produk yang bersertifikat organik masih ada sedikit bahan sintetis. Sangat sulit membuat produk kosmetika massal/pabrikan dengan ingredient 100% organik, kecuali yang berbasis minyak dan balsem (balm), cmiiw. Terlebih lagi, ada sebagian bahan yang tidak dapat diaplikasikan langsung ke kulit, harus ada carriernya, supaya tidak memicu iritasi.

Berikut contoh/ilustrasi syarat sertifikasi produk organik dari Cosmebio.

-------

Produk Cruelty-free dan Vegan

Cruelty-free
Kelinci menjadi simbol, karena binatang tersebut yang paling sering digunakan untuk uji coba produk. Logo Cruelty-free menandakan tidak ada kekerasan atau uji coba terhadap binatang selama proses pengembangan dan produksi, termasuk pihak lain yang terlibat seperti laboratorium dan supplier bahan.

Saya baca di situs Cruelty-free Kitty... Sejauh ini hanya simbol/keterangan dari tiga organisasi Cruelty-free di bawah ini yang reputasinya bagus, prosedurnya jelas, melalui proses audit, dan mengikat produsen kosmetik dengan kontrak legal.


Vegan
Produk yang cruelty free belum tentu vegan. Produk vegan tidak diuji coba pada binatang dan tidak mengandung zat hewani. Ini berarti, produk Vegan tidak mengandung madu (dari lebah), beeswax, susu, lanolin (lemak domba), collagen, keratin, squalene, dan seterusnya.

Bahan yang sering digunakan produk vegan antara lain minyak alami, nut butter (mentega dari kacang-kacangan), dan tumbuh-tumbuhan. Karena itulah produk vegan biasanya juga mencantumkan simbol sertifikasi produk organik.

Berikut dua organisasi produk Vegan yang paling terkenal.


-------

Lainnya dari Indonesia 

Halal MUI
Salah satu tugas LPPOM (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika) Majelis Ulama Indonesia adalah memfasilitasi penerbitan sertifikat halal. Pengajuan sertifikat kosmetik halal dilakukan oleh pihak produsen atau distributor. Syarat dan prosedurnya bisa dilihat di situs LPPOM MUI.


Produk komestika halal adalah produk yang tidak menggunakan bahan-bahan haram (najis dan membahayakan tubuh). Jadi, bukan berarti bisa dipakai sholat.

Sholat itu sakral. Lebih baik make up-nya (foundation, eye make up, lipstick, kutek) dibersihkan terlebih dulu sebelum wudhu, daripada wudhu dan sholat kita ngga sah. Wallahu a'lam.

Notifikasi Kosmetika BPOM RI
Nomor izin edar kosmetika terdiri dari 13 digit. 2 digit huruf dan 11 digit angka.

N = Notifikasi.
A/B/C/D/E = Kode benua.


Angka 1-11 = Kode negara, tahun notifikasi, jenis produk, dan nomor urut registrasi.

Contoh
NA18131204380

NA : Produk asal Asia.
18 : Kode negara.
13 : Tahun notifikasi.
12 : Jenis produk.
04380 : Nomor urut registrasi.

Cek notifikasi di situs Database BPOM RI


Baca juga : Seputar Notifikasi Kosmetika BPOM RI

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Pamer di Social Media

Sebenernya ada postingan lain yang sedang saya siapkan, tapi berhubung kemarin ada kejadian "lucu", akhirnya saya terdorong untuk mempublish artikel dadakan. Elah. Kebiasaan. Haha.

Social Media. Media online tempat kita menjalin silaturahim, berbagi informasi mengenai minat dan kegiatan, dalam bentuk kata-kata, foto, hingga video. Fungsi lainnya adalah sebagai lapak ngebully dan ajang pamer.

Bullyingnya udah jelas ya. Kayaknya apa aja bisa jadi bahan olok-olokan di social media. Jilbab dibilang kayak kain taplaklah, ngata-ngatain muka oranglah, sampe bayi yang ngga tau apa-apa aja bisa kena.

