HANITIS

Skin Care Talk // Personal Thought // Blogging Experience

Kenapa Saya Tidak Aktif di Social Media?

Selasa, 27 Juni 2017
Assalamu'alaykum warahmatullah wabarokatuh!

Selamat hari raya Idul Fitri 1438 H. Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga Allah menerima amal ibadah kita selama bulan Ramadhan, aamiin aamiin aamiin.


Saya pikir karena followers-nya ngga banyak (biasanya pada langsung dm), jadi tidak masalah kalau akun @haihanitis off.

Eh... Ngga taunya ada yang tanyain...

Sebenarnya, saya memang sudah lama (sekitar 3 tahunan) ngga gitu aktif di social media (posting, saling komentar, dst). Tentunya ada banyak pertimbangan, tapi maaf banget yang bisa saya sampaikan hanya beberapa poin berikut...

#1 Saya tidak telaten mengurus socmed


Saya ngga rajin posting-posting di instagram (apalagi yang terkonsep haha). Aktivitas socmed saya biasanya cuma sebatas browsing dan belanja online, itupun pake akun anonim.

Lagipula pertanyaan yang masuk itu-itu saja. Ngga jarang, saya hanya copas jawaban dari dm yang satu ke dm yang lain hehe. Karena itulah saya niatkan untuk membuat artikel dari frequently asked questions. So stay tuned! :D

#2 It's not good for my mental health


Saya orang yang rentan stres. Sejak membatasi penggunaan socmed, saya jadi lebih tenang. Toh sama teman-teman juga masih bisa kontak melalui whatapp atau line.

Bdw supaya tidak melebar, saya ngga bahas tentang social media dan kesehatan mental di postingan ini. Kamu bisa browsing sendiri di google. Keywordsnya "social media and mental health".


#3 I'm a procrastinator T.T

Salah satu kelemahan terbesar saya adalah tidak pandai mengatur waktu. Kalau udah keranjingan, sadar ngga sadar bisa habis sejam lebih cuma buat browsing-browsing.

#4 Susah banget untuk menjaga niat

Kadang saya harus tanya berkali-kali ke diri sendiri sebelum posting.

Kamu posting kayak gini biar dikata apa?
Mau dipuji?
Mau nyindir orang?
dst.
Remember this : If people think you're great, there is no guarantee that Allah thinks you're great. None. You're kidding yourself. (Nouman Ali Khan)
Baca juga : People Opinion of You

Halah. Itu sih tergantung orangnya...

Kalau kamu bisa menjaga niat di social media, alhamdulillah... good for you :D Saya sendiri belum mampu, jadi lebih baik saya batasi. 

Akhir kata...
Maaf lahir batin yaa gaeess :'D ((air hugs))

Terima kasih atas pengertiannya.
Have a nice day! :D

Ini Lho Pembersih yang Saya Gunakan (2017)

Kamis, 22 Juni 2017
Sebagian pengunjung mungkin heran ya :)) Di postingan X, saya bilang pake cleansing oil dan facial foam sebagai pembersih. Di kesempatan lain, bilangnya pake micellar water. 

Yang bener yang mana nih? 

Jadi gini... Saya memilih produk sesuai dengan kondisi kulit terkini. Selain itu, karena kulit saya kadang rewel, maka produk-produk pembersih yang saya gunakan pun dibagi jadi dua, yaitu pembersih utama dan pembersih alternatif.

Pembersih utama adalah produk pembersih yang bisa kita gunakan setiap hari dan tidak menimbulkan reaksi negatif walau digunakan 2-3 kali sehari.

Pembersih alternatif adalah produk pendamping dan produk back up saat kulit kita bermasalah atau saat kulit butuh extra-pembersihan.

Baca juga : Bingung Pilih Produk Pembersih? Cek Quick Post Ini!


Noted!

Artikel ini kelanjutan dari post kemarin, berkaitan dengan contoh penerapan pembersih utama dan alternatif.

Berikut sharing beberapa produk pembersih yang saya gunakan, sebagai gambaran untuk memudahkan kamu menetapkan produk pembersih dalam regimen skin care harian :D

Tipe kulit saya : Kombinasi.
Kondisi : Dehidrasi dan acne prone.


Pembersih Utama
ala Hanitis (per 2017)


Micellar Water

Kita tahu ya kalau merawat tipe kulit kombinasi itu lumayan menantang hahaha, karena ada dua tipe kulit dalam satu wajah. Paket kombo yang paling umum adalah kering di U-zone dan berminyak di T-zone.

Nah, kalau kamu punya kulit kombinasi dan bingung mau pake pembersih apa, TRY THIS!!! Lol ((ngetik sepenuh hati, sampe capslock jebol)).

