HANITIS

Skin Care Talk // Personal Thought // Blogging Experience

Sist, Kok Ngga Posting?

Selasa, 25 April 2017
Beberapa waktu lalu, saya posting artikel tentang "Pengen berhenti blogging", tapi bukan berarti sekarang saya mau berhenti :)) Salah masukin password aja saya gelisahnya kayak apa haha.

Postingan ini follow up post sebelumnya ya, karena sampai ada yang kirim email buat kasih support. Maap kalo kesannya ambigu.

Jadi gini... Kurang lebih saya paham dengan blogger yang mandeg, trus ngerasa ngga dapet apa-apa. Udah gitu ide domain dan artikelnya dicopas, dst. Saya pun mengalami kekhawatiran yang sama sekitar 2-3 tahun lalu. 



Oke, saat kita sudah telaten ngeblog, wajar kalau ngarep sesuatu yang "lebih". Bro, domain aja bayar kan sekarang :))

Saya memang pasang adsense (monetisasi), tapi ujung-ujungnya juga muter buat ngelola blog. Belum lagi saya mulai mempertimbangkan untuk pindah ke wordpress.org (domain dan hosting sendiri). Sayangnya masih terkendala skill dan lainnya hehe.

Baca juga : Monetisasi Blog

Cumaa... there's so much more than money. Pret.

Kalau memang tulus dan senang dengan apa yang dijalani, walau secara kasat mata kita ngga dapat bonus materi yang sepadan, insya Allah, Allah akan bayar lebihnya dengan hal-hal yang ngga kita sangka-sangka. Contohnya didekatkan sama orang-orang yang baik, dimudahkan di urusan yang lain, dst.

---

Dalam blogging, kelemahan saya memang di frekuensi dan jadwal posting. Kadang bisa 1-2 minggu jedanya. Saya belum bisa konsisten posting pada hari tertentu. Yang saya usahakan saat ini adalah konsisten posting setidaknya 4-6 post per bulan. 


Kalau saya lama ngga posting, alasannya ngga jauh-jauh dari tiga hal ini...

#1 Kuota habis

Iyaa, ngga pake wifi soalnya. Ngga lanjutin isi ulang, karena masa promonya sudah habis haha.


---

#2 Writer's block

Saat kulit bermasalah

Insya Allah, sekarang saya mau kelarin review produk dulu... dan FYI saya paling males review produk skin care saat kulit sedang bermasalah. Kayak ngga dapet feel-nya gitu lho. 

Belum lagi nanti kesannya justru produk itu yang bikin kulit saya rewel, padahal bukan. Udah saya bahas sepintas juga di post sebelumnya.


Itulah kenapa di bulan Februari saya cuma posting 3 artikel. Padahal rencananya saya mau kelarin semua review produk, baru setelah itu bahas beauty talk banyak-banyak.

Kesulitan saat ngedraft

Saya sudah lama mau nyusun artikel tentang perawatan pori, minyak untuk wajah, hingga ingredient yang kontroversial seperti paraben. Tapi keburu jiper duluan dengan beragam pendapat yang kadang bertolak belakang satu sama lain. Ini yang bikin saya stuck dan kesulitan nyusun alur penyampaiannya.

Blank tanpa sebab

Atau... kadang ide sudah ada, tapi susah banget dikeluarinnya. Saya ikutan blank melihat halaman entri post yang blank. Bingung mau mulai nulis apa hahaha.

---

#3 Keyboard bermasalah

Yang baru-baru ini saya alami adalah keyboard laptop yang error. Ketiknya apa, yang muncul apa. Kalau udah gitu, laptop saya harus didiemin dulu, sampe akhirnya berfungsi normal kembali. Jadi, harap maklum yaa...


Demikian sekilas info. Jazaakumullahu khayran buat supportnya. Mohon masukannya juga kalau ada hal-hal yang kurang berkenan.

Happy blogging.
Thanks for reading and have a nice day.

Micellar Water : Yay or Nay?

Senin, 24 April 2017
Makin kesini makin banyak varian produk skin care yang bersahabat untuk kulit bermasalah. Salah satu yang sering direkomendasikan adalah Micellar Water. 

Produk berlabel micellar water jadi booming banget karena kepraktisannya (tanpa bilas). Sering diklaim sebagai All-in-One cleanser, karena fungsinya memang sebagai pembersih sekaligus toner.

Dulu merk yang beken cuma Bioderma. Sekarang beragam merk ikutan eksis menawarkan micellar water dengan formula yang dapat menutrisi dan meningkatkan kualitas kulit.

Apa itu Micellar Water?
Scientifically speaking, micellar water is a low-foaming cleanser. Micelles are nothing more than cleansing molecules that attract dirt and oil. (Nicki Zevola Benvenuti via Futurederm)
Micellar water mengklaim mampu membersihkan make up dan kotoran tanpa zat kimia yang merusak kulit (harsh). Cara kerjanya dengan memecah kotoran dan ampas make up, sehingga mudah diangkat dengan kapas.

Apa pentingnya pembersih yang ringan?

Oh, penting dong. Pembersih yang harsh (umumnya membuat kulit jadi kering kesat) dapat mempercepat proses penuaan dan membuat kulit jadi rentan iritasi.

