HANITIS

Yang Kulitnya Berjerawat, Sudah Coba DARSI?

Minggu, 26 Maret 2017

Sebagian besar sudah pernah coba pasti yaa. Buktinya dari tahun ke tahun, produk ini masih sering dicari.

Kondisi internal tubuh memang berpengaruh ke kesehatan kulit. Sebagian orang lebih memilih cara yang relatif aman dengan memilih produk berbahan alami.

Saya sebagai acne proner (lah kok bangga haha) juga kenal Darsi dari lamaa. Sebelumnya (bertahun-tahun yang lalu) pernah konsumsi yang pil, tapi kemarin nemu yang kapsul di supermarket jadi pengen coba :D

---

Deskripsi Produk

DARSI CAPSULE
(12 capsules @550 mg)
Membantu mengurangi jerawat, bisul, dan gatal-gatal.

Khasiat dan Kegunaan
Membantu mengurangi jerawat, bisul dan gatal-gatal. Membantu memperbaiki peredaran darah.

Cara Pemakaian
Minumlah secara teratur 2 kali sehari @2 kapsul. Dosis dapat ditingkatkan atau dikurangi sesuai kebutuhan. Untuk anak-anak gunakan setengah dari dosis dewasa.

Anjuran
Dianjurkan minum air putih minimal 2.5 liter perhari.


Tips penyimpanan
Produk-produk Borobudur Natural Herbal Industry mengandung bahan alam yang berkhasiat serta diproses menggunakan mesin-mesin berteknologi modern yang sesuai dengan "Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik" (CPOTB).

Dianjurkan untuk memperhatikan cara penyimpanan produk, terutama untuk sediaan dalam bentuk kapsul karena mengandung ekstrak dengan konsentrasi tinggi. Semua sediaan dalam bentuk kapsul dan pil akan aman dikonsumsi sampai batas kadaluwarsa.


Darsi mengandung Curcumae Rhizoma Extract (akar temulawak), Zingiberis aromaticae Rhizoma Extract (akar lempuyang wangi), Zingiberis purpurei Rhizoma Extract (akar bengle), Andrographidis Herba Extract (sambiloto), Curcumae domesticate Rhizoma Extract (akar kunyit), Sappan Lignum Extract (kayu secang), dan Elephantopi Folium Extract (daun tapak liman).

Singkatnya, formula tersebut berfungsi untuk membersihkan darah, anti inflamasi, penawar racun, serta meringankan penyakit kulit seperti bisul dan eksim.

---

Review

Saya beli produk ini di Hypermart seharga Rp 16.000 (isi 12 kapsul). Selama saya mengonsumsi Darsi, jerawat hormonal sangat terkontrol. Bulan lalu tumben-tumbenan lho ngga ada bumps jerawat baru pas pms. Cuma, tetep ngga bisa ngeredam jerawat yang muncul karena stres, lol.

Pas awal Maret ini juga kulit saya rewel lagi. Dibilang alergi kayaknya saya ngga makan aneh-aneh. Yah, mungkin karena banyak dosa :')) astaghfirullah.

Sayangnya, Darsi juga ngga mampu meredakan kulit yang sempat kering dan gatal. Sembuhnya malah pake air teh hijau. Jadi, dari pengalaman saya pribadi, Darsi efeknya lebih ke mencegah aja. Kalau untuk menangani sih ngga.

Baca juga : Cuci Muka Pake Air Teh Hijau


Please note, hasil bagi setiap orang bisa sangat berbeda.

Ada yang bruntusannya sembuh setelah rutin mengonsumsi Darsi (bisa browsing lebih lanjut). Sebaliknya, ada pula yang jerawatnya malah makin parah.

Untuk yang kedua, saya ngga gitu paham ya... Meski ada yang bilang itu detox dkk, tapi bisa jadi karena memang ngga cocok atau justru alergi. Soalnya saya pernah ngalamin reaksi negatif juga saat salah memilih suplemen kulit.

Baca juga : Beberapa Pertanyaan Seputar Skin Care (2016)

Kalau ada hal yang tidak wajar selama mengonsumsi Darsi (maupun ramuan herbal dan suplemen lain), baiknya segera hentikan pemakaian. Hubungi layanan konsumen (kontak telp/sms/email) dan konsultasikan ke dokter jika perlu.

---

Kenapa distop?

Bdw, di post sebelumnya saya bilang hanya menggunakan Darsi untuk sementara saja. Saat ini saya rutin minum Habbatussauda.

Aduh, malah bahas produk lain haha. Tapi ngga papalah ya, soalnya kadang suka ditanyain :))

Baca juga : Kulit Wajah Rentan Bermasalah? Yuk, Puasa Produk Kosmetika.

Alasannya, selain untuk daya tahan tubuh, Habbatussauda juga bagus buat kulit, sirkulasi darah, dan mood (yang notabene penting karena saya rentan stres). Makin yakin setelah nonton (via youtube) video aktivitas sel darah merah dan putih membaik setelah mengonsumsi Habbatussauda.

Banyak deh manfaatnya, panjang kalau disebutin satu-satu. Jadi, menurut saya Habatussauda sudah cukup buat mengcover apa yang saya butuhkan saat ini.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Cuci Muka Pake Air Teh Hijau

Kamis, 23 Maret 2017
Meski sekarang ada yang membasuh wajah dengan sparkling water dan larutan unik lainnya, tapi air teh, air beras, atau bahkan air mineral biasa masih sering digunakan untuk perawatan wajah.

Seperti biasa, yang jadi pertanyaan saat kita melihat artikel DIY/Homemade Skin Care adalah "emang ngefek?"

Itulah yang akan kita bahas di sini hehe.

Ide postingan ini saya dapat dari @ichissa (via dm instagram). Kayaknya ngga perlu kita bahas panjang lebar tentang khasiat teh hijau, yaitu kaya antioksidan dan kemampuan untuk menenangkan kulit.


Saya juga pernah cuci muka pake air teh. Tapi karena itu teh biasa, jadi meninggalkan stain cokelat di kulit. Ketauannya pas dilap dengan toner. Karena itu kali ini saya coba menggunakan Teh Hijau Tong Tji. Kata @ichissa bagusnya pake teh hijau bubuk (pure matcha, bukan yang latte). Namun, apa daya, cari pure matcha susah di daerah saya :))

Baca juga : Great Green (Green Tea + DIY Mask)


Ketimbang teh basi, saya menggunakan teh hijau yang masih hangat. Ini kekhawatiran saya pribadi aja sih hehe :D kulit saya acne prone, takut kalau teh basi banyak bakterinya.