Sedangkan ajang pamer? Hmmm... Nyaris semua orang punya kecenderungan untuk pamer, hanya saja kadarnya beda-beda. Jadi, respon kita, baiknya bukan, "Wah, bener, aku kenal orang yang begitu. Malesin banget." Coba deh dibalikin ke diri sendiri.


Sadarkah kamu?
Hal yang terus menerus kita banggakan, entah itu kegantengan/kecantikan, gaya hidup, status sosial, latar belakang pendidikan, popularitas, kekayaan, pekerjaan, cara berpakaian, pemikiran, kecerdasan, ibadah, dst itulah yang menjadi ego booster kita. Sarana untuk menunjukkan superioritas dibanding orang lain.

Penting untuk dijadikan bahan introspeksi, karena yang paling tau niat di balik perilaku kita ya diri kita sendiri. Beneran sharing atau mau show off. Seberapa penting pengakuan dan penilaian orang lain bagi diri kita?

Dengan mengetahui apa yang sering kita tonjolkan di social media atau saat berinteraksi dengan orang lain, kita jadi lebih mudah memahami hal-hal yang memupuk ego dan membuat kita insecure.

Semakin rajin introspeksi, semakin besar pula kesadaran kita dalam berperilaku.

Oh ya, biasanya hal yang sering kita "pamerkan" itu juga yang (sadar ngga sadar) pertama kali kita nilai pada orang lain :)

----------

Pamer "kebahagiaan"
Kenyataannya, memang lebih susah menyembunyikan kebahagiaan daripada kesedihan. Tapi, kalau overexpose tanyakan ke diri sendiri, apa sih yang mau dicari?

Dih. Hidup-hidup guwee...
Setidaknya kita belajar untuk melihat dampak perilaku kita terhadap orang lain, termasuk di social media. Namanya juga hidup bermasyarakat. Ngga hanya tentang aku, aku, dan aku. Ada kutipan yang saya sukai (sering beredar di instagram/path), tapi sumber aslinya ngga jelas dari mana huhuhu...

Tahu, mengapa kita tak boleh terlalu senang berlebihan saat dikaruniai kenikmatan?
Agar kita menjaga yang lain untuk tetap bersyukur.
Karena, tak semestinya kita menjadi perantara orang untuk kufur nikmat.

Yang hamil, menjaga perasaan orang yang belum hamil.
Yang sudah menikah, menjaga perasaan orang yang belum menikah.
Yang kaya, menjaga perasaan orang yang miskin.
Yang sempurna fisiknya, menjaga perasaan orang yang memiliki kekurangan fisik.

Indah.

Kita menjaga diri bukan lantaran orang-orang di sekitar kita iri.
Kita menjaga diri bukan berarti kita tidak berhak mengekspresikan rasa senang dan syukur kita.
Kita menjaga diri karena kita ingin sama-sama bersyukur dengan mereka yang belum mendapati nikmat yang sudah kita dapati.

Karena menjadi perantara syukur bagi orang lain adalah kenikmatan dan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Lucas' Papaw Remedies Ointment

Sebelumnya aku pikir Lucas' Papaw Remedies Ointment cuma balsem biasa yang overhyped. Yang aku tahu, produk ini biasanya digunakan untuk mengatasi bibir yang pecah-pecah dan siku yang kering. Setelah aku coba sendiri, ternyata emang bagus hahaha. Silakan dibaca lebih lanjut reviewnya :D


Sekilas tentang Lucas' Papaw Remedies Ointment
Lucas' Papaw Remedies Ointment adalah salep yang mengandung zat antibakteri dan antimikroba. Dapat digunakan untuk membantu mengatasi luka bakar, luka tertusuk duri, kulit melepuh, ruam, luka kecil/gores, bekas gigitan serangga, dan kulit pecah-pecah. Banyak pula yang melaporkan bahwa salep ini membantu meredakan gejala dermatitis dan eczema/eksim.