---

Cara pemakaian

Tuangkan micellar water di kapas secukupnya, kemudian usap di permukaan kulit wajah.

FYI, formula micellar water yang ringan dan gentle kurang efektif membersihkan make up berat. Jadi sangat dianjurkan untuk melakukan double cleansing untuk membersihkan make up.

Kalau lagi rajin, saya menggunakan minyak dulu (virgin coconut oil), baru kemudian micellar water. Bdw, ada juga yang pake dengan urutan micellar water - sabun pembersih (difoaming yaa) - toner.

Baca juga : Apakah Sabun Menyebabkan Purging?

---

Micellar Water yang terjangkau

Ada empat micellar water yang menurut saya best buy banget, dari segi formula, ukuran, dan harganya. Produk-produk tersebut dapat ditemukan di toko kosmetik, drugstore, hingga minimarket di sekitar kita.

Plus, kadang ada promo diskonannya. Macam Nivea pernah diskon Buy 1 Get 1 lhoo (yang berarti satuannya kena Rp 25.000an sajaa).


Garnier Micellar Cleansing Water
125 ml Rp 28-32.000

Pure Active

Untuk kulit kombinasi, berminyak, dan berjerawat. Teksturnya ringan seperti air. Diperkaya dengan Micelles yang dapat mengikat dan mengangkat kotoran dari wajah, mata, dan bibir seperti magnet.

Dengan formula tanpa parfum yang menyegarkan. Mengurangi minyak berlebih tanpa membuat kulit kering. Kulit menjadi bersih menyeluruh, terasa segar dan nyaman.

Komposisi
Aqua/Water, Hexylene Glycol, Glycerin, Alcohol Denat, Disodium Cocoamphodiacetate, Disodium EDTA, Poloxamer 184, Polyaminopropyl Biguanide (B162919/4).

Sensitive

Teksturnya ringan seperti air. Diperkaya dengan Micelles yang dapat mengikat dan mengangkat kotoran dari wajah, mata, dan bibir seperti magnet. Tidak perlu diusap dengan keras untuk menghilangkan kotoran dan make up.

Dengan formula yang tidak lengket di wajah, tidak berminyak, tanpa parfum. Cocok untuk semua jenis kulit termasuk kulit sensitif. Kulit menjadi bersih menyeluruh, terasa halus dan tampak sehat.

Komposisi
Aqua/Water, Hexylene Glycol, Glycerin, Disodium Cocoamphodiacetate, Disodium EDTA, Poloxamer 184, Polyaminopropyl Biguanide (B162919/4).

Baca juga : Review Garnier Micellar Water

Mineral Botanica Cleansing Water
100 ml Rp 37-50.000

Lifts dirt, cleanses skin.
Alcohol free.
Gently removes make up.
Moisturizes.

Komposisi
Aqua, PEG-7 Glyceryl Cocoate, Poloxamer 184, Butylene Glycol, Glycerin, Hamamelis Virgiana Leaf Extract, Aloe Barbadensis Extract, Allantoin, Phenoxyethanol, Diazolidynil Urea, DMDM Hydantoin, Fragrance, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Propylene Glycol, Triethanolamine, Disodium EDTA, Ethylhexylglycerin.

Baca juga : Review Mineral Botanica Micellar Water

Nivea Make Up Clear Cleansing Water
200 ml Rp 54.000

Formula inovatif yang dapat membersihkan make up di wajah dan bahkan di area mata tanpa meninggalkan rasa berminyak. Membersihkan secara menyeluruh, melembabkan, dan menyegarkan kulit dengan formula pembersih yang efektif dan ringan, serta tidak meninggalkan sisa-sisa make up.

Tidak mengandung pewarna, parfum, alkohol, paraben, dan silikon. Telah diuji secara dermatologi dan optalmologi cocok untuk kulit.

Komposisi
Aqua, PEG-40, Hydrogenated Castor Oil, Phenoxyethanol, Glycerin, 1,2-Hexanediol, Sorbitol, Poloxamer 124, Trisodium EDTA, Decyl Glucoside, Panthenol, Polyquaternium-10, Vitis Vinifera Seed Oil, Disodium Cocoyl Glutamate, Glyceryl Glucoside, Sodium Chloride, Citric Acid, Sodium Acetate, Propylene Glycol.

Baca juga : Review Nivea Cleansing Water

Mana yang paling bagus?

Tinggal disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kulit kita saja. Kalau kamu aware dengan moisture barrier, bisa coba Garnier Sensitive, Mineral Botanica, dan Nivea.

Kalau kamu ngga suka dengan sensasi licin dan lengket setelah membersihkan wajah, ada Garnier Pure Active.

---

Daya bersih

Di post sebelumnya, saya ngga gitu mendalam bahas daya bersih (mis. untuk eyeliner dan mascara). Karena saya memang ngga make up-an. Boro-boro pake eye make up. Area mata saya rada sensitif dan gampang kering.

Baca juga : Kulit Rentan Bermasalah? Yuk, Puasa Produk Kosmetika.

Jadi, yang saya bahas paling daya bersih micellar water untuk make up ringan dan kesesuaiannya dengan kulit yang rentan bermasalah.


