HANITIS

Wah, Blogku Debuan!

Minggu, 21 Januari 2018

Sambil nunggu draft blog (yang tak kunjung rampung #eh), saya mau sharing-sharing aah. Sebagai selingan... Biar ngga dicariin di whatsapp :))

Oiya, saya ngga kemana-mana kok hehe. Rencananya mau bikin review dan quick post. Tapi karena cuaca mendung, saya jadi mager buat foto-foto. Kalaupun cerah, pas saya lagi di luar atau tidur siang.

Ah, alasan!

Iyaaa... Please, don't bash me :'))

---

#1 Sekelebat Info

Sekitar akhir 2017 saya menghapus puluhan post review dan beauty talk.

Jadi, mohon maaf misal kamu googling tapi tidak menemukan postingan tersebut di blog ini (404 not found).

Ih... Kok dihapus sih? Kan sayaaang...

Pertimbangannya ada dua.

(1) Saya dapat rapor merah di segi user experience (kenyamanan pengunjung), karena kualitas konten yang sekarang dan dulu jomplang banget.

Sepanjang 2017, blog ini berkali-kali kena hantam algoritma Google. Belum lagi saya dapat masukan kalau postingan lama sudah ngga relevan dengan informasi yang ada di postingan baru.

Memang banyak blogger expert yang menyarankan postingan lama (yang dapat rapor merah) dihapus saja, karena postingan itu ibarat sampah yang memberatkan blog kita.

Banyak banget sebenernya yang pengen saya hapus, tapi ntar kontennya habis :')) Sewaktu-waktu mungkin postingan ini juga bakal dihapus (kok sedih ya).

Eniwei, setelah saya menghapus banyak postingan, traffic jatuh sekitar 50 %.

((Kayak ada pait-paitnya gitu hahaha))

Tapi Alhamdulillah, walau turun jauh, sekarang traffic-nya lebih stabil.

(2) Ada hal-hal yang ingin saya koreksi dari postingan-postingan lama (beauty talk).

Jadi insyaAllah mau bikin postingan baru tentang topik serupa.

---

#2 Kelamaan Ngedit!

Hehe.

Maaf gaes, saya belum jago nulis, karena itu butuh waktu untuk merampungkan postingan :D

Jadi mesti edit berkali-kali sebelum (bahkan setelah) posting. Seperti postingan ini... diedit besokannya, karena setelah dihitung lagi traffic jatuh ngga sampe 60 %, tapi sekitar 50 % saja, lol.

Harap maklum.

---

#3 Google Adsense

Beberapa hari lalu, ada yang tanya... Dari Google Adsense dapat berapa?

Publisher dilarang menyebutkan nominal. Tapi untuk personal blog seperti ini, ngga banyak kok... Kan trafficnya tidak sebesar situs-situs raksasa (mis. portal berita).

Karena itu orang-orang pake istilah "cari receh".

Uang yang didapat ya balik lagi untuk pengelolaan blog, seperti bayar domain dan beli kuota.

---

#4 Terima Kasih atas Dukungannya

Sudah jadi rahasia umum(?), kalau blog ini banyak Silent Reader-nya.

Rasanya terharu banget kalau ada yang komen atau kirim email berisi support gitu, seperti...

Keep writing!

Blognya sangat membantu.

Ditunggu kelanjutannya sis...

Saya rajin baca blog sis, menarik sangat...

Aku silent reader, tapi menikmati postingan kakak.

Really helpful, keep up the good work!

MaasyaaAllah, sampai kadang saya capture lho, saking terharunya... Ternyata ada yang baca (dan suka) blog apalah-apalah ini.

Makasih man teman :')

Jadi ngga enak kalau lama ngga posting.

Baca juga : Pengen Blogging, Tapi...

I hope you enjoy this blog.
Thanks for reading and have a nice day!

Untukmu yang Berhijrah

Kamis, 18 Januari 2018

Dari sekian juta orang, Allah 'Azza wa Jalla menggerakkan hatimu untuk bertaubat dan hijrah.

Kamu memutuskan hubungan yang tidak di-ridhoi Allah.
Meninggalkan hobi yang haram.
Resign dari pekerjaan yang ada unsur riba dan gharar.

Mungkin ada yang nge-bodoh-bodohin kamu.
Kamu jadi bahan gunjingan orang-orang.

"Eh gila ya, masa kamu resign? Udah enak dapat kerjaan yang mapan."

Tapi kamu mantap berkata, "Tidak. Sami'na wa atho'na (kami dengar dan kami taat). Ini yang terbaik untuk saya."

Salut, karena tidak semua orang seberani kamu.

Kamu lebih yakin dengan janji Allah, ketimbang apa yang ditawarkan dunia.

Perubahan yang kamu alami pun memicu konflik dengan pasangan, keluarga, dan teman... karena sudah tidak satu frekuensi.

Di waktu-waktu mustajab kamu sampai nangis-nangis mendoakan mereka.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman (yang artinya),
"Sungguh engkau tidak dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang engkau kasihi, tapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk." (QS. Al Qashash, ayat 56)
Tidak berhenti sampai di situ...

Kamu dilabel lebay, kaku, munafik, merasa paling suci, dan seterusnya.

Ingin membela diri, tapi sadar kalau urusan akhlak dan adab memang masih perlu diperbaiki.

Gapapa, gapapa...

Allah menghargai sekecil apapun perubahanmu.

Pelan tapi pasti... Allah bantu kamu untuk membenahi diri, hingga kamu jadi lebih baik dari sebelumnya.

Makin kesini, kamu pun bertanya-tanya, "Kok ujiannya tambah banyak ya?" :))

Iya, kan sudah Allah firmankan dalam surat Al Ankabut ayat 2 (yang artinya),
"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja setelah mengatakan, 'kami telah beriman' dan mereka tidak diuji?"
Pasti diuji.

Supaya tampak, mana yang benar-benar jujur dengan hijrahnya.

Kalau kamu merasa tidak kuat, banyak-banyak istighfar dan ingat sedari awal Allah tahu kamu mampu.

فَصَبْرٌ جَمِيلٌ  ۖ  وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ
"...Maka bersabar itulah yang terbaik (bagiku). Dan hanya kepada Allah aku memohon pertolongan..." (QS. Yusuf 12, ayat 18)
Tersenyumlah, karena masa-masa ini yang akan jadi salah satu hujjah-mu di Akhirat.

Hanya Allah yang bisa memberi ganjaran terbaik atas kesabaranmu.

Sungguh Allah tidak pernah menyalahi janji :)

I hope this makes you feel better.
Lots of love and have a nice day.

Skin Care itu Disesuaikan dengan Kondisi dan Kebutuhan Kulit

Rabu, 10 Januari 2018

Inti postingan ini memang ada di judul kok haha :D Tapi kalau kamu penasaran(?) dengan rinciannya, silakan baca lebih lanjut.

A. Usia dan Skin Care

Saat browing produk skin care, seringkali kita menemukan pertanyaan...