Bdw, yang saya gunakan adalah teh seduh tubruk, bukan celup.


Review

Saya coba menggunakan teh hijau untuk membasuh wajah sejak Januari 2017, cuma 1x sehari. Daan... saya ngga melihat adanya perubahan sama sekali. Mungkin karena saat itu kulit saya memang lagi sehat. Yasudah, saya jadi rada males dan ngga telaten pakenya hehe.

Saya pun bingung, "Ini mau review apaan kalau kayak gini" wkwkwk.

Akhirnya saya tanya sana sini (ke teman dan reader blog). Kalau disimpulkan, emang ada kok orang-orang yang kulitnya jadi bersih (dalam artian blemish free) setelah rutin membasuh wajah dengan air teh basi. Dan itu ngga hanya teh hijau lho ya, tapi juga teh melati biasa.

Meski demikian... Begitu kulit bermasalah, saya masih saja ragu pake teh hijau. Takut kulit makin kering dan gatal. Saat itu saya tahan-tahan aja ngga pake apa-apa.

Baca juga : Kulit Rentan Bermasalah? Yuk, Puasa Skin Care.

Satu hari di bulan Maret (tsah) saya iseng coba basuh wajah dengan teh hijau. Masya Allah, gatal-gatal yang saya alami berhari-hari langsung reda. Besokannya kulit saya juga jadi lebih kalem dan ngga reaktif.

Yee... kenapa ngga dari kemarin-kemarin ya saya memberanikan diri :))

In my opinion...

Sebelumnya saya meragukan pernyataan bahwa teh hijau bisa jadi pertolongan pertama saat kulit kita bermasalah. Ya gimana ngga... pas saya pake awal-awal kayak ngga ada efek apa-apa.

Kebiasaan deh menarik kesimpulan terlalu cepat, lol.

Efek instan yang bisa kita harapkan dari teh hijau adalah calming effect-nya. Untuk mencerahkan dan memperlambat proses penuaan sepertinya butuh waktu berbulan-bulan sampai kita bisa memperoleh hasil yang memuaskan.

Saya jadi ingat waktu pakai Evian Facial Spray pun juga gitu. Pas kulit saya lagi biasa aja, ya berasa useless produknya. Manfaatnya baru terasa saat kulit mengalami redness.

Baca juga : Evian Facial Spray

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day :D

Kulit Rentan Bermasalah? Yuk, Puasa Produk Kosmetika.

Sabtu, 11 Maret 2017
Beberapa kali saya ditanya, "Kok kulit kamu pulihnya cepat ya?"

Iya, Alhamdulillah, tapi sebenernya cepet bermasalah juga hehe. Sekalian curhat yaa... Penyebab yang paling sering saya alami adalah makanan, hormonal (pms-mens), dan stres. Untuk makanan bisa lah ya rada dikontrol, tapi untuk hormon dan stres itu rada susah.

Di akhir Januari 2017, kulit saya alergi setelah makan pangsit udang instan. Butuh waktu sampai pertengahan Februari baru kulit saya bisa menjinak. Qaddarallah, di awal Maret kulit saya bermasalah lagi hehe. Memang ngga jerawatan, tapi jadi kering, gradakan, ngelupas, dan gatal.

Itulah kenapa saya ngga sering-sering review produk. Selain agak gambling (cocok atau ngga), juga khawatir... nanti justru produknya yang dikira bikin break out atau memperparah, padahal memang kondisi kulit saya yang sedang tidak stabil.

Jadi, maap-maap aja, kalau review produk di blog ini kurang variatif. Trus, ngga usah penasaran saya pake apa hahaha. Itu-itu aja kok. Bagi saya yang sulit tergantikan ya Hada Labo dan micellar water :D

Wah, ribet ya...?

Awalnya berat, tapi saya belajar menerima kondisi kulit wajah yang naik turun begini.

Berikut tips sederhana, basic banget dari pengalaman saya pribadi dalam merawat kulit yang rentan bermasalah. Sebenernya topik ini sudah sering dibahas, cuman untuk memudahkan pengunjung baru kayaknya lebih enak kalau dirangkum dalam satu artikel.


#1 Kenali trigger kulit bermasalah

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, kulit bisa bereaksi atas apa saja. Bisa karena produk kosmetika, perubahan hormon, obat-obatan tertentu, makanan, cuaca, lingkungan baru, dan lainnya. Trigger satu orang dan lainnya bisa berbeda.

Penting banget untuk mengetahui hal-hal yang dapat memicu masalah, agar bisa menekan risiko break out yang parah. Please note, yang udah hati-hati saja masih suka kecolongan :D

Baca juga : Reaksi Kulit terhadap Produk Skin Care = Purging?

---

#2 Batasi penggunaan produk kosmetika
"The biggest skin care mistake is not realizing that less is more," explains Dr. Mona Gohara, associate clinical professor of dermatology at the Yale School of Medicine. "They throw all these different products on themselves, which can irritate your skin and cause inflammation". (via Good Housekeeping)
Less is more. Saya sangat sepakat dengan statement di atas. Lebih baik menggunakan sedikit produk tapi tepat sasaran, daripada menggunakan produk berlayer-layer yang belum tentu kita butuhkan.

Baca juga : Perlu Toner atau Tidak?

Saat kulit sedang bermasalah, kita memang masih perlu pembersih, pelembab, dan/atau tabir surya (untuk aktivitas di luar ruangan). Namun, penggunaan selain produk-produk tersebut baiknya dipertimbangkan dengan matang.

Baca juga : Apakah Kamu Berlebihan Merawat Kulit Wajah?

Kita pun sering mendengar nasehat, "Coba deh jangan pake apa-apa dulu."

Kurang lebih itu benar lho.

Memang tidak semua masalah kulit bisa sembuh hanya dengan diistirahatkan. Tapi pada keadaan tertentu, membatasi atau bahkan stop total menggunakan produk kosmetika (skin care dan make up) adalah pilihan terbaik. Kulit kita dasarnya "pintar" kok, punya kemampuan untuk pulih sendiri dan beregenerasi.
Jangan sampai kita berlebihan "merawat" kulit yang sedang sakit (apalagi jika tanpa pengawasan dokter), salah-salah jadi makin reaktif.
Pernah ngga ngalamin? Masalah awalnya hanya jerawat 1-2 biji. Tapi setelah dimacem-macemin malah makin parah. Kira-kira begitulah gambarannya :D


Sebisa mungkin, saat kulit sedang bermasalah, saya skip penggunaan produk kosmetika. Bulan kemarin saya tidak pake oatmeal seperti yang lalu-lalu. Cuma didiemin aja, trus bersihkan wajah pake micellar water.