Menurut saya, daya bersihnya standar. Ampas bb cream tidak bisa terangkat sempurna. Itu baru bb cream yang ringan lho, apalagi heavy foundation. Butuh berapa kapas coba buat bersihinnya hehe. Karena itulah untuk membersihkan make up, sebaiknya di-double cleansing.


Foto sekali usap. Surprisingly, walau daya bersihnya pada beda tipis, tapi Mineral Botanica (yang notabene merk lokal) sedikit lebih unggul.

---

Multifungsi

Saya pernah baca di newsfeed kalau micellar water ini serba guna. Bisa digunakan sebagai korektor make up, hand sanitizer, pembersih brush, membersihkan parfum yang aplikasinya kebanyakan, dan lainnya.

Iseng-iseng saya pernah coba cuci tangan pake Pure Active setelah makan (lol), emang bersih dan bau makanannya hilang. Tapi untuk brush ngga gitu ampuh ya, lebih bersih pake sabun batang.

Baca juga : Cara Mudah & Murah Membersihkan Kuas Make Up

---

Micellar Water : Yay or Nay?

Micellar water bukanlah "produk alami", meskipun tampilannya bening seperti air. Nyatanya, micellar water juga mengandung chemical ingredients yang seaman apapun tetap ada kemungkinan ngga cocok di sebagian orang.

Klaim All-in-One cleanser memang kedengarannya muluk-muluk sekali yaa. Apalagi sudah banyak yang ngeh kalau pake micellar water saja kadang kurang bersih. 

Micellar water recommended untuk kulit normal, kering, kombinasi, sensitif, dan dehidrasi (note: no alcohol). Namun, kurang sesuai untuk tipe kulit yang berminyak, karena pemakaian single use biasanya bikin kulit makin greasy.

Jadi, untuk kulit berminyak (apalagi yang acne prone/pori mudah tersumbat), baiknya menggunakan pembersih yang mengandung salicylic acid. Tujuannya buat bantu merawat pori dan ngontrol bakteri P. Acnes.

Baca juga : 15 Gosip Seputar Jerawat

Akhir kataa... Kalau saya sih Yay! Haha, praktis banget soalnya. TAPI teteep syarat dan ketentuan berlaku, misalnya no alcohol, no perfume, dan ngga bikin kulit saya makin bermasalah.

Baca juga : Tips Memilih Pembersih sesuai Tipe & Kondisi Kulit

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Garnier Micellar Cleansing Water : Pure Active & Sensitive

Senin, 17 April 2017

Hoah. Gara-gara kedodolan sendiri, sempat panik banget ini kenapa ngga bisa sign in ke blogger. Pikiran udah kemana-mana. Ealah ternyata salah masukin password -__- zzzz. Setelah bisa masuk, kuota internetnya yang habis. Jadilah baru bisa posting lanjutan reviewnya sekarang hahaha.

Ehm.

Garnier Micellar Water sempat ngehip banget sebagai dupe-nya Bioderma. Awalnya produk ini hanya dijual di online shop, yang mana sellernya pada impor dari US (cmiiw). Harganya dulu sekitar Rp 180-200.000an untuk ukuran 400 ml.

Sekitar akhir tahun lalu, Garnier Micellar Water resmi masuk Indonesia. Dikemas dalam ukuran 125 ml dengan harga sekitar Rp 28-32.000.

Sebagian besar review Garnier Micellar Water itu positif. Bagus-bagus. Pertama kali launching langsung ludes. Laris manis bangetlah. Ini saja saya bisa dapet karena nitip ke teman. Soalnya cek ke Guardian kosong terus. Alhamdulillah sekarang lebih mudah diperoleh, di minimarket juga ada.

---

Deskripsi Produk

Ada dua varian Garnier Micellar Water yang beredar saat ini (per 2017), yaitu pink yang aman untuk kulit sensitif sekalipun dan biru Pure Active untuk kulit yang berminyak.

GARNIER
Micellar Water Sensitive
Untuk semua jenis kulit, termasuk kulit kering dan sensitive.


All-in-one Micellar Cleansing Water pertama dari Garnier yang dapat membersihkan dan menghapus make up dalam 1 kali usap.

Teksturnya ringan seperti air. Diperkaya dengan Micelles yang dapat mengikat dan mengangkat kotoran dari wajah, mata, dan bibir seperti magnet.

Tidak perlu diusap dengan keras untuk menghilangkan kotoran dan make up.

Dengan formula yang tidak lengket di wajah, tidak berminyak, tanpa parfum. Cocok untuk semua jenis kulit termasuk kulit sensitif.

Hasil
Kulit menjadi bersih menyeluruh, terasa halus dan tampak sehat.

Cara pakai
Usapkan atau sapukan pada wajah, mata, dan bibir dengan kapas tanpa menggosoknya. Tidak perlu dibilas.


---

GARNIER
Micellar Water Pure Active
Untuk kulit kombinasi, berminyak, dan rentan berjerawat.


All-in-one Micellar Cleansing Water pertama dari Garnier yang dapat membersihkan dan menghapus make up dalam 1 kali usap. Untuk kulit kombinasi, berminyak, dan berjerawat.

Teksturnya ringan seperti air. Diperkaya dengan Micelles yang dapat mengikat dan mengangkat kotoran dari wajah, mata, dan bibir seperti magnet.

Tidak perlu diusap dengan keras untuk menghilangkan minyak berlebih, kotoran, dan make up.