"Cocok ngga buat aku yang usianya sekian?"

Sebenarnya, tolok ukur untuk memilih skin care bukan berdasarkan usia. Hanya saja, kalau digeneralisir, memang ada masalah kulit yang umum dialami kelompok usia tertentu.

Remaja

Kulit berminyak dan berjerawat.

Kualitas kulit bagus. Kalaupun berjerawat, umumnya disebabkan karena faktor hormonal.

Baca juga : 15 Gosip Seputar Jerawat

-

20-an

Tanda-tanda penuaan mulai muncul di rentang usia 20-an.

Biasanya, elastisitas kulit mulai menurun di usia 25 tahun.

Jika tidak dirawat dan diproteksi dari sinar UV, maka bisa mempercepat proses penuaan.

-

30-an

Tanda penuaan semakin nyata.

Muncul garis halus di sekitar mata dan dahi.

Fokus di produk anti aging dan hidrasi.

Rutin eksfoliasi (1-2x seminggu), karena regenerasi sel kulit melambat.

-

40-an

Kulit menjadi kering, tipis, dan lebih ringkih.

Keriput dan kerut halus muncul.

Kulit jadi lebih rentan dari pengaruh lingkungan (terik matahari, polusi, radikal bebas lainnya, dst).

-

50-an

Efek sun damage semakin jelas. Flek bermunculan, pori-pori semakin lebar, kulit kendor, dan berkeriput.

--

Prioritas produk skin care di usia berapapun adalah...

(1) Pembersih yang ringan - (2) Moisturizer - (3) Sunblock.

Kulit yang terjaga kelembabannya akan tampak lebih sehat dan muda.

Baca juga : Beberapa Pertanyaan Seputar Skin Care (2016)

Sedangkan produk yang sifatnya optional...

Remaja

Exfoliator, clay mask, spot/acne spot treatment yang mengandung Salicylic Acid atau Benzoyl Peroxide, dan kertas minyak.

Baca juga : Kertas Minyak : Acnes, Clean & Clear, Ovale, dan Oxy

-

20-30an

Serum yang kaya antioksidan, mengandung active ingredient, dan tekstur yang ringan.

Toner.

Exfoliating acid (AHA, BHA).

Clay mask untuk tipe kulit berminyak.

Hydrating/moisturizing face mask.

Spot treatment dan/atau eye cream.

-

40-50an

Fokus di melembabkan. Bisa menggunakan serum, facial oil, moisturizing/hydrating booster dan/atau eye cream. Produk yang direkomendasikan biasanya mengandung Retinol atau Peptide.

Baca juga : Kulit Dehidrasi dan Cara Mengatasinya

Dari jabaran di atas, bisa kita lihat... Kadang problem yang dialami kelompok usia 30-an, sudah dialami oleh seseorang yang usianya masih 20-an.

Jadi, misal usia kamu 24 tahun, tapi sudah muncul garis atau kerut halus di area mata, dahi, dan bibir ya tidak apa-apa menggunakan produk yang mengandung agen anti aging (karena memang sudah butuh).
Patokan paling pas untuk memilih produk skin care bukan usia, tapi tipe dan kondisi kulit.
Eniwei...

Tanda-tanpa penuaan bisa muncul di usia yang berbeda bagi setiap orang.

Saat berbicara tentang perawatan anti aging, maka yang pertama kali kita pikirkan bukan Retinol, Peptide, Vitamin C, dan lainnya... Tapi SUNBLOCK dan GAYA HIDUP.

Orang yang tidak menggunakan tabir surya, kulitnya lebih cepat menua dibanding orang-orang yang telaten pake sunblock.

Baca juga : Produk Tabir Surya (Quick Review & FAQ)

---

B. Skin Care untuk Remaja

Secara keseluruhan, kualitas kulit remaja itu masih bagus, jadi ngga perlu dimacem-macemin. Apalagi pake serum yang "berat". Salah-salah justru memicu masalah baru.

Kulit kita dasarnya pintar. Dia tahu bagaimana beregenerasi dan pulih dengan sendirinya. Namun, kemampuan tersebut jadi menurun seiring bertambahnya usia kita.

Jaman sekarang, banyak produk yang menggunakan konsentrat maksimal. Kedengarannya menggiurkan, karena konsentrat tinggi menjanjikan hasil yang instan dan dramatis.

Produk-produk tersebut sebenarnya ditujukan untuk kulit dewasa yang memang butuh booster.

Kulit remaja tidak perlu overexfoliating, agen anti aging (seperti retinol), atau regimen skin care yang rumit.

Regimen skin care remaja sesimpel... cleanser - moisturizer - sunblock. Penggunaan produk pendamping mesti dipertimbangkan juga perlu atau tidaknya.

Kalau kulit kamu sangat rentan bermasalah, maka carilah produk untuk kulit sensitif. Produk-produk tersebut diformulasikan sedemikian rupa, sehingga bisa efektif tapi tetap gentle di kulit.

Baca juga : Benarkah Produk Skin Care "Alami" Pasti Lebih Baik?

---

C. Overcleansed

Poin ini saya buat untuk mengoreksi postingan lampau tentang Double Cleansing (2013). Dulu saya berpendapat bahwa double cleansing itu wajib dilakukan setiap malam. Tanpa mempedulikan kondisi kulit kita.

Mohon maaf... postingan tersebut sudah saya hapus. Tidak semua orang cocok dengan double (apalagi triple) cleansing.

Apa itu double cleansing?

Membersihkan wajah dengan dua produk (2 step-cleansing). Misal cleansing milk dan toner peringkas, minyak dan sabun wajah, cleansing cream dan sabun wajah, dst.

Yang paling gentle (untuk make up) adalah proses pembersihan dengan minyak, krim, atau balm (yang notabene lagi ngehits banget, tapi sori belum tercantum di link di bawah ini ya).

Baca juga : Bingung Pilih Produk Pembersih? Cek Quick Post Ini.

Kapan kita perlu double cleansing?

Double cleansing cukup satu kali sehari.

Idealnya, double cleansing dilakukan hanya saat kulit kita kotor banget atau untuk menghapus make up. Itupun dilakukan dengan produk yang ringan.

Di pagi hari, kita hanya perlu satu pembersih yang gentle. Bahkan bagi sebagian orang, membasuh wajah dengan air di pagi hari saja sudah cukup.

Kenapa harus hati-hati dari overcleansed?

Kita sepakat bahwa membersihkan wajah adalah step yang sangat penting. Produk sebagus dan semahal apapun bakal useless jika digunakan di kulit wajah yang ngga bersih. Tapi... itu bukan lampu hijau untuk membenarkan overcleansing.

Berlebihan membersihkan wajah dapat merusak skin barrier kita.

Skin barrier yang terganggu membuat kulit jadi rentan bermasalah (break out, iritasi, infeksi, dst).

Salah satu fungsi skin barrier adalah melindungi kulit dengan membunuh bakteri, sebelum bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh.