Setelah dipakai berbulan-bulan, pembersih berbasis air rupanya sangat sesuai untuk tipe kulit kombinasi dan dehidrasi. FYI, merk micellar waternya bisa pilih suka-suka kamu :D

Kemarin-kemarin saya buat postingan tentang micellar water. Kalau kamu tertarik masukin micellar water dalam regimen skin care, bisa baca-baca link di bawah ini...

Baca juga : Micellar Water : Yay or Nay?


Setelah coba beberapa produk micellar water, kayaknya saya bakal stick dengan Garnier, insya Allah.

Alasannya, formula produk ini simpel (ngga neko-neko), harga reasonable (sekitar Rp 28.000 untuk 125 ml), dan gampang banget dapetinnya (di minimarket macam Indomaret dan Alfamart juga ada).

Baca juga : Garnier Micellar Water

---

Pembersih Alternatif
ala Hanitis (per 2017)

DIY Face Cleanser

Sekarang sudah banyak yang beralih ke skin care alami (DIY/homemade skin care). Ada yang pake DIY Cleanser dari yoghurt, madu, activated charcoal, homemade balm, dst.

Saya juga punya DIY cleanser andalan... Apalagi kalau bukan Oatmeal haha. Setelah ngubek-ngubek postingan lama, ternyataaa Oatmeal sudah saya gunakan selama hampir 5 tahun!

Yeaayy! :')) Antara syok dan terharu hahaha.

Baca juga : Oatmeal Face Cleanser (2012)

Saya menggunakan oatmeal sebagai masker sekaligus cleanser. Jadi, sesaat sebelum mandi, saya maskeran dulu pake oatmeal (cukup 1 sendok untuk sewajah dan leher). Begitu selesai mandi, oatmealnya digosok pelan (seperti scrubbing), lalu dibasuh dengan air.


Terinspirasi dari masukannya Yozora... Supaya oatmealnya ngga gitu berantakan, baiknya kita haluskan pake blender dan disimpan di toples. Hasilnya emang lebih rapi dan lebih gentle juga di kulit wajah.

Oh iya, seperti biasa oatmeal yang saya gunakan adalah Quaker Oat Instant yang bungkus merah. Sepengalaman saya sih lebih lembut daripada yang bungkus biru :D


---

Cleansing Oil

Minyak sangat efektif untuk membersihkan kotoran dan make up yang waterproof sekalipun. Saya mulai suka menggunakan Minyak Biji Anggur sebagai pembersih sekitar tahun 2013. Tipe dan kondisi kulit saya saat itu masih berminyak dan sangat rentan berjerawat.

Ngomong-ngomong, sekarang saya membatasi penggunaan minyak sebagai pembersih harian (di rumah cuma nyetok virgin coconut oil aja soalnya huhu).

Kulit saya mudah dehidrasi dan belakangan ini komedo rentan banget membludak. Paling saya pake buat bersihin muka pas lagi kotor banget (double cleansing) :D

Baca juga : The Body Shop Camomile Silky Cleansing Oil


Kalau kamu penasaran dengan Oil Cleansing Method, berikut trik-trik supaya minyak (sebagai pembersih) ngga bikin komedoan...

(1) Cari jenis minyak yang sesuai dengan tipe dan kondisi kulit kamu. Jangan gampang kemakan internet hype kayak saya yaa :'))

(2) Untuk kombinasi 2 jenis minyak (mis. extra virgin olive oil dan castor oil), cari tahu takaran perbandingan yang pas (mis. 1 : 2 atau 1 : 3, dst). Yang ini butuh trial and error sih...

(3) Basuh wajah dengan air hangat di bilasan terakhir, atau

(4) Setelah dibalur minyak, bersihkan wajah dengan facial brush/silicon pad, atau

(5) Bekap wajah yang sudah dibalur minyak dengan washlap hangat, kemudian basuh dengan air hangat.

---

Sabun wajah

Saya sudah stop menggunakan Hada Labo Tamagohada Face Wash. Yang kadang masih saya gunakan adalah Hada Labo Gokujyun Face Wash (pinjam punya adek hihi), sebagai bagian dari double cleansing.

Baca juga : Hada Labo Tamagohada Face Wash


Banyak di antara kita yang ngerasa kurang bersih kalo ngga sabunan. ((Sugesti))

Sebenernya, kulit yang sangat kering kurang sesuai jika dibersihkan dengan sabun (apalagi yang ngga pH balanced). Salah-salah, kulit malah makin kering dan rentan iritasi.

Tapi aku tuh ngga bisa sist, kalo ngga sabunan!

Okey, sekedar info... Hada Labo Gokujyun face wash pernah saya gunakan saat kulit kering (karena obat kalo ngga salah). Seingat saya, waktu itu ngga nyetok oatmeal, trus bingung mo bersihin muka pake apa haha. Alhamdulillah relatif aman, yang penting difoaming hehe.