Dengan formula tanpa parfum yang menyegarkan. Mengurangi minyak berlebih tanpa membuat kulit kering.

Hasil
Kulit menjadi bersih menyeluruh, terasa segar dan nyaman.

Cara pakai
Usapkan atau sapukan pada wajah, mata, dan bibir dengan kapas tanpa menggosoknya. Tidak perlu dibilas.


---

Review

Bahas apa nih?
Daya bersih?
Standar hehe.

Untuk make up butuh banyak kapas sampai ampasnya bener-bener terangkat. Jadi supaya lebih efisien, biasanya saya double cleansing. Kalau untuk membersihkan wajah sehari-hari (debu dan minyak berlebih), Garnier Micellar Water saja cukup sih sebenernya.

FYI, ada macam-macam varian Garnier Micellar Water. Tapi yang masuk ke Indonesia baru dua. Aslinya ada juga varian oil-infused dan micellar water untuk kulit kombinasi.
Di kemasan produk, tercantum keterangan klaim "telah diuji secara dermatologi dan ophtalmologi". Ini berarti... Garnier Micellar Water relatif aman untuk digunakan di kulit wajah dan area sekitar mata. Tapi pada prakteknya saya ngga pake buat bersihin area mata.

Garnier Micellar Water menggunakan Hexylene Glycol, Disodium Cocoamphodiacetate, dan Poloxamer 184 sebagai agen pembersih yang dapat memecah kotoran, minyak, dan ampas make up sehingga mudah terangkat oleh kapas. Kandungan Glycerin-nya juga bantu menangani gumpalan kotoran sembari menjaga kelembaban kulit.

Dupe?

Banyak yang bilang ini dupe-nya Bioderma. Yang namanya "dupe" (apalagi harganya beda jauh), tentu formula dan daya bersihnya ngga sama persis.

Dari pertimbangan budget~ memang Garnier top banget haha hemat dot com :)) Yaa bisalah jadi alternatifnya Bioderma... Terlebih kalau kulit kita ngga gitu reaktif dengan produk skin care (ngga ada pantangan tertentu).

Bdw, meski Bioderma (((katanya))) lebih unggul dibanding Garnier, tapi ada beauty expert yang bilang lebih suka Garnier lho :D

Bedanya Pure Active (biru) dan Sensitive (pink)?

Yang membedakan adalah kandungan alcohol denat di varian Pure Active.

Pure Active memang ditujukan untuk tipe kulit berminyak. Info dari Meti yang tanya ke cs-nya Garnier, kadar alkohol Pure Active rendah banget, tidak setinggi astringent. Jadi ngga bikin kulit berasa kering ketarik atau bahkan iritasi. Cuma buat ngangkat minyak berlebih.

Baca juga : Perlu Toner atau Tidak?

Kalau diamati, varian Sensitive-pink bikin kulit jadi lebih lembab. Sedangkan varian Pure Active-biru tidak selembab Sensitive-pink, tidak meninggalkan sensasi greasy, dan tidak lengket sama sekali.

Kulit saya kombinasi dengan area kering yang dominan. Alhamdulillah, sejauh ini aman-aman saja coba yang Pure Active. Berasa bikin keringnya ya pas kulit lagi dehidrasi dan bermasalah saja. Karena itu saya lebih sering pake yang Sensitive-pink.

Secara keseluruhan, Garnier Micellar Water bagus kok. Kemasannya mini. Ngga makan tempat, jadi bisa dimasukin ke dalam tas dan dibawa jalan. Bagi yang aware banget sama alkohol dkk (takut ganggu moisture barrier), bisa coba yang Sensitive-pink aja :D

Oh iya, Garnier Micellar Water Sensitive juga saya gunakan untuk membersihkan wajah pas kulit lagi rewel beberapa waktu lalu. Alhamdulillah membantu banget, karena bisa membersihkan kulit dengan gentle. Ngga bikin kulit makin jadi hehe.

Baca juga : Kulit Rentan Bermasalah? Yuk, Puasa Produk Kosmetika.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have  nice day.

Mineral Botanica Micellar Cleansing Water

Selasa, 04 April 2017

I looove micellar water. Makin senang lagi karena sudah ada produk lokal yang ngeluarin micellar water dengan harga yang terjangkau: Mineral Botanica! Hmmm... Mari kita duduk cantik nunggu merk lokal lain launching micellar water haha.

Bdw, post ini quick review :D insya Allah nanti ada bahasan sendiri tentang micellar water.

Baca juga : Mineral Botanica Fresh Face Mist

Deskripsi produk

Micelle merupakan molekul yang terdiri dari kepala dan ekor. Bagian kepala bersifat hydrophilic cenderung tertarik dengan kandungan air, ekor bersifat lipophilic yaitu cenderung tertarik dengan minyak, lemak, dan sejenisnya.

Sementara itu, kapas juga bersifat hydrophilic sehingga akan mengikat kepala molekul Micelle, sedangkan bagian ekornya dengan bebas menarik semua kotoran, minyak, dan apapun yang bukan air.

Micellar Cleansing Water tidak mengandung sabun, alkohol, deterjen, dan bahan kimia berbahaya lainnya yang tidak cocok bagi kulit sensitif. Sebaliknya, Micellar Water justru meninggalkan sensasi kulit yang lembab, fresh, dan clean feeling.