Jadi, cuci muka berlebihan saat kulit berjerawat (bermasalah) hanya memperparah kondisi kulit. Karena saat pH kulit tidak stabil, bakteri penyebab jerawat malah tumbuh subur dan kemampuan kulit untuk pulih pun menurun.

Baca juga : Jangan Merawat dan Mengatasi Jerawat dengan Cara "Alami" Ini





Tentang Micellar Water

Saya sudah klop banget dengan micellar water. Ngga tau deh mesti bersihin muka pake apa kalau ngga ada produk ini (wkwk lebaay).

Cara saya membersihkan wajah simpel banget (karena mager sih tepatnya). Yaitu mengusap wajah dengan kapas yang sudah dibasahi micellar water, diamkan sebentar, kemudian dilanjut dengan produk lain (mis. pelembab).

Lagipula di anjuran pakainya, produk tersebut tidak perlu dibilas.

Sebelumnya, bagi saya cara itu fine-fine aja...

Sampai akhirnya saya dapat komen dari Desty Widyani dan Cici Diajeng.


Sempet bingung. Kok bisa? Micellar water bukannya ringan di kulit ya?

Hmmm...

((...SETAHUN KEMUDIAN...))

Kulit saya jadi kering banget. Padahal ngga ada perubahan berarti dari regimen skin care yang saya lakukan.

Ada apa dengan Cleansing Water?

Selain cocok-cocokan, kadang kita lupa... Walau ringan, cleansing water tetap mengandung agen pembersih (surfactant) yang berfungsi memecah dan meluruhkan kotoran.

Jadi, di sebagian orang, produk ini ngga bisa didiamkan begitu saja di permukaan kulit.

Mungkin yang kulitnya rada bebal (seperti saya) efeknya ngga langsung kelihatan. Tapi lambat laun, kulit kita jadi lebih kering dan sensitif (akibat fungsi skin barrier yang terganggu).

Ada beberapa cara untuk mengakali cleansing water. Salah satunya digunakan sebagai cleanser di step pertama, kemudian menggunakan face wash atau cleansing oil setelahnya.

Karena kulit saya gampang dehidrasi... setelah memakai micellar water, saya hanya membasuh wajah dengan air beberapa kali (tanpa sabun). Khawatir kalau agen pembersihnya masih stay di permukaan kulit.

Sejauh ini alhamdulillah tidak ada keluhan lagi.

Noted : ada yang ngasih tips micellar water digunakan sebagai face mist. Baiknya jangan ditiru ya, karena gimanapun micellar water adalah produk pembersih.

---

D. Layering

Dulu, regimen skin care kita sederhana banget, yakni pembersih, krim siang, dan krim malam (lol). Tapi makin kesini, tren skin care berlayer-layer semakin digandrungi.

Meskipun kesannya membingungkan, urutan melayer produk skin care mudah saja...
Gunakan dari yang teksturnya paling encer (ringan) ke yang paling pekat.
Kalau dijabarkan, kira-kira seperti ini...

(1) Cleanser - (Exfoliator - Mask) - Toner

Exfoliator tidak perlu digunakan setiap hari. Cukup 1-2 kali seminggu. Fungsinya untuk mengangkat sel kulit mati yang ada di permukaan kulit.

Kalaupun tidak menggunakan scrub, bisa dengan facial brush, peeling gel, atau washlap (handuk bayi) yang dibasahi air hangat.

(2) Serum.

Jika serum dioles setelah pelembab, maka akan sulit terserap kulit.

(3) Spot treatment yang hanya dioles di noda atau area tertentu (bukan sewajah).

(4) Pelembab.

(5) Sunblock atau sunscreen digunakan paling akhir.

Noted : Exfoliating toner, scrub, clay mask tidak digunakan di area mata.

--

Catatan...

Perlu ngga sih kita menggunakan Toner?

Seperti yang kita singgung di atas, regimen skin care rasa-rasanya kok makin complicated ya wkwkwk.

Sebagian orang berpendapat bahwa pH kulit mesti dimanipulasi terlebih dulu, agar produk setelahnya bisa bekerja efektif.

Anjuran ini berdasarkan statement produk akan bekerja lebih optimal di level pH tertentu.

Yang perlu kita pahami, produsen skin care tentunya sudah mengantisipasi hal tersebut. Salah satunya dengan membuat rangkaian produk dalam seri yang sama (mulai dari cleanser, toner, serum, dan pelembab), supaya active ingredient-nya bisa bekerja dan memberikan hasil yang terbaik.

Selain itu, banyak orang yang regimen skin care-nya ngga ribet (ala kadarnya), tapi kulitnya bagus-bagus saja hehe.

Intinya balik lagi, yang dipertimbangkan adalah kesesuaian fungsi toner dengan kondisi dan kebutuhan kulit.

Lebih lanjut baca juga : Perlu Toner atau Tidak?

-

Produk-produk pendamping (optional)

Selain toner, produk yang masih dipertanyakan perlu atau tidaknya adalah neck cream dan eye cream.

Untuk krim leher, banyak yang sepakat kalau formulanya ngga gitu istimewa dibanding produk perawatan wajah.

Sedangkan krim untuk area mata ada pro dan kontra-nya.

Pihak yang pro berpendapat bahwa kulit area mata lebih sensitif dan tipis (sehingga produk bisa terserap lebih dalam).

Eye cream yang ideal tentunya bebas alkohol, zat pewangi, dan ingredient lain yang berisiko mengiritasi.

Pihak yang kontra menyatakan bahwa eye cream itu hanya gimmick. Bisa-bisaan produsen aja buat bikin produk yang sebenernya ngga kita perlukan.

Jadi, kalau ada produk perawatan wajah (pelembab) yang aman untuk digunakan di area mata, silakan. Itu sudah cukup.

-

Hati-hati saat melayer produk

(1) Bisa jadi active ingredient dari serum atau krim malam yang kita gunakan tidak bekerja dengan optimal atau malah kontra dengan ingredient dari produk lain (sehingga menyebabkan iritasi).

Misal, kalau kita sudah menggunakan Retinol, tidak perlu melayer dengan produk yang mengandung AHA, BHA, Benzoyl Peroxide, dst.

(2) Tidak semua orang cocok menggunakan skin care berlayer-layer.

Lebih baik menggunakan sedikit produk skin care, tapi tepat sasaran. Ketimbang skin care berlayer-layer yang belum tentu kita butuhkan.


(3) Risiko overdoing.

Ini "totally backfired" sih...

Tanda kita berlebihan merawat kulit wajah adalah kulit semakin rentan bermasalah.


-

Sebelumnya cocok dengan produk X, tapi sekarang sudah ngga mempan?

Tipe dan kondisi kulit kita bisa berubah seiring berjalannya waktu. Entah karena faktor penuaan, sun damage, polusi, perubahan iklim, penggunaan obat-obatan tertentu, dan lainnya.