Memang kulit jadi lebih kusam dibanding biasanya karena ngga pake produk pencerah endesbre. Tapi Alhamdulillah mrintisan di dahi saya tidak menyebar dan cepat sembuh.

Di bawah ini foto dahi saya awal Maret, sebelum ngalamin kering dan gatal. Mrintisannya rata dengan sendirinya.


---

#3 Menangani sebab dari dalam

Sudah pake ini itu tapi kulit masih sering bermasalah? Bisa jadi ada andil dari kondisi internal tubuh kita. Jadi, jangan hanya fokus di "bagusnya pake skin care apa", tapi coba pelan-pelan memperbaiki gaya hidup juga.

No doubt, yang paling bagus itu rutin olah raga.

Err... tapi, saya ngga disiplin dan payah berolah raga hahaha. Makanya saya coba alternatif lain yang mudah ditelateni : You are what you eat.

Baca juga : Susahnya Membangun Kebiasaan


Selain minum air putih (at least 2 liter per hari), saya juga coba minum madu, Darsi (sementara), dan Habbatussauda (jintan hitam/Nigella Sativa). Coba browsing jurnal penelitian tentang Nigella Sativa, kesimpulannya bagus-bagus, dan Alhamdulillah harganya juga terjangkau.

Baca juga : Yang Kulitnya Berjerawat, Sudah Coba Darsi?

Merk Kurma Ajwa, 210 kapsul hanya sekitar Rp 45.000an (tergantung beli dimana). Tapi ada juga yang lebih cocok mengonsumsi Habbatussauda berupa minyak dalam kapsul. Dari hasil sharing dengan pengunjung lain, konsumsi Habbatussauda meningkatkan daya tahan tubuh.

Minuman probiotik seperti Yakult juga bagus lho. Kesehatan usus ternyata berpengaruh ke kesehatan kulit. Yang paling sering dishare juga teh hijau tanpa gula, karena kaya antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas.

Kalau kamu tahan minum VCO (Virgin Coconut Oil) atau EVOO (Extra Virgin Olive Oil) monggo, oke buat kesehatan jantung, pencernaan, dan bikin kulit jadi glowing.

Selain itu, bagi muslim, rutin puasa sunnah juga sangat recommended. Secara medis, puasa berdampak positif bagi metabolisme dan detoksifikasi tubuh. Yang gampang-gampang aja macam Senin-Kamis (bisa senin saja, kamis saja, atau keduanya) dan ayyamul bidh. Tapi pas buka, makannya jangan balas dendam (ngerapel pagi-siang-malam), sama aja bohong :))

---

#4 Jangan stres

Aduh susah sist.
Sama hahaha.
"The mind and skin are connected on many different levels. A lot of nerve endings are connected to the skin, which wraps around the organs, so as emotions are played out neurologically, they can be expressed through the skin just as stress can be expressed through gastrointestinal symptoms, increased anxiety, or hypertension." says Karen Mallin, PsyD (via WebMD).
Salah satu benang merah yang bisa ditarik dari orang-orang yang kulitnya rentan bermasalah adalah level stres yang tinggi. Kita mesti cari cara buat rileksasi dan menenangkan pikiran.

Selain jadi trigger, ternyata stres selama kulit bermasalah juga memperparah dan memperlambat proses pemulihan kulit. So, I try not to overthink everything :))

Baca juga : Toner, Mineral Oil, dan Stress

Stres bisa melatarbelakangi sikap gegabah dalam menangani kulit yang bermasalah [1]. Entah kenapa kita jadi sulit menahan diri untuk tidak ngutak atik jerawat. Padahal kalau jerawatnya dicungkil sendiri, malah berisiko infeksi dan jadi bopeng (acne scar yang dalam).

Kita pun jadi ngga sabar dan pengen hasil yang instan. Padahal proses menangani kulit bermasalah (apalagi kasus yang parah) itu ngga 1-2 hari.

Baca juga : 15 Gosip seputar Jerawat

---

#5 Forgive yourself for not being perfect

Beberapa waktu lalu, saya melihat foto-foto saat masih bruntusan. Alhamdulillah sejak 2014 kondisi kulit saya sudah jauh lebih baik. Kalau dulu galaunya karena jerawat perih, nyut-nyutan, dan takut pecah... sekarang (pas lagi normal) galau karena pori-pori lebar atau komedo, yang kalau dipikir-pikir itu wajar dan manusiawi.

Saking perhatiannya ke komedo, saya punya cermin pembesar yang membuat pori terlihat lebih jelas. Kalau istilah adek saya, itu Cermin Kebenaran(?). Padahal ada yang zoom-nya lebih horor hehe (12x, etc).

Cermin semacam ini bikin saya makin insecure, bawaannya pengen mencet-mencetin komedo. Kalau ngga hati-hati malah jadi luka :(


Eniwei, jaman sekarang persepsi tentang "kulit sehat" jadi bias. Ada semacam standar cantik yang tidak realistis, sehingga membuat kita merasa kurang, kurang, dan kurang. Rasa-rasanya pengen gitu punya kulit yang smooth dan poreless(?) macam bayi.

Kita pun jadi berlebihan menggunakan produk-produk tanpa mempertimbangkan keamanan dan kesesuaiannya dengan kondisi kulit kita. Akhirnya bisa ketebak, bukannya makin kinclong, kita malah makin gundah (halala).

Intinya, memiliki kulit yang rentan memang menantang (kalau ngga mau dibilang beban). Tapi pastikan kita menanganinya dengan hati-hati, supaya ngga nambah masalah baru.