Cara pemakaian
Tuangkan di kapas, kemudian usapkan di permukaan kulit wajah. Micellar water adalah produk pembersih praktis berbasis air. Idealnya ngga perlu dibilas lagi setelah pemakaian.

---

Review

Klaim produk
Lifts dirt, cleanses skin.
Alcohol free.
Gently removes make up.
Moisturizes.


Mineral Botanica micellar water mengandung witch hazel, ekstrak lidah buaya, dan allantoin. Fungsinya sebagai antioksidan dan soothing agent. Produk ini tidak mengandung alkohol, jadi insya Allah witch hazelnya ngga bikin kulit kering dan pedih.

Sebagaimana umumnya produk kosmetika... Meski aman untuk sebagian besar orang, tapi tetap ada kemungkinan Mineral Botanica micellar water berpotensi mengiritasi kulit yang sangat sensitif (cmiiw).

Alhamdulillah, kulit saya sama sekali ngga reaktif dengan produk ini. Buktinyaa~ produk ini lolos uji pas kulit saya rewel kemaren hehe.
Sebagian orang (yang kulitnya berminyak) juga ngga suka dengan sensasi lengket selepas menggunakan Mineral Botanica micellar water. Padahal sependek pengetahuan saya, "efek lengket" itu sebenernya untuk "nge-lock moisture" (mencegah hilangnya kelembaban kulit). 

Nah, karena dasarnya kulit saya dehidrasi, jadi "efek lengket" tersebut malah bantu banget untuk melembabkan dan melembutkan kulit. Lagian lengketnya juga bukan yang greasy berminyak gitu kok. Di saya malah terasa licin, ngga gitu lengket. Kurang lebih setelah pemakaian, lembabnya mirip dengan Hada Labo lotion.

Eniweei, daya bersihnya standar. Mineral Botanica micellar water cukup untuk membersihkan make up ringan (bb cream dan lipstick), tapi untuk heavy make up baiknya di-double cleansing.

Harganya sekitar Rp 37-50.000 untuk ukuran 100 ml (tergantung beli dimana). Akses belinya rada susah, karena belum masuk supermarket dan drugstore. Secara keseluruhan, walau merk lokal, tapi ngga kalah sama merk luar :D

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Pengen Berhenti : Kenapa ya Blogku Ngga Berkembang?

Jumat, 31 Maret 2017
Aku sudah blogging bertahun-tahun. Pengen sih dapet duit banyak kayak blogger lain... Tapi jangankan tawaran sponsor, pageview dan visitor mentok segitu-gitu saja.

Ada satu titik dimana aku ngerasa, apa sih gunanya aku blogging? Boro-boro menghasilkan, waktu dan usaha yang aku curahkan juga ngga diapresiasi. Belum lagi ada orang-orang ngga tau diri yang asal copas artikel yang aku buat.

Apa aku harus berhenti blogging? Karena blogku gini-gini aja... I'm hopeless. Banyak banget situs dan blog yang juga membahas topik yang sama, lebih bagus malah.


Pernah mengalami hal tersebut? Fyuh, kamu tidak sendirian. Bahkan blogger populer sekalipun pernah bertanya pada diri mereka sendiri, "Is it worth it?", but they keep going :)

Saya juga pernah stuck dan mikir, "Lanjut ngga ya?". Terlebih saya ngga gitu dapet dukungan dari orang terdekat untuk blogging. "Meh, ngapain capek-capek buat orang lain. Wong kamu sendiri ngga dapet apa-apa."

Daripada gundah gulana, berikut beberapa poin yang perlu kita pahami saat hopeless melihat statistik blog yang errr... mengecewakan. Ini semacam pembelajaran pribadi kemaren-kemaren juga sih hihi. Saya share siapa tahu bisa jadi insight buat kamu juga :D

---

#1 Niche

Bentar-bentar. Apa hubungannya perkembangan blog dengan Niche?

Ada niche tertentu yang akan selalu jadi trending, yaitu kesehatan (menurunkan berat badan, nutrisi, kehamilan, dll), nasihat relationship (tips pdkt, manajemen konflik, dst), portal berita, dan tips bisnis (mencari uang secara online).

Kalau niche blog kita ngga populer, ya jelas butuh waktu lumayan sampai punya traffic. 

Sangat dianjurkan untuk memilih topik yang benar-benar kita sukai, supaya kita ngga kehilangan passion buat mengeksplor. Lagian kalau dipaksakan (bahas topik yang kita ngga suka) ya bakal kelihatan palsu.

Setelah memilih niche, ngga berarti semua bahasan dalam topik itu harus kita cover. Kalau dikerucutkan, ada lagi yang namanya micro niche. Contohnya untuk niche beauty, topik utamanya make up, micro nichenya fokus di swatch lipstik.

Topik utama blog ngga harus satu lho. Kita bisa gabungkan 2-3 topik dalam satu blog. Kalau mau, diarahkan saja jadi lifestyle blog. FYI, untuk menjadi lifestyle blogger yang populer idealnya mesti memiliki gaya hidup, sudut pandang, dan keseharian yang menarik untuk dibaca.