Jadi, bukan produknya ngga bagus, tapi kondisi dan kebutuhan kulit kita sudah berubah.
Jika demikian, carilah produk yang tekstur dan formulanya sesuai dengan tipe dan kondisi kulit terkini.
Ada kalanya kita harus mengganti total regimen skin care harian. Tapi kadang kita hanya perlu mengganti 1-2 produk saja (misal pembersih dan pelembab).

InsyaAllah bersambung...

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have nice day.

Logika yang Kebalik-balik

Minggu, 24 Desember 2017

Ada ilustrasi "logika terbalik" yang saya baca di komentar instagram. Lupa pastinya gimana dan tidak tahu siapa yang tulis (credit belongs to him), tenggelam begitu saja. Kurang lebih begini...

"Mah, plis berhenti selingkuh. Takutlah kepada Allah!"

"Pah... Cuma Papah yang ngerasa itu salah. Jadi jangan merasa paling benar sendiri ya :) Ngga perlu dibesar-besarkan demi kedamaian rumah tangga kita..."

Allahul musta'an.

Setres ngga sih ngadepin orang yang seperti itu? :))

Emang ada ya orang kayak gini?

Sayangnya ada... dan konteksnya macem-macem.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari... Pelaku bullying di socmed berpikir bahwa freedom of speech sama dengan freedom of hate speech.

Giliran ditanggapin baik-baik, malah dia yang lebih galak...

"Kalau tersinggungan ngga usah maen socmed-lah."

"Biasa aja kaleee..."

"Sensitif amat lu. Padahal cuma gitu doang."

#akhirzaman #bertobatlah

Gambaran situasi lainnya... Ada orang iseng yang suka cipratin air ke muka kita terus-menerus. Awalnya kita biasa aja, tapi lama-lama kita pun terpelatuk...

"Eh, berhenti ngga??'

"Dih. Santai aja kali mbak! Ini kan cuma air. Bahan alami dan ngga berbahaya. Haha lebay banget jadi orang..."

Kemudian kamu curhat ke teman, "Masa dia kayak gini dan ngomong gitu ke aku..."

"Dia bercanda kali ah..."

"Tapi ngga cuma sekali-dua kali kejadian begini. Kalaupun bercanda tetep aja kelewatan."

"Itu kan cuma perasaanmu saja."

...

FYI, banyak kejadian yang lebih kompleks dibanding contoh dalam postingan ini.

Jika perlakuan tersebut berlangsung dalam kurun waktu yang lama, (meski tidak bersalah) korban bisa dihantui pikiran-pikiran seperti ini...

"Oiya. Mungkin aku yang salah..."
"Mungkin aku memang pantas diginiin."
"Apa aku sudah ngga waras?"
"I'm worthless... Apa aku mati aja ya?"
dan lainnya.

---

Kerancuan berpikir

Salah satu bentuk mental abuse, yaitu kamu merasa ada yang salah, tapi saking samarnya kamu tidak bisa menunjuk atau menjelaskan kesalahan orang tersebut.

Terlibat dengan orang-orang seperti itu membuat kita mempertanyakan akal sehat kita. Yang salah tampak benar dan yang benar jadi salah.

Kalau kamu ada di posisi korban, BE STRONG GUYS! Kamu bisa melewati semua ini!

Langkah terbaik adalah bersikap tenang dan tinggalkan saja.

Kalaupun dia/mereka adalah orang dekat, baiknya batasi (kurangi) interaksi dan atur kelekatan emosional demi kesehatan mental kita sendiri.

---

Akhir kata...

Gaes, mental abuse is real dan dampaknya parah. Sayangnya banyak yang ngga aware, hanya karena dianggap biasa dan tidak berbahaya dibanding kekerasan fisik (salah!).

Walau kelihatannya "sepele", tapi kalau kamu browsing lebih lanjut, korban mental abuse butuh waktu pemulihan yang cukup lama... Hingga akhirnya mereka bisa berpikir jernih dan "back on the track" lagi.

Pesan penting dari para pakar dan terapis adalah validate yourself and find your inner strength. Supaya ngga terpengaruh dengan kerancuan berpikir yang mereka tumpahkan ke kita.

Cari tahu dan pelajari tentang tipe/jenis mental abuse yang kamu alami dan penanganannya.

Selain itu, cari social support yang membantu kamu untuk mengecek realita. Idealnya orang-orang yang objektif, ngga kompor, bisa berempati, dan matang secara emosional.

Banyak-banyak istighfar dan mendekatkan diri ke Tuhan juga. Buat muslim, dzikir pagi petang-nya jangan sampe ketinggalan! :D

Noted! Jika dirasa berat, baiknya konsultasikan keluhan (kondisi psikis) kamu ke psikolog/psikiater.

Allahul musta'an.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day!

Produk Tabir Surya : Quick Review & FAQ

Sabtu, 23 Desember 2017
Musim hujan begini memang paling pas bahas sunblock/sunscreen haha. Soalnya banyak di antara kita yang tidak menggunakan sunblock, karena mengira tidak ada efek buruk sinar UV saat hujan.

Terlebih buat yang males pake sunblock yaaa! Mulai sekarang coba rajin pake sunblock siang-siang deh sebelum menyesal kayak saya.

Beberapa hari lalu saya ngaca (lol) dan qadarullah syok sendiri melihat flek-flek cokelat tampak jelas di kulit wajah.

Noda bekas jerawat kali sist...

Dibilang bekas jerawat juga kayaknya bukan deh. Saya ngga pernah jerawatan di kantung mata dan pelipis.

Usut punya usut, itu adalah sun spot. Sebenarnya, sun spot tidak muncul tiba-tiba, tapi sudah mendam lama, dan seiring berjalannya waktu terangkat ke permukaan kulit.

Tapi memang sih hampir setahun ini saya menjalani regimen skin care yang standar banget (tanpa serum pencerah, padahal mungkin sudah butuh/wajib).

Menghilangkan flek itu susah-susah gampang(?) lho. Bagusnya kudu dilaser, tapi saya mau coba mengatasi dengan produk skin care (cari-cari serum) dulu. Mudah-mudahan sih bisa...

---

Sekelebat Review

Produk tabir surya yang sedang saya gunakan adalah Skin Aqua UV Mild Milk for Dry and Sensitive Skin (sekitar Rp 50.000, 80 g).

Sebelumnya saya pernah pake varian UV Moisture Gel untuk kulit berminyak. Tapi karena kulit saya lagi kering dehidrasi, jadi pas mau habis, ya ganti varian.


Deskripsi produk

Skin Aqua UV Mild Milk SPF 25 PA ++

Melembabkan kulit secara optimal

Hyaluronic acid dan Collagen membantu melembutkan, melembabkan, dan mempertahankan elastisitas kulit.

Vitamin E sebagai antioksidan yang dapat menghambat radikal bebas, sehingga kulit tetap sehat dan lembut.

Lembut di kulit dan tidak lengket, sehingga dapat digunakan setiap hari.

Dapat digunakan sebagai dasar make up.

