HANITIS

Minyak Zaitun (Extra Virgin Olive Oil)

Kamis, 07 Desember 2017
Suatu hari saya sempat syok.

Pas cek statistik blog, ada yang googling, "Bolehkah minum minyak zaitun Herborist?"

Speechless.

Oke, ini jawabannya :

TIDAK!

TYDAQ mbak! TIDUCK!

JANGAAAAN!

NOOOOOOO~!

Kamu masih muda. Jangan gegabah ambil keputusan.

Kami masih sayang kamuuu~

...

Dan itu juga berlaku untuk minyak zaitun cosmetic grade merk lainnya :D

Kalau kamu mau masak atau minum minyak zaitun, carilah yang food grade berlabel Extra Virgin Olive Oil (EVOO). Biasanya dijual di rak minyak makanan Supermarket.

EVOO aman untuk dicerna langsung, sedangkan minyak zaitun cosmetic grade seperti Herborist, Mustika Ratu, Ovale, Wardah, dan lainnya hanya untuk pemakaian luar.


Ada apa dengan Extra Virgin Olive Oil?

Minyak zaitun food grade ada beragam jenisnya. Meski sama-sama bebas dari zat tambahan, tapi proses ekstraksi minyaknya menentukan seberapa banyak nutrisi yang terkandung.

Minyak zaitun yang terbaik adalah Extra Virgin Olive Oil.

EVOO diperoleh dari perasan pertama buah zaitun tanpa melewati proses pemanasan (cold pressed).

Proses pemanasan dapat menghilangkan banyak nutrisi, sehingga menurunkan kualitas minyak. Ini berarti, kandungan nutrisi EVOO lebih kaya dibanding minyak zaitun food grade biasa.

Anjuran penyimpanannya sama dengan Minyak Kelapa (VCO) yang sudah saya post beberapa waktu lalu.

Baca juga : Minyak Kelapa (Virgin Coconut Oil)

Manfaat EVOO banyak sekali jika dikonsumsi secara rutin. Di antaranya baik untuk kesehatan jantung, melancarkan sistem pencernaan, anti kanker, dan menurunkan risiko penyakit berat lainnya.

Setelah baca-baca di Wellness Mama, ternyata di US banyak Extra Virgin Olive Oil abal-abal. Maksudnya, minyak zaitun yang tidak lolos standar kualitas EVOO, tetap dilabel sebagai EVOO.

Jadi, kalau untuk dikonsumsi (buat masak-masak atau kesehatan) baiknya beli EVOO yang merknya sudah terkenal luas.

Ciri lain dari EVOO yang bagus adalah botolnya gelap... fungsinya untuk menjaga kualitas minyak dari paparan cahaya.

Lebih lanjut, review Minyak Zaitun pada postingan ini hanya terbatas untuk kecantikan saja ya.


Pilih minyak zaitun cosmetic grade atau food grade?


Perbedaan yang paling mendasar adalah pemrosesan minyak tersebut.

Seperti yang sudah kita bahas di awal, minyak zaitun cosmetic grade dibuat khusus untuk kecantikan. Tidak bisa digunakan untuk masak dan tidak boleh diminum.

Sedangkan EVOO adalah minyak zaitun murni yang bebas zat tambahan, sehingga aman untuk dikonsumsi atau dicerna langsung.

Tentang pro kontra minyak cosmetic grade sudah pernah dibahas di sesi komentar. Tapi saya cantumkan kembali di sini.

Pro cosmetic grade

Minyak zaitun cosmetic grade sudah diproses sedemikian rupa agar sesuai dan aman untuk perawatan kulit (meminimalisir risiko contact dermatitis, iritasi, dan reaksi negatif lainnya). Teksturnya lebih ringan, cepat meresap, dan ngga begitu greasy dibanding minyak food grade.

Inilah kenapa banyak beauty expert yang tidak menganjurkan penggunaan EVOO untuk kulit wajah. Namun sebagai gantinya mereka merekomendasikan produk (mis. cleansing oil) dengan ekstrak minyak zaitun.

Kontra cosmetic grade

Minyak zaitun cosmetic grade diformulasikan dengan zat-zat tambahan seperti pewangi, penstabil, dan lainnya (yang biasanya dihindari orang dengan tipe kulit sensitif dan penggemar skin care DIY/organik).
"Kalau yang gue taruh di kulit ngga bisa dimakan, berarti ngga aman." (kurang lebih begitu)
Minyak food grade (yang dicerna langsung) membutuhkan standar pemrosesan yang lebih ketat dibanding minyak cosmetic grade, sehingga murni dari zat-zat tambahan.

Tapi, bukan berarti EVOO lebih bagus secara mutlak.

Ada juga kok minyak cosmetic grade berkualitas (mis. diproses hanya untuk menghilangkan baunya). Contohnya minyak dari produsen skin care organik hehe (cmiiw).

Noted!

Meski demikian, sulit untuk menemukan skin care berbasis oil yang benar-benar cocok untuk kulit kita (khususnya wajah).