Lifestyle blog kerap dipandang sebelah mata. Padahal kalau dipromosikan dengan tepat, lifestyle blog juga bisa cepat berkembang kok. 
---

#2 Kenali pengunjung blogmu

Ada alasan kenapa saya terus berusaha menyampaikan hal yang rumit agar mudah dimengerti.

Menurut situs Smart Blogger, pengunjung website dapat dibagi dalam tiga kelompok, yaitu beginner, intermediate, dan advanced.

Saya yakin situasi ini juga dialami blogger/content writer lain. Kadang karena kita sudah lama blogging, jadinya lupa... Dikira pengunjung blog ya masih itu-itu saja, yang sudah lama mengikuti blog/situs kita.

Kita pikir, "Ahh ngga masalah, mereka udah paham ini". Padahal tiap harinya bisa ada ratusan pengunjung baru yang ngga ngeh sama sekali tentang apa yang sedang kita bahas.

FYI, di dunia internet yang luas, pengunjung kelompok beginner jauh lebih banyak dibanding pengunjung intermediate dan advanced. 

Jadi, pelajari minat dan perilaku pengunjung blog kita melalui situs Analytic. Mulai dari laporan demografi pengunjung, lama kunjungan, jenis artikel yang disukai, dan lainnya.

Kemudian dari komentar dan email yang masuk juga kita bisa screening kebutuhan pembaca dan cara penyampaian yang sesuai.

---

#3 Target yang jelas

Banyak blogger yang tidak menyelaraskan harapan dan prakteknya. Akhirnya malah uring-uringan sendiri.

Contoh...
Si A pengen diundang ke event dan dapet produk-produk yang baru dilaunching. Tapi dia tidak memantaskan blognya supaya layak dapat penawaran tersebut. Template masih berantakan, posting seadanya, ngga aktif di socmed, dan ngga ada usaha buat mengasah keterampilan menyusun konten.

Ya susah kan kalau gitu...

Trus gimana memperbaikinya?

Setiap blogger punya tujuan yang berbeda-beda. Ada yang tujuannya untuk monetisasi, personal branding, publikasi karya fotografi, memberi dampak positif ke masyarakat, dan lainnya.

Dari tujuan tadi, bisa kita break down jadi target-target bulanan, mingguan, dan harian. Target ini yang nantinya memudahkan kita untuk mengevaluasi dan mengarahkan website/blog supaya selamat sampai di tujuan (halah).

Contoh target...
Memperbarui template secara berkala (1-2 tahun sekali),
ikut workshop menulis (1 bulan sekali),
menarik ribuan pengunjung baru per bulan,
memperbaiki artikel lama (1 minggu sekali)
posting artikel 1-3x seminggu,
ngedraft 15-30 menit per hari,
dan promosi artikel di fb, twitter, instagram tiap 2 hari sekali.

*Bisa dirinci lebih spesifik sesuai visi kita.

---

#4 Buat standar suksesmu sendiri

Sebagian orang berpendapat bahwa standar blogger yang sukses adalah banyak duit, diundang ke event-event, sering dikirimin produk, dan diliput media.

Tapi ada hal yang kadang luput kita sadari. Semakin ramai traffic, jelas semakin berat pula tekanannya. Macem-macemlah problemnya.

Ada yang sedih melihat blognya sekarang macam advertorial. Ada yang merasa ngga leluasa karena hidupnya jadi sorotan. Ada pula yang jadi incaran orang yang punya itikad buruk. Allahul musta'an.

Jadi, saat melihat "kesuksesan" orang lain, pikirkan juga konsekuensinya.

Berangkat dari situ saya menyadari pentingnya membuat standar kesuksesan yang realistis menurut kita sendiri. Memang ngga masalah terima masukan dari orang lain, tapi pada akhirnya kita sendiri kan yang bakal jalani.
"Just because something is an opportunity, doesn't mean it's the right opportunity for you." (Marie Forleo)
Sekalian sharing... Tahun 2014-2015, banyak blogger yang mulai (bahkan sudah) membangun networking di social media dan merambah ke youtube. Saya juga pernah ditanya... Kenapa ngga coba bikin channel di youtube, bikin fanpage, dan lainnya supaya traffic makin padat dan tentunya lebih "menghasilkan".

Masalahnya, saya ngga gitu suka posting-posting di socmed dan ngga tertarik buat vlogging. It's like I'm not me. Saya lebih suka jadi orang di belakang layar dan enjoy dengan aktivitas blogging yang seperti ini. Adem ayem. My blog feels like home. Saya biarkan blog Hai Hanitis tumbuh secara alami dari traffic organik.

---

#5 Belajar! 

Kalau kita ngga belajar, kita ngga bakal tahu bagian mana yang perlu dipertahankan dan mana yang perlu dibenahi. Jika statistik blog tidak berkembang sebagaimana yang kita inginkan, yaa itu berarti kita harus lebih semangat belajarnya :D

Sekarang pelatihan dan workshop menulis kreatif cukup sering diadakan. Kalaupun terkendala akses, banyak banget situs yang mengajarkan keterampilan menulis online, lengkap dengan webinar, podcast, dan infografis.

Untuk "mentor", walaupun ngga spesifik tentang penyusunan konten, tapi saya dapat banyak inspirasi dari Marie Forleo, Lavendaire, dan The Minimalists.