Tidak menggunakan bahan pewarna, pewangi, dan minyak mineral yang cenderung menimbulkan alergi bagi kulit yang sensitif.


Skin Aqua UV Moisture Gel SPF 30 PA ++

Melembabkan kulit secara optimal

Improved hyaluronic acid (AcHA) dan Collagen yang membantu melembutkan, melembabkan, dan mempertahankan elastisitas kulit.

Vitamin B5, E, dan C memberikan nutrisi kulit sehingga kulit tetap sehat dan lembut.

Oil free formula sehingga cocok untuk kulit berminyak.

Lembut di kulit dan tidak lengket, sehingga dapat digunakan setiap hari.

Dapat digunakan sebagai dasar make up.




Tekstur keduanya... hmmm sama persis bahaha. Ringan dan tidak lengket. Dua-duanya berupa milk/lotion encer, walaupun yang satu judulnya moisture "gel".

Eniwei, duluuu waktu tipe kulit masih berminyak, saya ngga cocok blas pake Skin Aqua. Kulit malah makin greasy dan kusam. Karena itu, walau sudah lama kenal, tapi saya ngga nge-review... bingung mau bahas apa kalau ngga cocok.

Baca juga : Wardah White Secret Intense Brightening Essence

Baru cocoknya ya belakangan ini, pas kulit gampang dehidrasi. Skin Aqua kan sodaraan sama Hada Labo hehe.

Baca juga : Kulit Dehidrasi dan Cara Mengatasinya

---

Frequently Asked Questions

Awalnya saya mau review Skin Aqua saja, tapi yaudahlah sekalian bahas info tentang produk tabir surya juga... supaya postingan FAQ berikutnya ngga kepanjangan haha.

Tentang arti SPF dan PA sudah pernah di bahas ya...

Silakan baca : Cek Arti Simbol/Logo Kemasan produk Kosmetika Di Sini

---

Bagaimana menghitung lama proteksi suatu produk?

Umumnya, kulit kita mulai terbakar sekitar 10-15 menit setelah terpapar terik matahari. Nah, durasi 10-15 menit inilah yang menjadi patokan untuk menghitung lama proteksi dari angka SPF.

Contoh...

SPF 15 = 15 x 10 menit = 150 menit (2 jam 30 menit)

SPF 30 = 300 menit (5 jam)

SPF 50 = 500 menit (8 jam 20 menit)

Semakin tinggi angka SPF-nya, semakin lama perlindungan yang kamu dapatkan.

Tapi tetap dianjurkan untuk apply ulang setiap 2-3 jam sekali, yaitu jika kita berkeringat dan wudhu.

---

Waktu ideal menggunakan produk tabir surya?

Aplikasikan kira-kira 15 menit sebelum keluar ruangan.

Gunakan saat matahari mulai dan sedang terik-teriknya. Biasanya sekitar jam 10 pagi hingga 3 sore. Untuk muslim bisa apply ulang selesai sholat Dhuhur (tengah hari).

---

Apa saja dampak negatif dari paparan sinar UV?

Kulit terbakar dan kemerahan.

Mempercepat proses penuaan (photoaging), sehingga kulit rentan mengendor, serta mengalami garis dan kerut halus.

Noda sun spot, warna kulit menggelap, dan warna kulit tidak rata.

Noda bekas jerawat makin gelap, sehingga sulit dipudarkan.

Kanker kulit dan penyakit kulit lainnya.

--

Bingung membedakan jenis produk tabir surya...

Secara umum, produk tabir surya terbagi jadi tiga, yaitu physical blocker (sunblock), chemical absorber (sunscreen), dan mixture (kombinasi keduanya).

(1) Physical blocker berfungsi memantulkan sinar UV, lebih stabil dibanding chemical absorber, namun meninggalkan white cast. Di antaranya adalah Titanium Dioxide dan Zinc Oxide.

(2) Chemical absorber berfungsi menyerap sinar UV untuk mencegah penetrasi ke kulit. Biasanya tidak meninggalkan white cast. Di antaranya adalah Avobenzone, Oxybenzone, Uvinul, Octylcrylene, Octisalate, Helioplex, Homosalate, dan Mexoril.

(2) Mixture yang dimaksud adalah kombinasi dalam formulanya. Bukan berarti kita melayer 2 produk sunblock dan sunscreen bersamaan.

---

Skin Aqua itu chemical absorber atau physical blocker sih?

Kayaknya tergantung varian... Yang UV Mild Milk mengandung chemical absorber (cmiiw). Tapi ada juga varian lain yang kombinasi chemical dan physical.


---

Urutan layer?

Produk tabir surya digunakan setelah regimen skin care (mis. cleanser, toner, moiturizer) dan/atau sebelum make up.

---

Cukup ngga kalau cuma pake bb cream dengan agen tabir surya?

Ngga cukup gaes.

Baiknya tetap menggunakan sunblock/sunscreen sebelum make up.

Baca juga : Skin Aqua Perfect Matte BB Cream

---

Aku pake pelembab/sunblock dan bb cream yang ber-SPF, berarti dobel dong proteksinya?

Tidak.

Patokannya tetap di angka SPF yang tertinggi dari kedua produk tersebut. Misal pelembabnya SPF 15 dan bb creamnya SPF 36. Jadi, yang ngefek yang SPF 36.

---

Aku susah temuin sunblock/sunscreen yang cocok...

Penyebab paling umum kenapa kita ngga cocok dengan produk tabir surya, yakni...

(1) Alergi dengan ingredient tertentu

Ini juga sebenarnya sudah dibahas tahun lalu ya... tapi saya kutip kembali di postingan ini.

Bagi sebagian orang, ingredient yang dapat melindungi kulit dari bahaya sinar UV justru memicu reaksi alergi.

Tanda alergi produk tabir surya, yaitu kulit jadi memerah, ruam, dan gatal. Chemical absorber seperti mexoryl, avobenzone, oxybenzone, dan PABA yang paling sering menyebabkan iritasi dan alergi.

Namun, physical blocker seperti zinc oxide dan titanium dioxide juga dapat memicu break out jika konsentrasinya sangat tinggi. [1]

Di samping ingredient tersebut, seperti biasa zat pewangi dan pengawet pada produk tabir surya juga bisa menjadi dalang kulit yang bermasalah.

Beauty experts menyarankan penggunaan baby sunblock untuk kulit yang sangat sensitif. Sunblock bayi (untuk usia 6 bulan ke atas) fokusnya "melindungi tanpa mengiritasi". Biasanya less ingredients dan less irritants, jadi bisa menekan risiko reaksi negatif.

Noted! Cek label ingredient produk tabir surya sebelum membeli dan kalau perlu konsultasikan ke dokter saat kulit mengalami alergi.

Baca juga : Beberapa Pertanyaan Seputar Skin Care (2016)

(2) Tekstur yang tidak sesuai

Khususnya bagi tipe kulit berminyak ya... Rasanya sulit memilih tekstur sunblock/sunscreen yang pas. Ngga jarang kulit justru makin kucel minyakan. Idealnya cari yang tekstur gel atau yang encer-encer water based gitu.