Kalo sudah ngga cocok, mau pake yang cold pressed/organik/mahal/blablabla sekalipun, kita ngga akan dapat hasil yang memuaskan.


---

Eniwei, Minum Minyak Zaitun? Serius?

Kalau kamu pengunjung lama blog ini, mungkin pernah baca dulu (2014) saya sempat rutin minum EVOO (Filippo Berio) untuk menyehatkan kulit.

Kamu bisa browsing lebih lanjut tentang diet Mediterania (berkenaan dengan minyak zaitun). Umumnya yang rutin minum EVOO kulitnya lebih sehat, lembab, dan glowing.

Anjurannya minum 1-3 sendok setiap 1-3 kali sehari.

Setelah minum EVOO, biasanya saya akali dengan tidak mengecap lidah ke langit-langit mulut (supaya tidak berasa ayepnya). Kemudian langsung minum air putih atau madu.

Tapi sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga (lah ngga nyambung buk peribahasanya hahaha).

Walau hasilnya bagus, saya berhenti karena ngga kuat dengan rasanya yang... (hmmm). Makanya saya tercengang (pas baca diet Mediterania) ada yang minum minyak zaitun satu gelas sehari. Subhanallah...

Kalau kamu tertarik untuk minum EVOO, ngga perlu parno dengan rasanya... Sekarang banyak kok yang jual suplemen EVOO dalam kapsul.

---

Minyak Zaitun untuk Rambut

Minyak ini memang multifungsi banget! Haha.

Anjuran pakai yang paling umum adalah gunakan minyak zaitun di ujung rambut yang kering (kira-kira dari bawah telinga hingga ke ujung rambut). Diamkan setengah jam, kemudian keramas hingga bersih.

Takaran minyak yang digunakan juga tidak perlu banyak-banyak, karena kalau keramasnya ngga bersih, hasilnya malah bikin rambut jadi lepek dan berminyak banget.

Khusus untuk orang yang rentan berketombe dan memiliki kulit kepala berminyak... Hindari penggunaan EVOO di kulit kepala, kecuali jika kamu akan membekap kepala dengan handuk hangat. Soalnya, salah-salah EVOO akan memperparah problem ketombe yang kamu alami.


Saya menggunakan minyak zaitun murah untuk ujung rambut yang sangat kering. Hasilnya lebih bagus daripada minyak kelapa (VCO). Tapi karena penggunaannya sangat tricky... saya putuskan untuk berhenti dan balik menggunakan conditioner sebelum keramas.

Kalau mau yang lebih praktis, kamu bisa cari vitamin rambut yang dibuat dari ekstrak minyak zaitun. Aromanya jelas lebih wangi. Teksturnya pun tidak lengket dan berminyak, sehingga bisa digunakan setiap hari.

---

Minyak Zaitun untuk Bibir

Secara khusus, saya tidak pernah menggunakan minyak zaitun untuk mencerahkan warna bibir.

Katanya sih bagus untuk mengembalikan warna alami bibir. Tapi imho, efeknya mungkin lebih untuk melembabkan kali ya... (cmiiw).

Updated! Dapat masukan kalau ada yang warna bibirnya jadi lebih cerah setelah menggunakan EVOO.

DIY EVOO lip mask simpel banget. Siapkan jar kosong 5-10 ml, kemudian campurkan EVOO dan madu. Oleskan di bibir setiap malam sebelum tidur.

Untuk DIY lip scrub, campur EVOO dengan madu, gula pasir, atau brown sugar ala vlogger youtube. Tapi baiknya tidak mengeksfoliasi kulit bibir yang sangat kering dan pecah-pecah.

Kalau kamu fokus mencerahkan warna bibir... Sebisa mungkin aplikasikan juga sunblock di bibir atau pilih lip balm yang mengandung tabir surya. Kulit bibir kita juga butuh diproteksi dari sinar matahari supaya tidak menggelap.

Baca juga : Caraku Mengatasi Bibir Pecah-pecah dan Menggelap

---

Minyak Zaitun untuk Kulit Badan

Sejak berabad-abad lalu, minyak zaitun sudah lazim digunakan untuk memijat dan merawat kulit badan. Betapa tidak? Minyak zaitun diklaim mampu mengatasi kulit kering dan menyamarkan stretch mark.

Yang jadi pertanyaan, aman ngga sih untuk ibu hamil dan menyusui?

Sependek pengetahuan saya, aman, asal kamu tidak alergi minyak zaitun.

Cara tahu alergi atau tidak, yaitu dengan patch test di lengan atas bagian dalam. Oleskan sedikit minyak zaitun, kemudian amati apakah ada reaksi negatif yang muncul.

Beberapa kali saya ketemu review yang bilang (untuk kulit badan) hasilnya lebih nampol EVOO dibanding minyak zaitun cosmetic grade.

Baca juga : Minyak Zaitun Herborist, Ovale, dan Wardah

Selain dibalur seperti biasa, ada juga cara unik melembutkan tangan dengan EVOO. Saya tahu dari Bubzbeauty (video jadulnya).

Tips ini bagus untuk yang kulit tangannya kasar atau yang sering pake cat kuku.