Komposisi...
Carica Papaya 39mg/g fresh fermented fruit yang berasal dari Queensland. Mengandung 0,1mg/g Potassium Sorbate sebagai pengawet. Menggunakan pharmaceutical grade petrolatum jelly dan wax. Gum balsam Peru sebagai pewangi.

Proses produksi diawasi dengan ketat untuk menjamin produk tidak tercemar zat-zat yang tidak diinginkan.

Baca juga : Toner, Mineral Oil, dan Stress

Kenapa harus dicampur dengan petrolatum jelly dan wax? Ngga alami dong :(
Produk ini kaya konsentrat yang dihasilkan oleh proses fermentasi. Konsentrat tersebut tidak dapat diaplikasikan langsung ke kulit, melainkan harus didistribusi dengan carrier (petrolatum jelly) untuk mencapai kadar yang aman, tepat, dan efektif.

Baca juga : Jangan Merawat Wajah dan Mengatasi Jerawat dengan Cara Alami ini


***

Review

Lucas' Papaw Ointment dikemas dalam ukuran-ukuran kecil (15gr, 25gr, 75gr, 200gr). Teksturnya berupa balsem kekuningan yang mudah lumer jika diusap-usap dengan jari. Irit dan awet, karena ngga perlu keluarin banyak-banyak. Seujung jari pun udah cukup untuk melembabkan bibir atau mengoleskan ke luka kecil. Banyak yang merasa terganggu dengan baunya, tapi aku malah suka :)) soalnya mirip aroma kue tradisional hahaha.


Trus bagusnya dimana? :/

Kulit wajahku mudah reaktif: memerah dan terasa kasar gradakan. Terutama menjelang pms atau setelah menggunakan make up. Bentol-bentol bekas gigitan serangga juga susah banget ilangnya. Kalau ngga cepat diatasi bisa jadi cokelat menggelap yang susah dipudarkan. Aku tanya temenku yang dokter, kayak gitu katanya bakat. Luar biasa ya, di saat orang lain punya bakat melukis, menyanyi... bakatku kayak gitu :|

Suatu hari... di saat kulit lagi merah-merah ngga jelas (di dahi dan bawah kelopak mata), iseng-iseng aku coba olesin. Ngga berharap banyak karena aku pikir ini cuma balsem biasa. Selang beberapa jam kemudian, merahnya hilang gitu aja lho :|

Ini before-afternya, :)) foto di depan lampu neon biar jelas. Oiya, itu yang di hidung bekas dudukan kacamata yang ngga pas ^^; jadi bukan karena kulit reaktif.


Selain dapat mengatasi kulitku yang reaktif, juga bagus untuk mengatasi bekas gigitan serangga dan luka gores kecil. Tapi baiknya segera setelahnya, kalau dioles keesokan harinya atau di noda bekas yang lama ngga gitu ngefek. Ointment ini juga bukan untuk jerawat ya, cmiiw...


Dalam skin care regimen sehari-hari, Lucas' Papaw Remedies Ointment aku gunakan sebagai krim mata. Bukan untuk mengatasi mata panda, tapi karena kelopak, kantong, dan ekor mataku (di ujung kelopak mata) kering banget hehe. Sedangkan buat bibir, aku masih pake lipbalm biasa. Bdw, jika digunakan sebagai pelembab bibir dan siku baiknya dioles rutin untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

Sebagai ointment yang multifungsi, ukuran 25gr dengan harga sekitar Rp 90.000 menurutku pas. Ada juga yang kemasan jar, tapi lebih praktis kemasan tube sih hehe.

Produk ini juga aku review di laman Lucas' Papaw Remedies 

Noted!
Progres dan hasil di kulit masing-masing orang bisa berbeda.

Semoga bermanfaat :D
Thanks for reading and have a nice day.