Selain Hada Labo, temen saya yang kulitnya kering dan sensitif juga suka banget dengan sabun wajah Cetaphil. Ada juga beauty guru yang dapat rekomendasi pake Cetaphil dari dermatologis :D

Lebih lanjut tentang info produk face wash (untuk kulit kering dan sensitif) lainnya bisa browsing sendiri yaa...

Baca juga : Beberapa Pertanyaan Seputar Skin Care (2016)


Terakhir, Kojie San. Saya sudah lama pake produk ini, tapi jarang banget dibahas haha. Fungsinya sebagai produk pendamping yang bantu mencerahkan kulit wajah.

Review Kojie San menyusul, insya Allah.

---

Kesimpulan

Pembersih utama saya saat ini (per Juni 2017) adalah micellar water. Alhamdulillah cukup untuk membersihkan wajah saya sehari-hari.

DIY Oatmeal cleanser saya masukkan ke dalam pembersih alternatif, yaitu saat kulit mengalami alergi atau pas dulu mengobati kulit pake Mediklin TR. Sekarang oatmealnya lebih sering dipake buat maskeran :D

Sedangkan Kojie San adalah "produk emergency" kalau kulit saya mengalami kusam. Jadi hanya digunakan dalam jangka waktu tertentu saja.

Minyak dan facial foam juga saya kelompokkan sebagai pembersih alternatif (pemakaian sewaktu-waktu, saat kulit butuh extra-pembersihan). Keduanya kurang sesuai untuk dijadikan pembersih utama dengan kondisi kulit saya saat ini, hiks...

Oh iya, beberapa waktu terakhir, pas kulit lagi kotor banget (tapi ngga cocok dengan sabun), saya double cleansing menggunakan minyak dan micellar water.

Caranya... setelah ngebalur kulit wajah dengan minyak, saya lap dengan kapas kering. Baru kemudian saya bersihkan wajah dengan kapas yang dibasahi micellar water.

Baca juga : Cuci Muka Pake Air Teh Hijau

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Bingung Pilih Produk Pembersih? Cek Quick Post Ini!

Rabu, 21 Juni 2017
Salah satu pertanyaan yang kesannya remeh, tapi ternyata lumayan bikin galau adalah "Bagusnya pake produk pembersih apa?".

Iya sih... Makin beragamnya produk pembersih ternyata ada positif-negatif-nya. Di satu sisi, kita disuguhkan pilihan yang melimpah.

Di sisi lain, banyaknya produk di pasaran membuat kita bingung. Takut salah pilih. Kalaupun udah ada yang cocok, kadang bisa tergiur juga dengan iming-iming produk yang baru launching, lol.


Cara paling gampang memilih produk kosmetika (menurut saya) adalah dengan menyesuaikan tekstur produk dengan tipe kulit.

Kedengerannya sepele banget, tapi ini tips paling basic yang kadang kita abaikan (karena terlalu fokus memilah ingredient yang kita incar atau hindari).

Cek tabel di bawah ini ya...


*Syarat dan ketentuan berlaku

Lengkapnya baca di : Tipe dan Kondisi Kulit

Dari pengalaman saya pribadi, memang sulit bertahan dengan satu produk pembersih karena tipe dan kondisi kulit kita bisa berubah sewaktu-waktu.
Jadi, siapkan produk pembersih yang sesuai dengan kondisi kulit terkini.
Ini berarti, bisa saja kita punya beberapa produk pembersih buat jaga-jaga. Oleh karena itu, saya membagi produk pembersih jadi dua, yaitu pembersih utama dan pembersih alternatif.

Pembersih utama adalah produk pembersih yang bisa kita gunakan setiap hari dan tidak menimbulkan reaksi negatif walau digunakan 2-3 kali sehari.

Pembersih alternatif adalah produk pendamping dan produk back up saat kulit kita bermasalah atau saat kulit butuh extra-pembersihan.

Contoh penerapannya baca post : Ini Lho Pembersih yang Saya Gunakan (2017)

---

Kesimpulan

(1) Cari tahu tipe dan kondisi kulit kamu.

(2) Tentukan tekstur yang sesuai dengan tipe kulit, kemudian pilih produk dengan ingredients yang kita butuhkan (mis. hyaluronic acid, arbutin, dst).

Contoh... "Aku mau cari facial foam yang ngandung tea tree oil atau salicylic acid buat kulitku yang oily dan acne prone."

(3) Be flexible. Gunakan produk yang bersahabat dengan kondisi kulit terkini.

(4) Atur waktu dan frekuensi pakai, jika ada lebih dari satu produk pembersih dalam regimen skin care kamu.