Caranya, hangatkan EVOO, kemudian balurkan merata di tangan. Gunakan sarung tangan plastik atau karet dan diamkan hingga setengah jam. Setelah itu, bilas dan lembabkan tanganmu.

Jadi "perawatannya" bisa dilakukan sambil cuci piring, jemur baju, dan lainnya, lol.


EVOO juga bisa dicampur di hand cream, scrub, atau body lotion favoritmu.

Cukup campurkan beberapa tetes saja ya T.T Itu yang di foto ngga sengaja tumpah.

Baca juga : Cara Asyik Menggunakan Hand Cream


---

Minyak Zaitun untuk Kulit Wajah

Untuk badan? Oke.

Untuk wajah? Tunggu dulu...

Ada beberapa hal yang mesti kita pertimbangkan sebelum memakai EVOO untuk kulit wajah, yaitu tipe, kondisi kulit, dan riwayat break out.

Yang biasanya cocok menggunakan EVOO sebagai pelembab harian adalah tipe kulit kering, kulit yang mengalami penuaan, dan kulit yang jarang bermasalah. Itupun cukup dioles tipis-tipis saja.

Sedangkan untuk membersihkan wajah (Oil Cleansing Method) masih bisa untuk semua tipe kulit, namun syarat dan ketentuan tetap berlaku (terutama untuk kulit berminyak). Di antaranya mesti tahu takaran perbandingan yang sesuai, dibasuh dengan air hangat, dilap dengan washlap hangat, atau menggunakan face wash/toner peringkas setelah OCM.

Untuk daya bersih, EVOO dan minyak zaitun cosmetic grade sepertinya 11-12 (kalau di kulit saya hehe).

#FYI

Sepanjang saya browsing-browsing, bisa disimpulkan ada tiga pendapat tentang EVOO untuk kulit wajah.

Ada yang berpendapat bahwa minyak zaitun sifatnya comedogenic. Ada pula yang menyanggah risiko nyumbat porinya rendah. Ada juga pendapat pertengahan yang bilang tidak menyumbat pori, tapi karena minyak ini greasy dan lambat terserap di kulit, jadi dia menarik partikel-partikel di udara sehingga berisiko menyumbat pori.

Pokoknya kalau kamu ada bakat acne prone, baiknya main aman aja. Jangan melembabkan kulit dengan EVOO. Masih banyak alternatif selain EVOO yang lebih bersahabat untuk kulit berminyak dan acne prone.

Kalaupun tetap tertarik untuk mencoba, amati jika ada reaksi yang tidak wajar, seperti komedo yang membludak, gatal, bruntusan, dan lainnya. Risiko ditanggung pengguna.

---

Bagusan cosmetic grade dong?

Sulit untuk menyatakan mana yang lebih bagus. Masing-masing punya keunggulan dan kekurangannya sendiri. Tinggal disesuaikan dengan selera(?) dan kebutuhan.

Karenaa namanya produk perawatan itu cocok-cocokan. Tergantung minyaknya akan digunakan untuk apa dan gimana reaksi kulit terhadap produk atau regimen skin care secara keseluruhan.


---

IMHO, Final thought!

Untuk rambut (pre-wash), lebih bagus EVOO daripada minyak zaitun cosmetic grade (seperti Herborist, Ovale, dan Wardah). Tapi kalau kamu mau yang praktis, vitamin rambut yang mengandung minyak zaitun juga ngga kalah oke.

Untuk badan, saya lebih suka kalau EVOO-nya dicampur dengan hand cream hehe. FYI, banyak juga yang puas dengan khasiat EVOO untuk menyamarkan stretch mark (digunakan dengan cara memijat atau sebagai DIY scrub campuran bubuk kopi).

Untuk wajah? Saya pilih skip skip skip. Tipe kulit saya kombinasi (dominan kering), acne prone, dan gampang dehidrasi. Jadi, masih setia pake Hada Labo Gokujyun Lotion dan Garnier Micellar Water :D

Untuk diminum? Pengen sih telatenin lagi, tapi ngga dulu deh haha. Alhamdulillah sudah cocok dengan Habbatussauda.


Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Simple Life

Kamis, 30 November 2017

Kira-kira sekitar satu tahun belakangan, saya tertarik dengan gaya hidup simple dan minimalis. Membaca artikel seputar topik tersebut ibarat angin segar bagi saya (yang notabene hoarder dulunya, lol).

---

A glimpse of simple life

Mungkin kamu sudah pernah baca tentang kisah nyata mantan chef.

Beliau meninggalkan hidupnya yang dulu, kemudian beralih menjual susu kedelai dan sari kacang ijo.

Kalau dari standar orang kebanyakan, mungkin keputusan beliau diremehkan, dianggap menyia-nyiakan potensi diri, tidak punya tujuan hidup...

Padahal orang-orang seperti beliau juga punya ambisi kok... Tapi ambisinya diarahkan ke akhirat. MaasyaaAllah.

Mantap jiwaa~

Eniwei, beberapa waktu yang lalu, saya membaca artikel "What if all I want is a mediocre life?" oleh
Krista O'Reilly-Davi-Digui [1] yang sempat viral di tahun 2016.