Sebagai penutup, saya suka sekali dengan kutipan dari Skinacea di bawah ini. Bagus buat jadi renungan...
Sometimes you just have to take a deep breath and appreciate how well things have gone for awhile and give yourself a break from always trying to be so perfect. And, as you know, you really are your own worst critic. I was really hard on myself to get good skin, but being hard on myself did nothing to make my skin better or clear my acne any faster. So, take a moment and forgive yourself and be okay with yourself for not being perfect. Imperfections are what make life interesting and unique anyway. (via Skinacea)
Baca juga : Obsesi Kulit Putih Sebagian Orang Asia

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Jika Kita Disakiti Orang Lain (untuk Muslim)

Rabu, 08 Maret 2017

Seseorang bertanya pada Ustadz Nuzul Dzikri (Menjaga Pesona Taman Surga sesi 1 - Hang Tv),
Bagaimana caranya agar hati bisa mengikhlaskan kesalahan yang diperbuat orang lain kepada kita?
Jawaban beliau saya tuturkan ulang dalam bahasa tulis, tanpa mengubah esensi...

Ada sebuah tips penting yang disampaikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, "Apabila Anda melihat seseorang disakiti oleh manusia (dicela, dicaci maki, dighibahi, difitnah, mungkin sampai ada kontak fisik), lalu dia tidak mengembalikan pada dirinya, dosa, dan kesalahannya... tidak pula beristighfar kepada Allah, maka camkan bahwa itulah musibah yang sejati."
Allah sudah berfirman, “Dan musibah apapun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy-Syura, ayat 30)
Ketika kita disakiti, ditipu, difitnah, dighibahi orang, itu pasti konsekuensi dosa. Jadi, segera introspeksi diri dan evaluasi dosa-dosa kita.

Baca juga : Jangan Su'udzon kepada Allah

Misal kita diomongin, pastikan apa kritikan mereka kepada kita. Kalau memang kritiknya benar, perbaiki. Kalau ternyata itu fitnah, bukan berarti kita bersih dari kesalahan. TAPI Allah balas kesalahan yang pernah kita lakukan di tempat lain, di kesempatan lain, melalui kondisi-kondisi tersebut.

Saat kita merasa bersalah kepada Allah 'Azza wa Jalla, kita ngga akan terlalu ngotot ke orang lain. Walaupun secara kasat mata jelas-jelas dia yang salah.

Kalau fokus kita hanya kepada orang yang menyakiti kita, kita tidak akan berkembang.

Contoh...

Ada yang memfitnah kita, lalu kita sakit hati. Biasanya kalau sakit hati pelampiasannya gimana? Kita telpon teman kita, kemudian curhat 2 jam. Waktu kita habis untuk menceritakan kesalahan orang lain.

Produktif atau tidak?

Sekarang bandingkan kalau waktu tersebut kita gunakan untuk diri sendiri.
Ini saya salah apa lagi nih... Sampai Allah takdirkan saya difitnah melalui dia.
Dengan begitu kita akan mengaudit diri kita habis-habisan. "Oh, ternyata ini...", lalu kita istighfar, dan memperbaiki diri. Kita akan berkembang kalau terus menerus mempraktekkan pola ini.

Syaikh Abdurrazzaq Al Abbad hafizhahullah berkata, "Konsep muslim itu dua. Akui nikmat Allah dan akui kesalahan kita."
Aku akui seluruh nikmat-nikmat ini dari-Mu Yaa Allah. Dan apa yang aku alami, masalah yang aku hadapi, itu disebabkan karena dosaku sendiri.
Inilah konsep yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam dalam Sayyidul Istighfar, supaya kita dewasa. Kalau kita sibuk menyalahkan dan menjadikan orang lain sebagai kambing hitam, kita tidak akan maju-maju.

Baca juga : Sayyidul Istighfar (Penghulu Istighfar)

"Ustadz, enak banget dong yang nyakitin kita kalau gitu."
"Hadirin, azab dia dari Allah lebih pedih daripada pembalasan kita untuk dia. Udah biarkan Allah yang balas. Kita fokus menata diri."

By the way, ini baru satu konsep lho. Belum konsep yang lain.

Kalau kita disakiti, itu investasi akhirat. Dosa diampunkan, derajat ditinggikan, dan dia akan transfer pahalanya ke kita.
Kalau ada orang yang transfer duit 10 juta, kita bakal marah-marah atau senang? Sekarang, mana yang lebih besar, duit atau pahala? Ya pahala. Katanya yakin pada hari kiamat? Orang yang mencela dan menyakiti kita itu kan sedang transfer pahalanya ke kita.
"Ustadz, kayaknya dia ngga punya pahala deh..."
"Yaudah, kita yang transfer dosa kita ke dia. Selesai."

Baca juga : Bicara Baik atau Diam (Orang yang Bangkrut di Akhirat)

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.

Reminder to myself too.
My posts don't make me pious.
Thanks for reading and have a nice day.

Masker Bengkoang : Mustika Ratu, Ovale, & Viva

Rabu, 01 Maret 2017
Rencananya, di bulan Februari ada beberapa produk yang mau saya review, tapi Qaddarallah kulit saya rewel lagi. Tentang ini kita bahas di postingan yang terpisah insya Allah.

Baca juga : Kulit Rentan Bermasalah? Yuk, Puasa Produk Kosmetika.

Masker bengkoang bubuk yang mau saya bandingkan adalah Mustika Ratu, Ovale, dan Viva. Please note, review ini berdasarkan pengalaman dan opini pribadi ya :D


---

Mustika Ratu Masker Bengkoang

Membantu kulit tampak cerah dan menyamarkan noda. Umbi bengkoang, akar manis, dan derivate vitamin C dalam kandungan masker bengkoang membantu kulit wajah menjadi terasa kencang, lebih lembut, lebih cerah, dan menyamarkan noda hitam.


Cara pemakaian
Campur bubuk masker dengan Air Sari Mawar Putih secukupnya, oleskan pada wajah dan leher. Hindari daerah mata. Diamkan hingga kering (± 10 menit), lalu bersihkan dengan air. Gunakan secara teratur 2 kali seminggu untuk hasil optimal.


---

Ovale Masker Bengkoang

Membantu membersihkan, menjaga kekencangan dan membantu mengangkat sel kulit mati. Diperkaya dengan Ekstrak Bengkoang untuk membantu mencerahkan kulit wajah. Kulit wajah Anda terasa segar, lembut, dan tampak cerah berseri.


Cara pemakaian
Campurkan bubuk masker dengan air secukupnya. Oleskan pada wajah dan leher yang bersih dan kering, kecuali bagian mata dan bibir. Biarkan selama 10-15 menit hingga mengering. Basuh dengan air hangat hingga bersih.