Contoh... Micellar water di pagi dan siang hari. Double cleansing (oil & foam) untuk membersihkan ampas make up di malam hari.

(5) Last, but not least. Fokus dengan problem kulit yang kamu alami saat ini.

Misalnya saat kulit berjerawat parah/nyebar, sebisa mungkin hindari produk dengan agen pencerah dan anti aging. Tangani dulu jerawatnya. Begitu jerawatnya sudah sembuh, baru deh kita pake produk pencerah untuk mengatasi kusam.

Baca juga : 5 Langkah Sederhana Mencegah Komedo

Wallahu a'lam.
Correct me if I wrong.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

5 Langkah Sederhana untuk Mencegah Komedo

Jumat, 16 Juni 2017
Haee gaaeesss... gimana puasanya? Semoga makin bermakna(?) yaaa :D

Bdw, instagram saya OFF, karena pertanyaan yang masuk itu-itu aja (kamu pake apa, bagusnya pake apa ya sis, selfienya mana, produk ini aman ngga, dst).

Jadi saya coba cicil dengan membuat postingan di blog aja, supaya ngga bolak-balik ngetik panjang-panjang di hp... insya Allah.

Baca juga : Hai Hanitis' Frequently Asked Questions


Salah satu pertanyaan yang lumayan sering ditanyakan adalah gimana cara menangani komedo yang ngga mahal. Mudah-mudahan quick post ini bisa menjawab kegelisahan kamu, lol.

Treatment sederhana ini bisa kamu lakukan 1-2 kali dalam seminggu.

Kita sharing-sharing tentang pencegahannya aja dulu, karena untuk penanganan komedo yang terlanjur membludak itu beda lagi :D

---


Mau pilih jenis pembersih apapun itu terserah kamu ya :D kalo aku emang udah klop pake micellar water.

Baca juga : Cek Pembersih Sesuai Tipe Kulit

Rrrr... Sekalian deh quick review Ovale Micellar Water, karena produknya udah kadung disabet orang! Jadi ngga bisa bikin post review sendiri (fyi, foto-foto artikel ini diambil bulan lalu).

Hahahaha sebbeeel!!

Ovale Micellar Water (Harga sekitar Rp 45.000 - 200 ml)

Kemasannya kelihatan murah, padahal formulanya lumayan. Selain mengandung pembersih, juga ada agen pencerah dan anti agingnya. Daya bersih standar micellar water pada umumnya.

Kalau ngga sengaja keicip, rasanya ayep-ayep asam gimanaaa gitu.

Produk ini ngga meninggalkan sensasi lengket. Lembabnya juga pas ya, ngga kerasa licin setelah pemakaian.

Udah gitu aja.

((ngetik sambil ngedumel))

Baca juga : Micellar Water : Yay or Nay?


Steaming (uap hangat, air hangat, atau handuk hangat) sebenernya ngga bisa "membuka pori", karena pori kita memang sudah terbuka dari sananya (lah...).

Steaming hanya bantu meluruhkan kotoran yang menyumbat pori. Untuk ekstraksi komedo, steaming dapat melunakkan whitehead/blackhead agar mudah dikeluarkan.

Ingat ya, pake air hangat, bukan panas.

Baca juga : Es Batu untuk Wajah


Banyak yang mengira eksfoliasi sel kulit mati harus dengan scrub yang kasar. Padahal daki dan sel kulit mati di wajah itu beda mbak, mas.

Kalo kamu udah pake produk yang mengandung AHA, BHA, dan retinol, idealnya ngga perlu sering-sering eksfoliasi sel kulit mati (apalagi scrubbing). Cukup 1-2 kali dalam seminggu saja.

Baca juga : Beberapa Pertanyaan Seputar Skin Care (2016)

Untuk kulit sensitif bisa coba produk eksfoliasi berbasis gel atau air. Bisa juga dengan menggunakan kapas (cotton pad bertekstur) yang dibasahi exfoliating toner.

Baca juga : Natural Aqua Gel Cure

Buat yang punya concern menghindari chemical ingredients, bisa menggunakan kain muslin, kain serat bambu, atau washlap halus yang dibasahi air hangat, kemudian diusap lembut di permukaan kulit wajah.

Untuk exfoliating tools, bisa pake facial brush yang bristlenya halus atau clarisonic dkk.


Clay mask adalah produk yang penting, terutama untuk kulit berminyak dan rentan berkomedo.

Fungsinya untuk menyerap sebum berlebih dan impurities (kotoran, ampas/build up produk kosmetika, dll). Karena itulah jika rutin digunakan akan meminimalisir kemunculan komedo.

Produk yang best buy dari segi harga dan formula menurut saya adalah Himalaya Neem Mask. Untuk T-zone, cukup beli yang ukuran kecil (harganya sekitar Rp 15.000an).