Berikut kutipan awal artikelnya...

What if I all I want is a small, slow, simple life?

What if I am most happy in the space of in between. Where calm lives.

What if I am mediocre and choose to be at peace with that?

The world is such a noisy place.

Loud, haranguing voices lecturing me to hustle, to improve, build, strive, yearn, acquire, compete, and grasp for more. For bigger and better.

Sacrifice sleep for productivity. Strive for excellence.

Go big or go home. Have a huge impact in the world. Make your life count.

But what if I just don’t have it in me. What if all the striving for excellence leaves me sad, worn out, depleted. Drained of joy.

Am I simply not enough?

Terjemahan bebas...

Gimana kalau yang aku inginkan adalah hidup yang kecil, pelan, dan sederhana?

Gimana jika aku sangat bahagia dengan hidup yang tenang?

Gimana jika aku orang yang biasa-biasa saja dan memilih berdamai dengan itu?

Dunia adalah tempat yang gaduh.

Suara-suara yang keras mengajarkanku untuk bekerja sepenuh tenaga, berkompetisi, dan memperoleh sesuatu yang lebih baik.

Jadi "orang" atau pulang.

Punya pengaruh yang luar biasa di dunia.

Menjadikan hidup lebih berarti.

Mengorbankan tidur untuk produktivitas.

Berjuang untuk menjadi yang paling unggul.

Tapi gimana kalau itu bukan aku banget?

Gimana kalau itu semua malah membuat aku jadi sedih dan letih?

Apa aku tidak cukup baik?

(soriiii for bad translation, please don't bash me)

Baca juga post sebelumnya : Bahagia itu Sederhana

---

Imho...

Berasa ngga sih? Informasi yang kita peroleh dan serap (terutama dari televisi dan social media),  mengarahkan kita jadi orang yang materialistik. Sedari kecil pun kita dididik untuk mengejar ambisi-ambisi duniawi.

Akibatnya, sebagian dari kita merasa malu ketika menjalani hidup yang sederhana.

Dunia dihuni oleh berbagai macam manusia. Tidak semua orang termotivasi untuk mengejar kekayaan, status sosial, popularitas, atau semacamnya... karena masing-masing memiliki potensi dan prioritas hidup yang berbeda.

Masalahnya, kadang kita mengejar sesuatu hanya karena semua orang berlomba-lomba mengejar itu. Padahal kita tahu, "Ini tuh bukan aku banget".

Akhirnya nelangsa sendiri deh :D

Ada beberapa faedah yang bisa kita ambil dari orang-orang yang (secara sadar) memilih untuk hidup sederhana.

(1) Paham bahwa hidup di dunia hanya sementara. Dari situlah mereka menyusun skala prioritas, lalu mengarahkan energi ke hal yang benar-benar penting bagi mereka.

(2) Mereka juga punya target duniawi (mencari nafkah, prestasi akademik, dst), tapi tidak sampai terobsesi.

(3) Mereka tidak fokus pada penilaian orang dan tidak mengukur kepuasan hidup dari sudut pandang orang lain.

(4) Mereka mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

(5) Dan yang paling menonjol adalah mereka merasa cukup. Hidup yang sederhana tidak menghalangi mereka untuk bisa bersyukur dan berbahagia.

(Iya, ini catatan buat saya juga kok haha).

InsyaAllah bersambung lagi :))

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Wardah White Secret Intense Brightening Essence

Sabtu, 25 November 2017

Hmmm... Ini quick review aja yah. Daripada jeda posting kelamaan, yasudahlah(?) haha.

Bdw, harap maklum kalau nuansa fotonya beda-beda. Saya motret saat cuaca cerah-mendung-cerah dengan skill yang pas-pasan :))

Baca juga : Sist, Kok Ngga Posting?

Deskripsi produk

Wardah White Secret Intense Brightening Essence, rahasia paling berharga untuk mendapatkan kulit cerah terawat.

Serum yang kaya akan bahan aktif pencerah, efektif bekerja pada kulit yang terpigmentasi. Kandungan Silver Vine extract dalam Advanced White specific system berkontribusi terhadap proses transparansi dan pencerahan kulit.

Formula yang dihasilkan melalui riset selama 5 tahun ini, memberikan kelembaban ekstra dan sangat nyaman di kulit.

Membantu mencerahkan, memperbaiki tekstur kulit, serta mengurangi munculnya noda hitam dan warna kulit yang tidak merata. Kulit menjadi halus, cerah, kenyal, dan lembab.

Gunakan sebelum memakai Wardah White Secret Night Cream.


Klaim produk

Membantu meningkatkan hidrasi kulit.

Crystal White Active secara spesifik bekerja menghambat produksi melanin.

Membantu memperbaiki tekstur kulit.

Ekstrak Silver Vine berfungsi untuk membuat kulit lebih cerah dan transparan.

Membantu mempercepat regenerasi kulit.

Formula ringan dan nyaman.


---

Review

Ini salah satu produk yang pembeliannya err... tidak saya rencanakan.