Baca juga : Blog yang Sempurna?


---

#6 Last, but not least : Konsisten!

Sebagian besar orang memang ngga sabaran. Kita tidak suka menikmati proses. Kita ingin hasil yang instan. Padahal untuk mencapai kesuksesan yaa butuh konsistensi dalam waktu yang relatif lama.

Kunci supaya kita bisa konsisten adalah rencana yang matang (bulanan/mingguan), fokus di target yang kita buat, dan harus dipaksa pas lagi males-malesan. Makanya blogger planner dan editorial calendar sangat penting bagi orang-orang yang serius blogging.

Eniwei, sebesar apapun passion kita, pasti tetap ada masa-masa jenuh. Cuman, saat kita kelamaan "istirahat", biasanya akan terasa sulit untuk mulai dan nemuin ritme yang pas untuk posting lagi. Kalau saya, ngatasinnya dengan menambah topik baru di blog ^^ supaya ngga bosen hehe.
The more challenges you face, the more you have content to share. (Chris Lema)
Akhir kata... Sayang banget ngga sih, kalau ngelepas blog atau situs yang sudah lama kita rintis dari nol? Mungkin bukan ngga berkembang sama sekali, tapi progresnya yang lambat. Daripada berhenti, mending diperbaikin, supaya kita juga lebih nyaman bloggingnya hehehe. Ayo dong, semangaat! :D

Wallahu a'lam.
Happy blogging and have a nice day.

Yang Kulitnya Berjerawat, Sudah Coba DARSI?

Minggu, 26 Maret 2017

Sebagian besar sudah pernah coba pasti yaa. Buktinya dari tahun ke tahun, produk ini masih sering dicari.

Kondisi internal tubuh memang berpengaruh ke kesehatan kulit. Sebagian orang lebih memilih cara yang relatif aman dengan memilih produk berbahan alami.

Saya sebagai acne proner (lah kok bangga haha) juga kenal Darsi dari lamaa. Sebelumnya (bertahun-tahun yang lalu) pernah konsumsi yang pil, tapi kemarin nemu yang kapsul di supermarket jadi pengen coba :D

---

Deskripsi Produk

DARSI CAPSULE
(12 capsules @550 mg)
Membantu mengurangi jerawat, bisul, dan gatal-gatal.

Khasiat dan Kegunaan
Membantu mengurangi jerawat, bisul dan gatal-gatal. Membantu memperbaiki peredaran darah.

Cara Pemakaian
Minumlah secara teratur 2 kali sehari @2 kapsul. Dosis dapat ditingkatkan atau dikurangi sesuai kebutuhan. Untuk anak-anak gunakan setengah dari dosis dewasa.

Anjuran
Dianjurkan minum air putih minimal 2.5 liter perhari.


Tips penyimpanan
Produk-produk Borobudur Natural Herbal Industry mengandung bahan alam yang berkhasiat serta diproses menggunakan mesin-mesin berteknologi modern yang sesuai dengan "Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik" (CPOTB).

Dianjurkan untuk memperhatikan cara penyimpanan produk, terutama untuk sediaan dalam bentuk kapsul karena mengandung ekstrak dengan konsentrasi tinggi. Semua sediaan dalam bentuk kapsul dan pil akan aman dikonsumsi sampai batas kadaluwarsa.


Darsi mengandung Curcumae Rhizoma Extract (akar temulawak), Zingiberis aromaticae Rhizoma Extract (akar lempuyang wangi), Zingiberis purpurei Rhizoma Extract (akar bengle), Andrographidis Herba Extract (sambiloto), Curcumae domesticate Rhizoma Extract (akar kunyit), Sappan Lignum Extract (kayu secang), dan Elephantopi Folium Extract (daun tapak liman).

Singkatnya, formula tersebut berfungsi untuk membersihkan darah, anti inflamasi, penawar racun, serta meringankan penyakit kulit seperti bisul dan eksim.

---

Review

Saya beli produk ini di Hypermart seharga Rp 16.000 (isi 12 kapsul). Selama saya mengonsumsi Darsi, jerawat hormonal sangat terkontrol. Bulan lalu tumben-tumbenan lho ngga ada bumps jerawat baru pas pms. Cuma, tetep ngga bisa ngeredam jerawat yang muncul karena stres, lol.

Pas awal Maret ini juga kulit saya rewel lagi. Dibilang alergi kayaknya saya ngga makan aneh-aneh. Yah, mungkin karena banyak dosa :')) astaghfirullah.

Sayangnya, Darsi juga ngga mampu meredakan kulit yang sempat kering dan gatal. Sembuhnya malah pake air teh hijau. Jadi, dari pengalaman saya pribadi, Darsi efeknya lebih ke mencegah aja. Kalau untuk menangani sih ngga.

Baca juga : Cuci Muka Pake Air Teh Hijau


Please note, hasil bagi setiap orang bisa sangat berbeda.

Ada yang bruntusannya sembuh setelah rutin mengonsumsi Darsi (bisa browsing lebih lanjut). Sebaliknya, ada pula yang jerawatnya malah makin parah.

Untuk yang kedua, saya ngga gitu paham ya... Meski ada yang bilang itu detox dkk, tapi bisa jadi karena memang ngga cocok atau justru alergi. Soalnya saya pernah ngalamin reaksi negatif juga saat salah memilih suplemen kulit.