Baca juga : Himalaya Purifying Mask : Mud & Neem

Clay mask Korea yang populer adalah Innisfree Jeju Clay Mask. Saking ngehip-nya, Jeju Clay Mask sekarang udah punya beberapa varian.

Sedangkan clay mask yang keampuhannya diakui skala internasional... apalagi kalo bukan Aztec Healing Clay Mask. Baiknya beli share in jar 100 gr aja, kalo cuma buat maskerin T-zone.

Atau kalau kamu mau cuci dompet, juga bisa coba masker Glamglow.

Melayer serum dan clay mask?

Ada sebagian orang yang melayer serum dan clay mask. ((Katanya)) serum tersebut bisa bekerja lebih efisien, karena active ingreds-nya makin terdorong masuk ke dalam lapisan kulit.

Tentang ini saya kurang paham ya... Karena sependek pengetahuan saya, clay mask (yang mengandung bentonite) kan daya serapnya strong banget.

Jadi, kayaknya ngga gitu ampuh deh (cmiiw), karena dia justru narik minyak, air, dan impurities keluar dari kulit. Wallahu a'lam.

Noted!
Kulit yang sangat kering bisa skip step ini. Kalaupun mau pake clay mask, coba yang gentle/ringan aja kayak Acnes Tea Tree Clay Mask dan semacamnya.

Baca juga : Acnes Tea Tree Clay Mask

FYI, ada juga yang pake alternatif Oil Cleansing Method untuk ngatasin komedo. OCM relatif cocok untuk semua tipe kulit. Tapi kudu cari kombinasi minyak dan takaran yang pas, supaya ngga micu masalah baru.


Karena clay mask menyerap kelembaban kulit, maka sangat dianjurkan untuk menggunakan pelembab setelahnya. Lebih bagus lagi kalo kamu pake serum dengan fitur pore care/tightening.

Untuk kulit yang sangat kering (kekurangan kadar minyak), bisa menggunakan pelembab berbasis minyak (tapi bukan sembarang minyak lho, syarat dan ketentuan berlaku).

Sedangkan untuk kulit dehidrasi (kekurangan kadar air), bisa dilayer dulu dengan hydrating toner sebelum menggunakan pelembab.

Baca juga : Hatomugi Skin Conditioner

---

Akhir kata...

Komedo bukan problem yang langsung tuntas hanya dengan sekali treatment. Dengan kata lain, selama masih punya pori-pori dan kelenjar minyak yang aktif, masalah komedo akan jadi hal yang sering kita alami.

Selain treatment mingguan, kita juga bisa meminimalisir kehadiran komedo dengan memilih produk skin care harian yang non-comedogenic (bzzzt, no-brainer tips banget yaa haha).

Kalau ngomongin formula dan ingredient memang rada njlimet. Jadi, gampangnya cari produk skin care yang mengandung salicylic acid. Selain itu, gunakan produk yang teksturnya berupa gel atau yang encer sekalian seperti air.

Baca juga : 15 Gosip Seputar Jerawat

Oh iya, buat aktivitas sehari-hari, jangan lupa sedia kertas minyak ya mbak, mas... Untuk menyerap minyak berlebih supaya ngga nyumbat pori.

Baca juga : Kertas Minyak : Acnes, Clean & Clear, Ovale, Oxy

Huhu maap, karena ini quick post jadi kurang rapih dan terlalu to the point(?). Penjelasan lebih lanjut insya Allah dilengkapi di postingan tentang perawatan pori yang akan datang :D

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Kejarlah Ampunan di Bulan Ramadhan

Senin, 05 Juni 2017
Sebelum lanjut, baca juga post sebelumnya ya... :D

Ramadhan series
---

Oke, gue banyak dosa. Trus gimana? Allah bakal ampunin ngga? :(

Di satu kajian, Ustadz Nuzul Dzikri kurang lebih pernah ditanya begitu sama seseorang yang dulu hidup di dunia gelap (anonim). 

Jawabannya, PASTI diampuni. Hanya saja effort yang dilakukan untuk tobat dari dosa besar jelas harus lebih-lebih-lebih serius dibanding yang lain.

Ustadz Nouman Ali Khan juga berpesan, jangan pernah meragukan "Allah bakal ampuni saya atau tidak". Allah itu Maha Pengampun. Yang jadi pertanyaan justru diri kita sendiri...
Ini saya tulus ngga ya minta ampun ke Allah? Apa taubat saya dusta?


Ramadhan

Alhamdulillah, kita sampai di bulan Ramadhan. Banyak banget dalil yang menjelaskan keutamaan bulan Ramadhan. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam juga sering banget memotivasi kalau di bulan Ramadhan ini pahala dilipatgandakan dan dosa-dosa diampuni.