Tapi (as always haha) akhirnya beli. Lagipula, selama ini review Wardah White Secret essence kebanyakan positif. Jadi yaah kenapa ngga? :D

Ngomong-ngomong, saya beli White Secret essence di Matahari, pas lagi diskon (nah kan!). Harganya sekitar Rp 62.000 (kalau ngga salah ingat).

Kesannya sedikit ya, karena cuma 17 ml. Tapi, kata Meti, essence-nya Wardah tuh cukup rich. Jadi, kita hanya perlu 1-2 tetes untuk diratakan sewajah.


Kemasan Wardah White Secret Brightening Essence menggunakan botol pipet.

Dulu bukannya pake botol tube kecil ya? Sepertinya lebih praktis kalau menggunakan botol tube.

Tekstur liquidnya sedikit kental, tapi tetap ringan dan cepat meresap. Ketika dioles di kulit, rasanya dingin... enak deh pokoknya :D


Sayangnya... (sigh) saya ngga cocok dengan Wardah White Secret Essence.

Produk ini saya gunakan sejak akhir September 2017. Qadarullah di minggu awal pemakaian, muncul jerawat di dagu, dekat hidung, dan dahi. Baru kali ini ada essence yang bikin saya (ehm) berjerawat.

Kagetlah saya (wih lebay).

Jerawat tetap muncul meski diakali ini itu... berarti memang ngga cocok.

Padahal (sekitar 2-3 tahun belakangan) kulit saya biasanya hanya bermasalah karena pms, stres, salah makan, dst. Jarang banget karena produk.

Tapi (imho), Wardah White Secret essence (kayaknya) beneran bagus untuk mencerahkan.

Daripada mubazir, saya pake buat meratakan warna punggung tangan yang lagi belang. Alhamdulillah progresnya lumayan cepat dan hasilnya baik.

Jadi, bukan berarti produk ini ngga bagus lho ya, emang sayanya aja yang ngga cocok :D

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Vienna Blackhead Remover 3 Steps Nose Pack

Minggu, 19 November 2017

Halooo insan-insan yang berkomedo :D

Beduweeyy, salah satu kebiasaan random saya adalah elus-elus hidung sendiri pas lagi bengong, lol. Hidung berkomedo rasanya kayak berpasir brindil-brindil (apa sih).

Karena itulah saya lemah dengan produk yang berembel-embel blackhead remover. Bawaannya pengen langsung dipake hahaha (bayar dulu sisst!).

Rata-rata, produk 3 step nose pack keluaran Korea Selatan. Makanya saya excited banget pas lihat Vienna Blackhead Remover.

Produk ini saya beli di Guardian. Satu setnya isi 3 plaster. Harganya sekitar Rp 24.000. Kalau beli di luar mal bisa dapat Rp 15-16.000an lho.

Baca juga : 5 Langkah Sederhana Mencegah Komedo


Step 1 Green Tea Water Mask

Membantu mendetoksifikasi kulitmu dan membersihkan pori-pori yang kotor dengan ekstrak daun green tea. Glycolic acid membantu mempercepat proses eksfoliasi kulit.

Langkah pertama ini mempersiapkan kulitmu untuk tahap pengangkatan komedo selanjutnya.


Cara pemakaian

Gunakan Green Tea Water Mask pada permukaan hidung. Diamkan selama 5-10 menit. Angkat masker perlahan. Biarkan area hidung dalam keadaan basah.


Step 1 berupa sheet mask yang mencover area hidung saja.

Bukanya hati-hati ya karena dalam kemasan step 1 ada airnya gaes.

Kalau saya, biasanya basahi hidung dulu dengan air masker. Baru kemudian ditempelkan sheet masknya. Sayang kan kalau airnya dibuang huhu.


---


Step 2 Charcoal & Bamboo Mask

Diformulasikan dengan black charcoal powder untuk membersihkan dan mendetoksifikasi kulit, serta mengangkat kotoran dengan butiran serbuknya yang halus.

Bamboo extract dan mandarin orange peel oil untuk membantu merevitalisasi dan merawat kulit.

Membantu mengangkat komedo.


Cara pemakaian

Keluarkan strip dari kemasan. Gunakan dengan menempelkan strip pada area hidung yang basah. Diamkan 10-15 menit atau biarkan kering dan kaku pada saat dipegang.

Angkat perlahan dimulai dari bagian ujung, ditarik ke arah tengah.

Lihatlah strip, komedomu akan terlihat di strip!

(Iya, iya...)


Baca juga : Indo Logo : Lulur Hitam Tradisional yang Bisa Di-Peel Off


Step 3 Herbal Pore Tightening Mask

Masker ini diperkaya dengan perpaduan menyejukkan dari cotton, aloe vera, dan chamomile untuk menenangkan kulit. Kandungan ekstrak herbalnya mampu merawat pori-pori.

Pori-pori tampak lebih kecil, senantiasa terhidrasi, halus, dan lembut.

Kulit terasa segar!


Cara pemakaian

Gunakan masker perlahan pada area hidung. Diamkan selama 10 menit. Bilas bersih. Keringkan.