Baca juga : Tekstur Produk yang sesuai dengan Tipe dan Kondisi Kulitmu

(3) Tidak membersihkan ampas produk dengan baik

Produk tabir surya yang kita gunakan tidak luntur atau pudar dengan sendirinya. Tetap harus dibersihkan dengan cleanser kita sehari-hari.

---

Tetep iteman ah walau udah sunblockan...

Wajar kulit menggelap, kalau kelamaan panas-panasan. Yang penting kita tetap terlindungi dari kerusakan kulit yang lebih parah dari itu bosque :D insyaAllah.

---

Apakah produk tabir surya juga digunakan di dalam ruangan?

Meski di dalam ruangan, baiknya tetap memakai produk tabir surya, yaitu jika kita beraktivitas di dekat jendela.

(Setelah dipikir-pikir) munculnya flek di kulit saya bukan karena Skin Aqua-nya kurang kenceng... tapi karena saya malas pake sunblock/sunscreen di rumah.

---

Akhir kata...

Sekarang sudah banyak pilihan produk tabir surya yang bisa kita pertimbangkan.

Kalau kamu pengen yang praktis, ada juga sunblock yang ringan berupa spray. Tapi menurut beauty expert, jika kamu beraktivitas di luar ruangan dan terpapar sinar UV secara intens, baiknya menggunakan produk tabir surya bertekstur krim atau lotion untuk perlindungan yang maksimal.

Oh iya, khusus untuk kondisi kulit sensitif dan rentan bermasalah (jerawat dst)... Batasi pemakaian produk ber-SPF tinggi. Gunakan hanya jika kamu beraktivitas di bawah terik matahari (main di pantai, upacara siang-siang, outbond, dst). Untuk sehari-hari, biasanya dokter menyarankan cukup SPF 15-17.

Buat yang sedang treatment (acne), kadang sunblock bikin kulit kita terasa begah. Meski demikian, sunblock-nya tetap dipake ya... Karena obat jerawat membuat kulit jadi lebih peka dengan terik matahari (pedih, kemerahan, dan lainnya). Jangan lupa pake masker kain/masker debu juga supaya kulit kita tidak terpapar sinar matahari secara langsung.

Baca juga : Skin Care Disesuaikan dengan Kondisi dan Kebutuhan Kulit

Wallahu a'lam.
Reminder to myself too.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Merasa Cukup

Kamis, 14 Desember 2017
Di post sebelumnya, disebutkan bahwa salah satu hal yang menonjol dari orang-orang dengan gaya hidup simple dan minimalist adalah merasa cukup.

Mereka bisa berbahagia dengan hal-hal sederhana yang mungkin sepele menurut orang lain.

Kedengarannya aneh, karena mindset tersebut berseberangan dengan gambaran hidup yang "ideal" menurut masyarakat.

Kapitalisme juga menghalangi kita untuk merasa cukup, karena materi digadang-gadang sebagai fondasi utama kebahagiaan.

Baca juga : Bahagia itu Sederhana

---

Apa serunya merasa cukup?

Kalau diamati, orang yang merasa cukup lebih dewasa secara emosional, yakni mampu memproses emosinya secara sehat.

Banyak hal tak terduga yang dapat terjadi dalam hidup kita. Yang menarik, ketika kamu merasa cukup, seolah-olah perubahan yang terjadi di sekitarmu tidak berpengaruh apa-apa.

Batinmu tetap tenang.

Kamu jadi lebih fleksibel menghadapi hal-hal yang terjadi di luar kendalimu.

Kamu pun lebih rileks dalam menjalani hidup, karena "merasa cukup" dapat mengurangi level stres dan kecemasan.

Asik ya?

Orang yang merasa cukup juga pandai mengatur kelekatan, sehingga tidak mudah terobsesi. Oleh karenanya, dalam mengerjakan sesuatu, mereka lebih menikmati proses dan tidak tersiksa dengan hasilnya.

Inilah kenapa saya tertarik untuk belajar merasa cukup dan mengadopsi gaya hidup minimalis pelan-pelan.

Baca juga : Bersahaja itu Mengagumkan


Cara untuk Merasa Cukup

#1 Belajar bersyukur

Bersyukur itu seiring sejalan dengan merasa cukup.

Ngomong-ngomong, biasanya nilai sesuatu jadi berkurang atau bahkan hilang setelah dimiliki. Nah, orang-orang yang merasa cukup tetap berhasrat dengan apa yang mereka punya, karena mereka pandai bersyukur.

Baca juga : Gratitude Journal

#2 Belajar menahan diri

Terbiasa menahan diri dari hal-hal yang kecil akan memudahkan kita untuk menahan diri dari perkara yang lebih besar.

Misal tahan diri untuk ngemil, membeli barang (hanya karena lucu dan diskon lol), dst.

Jadi, ngga ada tuh yang namanya impulsive buying di kamus mereka.

#3 Mengesampingkan ego

Ego membuat kita jadi haus sanjungan, serakah, ingin membuktikan diri, merasa sedang berkompetisi, dst.

Padahal untuk apa?

Kita tidak sedang berkompetisi dengan siapa-siapa. Kalaupun ada, itu dengan diri kita sendiri (self improvement).

Baca juga : Pembuktian Diri : Look at me now!

#4 Memahami apa yang jadi kebutuhan dan keinginan kita

Imho, cara paling ampuh untuk memilah keduanya adalah journaling dan decluttering.

Mungkin ada masukan lain? :D

#5 Banyak ingat mati

Cukuplah kematian sebagai nasihat ya kakak-kakak.

Sebagaimana kata Al Fudhayl bin 'Iyadh rahimahullah bahwa kematian itu dekat, angan-angan kita aja yang kejauhan.

Semoga hidup kita berakhir manis, husnul khotimah, aamiin.

---

Akhir kata...

Lah, kok pendek ya? Haha.

Postingan ini masih berkaitan dengan post-post sebelumnya. (Diulang supaya nyantol di alam bawah sadar). Bahwa kebahagiaan, kebersyukuran, merasa cukup adalah inner work... tidak begitu berkaitan dengan apa yang ada di luar diri kita.

Jangan pula terobsesi membanding-bandingkan hidup kita dengan hidup orang lain. Sebanyak apapun yang kita miliki sekarang, akan terasa kurang kalau terus melihat ke atas (ntar kejungkel malah).

Lagian kita tidak tahu apa yang terjadi di balik layar. Everyone has their own struggles, you know.

InsyaAllah bersambung lagi.

Allahul musta'an.
Note to myself too.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Minyak Zaitun (Extra Virgin Olive Oil)

Kamis, 07 Desember 2017
Suatu hari saya sempat syok.

Pas cek statistik blog, ada yang googling, "Bolehkah minum minyak zaitun Herborist?"

Speechless.