Mungkin kita udah bebal dengerin "bulan Ramadhan itu waktunya menahan hawa nafsu", tapi ngga bener-bener dihayati.

Secara praktis, apa sih maksudnya?

Ustadz Nouman Ali Khan menjelaskan manusia perlu berlatih agar bisa menguasai keterampilan tertentu, khususnya latihan yang melibatkan fisik. Awalnya sulit, tapi lambat laun tubuh kita bisa beradaptasi.

Segala sesuatu dalam program latihan dibuat mudah. Misal pemadam kebakaran berlatih memadamkan api. Namun, apinya adalah api yang terkontrol, bukan api yang melalap bangunan beneran.

Setelah terbiasa, barulah mereka ditugaskan ke kondisi yang sesusungguhnya (real life situation).

Hal yang sama juga berlaku saat kita berpuasa di bulan Ramadhan. Kita melatih hati untuk mengendalikan tubuh kita.

Kondisi di bulan Ramadhan juga dibuat lebih mudah dibanding bulan lainnya. Salah satunya dengan syaitan yang dibelenggu. Perhatikan juga energi dan semangat kita untuk beribadah di bulan Ramadhan lebih besar dibanding bulan lainnya.

Menahan hawa nafsu itu ngga cuma tentang lapar dan haus saja. 

Selama Ramadhan, bukan hanya tenggorokan dan perut yang kita latih, tapi juga lisan, pandangan, pendengaran, kemaluan, dan lainnya.

Nah, kalau kita puasa, tapi seharian nonton film, masih keranjingan gosip, lebih suka dengerin musik daripada Al Quran, bermudah-mudah interaksi dengan lawan jenis yang bukan mahram...

Atau buka puasa bersama, tapi ngelewatin sholat maghrib-isya-tarawih... itu kita cuma dapet laper dan hausnya aja. Hati kita masih kalah dengan godaan T.T

Tujuan puasa adalah agar kita meraih taqwa (ref. QS. Al Baqarah, ayat 183). Taqwa terletak di dalam hati (ref. QS Al Hajj, ayat 32). Orang yang bertaqwa akan mematuhi perintah Allah 'Azza wa Jalla dan menjauhi laranganNya.

Kalau puasa kita benar, tubuh kita memang melemah, tapi hati kita akan menguat.

Karena itulah setelah bulan Ramadhan selesai, idealnya hati kita sudah siap untuk mengendalikan dan melawan nafsu tubuh. Semua "latihan" kita akan terasa manfaatnya.

Kalau kita puasa cuma sekedar nahan makan dan minum, yaa hasilnya biasa aja. Ngga ada perubahan berarti setelah Ramadhan...
Siapa yang bersungguh-sungguh menaati Allah -sebagaimana orang yang bersungguh-sungguh menaati Allah pada bulan Ramadhan, maka sungguh Allah akan menjadikan akhiratnya laksana hari raya orang-orang setelah melewati (puasa) Ramadhan. (Syaikh Sulaiman Ar Ruhaily)
---

Akhir kata...

Guys, bukan kebetulan lho kita bisa bertemu bulan Ramadhan lagi. Ini tanda Allah 'Azza wa Jalla masih menginginkan kebaikan untuk kita. Memangnya siapa yang bisa jamin besok kita masih hidup?

Belum tentu kita bisa bertemu Ramadhan tahun depan, peluangnya 50:50.

Jadi, manfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Banyak-banyak istighfar. Karena orang yang menjumpai Ramadhan namun tidak sukses mendapatkan ampunan Allah itu sangat keterlaluan lalainya dan akan Allah tambah adzabnya.
Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya Jibril menemuiku lalu berkata: 'Barangsiapa berjumpa dengan bulan Ramadhan namun tidak diampuni dosa-dosanya, sehingga ia masuk neraka, maka Allah akan jauhkan lagi ia (ditambah adzabnya), katakanlah 'Amiin'. Maka akupun berkata: Amiin." (HR. Ibnu Hibban no. 907, dishahikan Al Albani dal-am Shahih Al Jami' no. 75) [1]

Wallahu a'lam.
My posts don't make me pious.
This is a reminder to myself first and foremost.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Semua Kesalahan Ada Konsekuensinya

Jumat, 02 Juni 2017
Sebelum lanjut, baca juga post sebelumnya... :D

Ramadhan series
---

Selain kesusahan dan rasa nyeri di hati, ada juga konsekuensi lain dari dosa. Di antaranya adalah diangkatnya keberkahan waktu, dicabutnya kenikmatan beribadah, dan pembersihan dosa. Itu yang paling sering saya dengar saat menyimak kajian (cmiiw, kalau ada yang mau menambahkan dan mengoreksi).