Simpan di tempat kering dan tidak terkena sinar matahari langsung.


---

Viva Masker Bengkoang

Masker wajah untuk semua jenis kulit, mampu membersihkan, mengangkat sel-sel kulit mati, dan merawat kekencangan kulit. Mengandung Pati Bengkuang untuk kulit tampak lebih cerah berseri.


Cara pemakaian
Campur Viva Face Mask Bengkuang dengan Viva Air Mawar secukupnya dan aduk hingga merata. Oleskan pada wajah secara merata (hindarkan daerah sekitar mata dan bibir), biarkan mengering selama 10-15 menit.

Kemudian bersihkan dengan air hangat/waslap basah. Lanjutkan dengan penggunaan Viva Face Tonic sesuai dengan jenis kulit. Gunakan secara teratur 1-2 kali sebulan(?).


---

#FYI

Buah bengkoang (Jicama/Pachyrrhizus Erosus), selain buat ngerujak juga biasa digunakan sebagai masker, scrub, pembersih, dan pelembab. Bengkoang kaya dengan antioksidan yang dapat melawan kerusakan kulit akibat radikal bebas.

Produk-produk yang mengandung ekstrak bengkoang populer untuk mencegah penuaan dini, mencerahkan kulit yang menggelap akibat paparan sinar UV, bekas jerawat, dan lainnya. Tentu hasilnya akan maksimal jika digunakan secara rutin :D


Tekstur ketiganya mirip. Yang paling halus dari Mustika Ratu. Ngomong-ngomong, saya tidak campur dengan Air Mawar karena pernah bruntusan. Jadi cari aman aja dengan menggunakan air mineral biasa.


---

Review

Harga ketiganya sekitar Rp 4.000-7.000an, tergantung beli dimana. Akses belinya juga mudah ya, gampang banget didapet hehe. Saya penasaran aja dari tiga produk masker bengkoang ini mana yang paling enak digunakan.

Bdw, selain masker bubuk, ada juga masker bengkoang yang dikemas dalam tube (tekstur krim/pasta) yang praktis. Masker sejuta umat, lol.


Mustika Ratu Masker Bengkoang (15 gr)
- Wanginya mirip Viva (jamu), tapi tidak begitu tajam.
- Kira-kira cukup digunakan untuk 3 kali pemakaian (sewajah dan leher).
- Saat dioles terasa berpasir, sulit diratakan, dan rada bolong-bolong :(
- Terasa sejuk di kulit.
- Maskernya mudah retak.
- Cepat mengering.
- Mudah dibersihkan.

Ovale Masker Bengkoang (15 gr)
- Setelah dicampur air, maskernya jadi sangat halus, tidak berpasir.
- Encer, tapi mudah diratakan.
- Wanginya paling enak (ngga eneg) dan bikin rileks.
- Efek dinginnya paling berasa di kulit, dibanding dua masker lainnya.
- Kulit juga terasa lebih kencang (sementara)
- Tidak mudah retak.
- Mudah dibersihkan.

Viva Masker Bengkoang (30 gr)
- Bau jamu. Wanginya paling menyengat dan tajam.
- Konsistensi masker yang paling pas dan mudah diratakan.
- Cepat mengering.
- Memberi efek kencang sementara.
- Terasa sejuk di kulit.
- Setelah mengering, maskernya tidak mudah retak.
- Mudah dibersihkan.


Masker bubuk ini bisa digunakan untuk semua tipe kulit. TAPI untuk kulit kering/dehidrasi baiknya segera menggunakan pelembab setelah maskeran. Selama pemakaian, saya tidak mengalami reaksi negatif apapun (iritasi, gatal, dll) :D paling ngga tahan sama wangi jamunya aja hehe.

Secara kisaran harga sama, formulanya mirip-mirip, dan (ehm) hasilnya juga 11-12. Biasa aja, cuma kasih efek cerah sementara, kayak Saripohatji (sama-sama produk wash off). Kalau mau mengembalikan warna kulit yang menggelap, lebih nampol kalau kita pake serum, essence, dan produk leave on dengan agen pencerah lainnya.

Baca juga : Bedak Dingin Saripohatji

Macam noda bekas jerawat yang membandel jelas kurang ampuh jika hanya menggunakan masker bubuk bengkoang. Baiknya menggunakan spot treatment khusus kalau mau cepet pudar.

Baca juga :
(1) Verile Acne Blemish Cream
(2) White-Neng Skin Whitening Cream

Hmmm... Kalau disuruh pilih, saya lebih suka dengan Ovale Masker Bengkoang. Wangi maskernya enak dan dingin banget di kulit. Ada yang saranin saya coba Ovale Bedak Dingin juga sih, tapi ntaran lah ngabisin yang ada dulu insya Allah.

Menurut orang yang pernah rutin pake masker buah bengkoang asli, hasilnya lebih bagus dibanding masker bubuk pabrikan (yang notabene sudah dicampur dengan zat-zat tambahan). Cuma memang rada ngga praktis, karena kudu dipotong dan diblender dulu.

Baca juga : Minyak Zaitun : Herborist, Ovale, Wardah

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Di Surga, Wanita Dapat Apa? (untuk Muslim)

Sabtu, 25 Februari 2017
Banyak wanita yang merasa terganggu dan cemburu saat membaca tentang apa yang akan diperoleh para pria di surga, salah satunya (ehm) bidadari yang sangat cantik. Akhirnya berlanjut ke pertanyaan, "Kenapa ya Allah ngga bahas juga tentang apa saja yang nanti wanita dapatkan di surga?"

As always, postingan semacam ini adalah recap dari apa yang dibahas sama ustadz. Kebetulan(?) kali ini terinspirasi Ustadz Nouman Ali Khan -lagi haha. Link-link lainnya juga insya Allah saya cantumkan :D


Ish, bete deh kalo bahas bidadari -_-

Tidak perlu cemburu. Kedudukan muslimah di surga jauh lebih utama dibanding bidadari. Levelnya beda, ibarat Ratu dan pelayan.

Baca juga : Wanita Dunia adalah Ratu Bidadari Surga

Ibnu Mubarok menyampaikan riwayat dari Hibban bin Abi Jabalah. Beliau mengatakan, "Sesungguhnya wanita dunia yang masuk surga lebih unggul dibandingkan wanita surga, disebabkan amal yang mereka kerjakan sewaktu di dunia." (Tafsir al-Qurthubi, 16/154).