Hai Hanitis' Blogging Insights

Aku suka banget baca pengalaman blogger lain, karena IRL biasanya ngga nyambung ngobrolin blogging huhu. Apalagi sejak Hari Blogger Nasional (27 Oktober), makin banyak yang sharing cerita di balik layar blognya. Kali ini giliranku *uhuk.


Blogger Indonesia semakin beretika
Kalau diperhatikan, saat ini artikel copy paste cukup jarang kita temui. Salah satu penyebabnya, Si Mbah (Google) sebagai search engine terbesar ingin menampilkan konten-konten original yang relevan. Hal ini tentu memotivasi para blogger untuk meningkatkan kualitas artikelnya.

Blogger mastah pun menyarankan untuk menghindari copy paste artikel. Lucu juga sih pas baca ada blogger yang dulu suka copas, trus jadi kapok pas tulisannya dicopas orang lain. Pada bilang, ternyata lebih nikmat bikin tulisan sendiri dibanding copas :D

Apa risiko artikel-artikel copas 100%?
Salah satunya, blog tersebut dianggap spam. Google bisa menindak artikel copas dengan mengembalikan artikel ke draft untuk diedit, menghapus artikel secara manual, atau menghapus blog *ketok-ketok kepala.

Selain copas, hal yang tidak dianjurkan adalah meniru gaya blogger populer. Alasannya karena makin kesini kita bakal capek sendiri, gaya asli kita malah ngga berkembang, terlihat palsu, dan salah-salah bisa menyinggung orang yang ditiru ^^;

Solusi dari blogger mastah adalah analisis SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, Threats) blog kita. Memperhatikan ciri khas ngga berarti stagnan dengan gaya menulis dan penyajian konten di blog kita. Sikapi "ciri khas" sebagai "keterampilan" yang dapat terus dikembangkan.

Google Analytics
Dulu, aku taunya blogging cuma nyusun artikel-publish-balas komentar. Ternyata, semakin berkembang blog kita, pengelolaannya pun semakin rumit.

Sejak Desember 2015, aku mulai memperbaiki artikel-artikel lama. Banyak informasi yang harus aku update, tapi bingung mulai darimana. Di sinilah peran Google Analytics untuk memberitahu artikel apa saja yang perlu kita benahi.

Terlebih lagi, biasanya pihak sponsor atau perusahaan yang ngajak kerja sama menanyakan statistik blog kita. Ada yang cukup dengan lampiran pageview harian, ada juga yang meminta laporan Google Analytics.

Jadi, kita perlu tau gimana membaca dan membuat laporan Google Analytics, walau hanya basic-basicnya aja. Kamu bisa cek ke situs Blogger Perempuan untuk mendapatkan pembahasan singkat mengenai Google Analytics tersebut.


Draft artikel
Masih berkaitan dengan poin sebelumnya. PR bloggingku nambah, ngga hanya nyiapin artikel baru, tapi juga ngedit artikel lama. Lumayan mumet, karena penyampaianku di artikel-artikel jadul masih belepotan, muter-muter, dan kadang melebar.

Jadi, sekarang sebelum menyusun artikel, aku konsepkan dulu apa yang mau aku sampaikan. Aku tulis draft dan kerangka alurnya, kemudian diketik.

"Jangan menulis artikel sampah"
Kata-kata terjlebb of the year selama blogging di tahun 2015. Aku jadi introspeksi habis-habisan :'|

Jadi gini...
Para blogger udah familiar dong dengan jargon one day one post atau buat artikel sebanyak-banyaknya. Positifnya, keterampilan menulis kita semakin terasah, jumlah artikel bertambah, dan traffic jelas meningkat lebih cepat. Negatifnya, kita bakal kesulitan untuk menjaga kualitas artikel atau ada beberapa konten yang terkesan asal jadi.

Menurut panduanIM, lebih baik kita ngga buru-buru mempublish artikel. Kalo emang butuh waktu, ngga perlu memaksakan sehari harus jadi. Lebih baik menulis 1 artikel bagus daripada 10 artikel asal-asalan.