Edited (jazaakillahu khayran buat masukannya) : Konsekuensi lainnya adalah mematikan sensitivitas dan ketajaman hati (tidak sadar melakukan keburukan dan menganggap maksiat adalah hal yang wajar), menjatuhkan wibawa, dan menghilangkan rasa malu.

Diangkatnya keberkahan waktu adalah ketika kita disibukkan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Misalnya luput dari beribadah. Padahal sehari itu ada 24 jam, tapi untuk 5 menit pun lisan kita tidak sempat berdzikir.

Hasan al Bashri rahimahullah pernah ditanya. "Hai Abu Sa'id, semalam aku hendak melaksanakan shalat, tapi tak bisa." Beliau pun menjawab, "Engkau terbelenggu oleh dosa-dosamu." (Al-'Iqd al-Farid, 3/152).

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam juga menjelaskan, di antara tanda baiknya seorang muslim adalah waktunya diisi hanya dengan hal yang bermanfaat untuk dunia dan akhiratnya. Sedangkan tanda orang yang tidak baik islamnya adalah sebaliknya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda, "Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). [1]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pun berpesan...
"Seorang hamba jika sebagian waktunya telah tersibukkan dengan amalan yang tidak disyari'atkan, dia pasti akan kurang bersemangat dalam melakukan hal-hal yang disyari'atkan dan bermanfaat. Hal ini jauh berbeda dengan orang yang mencurahkan usahanya untuk melakukan hal yang disyari'atkan. Pasti orang ini akan semakin cinta dan semakin mendapatkan manfaat dengan melakukan amalan tersebut, agama dan islamnya pun akan semakin sempurna." [2]

Konsekuensi lain yang bisa dievaluasi adalah dicabutnya kenikmatan beribadah dan hal-hal yang halal. Misalnya orang terbiasa dengar lagu dan musik, trus jadi sebel kalau dengar adzan.

Dia juga jadi alergi dengan Al Quran dan nasehat agama. Kalau ada yang setel murottal di mobil, malah terganggu sambil bilang, "Udah deh matiin aja, enakan juga ngobrol," dan lain sebagainya.

Kalau ngga percaya, tanya aja sama orang-orang yang sudah berhijrah. Setelah usaha lepas dari musik, alhamdulillah mereka bisa lebih terhibur mendengar kajian dan Al Quran.
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, "Sungguh nyanyian dapat memalingkan hati seseorang dari memahami, merenungkan, dan mengamalkan isi Al Qur'an. Ingatlah, Al Qur'an dan nyanyian selamanya tidaklah mungkin bersatu dalam satu hati karena keduanya itu saling bertolak belakang." [3]
Contoh lainnya orang yang terbiasa minum minuman keras, akhirnya sulit menikmati jus jeruk. Yang biasa "jajan", jadi sulit menikmati pasangan halalnya.

Sebagaimana kaidah yang diterangkan ulama, "Di antara hukuman dari dosa adalah undangan untuk dosa berikutnya". Dengan kata lain, dia dimudahkan betul untuk bermaksiat. 

Yang kayak gini kan serem. Karena bagaimana kita bisa selamat di akhirat, kalau kita tidak bisa menikmati apa-apa yang menuntun kita ke surga.

Terakhir adalah pembersihan dosa. Topik ini sering dibahas sama ustadz Khalid Basalamah supaya kita lebih hati-hati. Kurang lebih rangkumannya seperti ini...

Semua dosa, baik yang disengaja maupun tidak, pasti ada konsekuensi pembersihannya.


Dosa itu seperti racun. Kita tahu atau tidak, tetap ada efeknya. Jika kita tidak tahu ternyata itu dosa, secara hukum di akhirat kita lepas. Tapi konsekuensi pembersihannya tetap ada.

Kita semua akan disucikan sebelum masuk surga. Baik itu dengan ujian dan musibah di dunia, sakaratul maut yang pedih, azab kubur, atau bahkan dengan api neraka.

Jika Allah menghendaki kebaikan bagi hambaNya, maka Allah menyegerakan pembersihan dosanya di dunia.

Di antara dalilnya adalah...
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Tidaklah ada suatu musibah yang menimpa seorang muslim melainkan Allah akan menghapuskan dosa dengannya sampai pun duri yang menusuk badannya." (HR. Bukhari dan Muslim) 
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Apabila Allah menghendaki kebaikan pada diri seorang hamba maka Allah akan menyegerakan hukuman baginya di dunia. Dan apabila Allah menghendaki keburukan bagi hamba-Nya maka Allah akan menunda hukuman atas dosanya itu sampai pada hari kiamat nanti hukuman itu baru akan ditunaikan.” (HR. Tirmidzi, disahihkan al-Albani dalam Shahih al-Jami') [4]

---

Akhir kata...

Postingan ini ngga maksud menyinggung, sok suci, atau gimana ya T.T Kenyataannya, saya juga banyak salah.