Imam Ibnu Utsaimin menjelaskan, "Wanita shalihah di dunia (yaitu para istri) lebih baik dibandingkan bidadari di akhirat. Mereka lebih indah dan lebih dicintai suaminya. Karena Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam menyebutkan bahwa kelompok pertama yang masuk surga itu seperti cahaya bulan di malam purnama." (Fatawa Nur ‘ala ad-Darb, 12/58)

---

Tidak ada yang lebih diistimewakan
...kamu akan memperoleh apapun yang (sangat) kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta. (QS. Fussilat ayat 31)
Ayat ini tidak hanya untuk kaum pria, tetapi juga untuk kita, kaum wanita. Setiap orang PASTI mendapat apa yang sangat mereka inginkan di surga. Jadi, ngga perlu khawatir :D

Saat kita masuk surga (insya Allah), kejadiannya bukan kaum pria masuk ke dalam istana dan kita cuma duduk diem di pojokan.
"Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita, sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun." (QS. An Nisa' ayat 124)
Dan sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala...
"Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal diantara kamu, baik laki-laki ataupun perempuan." (QS. Ali-Imran ayat 195)
---

Eksperimen kecil-kecilan

Di surat Ali Imran, Allah menyebutkan hal-hal yang diinginkan pria. Tapi tidak ada ayat di Al Quran yang membicarakan daftar keinginan wanita. Ustadz Nouman mengadakan eksperimen kecil-kecilan dengan membagi dua kelompok peserta, laki-laki dan perempuan. Instruksi percobaannya sederhana...
"Dalam waktu 30 detik, tulis apapun yang PALING kamu inginkan saat ini juga. Hal yang paling sering kamu pikirkan dan harapkan lebih dari apapun. Lupakan dulu masalah halal-haram, aturan, dan norma. Silakan tulis di selembar kertas. Tidak perlu menulis nama atau identitas apapun. Lipat kertasnya, dan masukkan ke kantong ini."

Kelompok laki-laki selesai dalam waktu 20 detik. Yang menarik, jawaban kelompok laki-laki tidak memiliki perbedaan yang berarti. Seolah-olah ada "kesepakatan" tentang hal yang sangat mereka inginkan. 

Taulah ya apa -_- (tetiba sensi)

Kelompok perempuan juga diberi instruksi yang sama. Silakan tulis apa yang kamu inginkan lebih dari apapun di selembar kertas.

Tebak apa yang terjadi?

"Hei, hei... kamu tulis apa??"

Di kelompok laki-laki tidak ada yang nanya-nanya begitu.

Saat waktu habis, "Oke, kumpulkan kertasnya."

"Bentar, bentar, bentar! Boleh minta waktu lagi ngga?"

Ada pula yang sudah mengumpulkan kertas, tapi... "Gajadi, gajadi!" Kertasnya diambil lagi, jawabannya dicoret, trus tulis yang lain.

Bagi sebagian perempuan mungkin mudah. Namun untuk sebagian lainnya, menulis hal yang paling diinginkan terasa "menyiksa".

"APA SIH YANG PALING AKU INGINKAN?"

Bahkan ada dari kelompok perempuan yang menulis, "Tergantung."

---

Saat itu, Ustadz Nouman menyadari bahwa Allah menciptakan laki-laki dengan suatu program keinginan tertentu. TAPI, Allah tidak menciptakan wanita dengan daftar keinginan yang sesederhana itu.

Wanita punya keinginan yang jauh lebih rumit (complicated) dibanding laki-laki. Kalau ngga sepakat dengan kata rumit, kita bahasakan lebih canggih hahaha :))

Apa yang wanita inginkan akan selalu berbeda pada setiap tahapan kehidupan. Misal apa yang kita inginkan saat muda dan tua, apa yang kita inginkan sebelum dan setelah menikah, dan apa yang kita inginkan setelah menjadi ibu, itu berbeda.

Keinginan wanita juga sama misteriusnya dengan maksud kata gapapa, terserah, dan aku tuh gak suka diginiin (diginiin gimana?). Hanya Allah yang tahu.


Kita bisa muter keliling mal dan browsing review berhari-hari hanya untuk beli 1 barang hehehe. Atau pas gonta-ganti pakaian... di awal bingung mau pake baju hitam atau putih, ujung-ujungnya malah keluar pake baju biru.


Allah menciptakan sesuatu dalam diri wanita yang membuat (ehm) kita terus menerus memikirkan, "Apakah ada yang lebih baik dari ini?" Ngga heran kalau bersikap qana'ah (merasa cukup dan puas) jadi salah satu ujian yang berat buat kita ^^;

Seandainya disebutkan apa saja yang akan wanita dapatkan di surga...

Contoh...
Kecantikan abadi.
Perhiasan istimewa (ini salah satu yang disebutkan di Quran).
Pasangan yang ganteng dan peka (bisa baca pikiran).
Lemari yang isinya terupdate otomatis (no more "aku ngga ada baju")
Bisa banyak makan enak tanpa takut gemuk.
Istana sepatu.
dst dst dst.

Yakin deh, pasti tetep ada yang komentar, "Bagus sih... Tapi ada yang lainkah?" atau "Kayaknya itu ngga cocok deh buat aku. Ya mungkin menarik buat cewe lain :( tapi aku tuh beda. Aku ngga kayak cewe-cewe kebanyakan." atau malah begini "Ihh kok disebutin sih, kan maluuu..."
"Apakah pantas Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui? Dan Dia Maha Halus, Maha Mengetahui." (QS. Al Mulk ayat 14)

Kenapa kita hanya melihat segala hal secara negatif?

Allah 'Azza wa Jalla tahu dan paham benar dengan apa yang Dia ciptakan. Allah tidak menggeneralisir, karena hal-hal yang diinginkan wanita sangat variatif dan bisa jauh berbeda antar satu dan lainnya. Subhanallah.

Lain cerita dengan laki-laki yang hepi-hepi saja saat disebutkan nanti dapat apa.

---

Bidadari cantik di surga

Banyak orang yang meledek (bahkan yang "muslim" pun juga ada). "Oh, surganya orang Islam, isinya cuma gadis-gadis. Ngga wajar banget sih surganya!"

Ngomong-ngomong, sudah banyak penelitian tentang apa yang selalu dipikirkan oleh laki-laki. Bahkan sejarah pun mencatat bahwa apa yang diinginkan laki-laki di tiap jamannya pun sama.