Kita tidak dapat menyenangkan semua orang
Selama blogging, aku dapat banyak masukan dari orang-orang di sekitarku. Mulai dari template yang kesannya kosongan, penyajian artikel, jarang selfie, dst. Meski ada hal-hal yang bisa dijadikan pertimbangan, tapi ya ngga semuanya bisa dituruti. Aku juga pernah dapat feedback kalo gaya menulisku terlalu serius dan di lain kesempatan katanya aku cengengesan. Bingung kan? :))

Your Blog, Your Rules.
Tulis apa yang kamu suka.
Yaudah, aku nulis tentang kamu ya *halah

Udah pernah aku bahas sepintas baik di artikel rumpi tentang blog dan curcol pas blogwalking. Konten blog Hai Hanitis sebagian besar membahas tentang beauty. Kadang aku sungkan untuk publish hal lain di luar niche tersebut. Itu salah satu alasan kenapa aku ngga enjoy blogging di awal 2015. Aku suka banget bahas skin care, tapi ada hal-hal lain yang ingin aku share juga di blog ini :D

Aku mikir, apa perlu ganti konsep, apa baiknya ngelola 2-3 blog, atau jadi penulis tamu di website lain. Akhirnya dapat pencerahan setelah jalan-jalan ke blognya mba Shintaries. Intinya, ngga perlu batas-batasin topik tulisan yang emang jadi minat kita.

Find Me on Instagram! @haihanitis
Tahun lalu, aku dapat email, dia bilang kesannya aku misterius karena gada foto, gada socmed. Padahal aku ga niat kayak gitu ^^; Ada juga yang nanyain socmed karena menurut dia lebih mudah untuk nanya-nanya daripada lewat email atau kotak komentar.


Jadi, aku bikin akun ig untuk blog Hai Hanitis, khusus untuk keperluan blogging.

***

Akhir kata...
Ada yang bilang blogku sekarang jadi lebih baik. Alhamdulillah. Itu juga karena sering baca tips-tips blogging dari blogger mastah di pinterest dan situs lokal. Cek pin boardku di pinterest.com/haihanitis. Banyak tips blogging yang aku pin di situ.

Eniwei, saat ini aku belajar untuk menikmati blogging. Dibawa fun aja, ^^ supaya ngga jadi beban. Resolusi tahun 2016, sama kayak blogger lainnya hahahaha, lebih sering update dan rutin posting xD

***

UPDATED! 22 Januari 2016

Tidak Sengaja Menghapus 50 Komentar di Blog T.T

Aku memoderasi kotak komentar supaya lebih mudah disortir. Biasanya, aku buka blog tiap pagi dan malam sebelum tidur, untuk bales-bales komentar... Mungkin karena malem ya, udah ngantuk banget, aku ngga sengaja klik kotak select all, trus bablas kepencet hapus konten. O. EM. JI. Aku ngga nyadar itu tab komentar yang diterbitkan, bukan komentar yang menunggu moderasi.




Alhasil 50 komen terbaru di blogku terhapus begitu saja. Huwaaaaaa. Speechless.... Ngenes banget rasanya. Kali aja yg ngirim komen belum sempat baca balesannya. Trus, ada juga beberapa komen yang udah aku jawab panjang-panjang huhuhu.

FYI, aku mengapresiasi semua komentar yang masuk, karena itu Anonim pun aku persilakan untuk berkomentar. Kalaupun ada komen yang ngga terpublish, berarti komen tersebut terdeteksi sebagai spam oleh sistem. Jadi, otomatis masuk di tab spam, bukan di komentar yang menunggu moderasi.
Jika ada yang merasa komennya terhapus dan belum sempat membaca balasannya. Silakan ditanyakan ulang ya T.T

Terima kasih buat teman-teman pembaca blog Hai Hanitis ^^v
Have a nice day.

Akhirnya, Memaafkan...