Untuk hasil maksimal, gunakan 1-2 kali seminggu agar pori-pori hidung senantiasa bersih.


---

Review

Vienna Blackhead Remover 3 Steps Nose Pack saya gunakan selama sebulan (pemakaian seminggu sekali).

Berbeda dengan nose pack tradisional(?) seperti Biore, produk ini terdiri dari 3 langkah yaitu menyiapkan, mengangkat komedo, dan menenangkan kulit.

Step 1 rasanya perih di hidung, karena sehari-hari saya menggunakan produk yang mengandung BHA. Asumsi saya, konsentrat di step 1 lumayan. Sekali pake, komedo di hidung jadi melunak.

Eniwei plaster semacam step 2 ngga boleh sering-sering dipake, karena membuat pori-pori semakin lebar.

Yang paling saya suka itu step 3, yaitu berupa jelly mask (hydrogel yang basah?). Efek calmingnya oke banget, meski gampang melorot dari hidung haha.

Bayangin dong. Saat kulit masih merah-merah setelah menggunakan step 1, saya mesti menempelkan plaster step 2 di hidung. Takutnya kulit jadi iritasi.

Tapi alhamdulillah, step 3 bener-bener bisa meredakan perih dan redness.

Hasil akhirnya, kulit hidung jadi smooth banget... walau tidak semua komedo terangkat. Yaaah mungkin hanya sekitar 70%.


Final thought

Sekitar minggu lalu, saya facial. Sayangnya dua-tiga hari kemudian hidung balik kasar lagi. Mungkin mbak-mbaknya ngga tega nyakitin saya haha.

Beda dengan Vienna yang hasilnya bisa bertahan lebih lama. Selama semingguan hidung saya licin gitu. Jadi emang idealnya digunakan seminggu sekali (atau dua minggu sekali).

Vienna Blackhead Remover 3 Steps Nose Pack memang seperti yang dikatakan orang-orang... cheap but great product.

Meski demikian, saya tidak menyarankan produk ini untuk kulit yang sensitif.

Selain itu, kalau kamu menggunakan produk yang mengandung AHA, BHA, atau retinol, baiknya diskip dulu 1-2 hari (sebelum menggunakan produk ini), untuk menghindari iritasi dan reaksi negatif lainnya.

Oh iya, seingat saya, pore packnya lebih pendek/kecil dibanding Biore atau Skinmiso (cmiiw). Soalnya dia ngga nutup area yang biasanya dicover saat saya menggunakan pore pack. Cuma ngecover kurang lebih setengah dari panjang hidung.

Baca juga : Skinmiso Pore beauty Nose Pack : 4 Weeks Program

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Bahagia yang Bersyarat

Kamis, 09 November 2017
Pernah dengar kutipan ini ngga? Atau yang sejenisnya...
You can be happy when you're nothing. You can be unhappy when you have everything. (Unknown)
Kenyataannya banyak orang yang (sebenarnya) hidup berlimpah nikmat, tapi batinnya tidak tenang. Di sisi lain, ada orang yang sederhana, tapi menjalani hidup dengan tentram.

Dalam situasi yang sama pun, setiap orang bisa memiliki derajat kebahagiaan yang berbeda.

Contoh...

Ada dua orang (si A dan B) yang kaya raya.

Si A bisa berbahagia dengan apa yang dia miliki.

Sedangkan si B justru merasa kecewa. Menurut si B, dia baru benar-benar bahagia saat memiliki properti yang jauh lebih banyak dari yang dia miliki sekarang.

Baca juga post sebelumnya : Bahagia itu Sederhana


Kok bisa?

Tebakan yang pertama kali terlintas di benak kita adalah mungkin dia kurang bersyukur.

Hmmm...

Guys, manusia adalah makhluk yang kompleks. Ada banyak hal yang melatarbelakangi sikap seseorang. Kenapa dia kurang bersyukur pun masih bisa dirinci.

Salah satu alasan yang kita bahas kali ini bagus untuk jadi pembelajaran dan (yes!) self check.

Psikolog Elinor Greenberg menjelaskan bahwa ada sebagian orang yang tidak bisa membedakan antara merasa bahagia dan merasa berharga.

Sebagian orang berpikir bahwa uang, tampilan fisik, status sosial, dan popularitaslah yang membuat mereka bisa dicintai, berharga, dan penting.

Namun, saat semua atribut tersebut dilepas, mereka tidak tahu apa yang istimewa dari diri mereka.

Persepsi mereka tentang kebahagiaan sangat sempit, karena tergantung pada penilaian orang dan faktor-faktor eksternal lainnya (yang notabene sifatnya sementara).

Baca juga : Bersahaja itu mengagumkan

---

"Wajar kali sist..."

Menurutku ngga ada salahnya kalau hepi karena penilaian orang.

Ngga wajar sayangkuuh...

Ketika perasaan berharga disalahartikan sebagai kebahagiaan, (sadar ngga sadar) kita jadi terobsesi untuk mencari sesuatu yang lebih, lebih, dan lebih untuk mengukuhkan pengakuan dari orang lain.