TAPI, Allah memerintahkan kaum pria untuk mengendalikan keinginannya. Islam mengatur dan membatasi apa saja yang boleh dilihat, dengan siapa saja laki-laki boleh berinteraksi secara kasual, dan dengan siapa mereka boleh berduaan.

Para ulama menetapkan satu kaidah fikih, “Orang yang terburu-buru melakukan sesuatu sebelum waktunya, akan diharamkan untuk mendapatkannya (setelah tiba waktunya).” [1]

Jaman sekarang ada cewe-cewe yang sengaja berpakaian terbuka dan provokatif. Udah gitu malah tersinggung kalau ngga jadi pusat perhatian. Namun, laki-laki mukmin sadar bahwa dia orang beriman, maka itulah dia menundukkan pandangannya.

Orang tua, pasangan, dan keluarganya memang tidak ada di situ, tapi dia tahu benar ada Allah dan dua malaikat yang sedang mengawasinya.

"Aku ngga bakalan lihat. Aku tahu dia cantik, tapi aku ngga mau lihat. Kalau aku bukan muslim, memang aku bakal lihat. Tapi aku ngga mau. Aku tau cewe itu sedang mengamatiku, tapi aku ngga mau balik menatapnya. Aku tahu dia mengajakku, tapi aku ngga mau jawab. Allah tahu apa yang aku hadapi. Aku menginginkan wanita yang sangat cantik dan aku akan memilikinya di surga."


Emang beneran ada ya cowo kayak gitu? :|

Ada, tapi LANGKA.

Kebanyakan orang (termasuk perempuan juga huhu) sulit menahan pandangan dan keinginannya. Tapi ada sekelompok orang yang dijaga Allah 'Azza wa Jalla dari fitnah dunia.
Meskipun kita melihat banyak manusia yang menuruti syahwatnya dan malas melaksanakan ketaatan, sungguh ada kelompok manusia yang dipilih oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Mereka senantiasa menjaga dan melaksanakan perintah-perintah-Nya. (Syaikh Khalid Ar Rasyid)
Baca juga : Mereka adalah Ghuroba

Seolah-olah melalui firmanNya, Allah berbicara pada para pemuda yang menjaga diri, "Tahan. Aku paham. Aku tahu segala yang kamu inginkan dan hal-hal yang kamu pendam. I'll take care of you. Kamu tidak akan dirugikan sedikitpun."

Baca juga : Tujuh Golongan yang Dinaungi Allah di Padang Mahsyar

---
Catatan...

(1) Allah 'Azza wa Jalla memaparkan bahwa di surga ada kebun, sungai, air terjun, buah-buahan, dan lainnya. Setidaknya kita jadi tahu di surga pun ada sungai, meski rupanya jelas berbeda dengan yang ada di dunia.

TAPI ada beberapa amalan yang balasannya sangat menakjubkan. Saking luar biasanya tidak bisa dianalogikan dengan hal-hal yang ada di dunia ini. Contohnya, balasan untuk orang yang bersabar [2].
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. (QS. Az-Zumar ayat 10)

(2) Disebut dan tidak disebutkannya keinginan serta detail balasan di surga (bagi laki-laki dan perempuan) adalah bentuk kebijaksanaan dan kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada hambaNya.

Lebih lanjut tonton sendiri ya videonya :D Sumber dari Bayyinah Tv dan diterjemahkan oleh channel Islam Idn.


(3) Bayangan apapun tentang surga, pasti meleset... karena belum mewakili apa yang sejatinya terjadi atau ada di surga. Jadi, ngga usah banyak dipikir atau malah su'udzon tidak diperlakukan adil. Mending kita pikirin gimana supaya bisa masuk ke sana.

Ingat, pesannya Ustadz Nuzul Dzikri, "Akhirat itu lebih bergengsi daripada dunia."  Masuk dufan aja bayar, apalagi surga.

(4) Salah satu nikmat Allah kepada penduduk surga, Allah membersihkan mereka dari kotoran hati. Jadi, penduduk surga tidak diliputi rasa sedih, permusuhan, dan cemburu. Semua penduduk surga akan merasa menjadi makhluk paling bahagia.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan." (QS. Al Hijr ayat 47).
Tonton juga : Aku Cemburu dengan Bidadari

(5) Syaikh Dr. Utsman Al Khamis (<- link via channel Al Iman Tv) menasehati, tidak patut bagi kita untuk bertanya, "Kenapa Allah melakukan ini, kenapa Allah memerintahkan....", karena Allah 'Azza wa Jalla telah berfirman...
"Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanya." (QS. Al Anbiya' ayat 23)
Pertanyaan "Kenapa Allah begini, kenapa Allah begitu..." mengandung unsur pengingkaran terhadap Allah Subhanahu wa Ta'ala. Hendaknya kita bertanya dengan menggunakan bentuk ungkapan lain, yaitu "Apa hikmahnya?"

Semua firman, perbuatan, dan ketetapan Allah penuh dengan hikmah, oleh karena itu Allah mempunyai nama Al Hakim (Maha Bijaksana). Kadang hikmah kejadian itu jelas, karena Allah sendiri yang langsung menyebutkannya. Misal seperti...
"Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh yang demikian itu mudah bagi Allah. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri," (QS. Al Hadid ayat 22-23)

Terkadang para ulama mencari hikmah yang bisa jadi benar, namun juga bisa salah. Ada pula hikmah dan faedah yang baru diketahui di jaman modern melalui penelitian ilmiah. TAPI biasanya ada hikmah lain yang benar-benar tidak dapat kita ketahui.

Jika hikmahnya tidak tampak jelas, maka kita tetap meyakini bahwa Allah 'Azza wa Jalla tidak akan berbuat sia-sia.

Baca juga : Jangan Su'udzon kepada Allah

(6) Last but not least...

Kata Ustadz Adi Hidayat, "Pantes kalau kakinya Rasulullah (Shallallahu 'alayhi wasallam) sampai bengkak-bengkak, karena rakaat pertama sholat malamnya baca 5 juz 4 halaman. Padahal Rasul sudah bebas dari kesalahan, dijamin masuk surga tanpa hisab. Surga tingkat paling tinggi...

Ada orang bukan Nabi, bukan Rasul. Surga belum jelas, amalan masih berantakan, hisab masih menegangkan. Jangankan sholat sunnahnya, dipanggil yang fardhu saja masih terlambat.