Memaafkan, pada hakikatnya adalah hadiah untuk diri kita sendiri. Memang tidak selalu mudah dan kadang butuh waktu yang lama. Namun, prosesnya dapat dimulai dengan satu pertanyaan sederhana...

Apakah kamu mau memaafkan?

***

Sabar = Memendam?
Dalam model teori Forgiveness A-B-C-4 oleh Ryan Howes, Ph.D (yang aku cantumkan di artikel Belajar Memaafkan), dapat disimpulkan bahwa jika mengikhlaskan terasa mustahil, berarti ada salah satu dari poin (A) mengekspresikan emosi, (B) memahami, (C) membangun rasa aman yang tidak tuntas.

Aku bahas mengekspresikan emosi karena kalo poin ini ngga tuntas, proses memaafkan jadi lebih sulit dan efeknya bisa merembet kemana-mana. Jangan berpikir hambatan ini hanya dialami orang yang pendiam. Orang yang keliatannya cengengesan bisa-bisa aja kesulitan mengekspresikan amarah dan kesedihannya.

Ngga mau ah, kan kita harus sabar :'(
Sabar beda lho dengan mendam perasaan.

Sabr is not remaining quiet and allowing anger to build up inside you. Sabr is to talk about what's bothering you without losing control of your emotions. Nouman Ali Khan.

Jika kita memendam amarah dan dendam, maka emosi negatif tersebut akan terinternalisasi dalam diri kita. Kemarahan yang terinternalisasi ditandai dengan inner critic (kritik terhadap diri sendiri) yang tajam, keras, dan menyakitkan. Tentunya inner critic akan menghambat kita untuk berkembang. Kalau kejadiannya seperti ini, kita harus mulai dengan memaafkan diri sendiri dulu :D

Selain inner critic, amarah yang dipendam juga dapat memicu depresi, hambatan dalam menjalin hubungan dengan orang lain, gangguan fungsi jantung, tekanan darah tinggi, sakit kepala, gangguan pencernaan, dan lainnya.

Yang perlu dipahami, mengekspresikan emosi tidak berarti kita jadi hilang kendali dan tidak selalu harus disampaikan langsung ke orang tersebut. Kita dapat menggantinya dengan cara-cara yang tak kalah efektif untuk mengekspresikan dan meredakan emosi negatif.

***

What should I do?
1 | Ryan Howes, Ph.D dan Patrick Allan [1] menyarankan, kalo pengen teriak, teriak aja di bantal atau di dalam mobil. Kalau sedih, menangislah. Dengan kata lain, identifikasi, kemudian ekspresikan emosi negatifmu. Awali dengan mengakui bahwa rasa sakit itu nyata. Jujur sama diri sendiri. It's okay to admit you're not okay. You're only human.

2 | Journaling atau menulis buku harian dapat membantu kita untuk mengenali emosi dan mengintrospeksi diri. Journaling juga merekam perkembangan kita sehingga evaluasi diri jadi lebih mudah dilakukan. Misal, apa saja pencapaian yang kita raih, kejadian yang patut disyukuri, hal-hal apa yang harus ditingkatkan dan diterima apa adanya.


3 | Menulis surat (tanpa dikirim ke orang yang bersangkutan) dikenal sebagai sarana yang paling baik untuk berdamai dengan rasa sakit dalam diri kita. Dalam surat, kita menulis nama orang tersebut, konflik yang terjadi, dan bagaimana perasaan kita. Tidak pasti berapa lama surat akan selesai, bisa berbulan-bulan, berminggu-minggu, atau hanya sehari. Menurut Eva Kor [2], surat dikatakan selesai ketika akhirnya kita dapat menulis “aku memaafkanmu” dengan tulus.

Eniwei, aku nemu video yang memberi gambaran mengenai surat dan kaitannya dengan memaafkan. Surat tersebut malah dianjurkan untuk dibaca di depan cermin lho :D



4 | Belajar manajemen stres juga sangat dianjurkan. Karena kalau mood kita enak, pikiran jadi jernih, perasaan juga lebih tenang.