"Oh, orang-orang lebih welcome sama yang cantik, ganteng, punya pasangan (dengan kriteria tertentu), punya hape baru, kaya, terkenal, dst. Berarti aku baru berharga (dan baru bisa bahagia) jika demikian..."

Trust me. Ada yang salah jika kita baru bisa bahagia ketika diakui, dikagumi, dan diistimewakan.

Problemnya juga bisa merembet kemana-mana. Misal jadi gampang bosan, minderan, benci tanpa alasan yang jelas, dengki akut sama orang lain, krisis eksistensi, bahkan depresi.

Baca juga : Bahagia Tanpa Sadar

---

Self check!

Bagi saya pribadi, cara untuk membedakan kebahagiaan dengan ego booster itu simpel aja...
Kebahagiaan sejati tidak bertambah saat diketahui orang lain dan tidak berkurang jika disembunyikan.
Eniwei... Di post Bahagia itu Sederhana, saya menyinggung statement "kebahagiaan harus diperjuangkan".

Yang perlu kita pahami, memang ngga ada salahnya merasa bahagia setelah mengalami masa-masa sulit yang panjang dan berjuang meraih prestasi tertentu.

Tapi poin yang dimaksud adalah...

(1) Kebahagiaan itu bukan target, melainkan kondisi mental.

(2) Mengejar "kebahagiaan" (dalam tanda kutip, alias ego booster) adalah isu internal yang tidak semerta-merta selesai karena faktor eksternal.

(3) Jangan menyandarkan kebahagiaanmu pada standar yang dibuat orang lain dan jangan mengukur kebahagiaan orang lain dengan standarmu. Happiness is a personal thing.

(4) Pada dasarnya, kita tidak perlu membuktikan diri ke siapa-siapa.

InsyaAllah bersambung :))

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thank for reading and have a nice day.

Bahagia itu Sederhana

Kamis, 02 November 2017
Dulu, saat saya berkata, "bahagia itu sederhana", langsung disanggah oleh seseorang... 

"Tidak, bahagia itu harus diperjuangkan."

Agak syok sih dengarnya.

Seakan-akan kebahagiaan itu bersyarat.

Awalnya saya tidak setuju, karena saya enjoy menjalani hidup yang biasa-biasa aja haha. Tapi lama-kelamaan (sadar ngga sadar) jadi kebawa deh...

...dan daftar "syarat untuk bahagia" makin hari makin panjang. 

Hidup dengan mind set seperti itu membuat saya jadi pencemas (sering was-was), sulit bersyukur, dan gampang down... yang akhirnya berujung pada stres berat, lol.

Baca juga : Bahagia tanpa Sadar


Kebanyakan orang baru bisa bahagia setelah mencapai atau memiliki sesuatu.

Konsep "bahagia itu sederhana" pun menjadi aneh dan asing. Kesannya seperti kata-kata yang manis di bibir saja. 

Karena itulah sebagian orang meragukan "kebahagiaan" yang dirasakan orang lain, hanya karena hidup orang tersebut tidak memenuhi standar untuk bahagia menurut mereka.

Belibet kah?

Kisah berikut bisa jadi gambaran...

Shovan Chowdury bercerita kalau dia pernah "diinterogasi" oleh seseorang di dunia maya [1]. Saya cantumkan terjemahan bebasnya saja ya...

Are you happy?

"Apakah kamu pernah bepergian ke luar negeri?"

Saya jawab, "Belum pernah sama sekali."

"Apakah kamu punya pacar?"

Saya jawab, "Tidak."

"Apakah kamu punya rumah, tabungan yang banyak, pekerjaan bergaji tinggi, dan mobil pribadi?"

Saya tersenyum dan menjawab, "Tidak."

"Apakah kamu punya properti keluarga?"

Saya menjawab, "Tidak, tidak sepetak tanah pun."

"Apakah kamu dapat membuat orang lain terkesan dalam sekian menit?"

Saya berpikir sejenak dan menjawab, "Tidak, saya tidak bisa."

"Apa kamu fasih berbahasa Inggris?"

Saya menghela napas dalam-dalam dan berkata, "Tidak, tapi saya berusaha mengasah keterampilan bahasa Inggris saya."

"Apa kamu berbadan tinggi?"

Saya tertawa kecil, "Tinggi saya hanya 5'2 (sekitar 158 cm)."

"Apa kamu tampan?"

Saya jawab, "Tidak sama sekali, bahkan rambut saya mulai menipis."

"IQ-mu tinggi?"

Saya jawab, "Tidak. Saya melupakan kejadian-kejadian kecil begitu cepat dan saya juga kesulitan untuk mengingat arah kanan-kiri jalan."

"Apa kamu bisa mengikat tali sepatu?"

Saya malu dan menjawab, "Tidak, tapi saya berlatih dengan menonton video di Youtube."

Dia pun berkata, "Shovan, maaf ya. Kedengarannya aneh. Mungkin kamu bukan orang yang bahagia."

Saya balas, "Tidak. Saya benar-benar bahagia. Saya menerima diri saya. Saya menikmati setiap momen dalam hidup... dengan keterbatasan yang ada.