Oke, ini jawabannya :

TIDAK!

TYDAQ mbak! TIDUCK!

JANGAAAAN!

NOOOOOOO~!

Kamu masih muda. Jangan gegabah ambil keputusan.

Kami masih sayang kamuuu~

...

Dan itu juga berlaku untuk minyak zaitun cosmetic grade merk lainnya :D

Kalau kamu mau masak atau minum minyak zaitun, carilah yang food grade berlabel Extra Virgin Olive Oil (EVOO). Biasanya dijual di rak minyak makanan Supermarket.

EVOO aman untuk dicerna langsung, sedangkan minyak zaitun cosmetic grade seperti Herborist, Mustika Ratu, Ovale, Wardah, dan lainnya hanya untuk pemakaian luar.


Ada apa dengan Extra Virgin Olive Oil?

Minyak zaitun food grade ada beragam jenisnya. Meski sama-sama bebas dari zat tambahan, tapi proses ekstraksi minyaknya menentukan seberapa banyak nutrisi yang terkandung.

Minyak zaitun yang terbaik adalah Extra Virgin Olive Oil.

EVOO diperoleh dari perasan pertama buah zaitun tanpa melewati proses pemanasan (cold pressed).

Proses pemanasan dapat menghilangkan banyak nutrisi, sehingga menurunkan kualitas minyak. Ini berarti, kandungan nutrisi EVOO lebih kaya dibanding minyak zaitun food grade biasa.

Anjuran penyimpanannya sama dengan Minyak Kelapa (VCO) yang sudah saya post beberapa waktu lalu.

Baca juga : Minyak Kelapa (Virgin Coconut Oil)

Manfaat EVOO banyak sekali jika dikonsumsi secara rutin. Di antaranya baik untuk kesehatan jantung, melancarkan sistem pencernaan, anti kanker, dan menurunkan risiko penyakit berat lainnya.

Setelah baca-baca di Wellness Mama, ternyata di US banyak Extra Virgin Olive Oil abal-abal. Maksudnya, minyak zaitun yang tidak lolos standar kualitas EVOO, tetap dilabel sebagai EVOO.

Jadi, kalau untuk dikonsumsi (buat masak-masak atau kesehatan) baiknya beli EVOO yang merknya sudah terkenal luas.

Ciri lain dari EVOO yang bagus adalah botolnya gelap... fungsinya untuk menjaga kualitas minyak dari paparan cahaya.

Lebih lanjut, review Minyak Zaitun pada postingan ini hanya terbatas untuk kecantikan saja ya.


Pilih minyak zaitun cosmetic grade atau food grade?


Perbedaan yang paling mendasar adalah pemrosesan minyak tersebut.

Seperti yang sudah kita bahas di awal, minyak zaitun cosmetic grade dibuat khusus untuk kecantikan. Tidak bisa digunakan untuk masak dan tidak boleh diminum.

Sedangkan EVOO adalah minyak zaitun murni yang bebas zat tambahan, sehingga aman untuk dikonsumsi atau dicerna langsung.

Tentang pro kontra minyak cosmetic grade sudah pernah dibahas di sesi komentar. Tapi saya cantumkan kembali di sini.

Pro cosmetic grade

Minyak zaitun cosmetic grade sudah diproses sedemikian rupa agar sesuai dan aman untuk perawatan kulit (meminimalisir risiko contact dermatitis, iritasi, dan reaksi negatif lainnya). Teksturnya lebih ringan, cepat meresap, dan ngga begitu greasy dibanding minyak food grade.

Inilah kenapa banyak beauty expert yang tidak menganjurkan penggunaan EVOO untuk kulit wajah. Namun sebagai gantinya mereka merekomendasikan produk (mis. cleansing oil) dengan ekstrak minyak zaitun.

Kontra cosmetic grade

Minyak zaitun cosmetic grade diformulasikan dengan zat-zat tambahan seperti pewangi, penstabil, dan lainnya (yang biasanya dihindari orang dengan tipe kulit sensitif dan penggemar skin care DIY/organik).
"Kalau yang gue taruh di kulit ngga bisa dimakan, berarti ngga aman." (kurang lebih begitu)
Minyak food grade (yang dicerna langsung) membutuhkan standar pemrosesan yang lebih ketat dibanding minyak cosmetic grade, sehingga murni dari zat-zat tambahan.

Tapi, bukan berarti EVOO lebih bagus secara mutlak.

Ada juga kok minyak cosmetic grade berkualitas (mis. diproses hanya untuk menghilangkan baunya). Contohnya minyak dari produsen skin care organik hehe (cmiiw).

Noted!

Meski demikian, sulit untuk menemukan skin care berbasis oil yang benar-benar cocok untuk kulit kita (khususnya wajah).

Kalo sudah ngga cocok, mau pake yang cold pressed/organik/mahal/blablabla sekalipun, kita ngga akan dapat hasil yang memuaskan.


---

Eniwei, Minum Minyak Zaitun? Serius?

Kalau kamu pengunjung lama blog ini, mungkin pernah baca dulu (2014) saya sempat rutin minum EVOO (Filippo Berio) untuk menyehatkan kulit.

Kamu bisa browsing lebih lanjut tentang diet Mediterania (berkenaan dengan minyak zaitun). Umumnya yang rutin minum EVOO kulitnya lebih sehat, lembab, dan glowing.

Anjurannya minum 1-3 sendok setiap 1-3 kali sehari.

Setelah minum EVOO, biasanya saya akali dengan tidak mengecap lidah ke langit-langit mulut (supaya tidak berasa ayepnya). Kemudian langsung minum air putih atau madu.

Tapi sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga (lah ngga nyambung buk peribahasanya hahaha).

Walau hasilnya bagus, saya berhenti karena ngga kuat dengan rasanya yang... (hmmm). Makanya saya tercengang (pas baca diet Mediterania) ada yang minum minyak zaitun satu gelas sehari. Subhanallah...

Kalau kamu tertarik untuk minum EVOO, ngga perlu parno dengan rasanya... Sekarang banyak kok yang jual suplemen EVOO dalam kapsul.

---

Minyak Zaitun untuk Rambut

Minyak ini memang multifungsi banget! Haha.

Anjuran pakai yang paling umum adalah gunakan minyak zaitun di ujung rambut yang kering (kira-kira dari bawah telinga hingga ke ujung rambut). Diamkan setengah jam, kemudian keramas hingga bersih.

Takaran minyak yang digunakan juga tidak perlu banyak-banyak, karena kalau keramasnya ngga bersih, hasilnya malah bikin rambut jadi lepek dan berminyak banget.

Khusus untuk orang yang rentan berketombe dan memiliki kulit kepala berminyak... Hindari penggunaan EVOO di kulit kepala, kecuali jika kamu akan membekap kepala dengan handuk hangat. Soalnya, salah-salah EVOO akan memperparah problem ketombe yang kamu alami.