Baca juga : Beberapa Pertanyaan Seputar Skin Care (2016)

Kalau ada hal yang tidak wajar selama mengonsumsi Darsi (maupun ramuan herbal dan suplemen lain), baiknya segera hentikan pemakaian. Hubungi layanan konsumen (kontak telp/sms/email) dan konsultasikan ke dokter jika perlu.

---

Kenapa distop?

Bdw, di post sebelumnya saya bilang hanya menggunakan Darsi untuk sementara saja. Saat ini saya rutin minum Habbatussauda.

Aduh, malah bahas produk lain haha. Tapi ngga papalah ya, soalnya kadang suka ditanyain :))

Baca juga : Kulit Wajah Rentan Bermasalah? Yuk, Puasa Produk Kosmetika.

Alasannya, selain untuk daya tahan tubuh, Habbatussauda juga bagus buat kulit, sirkulasi darah, dan mood (yang notabene penting karena saya rentan stres). Makin yakin setelah nonton (via youtube) video aktivitas sel darah merah dan putih membaik setelah mengonsumsi Habbatussauda.

Banyak deh manfaatnya, panjang kalau disebutin satu-satu. Jadi, menurut saya Habatussauda sudah cukup buat mengcover apa yang saya butuhkan saat ini.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Cuci Muka Pake Air Teh Hijau

Kamis, 23 Maret 2017
Meski sekarang ada yang membasuh wajah dengan sparkling water dan larutan unik lainnya, tapi air teh, air beras, atau bahkan air mineral biasa masih sering digunakan untuk perawatan wajah.

Seperti biasa, yang jadi pertanyaan saat kita melihat artikel DIY/Homemade Skin Care adalah "emang ngefek?"

Itulah yang akan kita bahas di sini hehe.

Ide postingan ini saya dapat dari @ichissa (via dm instagram). Kayaknya ngga perlu kita bahas panjang lebar tentang khasiat teh hijau, yaitu kaya antioksidan dan kemampuan untuk menenangkan kulit.


Saya juga pernah cuci muka pake air teh. Tapi karena itu teh biasa, jadi meninggalkan stain cokelat di kulit. Ketauannya pas dilap dengan toner. Karena itu kali ini saya coba menggunakan Teh Hijau Tong Tji. Kata @ichissa bagusnya pake teh hijau bubuk (pure matcha, bukan yang latte). Namun, apa daya, cari pure matcha susah di daerah saya :))

Baca juga : Great Green (Green Tea + DIY Mask)


Ketimbang teh basi, saya menggunakan teh hijau yang masih hangat. Ini kekhawatiran saya pribadi aja sih hehe :D kulit saya acne prone, takut kalau teh basi banyak bakterinya.

Cara pemakaian
Umumnya digunakan single use pagi-pagi atau bisa juga digunakan untuk bilasan terakhir setelah cuci muka dengan facial wash.

Bdw, yang saya gunakan adalah teh seduh tubruk, bukan celup.


Review

Saya coba menggunakan teh hijau untuk membasuh wajah sejak Januari 2017, cuma 1x sehari. Daan... saya ngga melihat adanya perubahan sama sekali. Mungkin karena saat itu kulit saya memang lagi sehat. Yasudah, saya jadi rada males dan ngga telaten pakenya hehe.

Saya pun bingung, "Ini mau review apaan kalau kayak gini" wkwkwk.

Akhirnya saya tanya sana sini (ke teman dan reader blog). Kalau disimpulkan, emang ada kok orang-orang yang kulitnya jadi bersih (dalam artian blemish free) setelah rutin membasuh wajah dengan air teh basi. Dan itu ngga hanya teh hijau lho ya, tapi juga teh melati biasa.

Meski demikian... Begitu kulit bermasalah, saya masih ragu pake teh hijau. Takut kulit makin kering dan gatal. Saat itu saya tahan-tahan aja ngga pake apa-apa.

Baca juga : Kulit Rentan Bermasalah? Yuk, Puasa Skin Care.

Satu hari di bulan Maret (tsah) saya iseng coba basuh wajah dengan teh hijau. Masya Allah, gatal-gatal yang saya alami berhari-hari langsung reda. Besokannya kulit saya juga jadi lebih kalem dan ngga reaktif.

Yee... kenapa ngga dari kemarin-kemarin ya saya memberanikan diri :))

In my opinion...

Sebelumnya saya meragukan pernyataan bahwa teh hijau bisa jadi pertolongan pertama saat kulit kita bermasalah. Ya gimana ngga... pas saya pake awal-awal kayak ngga ada efek apa-apa.

Kebiasaan deh menarik kesimpulan terlalu cepat, lol.

Efek instan yang bisa kita harapkan dari teh hijau adalah calming effect-nya. Untuk mencerahkan dan memperlambat proses penuaan sepertinya butuh waktu berbulan-bulan sampai kita bisa memperoleh hasil yang memuaskan.

Saya jadi ingat waktu pakai Evian Facial Spray pun juga gitu. Pas kulit saya lagi biasa aja, ya berasa useless produknya. Manfaatnya baru terasa saat kulit mengalami redness.

Baca juga : Evian Facial Spray

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day :D