Cita-cita masuk surga, bertemu dengan Nabi, masyaAllah, tapi dimana amalan kita?"

"Telah semakin dekat kepada manusia perhitungan amal mereka, sedang mereka dalam keadaan lalai (dengan dunia), berpaling dari akhirat." (QS. Al Anbiya' ayat 1)

Wallahu a'lam.
Mohon maaf jika ada penyampaian saya yang kurang berkenan.

Reminder to myself too.
My post don't make me pious.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

5 Hal yang Bikin Saya Kepikiran Saat Blogging

Sabtu, 11 Februari 2017

#1 Comparison is the thief of joy

Bahasan tentang ini beberapa kali saya ulang... Terlalu sering blogwalking membuat saya -sadar tidak sadar- jadi membandingkan blog Hai Hanitis dengan blog lain (lagi), macam Viva Woman atau Wellness Mama :') jomplang banget emang hahaha.

Saya jadi merasa tulisan saya tidak cukup baik, foto saya tidak begitu tajam, pengen pindah ke wordpress.org... Gitu teruusss ntar malah ngga posting-posting.

Capek haha.

Kenyataannya, masing-masing blog ditulis dan dikelola oleh orang yang berbeda. Jadi ngga fair kalo mengkritisi blog sendiri kayak gitu :| apalagi ngebandingin sama blog yang usianya lebih 10 tahun.

Camkan itu Tis!

Baca juga : Rumpi tentang Blog

#2 Kata ganti orang pertama

Sepele banget ya hahaha, tapi membuat saya kepikiran. Sebelumnya, blog Hai Hanitis berisikan review produk, screenshot game, dan pengalaman sehari-hari. Dalam setiap artikel, kalimat-kalimatnya seperti obrolan biasa antar teman. Aku-Kamu.

Tahun 2015, saya mulai tertarik untuk sharing reminder dan hal-hal yang menguatkan saya saat down. Tapi saya khawatir, kalau tetap menggunakan Aku-Kamu kesannya menggurui. Apalagi banyak pengunjung blog ini yang lebih tahu dan lebih senior dibanding saya.

Awalnya hanya untuk bahasan tertentu di kategori Personal dan Blogging Experience. Eh, lama-lama kebawa deh ke semua artikel xD (kalau di sesi komen sih tetep...).

Tapi ngga apa-apa deng, penyampaian seperti ini membuat saya jadi lebih hati-hati. Selama ini sudah banyak hal-hal ceroboh yang saya lakukan karena ngga jaga lisan dan tulisan.

Ngomong-ngomong tentang gaya bahasa... untuk membahas sesuatu yang teknis dan penting memang sangat disarankan menggunakan penuturan yang baku, supaya lebih mudah dipahami dan tidak terjadi misinterpretasi. Contohnya untuk blog fotografi, tutorial hp, dst.

#3 Warna foto

Saya ngga jago pake DSLR. Baru-baru ini aja belajar setting manual. Sayangnya, saya tidak punya aplikasi olah foto Raw. Memotret warna produk jadi sangat tricky, karena saya hanya mengandalkan sinar matahari.

Warna kulit saya rada tanggung (Light Medium). Kuning langsat khas Indonesia. Ada kalanya, warna foto produk sudah tepat, tapi warna kulit saya jadi setingkat lebih cerah. Daan saat mendung, kulit saya malah jadi lebih cokelat daripada aslinya.

Jadi, jangan mengira kulit saya "putih" seperti porselen. Itu karena pencahayaannya pas lagi bagus aja ^^;

#4 Credit credit credit!

Bukan source : google.com - melainkan source : contoh-apasih.com

Google.com itu bukan sumber referensi, tapi mesin pencari. Jadi amannya kita mencantumkan link, nama situs, atau channel tempat kita memperoleh kutipan dan informasi. Untuk foto, baiknya ambil dari situs penyedia foto gratis yang bisa dikomersialkan tanpa atribut.

Credit adalah hal yang sangat sensitif. Makanya kadang saya suka kepikiran aduh ini kutipan dapat dari mana ya. Soalnya kalo baca-baca sepintas lalu, trus ngga discreenshot suka lupa T.T

Eniwei, kita ngga bakal kelihatan bodoh atau ngga kompeten kok saat memberi credit ke situs atau orang lain. Hanya karena kita menyusun konten kan bukan berarti kita tahu segalanya. Justru sebaliknya, saat mencantumkan link informasi, kita keliatan lebih credible dan respect dengan karya atau pengetahuan orang lain.

Cuman, di Indonesia masalah credit sering diabaikan (termasuk saya dulu hiks). Bahkan banyak peng-copas yang sengaja crop foto supaya watermark creator-nya hilang. Tapi giliran karya original mereka yang dicopas malah lebih murka. Kan ngga lucu -__-

Baca juga : Hai Hanitis' Blogging Insights

#5 Komentar gagal masuk (Sorry...)

Dulu saya sempat ngebatin, kenapa ya jumlah komentar jadi menurun, padahal traffic blog ini meningkat. Waktu itu saya ngga ambil pusing. Mungkin karena saya jarang ninggalin komen pas blogwalking. Ditambah lagi blog Hai Hanitis juga saya arahkan jadi personal blog kali ya... makanya udah ngga relevan buat sebagian orang.

Eehhh ternyata ada pengunjung yang gagal komen ^^; Pertama kali tahu dari Anna-Fii "Suika Lovers" (Jazakillah khayr!). Saya beneran ngga ngeh, karena pas dia kabarin, masih ada komen yang bisa masuk. Tapi belakangan, ngga hanya dia yang ngasih info serupa...


Setelah browsing-browsing, penyebabnya karena template blog bermasalah, browser commenter yang belum di-update, atau akun commenter terdeteksi sebagai spam oleh sistem. Selain itu saya ngga tahu. Untuk blog saya sepertinya bukan karena template, karena setelah ganti ternyata masih ada juga yang gagal komen.

Saya sangat mengapresiasi semua komen dan email yang masuk. Apalagi yang udah ngetik panjang-panjang di kotak komen, trus pas gagal rela ngetik ulang di email huhu... Maaf banget ya :(

Bagi yang kesulitan komen atau mau ngasih masukan, bisa lewat email haihanitisblog@gmail.com atau direct message instagram @haihanitis (aktif pas weekend).

Wallahu a'lam.
Thank you so much for reading this blog and have a nice day :D