Saya menggunakan minyak zaitun murah untuk ujung rambut yang sangat kering. Hasilnya lebih bagus daripada minyak kelapa (VCO). Tapi karena penggunaannya sangat tricky... saya putuskan untuk berhenti dan balik menggunakan conditioner sebelum keramas.

Kalau mau yang lebih praktis, kamu bisa cari vitamin rambut yang dibuat dari ekstrak minyak zaitun. Aromanya jelas lebih wangi. Teksturnya pun tidak lengket dan berminyak, sehingga bisa digunakan setiap hari.

---

Minyak Zaitun untuk Bibir

Secara khusus, saya tidak pernah menggunakan minyak zaitun untuk mencerahkan warna bibir.

Katanya sih bagus untuk mengembalikan warna alami bibir. Tapi imho, efeknya mungkin lebih untuk melembabkan kali ya... (cmiiw).

Updated! Dapat masukan kalau ada yang warna bibirnya jadi lebih cerah setelah menggunakan EVOO, maasyaaAllah.

DIY EVOO lip mask simpel banget. Siapkan jar kosong 5-10 ml, kemudian campurkan EVOO dan madu. Oleskan di bibir setiap malam sebelum tidur.

Untuk DIY lip scrub, campur EVOO dengan madu, gula pasir, atau brown sugar ala vlogger youtube. Tapi baiknya tidak mengeksfoliasi kulit bibir yang sangat kering dan pecah-pecah.

Kalau kamu fokus mencerahkan warna bibir... Sebisa mungkin aplikasikan juga sunblock di bibir atau pilih lip balm yang mengandung tabir surya. Kulit bibir kita juga butuh diproteksi dari sinar matahari supaya tidak menggelap.

Baca juga : Caraku Mengatasi Bibir Pecah-pecah dan Menggelap

---

Minyak Zaitun untuk Kulit Badan

Sejak berabad-abad lalu, minyak zaitun sudah lazim digunakan untuk memijat dan merawat kulit badan. Betapa tidak? Minyak zaitun diklaim mampu mengatasi kulit kering dan menyamarkan stretch mark.

Yang jadi pertanyaan, aman ngga sih untuk ibu hamil dan menyusui?

Sependek pengetahuan saya, aman, asal kamu tidak alergi minyak zaitun.

Cara tahu alergi atau tidak, yaitu dengan patch test di lengan atas bagian dalam. Oleskan sedikit minyak zaitun, kemudian amati apakah ada reaksi negatif yang muncul.

Beberapa kali saya ketemu review yang bilang (untuk kulit badan) hasilnya lebih nampol EVOO dibanding minyak zaitun cosmetic grade.

Baca juga : Minyak Zaitun Herborist, Ovale, dan Wardah

Selain dibalur seperti biasa, ada juga cara unik melembutkan tangan dengan EVOO. Saya tahu dari Bubzbeauty (video jadulnya).

Tips ini bagus untuk yang kulit tangannya kasar atau yang sering pake cat kuku.

Caranya, hangatkan EVOO, kemudian balurkan merata di tangan. Gunakan sarung tangan plastik atau karet dan diamkan hingga setengah jam. Setelah itu, bilas dan lembabkan tanganmu.

Jadi "perawatannya" bisa dilakukan sambil cuci piring, jemur baju, dan lainnya, lol.


EVOO juga bisa dicampur di hand cream, scrub, atau body lotion favoritmu.

Cukup campurkan beberapa tetes saja ya T.T Itu yang di foto ngga sengaja tumpah.

Baca juga : Cara Asyik Menggunakan Hand Cream


---

Minyak Zaitun untuk Kulit Wajah

Untuk badan? Oke.

Untuk wajah? Tunggu dulu...

Ada beberapa hal yang mesti kita pertimbangkan sebelum memakai EVOO untuk kulit wajah, yaitu tipe, kondisi kulit, dan riwayat break out.

Yang biasanya cocok menggunakan EVOO sebagai pelembab harian adalah tipe kulit kering, kulit yang mengalami penuaan, dan kulit yang jarang bermasalah. Itupun cukup dioles tipis-tipis saja.

Sedangkan untuk membersihkan wajah (Oil Cleansing Method) masih bisa untuk semua tipe kulit, namun syarat dan ketentuan tetap berlaku (terutama untuk kulit berminyak). Di antaranya mesti tahu takaran perbandingan yang sesuai, dibasuh dengan air hangat, dilap dengan washlap hangat, atau menggunakan face wash/toner peringkas setelah OCM.

Untuk daya bersih, EVOO dan minyak zaitun cosmetic grade sepertinya 11-12 (kalau di kulit saya hehe).

#FYI

Sepanjang saya browsing-browsing, bisa disimpulkan ada tiga pendapat tentang EVOO untuk kulit wajah.

Ada yang berpendapat bahwa minyak zaitun sifatnya comedogenic. Ada pula yang menyanggah risiko nyumbat porinya rendah. Ada juga pendapat pertengahan yang bilang tidak menyumbat pori, tapi karena minyak ini greasy dan lambat terserap di kulit, jadi dia menarik partikel-partikel di udara sehingga berisiko menyumbat pori.

Pokoknya kalau kamu ada bakat acne prone, baiknya main aman aja. Jangan melembabkan kulit dengan EVOO. Masih banyak alternatif selain EVOO yang lebih bersahabat untuk kulit berminyak dan acne prone.

Kalaupun tetap tertarik untuk mencoba, amati jika ada reaksi yang tidak wajar, seperti komedo yang membludak, gatal, bruntusan, dan lainnya. Risiko ditanggung pengguna.

---

Bagusan cosmetic grade dong?

Sulit untuk menyatakan mana yang lebih bagus. Masing-masing punya keunggulan dan kekurangannya sendiri. Tinggal disesuaikan dengan selera(?) dan kebutuhan.

Karenaa namanya produk perawatan itu cocok-cocokan. Tergantung minyaknya akan digunakan untuk apa dan gimana reaksi kulit terhadap produk atau regimen skin care secara keseluruhan.


---

IMHO, Final thought!

Untuk rambut (pre-wash), lebih bagus EVOO daripada minyak zaitun cosmetic grade (seperti Herborist, Ovale, dan Wardah). Tapi kalau kamu mau yang praktis, vitamin rambut yang mengandung minyak zaitun juga ngga kalah oke.

Untuk badan, saya lebih suka kalau EVOO-nya dicampur dengan hand cream hehe. FYI, banyak juga yang puas dengan khasiat EVOO untuk menyamarkan stretch mark (digunakan dengan cara memijat atau sebagai DIY scrub campuran bubuk kopi).

Untuk wajah? Saya pilih skip skip skip. Tipe kulit saya kombinasi (dominan kering), acne prone, dan gampang dehidrasi. Jadi, masih setia pake Hada Labo Gokujyun Lotion dan Garnier Micellar Water :D

Untuk diminum? Pengen sih telatenin lagi, tapi ngga dulu deh haha. Alhamdulillah sudah cocok dengan Habbatussauda.


Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.