5 | Sibukkan diri atau cari kegiatan yang menuntut dan melatih otak untuk fokus pada masa kini (here and now), seperti membaca buku, mengaji, memasang puzzle, menulis, jadi volunteer/relawan, dan lainnya.

6 | Sharing dengan orang yang netral dan logis. Beruntung kalo punya teman begini ^^ karena dapat memberi penilaian yang objektif atas apa yang kita alami.

7 | Belajar berbaik sangka dan melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda. ^^; Bukan berarti kita membenarkan perilaku yang salah dan merugikan, tapi berusaha memahami perilaku, situasi dan latar belakang lingkungan orang tersebut.

Misalnya, apa perilaku tersebut tidak disengaja, ataukah dia sedang melalui masa-masa penuh tekanan? Apakah itu bawaan pergaulan/lingkungannya? Jika perilakunya keterlaluan, apakah ada faktor-faktor di luar kendali mereka, seperti masalah psikologis dan kepribadian? dst.

…unless someone is sociopath, they are rarely without feeling. And if they’re hurt another person, even if their ego prevents them from admitting it, odds are they feel remorse on some level. No one is purely bad, and everyone carries their own pain which influences the decisions they make. This doesn’t condone their thoughtless, insensitive, or selfish decision, but it makes them easier to understand. Lori Deschene. [3]

8 | Saat kita merasa sudah mampu mengikhlaskan, lisankan (bukan cuma diucapkan dalam hati). Contoh, sebelum tidur... "Hari ini saya telah memaafkan orang yang menyakitiku, mengghibahiku, dan mempermalukanku." Akhiri dengan senyum lebar :D

Jika di kemudian hari momen-momen traumatis teringat kembali, ingat bahwa kita telah memaafkan dan berusaha komit atas keputusan tersebut.

***

Memaafkan = Melupakan?
Kelihatannya emang sepaket, tapi memaafkan bukan melupakan blas. Ngomong-ngomong, aku pernah dapet nasehat (yang sebelumnya ngga masuk di akalku haha),
Kamu sudah benar-benar sembuh, ketika mampu "menertawakan" masa lalumu yang menyakitkan.
Nasehat tersebut pada akhirnya menyadarkanku bahwa yang dimaksud "lupa" bukanlah melupakan kejadian, tapi melupakan sensasi perihnya. Kejadian menyakitkan sedikit banyak memang mengubah diri kita, tapi ingatan mengenai rasa sakit bisa memudar seiring berjalannya waktu.

Dengan demikian, kita lebih mampu melihat gambaran yang lebih besar dan mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut.
Forgiveness doesn't erase the bitter past. A healed memory is not a deleted memory. Instead, forgiving what we cannot forget creates a new way to remember. We change the memory of our past into a hope for our future. Lewis B. Smedes. 

***
Akhir kata...
Proses memaafkan dapat menuntun kita menuju pemahaman yang mendalam mengenai diri sendiri. Sekecil apapun hal yang pernah kita alami, itulah yang membentuk diri kita saat ini.

Mengikhlaskan akan lebih mudah dicapai jika kita memutuskan untuk fokus pada masa kini (here and now). Jadi, ketika pikiran-pikiran negatif menyerang, sadari bahwa senyata apapun rasa sakitnya, kita sudah tidak hidup di masa lalu.

Ada satu titik dimana kita harus berhenti mengkasihani diri sendiri. Jangan egosentris. Tidak ada manusia yang sempurna. Kita juga pernah (sengaja maupun tidak) menyakiti dan menyinggung orang lain.

Waktu terus berputar. Perjalanan masih panjang. Baiknya kita belajar untuk berdamai dengan pengalaman pahit, keluar dari perangkap emosi negatif, bangkit, dan fokus mengerjakan hal-hal yang bikin happy :D

Semoga kita senantiasa diberi ketenangan hati dan pikiran, serta kemudahan untuk memaafkan. Aamiin.

Thanks for reading and have a nice day.