Ahh... Allah kan Maha Pengampun! Santai lah...
Hasan al Bashri rahimahullah berkata, "Rasa takut itu harus lebih dominan daripada pengharapan, karena jika pengharapan mengalahkan rasa takut, maka rusaklah hati. Aku heran terhadap orang yang takut siksa tapi tak berhenti (berbuat maksiat), dan orang yang berharap pahala tapi tidak mau beramal." (Al-'Iqd al-Farid, 3/113)
Bersambung ke Ramadhan Series part 6 : Kejarlah Ampunan di Bulan Ramadhan

Wallahu a'lam.
My posts don't make me pious.
This is a reminder to myself first and foremost.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Tertipu Dunia

Rabu, 31 Mei 2017
Sebelum lanjut, baca juga post sebelumnya ya... :D

Ramadhan series

Disclaimer!
My posts don't make me pious. This is a reminder to myself first and foremost. Saya pun suka memperturutkan hawa nafsu huhu, jadi harus diingatkan berkali-kali.

---

Pain and pleasure

Sebagai pengantar, saya mau bahas singkat tentang dua hal yang mengarahkan insting manusia, yaitu pain (sakit) dan pleasure (kesenangan). Orang-orang psikologi, komunikasi, dan marketing pasti udah paham ya...

Secara naluriah, kita akan menjauh dari hal-hal yang menyakitkan dan mendekat ke hal-hal yang menyenangkan.

Contoh... untuk memasarkan produk, ngga jarang kan kita menyaksikan iklan yang menjelekkan produk lain. Tinggal keluarkan isu yang menakutkan, misal produk kompetitornya itu bahaya. Selesai sudah.

Dan supaya menarik, sesuatu harus dikemas sedemikian rupa sehingga terlihat fun (orang di iklannya pada ketawa-ketawa), happy, nyaman, mengagumkan, instan, seductive, dan seterusnya.


Allah 'Azza wa Jalla sudah sering kasih clue (baik dalam Al Quran maupun hadits), supaya kita tidak tertipu dunia. Salah satunya di hadits yang famous banget... tentang Jibril 'alayhissalam yang diutus ke surga dan neraka.

Jibril 'alayhissalam melihat surga dikelilingi perkara yang dibenci jiwa, sedangkan neraka dikelilingi perkara yang disukai syahwat.

Akhirnya Jibril 'alayhissalam berkata, "Demi kemuliaanMu, aku khawatir tidak ada seorang pun dari hambaMu yang bisa selamat dari siksaan neraka." (HR. Tirmidzi)


---

Trus hubungannya apa?
Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui. (QS. Al 'Ankabut, ayat 64)
Kalau kita jeli, rasa sakit dan kekecewaan yang berulang kali kita alami (karena cinta dunia) adalah wake up call dari Allah 'Azza wa Jalla. 

Itu tanda bahwa Allah masih sayang dan peduli. Kita ngga dibiarin meleng dari jalan yang lurus. Kelekatan kita dipatahkan. Kita pun ditegur dan dihentak dengan cobaan... supaya kita sadar kalau dunia ini menipu dan kesenangannya itu palsu. 
Wahai manusia! Sungguh, janji Allah itu benar, maka janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan janganlah (setan) yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. (QS. Fathir, ayat 5)

Nah, kembali ke konsep pain and pleasure... 

Kalau sudah sering sakit kayak gitu, mestinya (secara naluriah) kita belajar menahan, membatasi, dan menjauh. Sebisa mungkin kontrol kelekatan hati kita dan banyak-banyak ingat Allah supaya tenang.

---

Akhir kata...

Sebagai penutup, ini ada kutipan surat untuk Umar bin Abdul Aziz rahimahullah dari Al Hasan Al Bashri rahimahullah (dalam buku Untaian Nasihat Hasan Bashri/Mawa'izh al-Imam al Hasan al Bashri, karya Shalih Ahmad Asy-Syami).

"Pandanglah dunia dengan pandangan orang zuhud dan meninggalkan dunia. Jangan memandangnya dengan pandangan orang yang cinta dan terpesona.

Orang berakal merasakan perikehidupan sebagai kesulitan. Ia terancam oleh nikmat, waspada terhadap bala', dan yakin terhadap kematian.

Dunia sama sekali tak berharga di sisi Allah dan sama sekali tak bernilai.

Buruknya negeri dunia ini telah ditunjukkan oleh kenyataan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala menjauhkannya dari para nabi dan para kekasihNya sebagai bentuk ujian. Lalu dia mudahkan dunia bagi selain para nabi dan kekasih sebagai pelajaran dan tipu daya."

Bersambung ke Ramadhan Series part 5 : Semua Kesalahan ada Konsekuensinya

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.