Kebahagiaan tidak tergantung berapa banyak negara yang kita kunjungi, tampilan fisik, properti, mobil, pekerjaan bergengsi, ataupun kekasih.

Kebahagiaan tergantung dirimu sendiri.

Saya menjalani hidup yang sederhana, bekerja dengan giat, mencintai orangtua saya, menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga dan teman-teman, menjelajah negeri saya, membantu orang lain, berlari, mengejar passion, dan mengerjakan hal yang saya sukai."

Baca juga : Gratitude Journal

---

Kadang kita sibuk mengejar "kebahagiaan", tanpa menyadari bahwa kebahagiaan adalah kondisi mental... Bukan sesuatu yang ada di luar diri kita.

Kita masih bisa menikmati hidup dengan apa yang sudah kita miliki, karena kebahagiaan ada pada kebersyukuran dan merasa cukup.
Be happy. Not because everything is good, but because you can see the good in everything. (Unknown)
Baca juga : Bahagia yang Bersyarat

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Parfum Arab Wangi Murah Meriah

Selasa, 10 Oktober 2017
Salah satu parfum Arab murah yang banyak beredar di Indonesia adalah Al Rehab. Kisaran harganya sekitar Rp 20.000 (6 ml) di toko oleh-oleh Haji. Bukan oleh-oleh lagi deng kalau banyak dijual di sini.

Walau cuma 6 ml tapi bisa untuk 2 bulanan lho :D


Saya "tahu" tentang Al Rehab dari Aulia beberapa bulan lalu (barakallaahu fiiki). Waktu itu saya antusias sekali, karena baru pertama kali dengar merk Al Rehab.

Setelah browsing-browsing, parfum Al Rehab tuh modelnya macam-macam. Selain dikemas dalam botol oles, dia juga ada di botol spray...

Saya kaget pas tahu ternyata selama ini saya pake Al Rehab!! Huahaha.

Mungkin dari tahun 2012, karena yang Al Rehab botol spray pernah saya post duluu banget sekitar tahun 2013 (sudah dihapus). Bener-bener ngga ngeh lho. Kirain merk-nya Champion, kayak merk nugget (itu sih "Champ" sist).

Lol, kedodolan yang haqiqi :))


Eniwei, wangi parfum-parfum Arab tuh enak banget. Bukan aroma yang ada sensasi alkoholnya... atau yang bikin eneg saking wanginya.

Relaxing dan soothing aja gitu.

Wangi-wangi khusus muslimah dari Al Rehab (roll on tutup silver) ada white musk, sabaya, sandra, green tea, lovely, dst.

Yang sabaya lebih baik digunakan di rumah saja. Dia ada hint wangi fruity nyekit-nyekit(?), ngga lembut (susah ya jelasin parfum.. haha soriii).

Karena ini parfum murah, jelas wanginya ngga tahan lama kalau dioles di kulit. Kena air dan keringat saja wanginya sudah langsung pudar. Tapi kalau dioles di kain atau sajadah gitu lumayanlah bisa tahan dua harian.


Selain Al Rehab, ada juga merk lain yang lebih murah (tutup warna gold). Wanginya ngga kalah enak, tapi kemasannya tidak sebagus Al Rehab. Bola roll on-nya suka lepas...

Saya suka parfum Attar Musk Al Madaen (label hijau tua, wanginya seperti vanilla dan musk cmiiw) dan Attar Sandal Rose (label cokelat). Sandal Rose wanginya feminin dan manis (wangi kayu cendana dan mawar).

Kalau yang lebih lembut, ada white musk dari Al Rehab, tapi saking lembutnya dia cuma tahan sekitar 2-3 jam saja.

Parfum lain?

Ini juga ada parfum cewe Tea Rose yang wanginya lucu(?). Sering dibeli ibu-ibu. Ada note spicy dan warm floral seperti rose, sandalwood, rosewood, bergamot, jasmine, dst. Ini hasil browsing ya, bukan karena hidung saya bisa kelompokkan aromanya.


Oh iya, saya pernah cium wangi parfum Arab (maskulin) yang aromanya kuat dan memorable banget, bikin bengong. Dia sudah lewat sekitar 5 meter, tapi wanginya tetap tinggal lho maasyaaAllah.

Kayak gitu parfum mahal yaa pastinyaa. Dia ada note musk, kayu, rada spicy... zzzz bingung! Soalnya saya ngga gitu ngerti parfum :(

Sampai sekarang saya masih penasaran cari-cari itu wangi apa. Pengen cari alternatif versi murahnya. Nyesel juga ngga cegat dia buat nanya itu parfum apa (lah ngapain hahaha).

Yaah intinya parfum Arab wanginya unik-unik dan eksotis. Bdw, tetangga saya sampai ada yang nanya lho Al Rehab beli dimana :)) Padahal ini parfum murah meriaah. Hmm, ada yang pernah coba atau sedang memakainya juga? :D

Baca juga : Krim Serbaguna : Creme21, Glysolid, dan Nivea Creme.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.